PP. Mambaul Ulum Malang

PP. Mambaul Ulum Malang Media Santri Mambaul Ulum.

🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga ...
16/08/2026

🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩

Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang melanjutkan perjuangan dengan ilmu, akhlak, dan pengabdian.

Mari isi kemerdekaan dengan belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Merdeka untuk Indonesia yang lebih maju, berilmu, dan beradab.

Gerakan Perjuangan Kemerdekaan di Balik Dinding Mambaul Ulum BanjarejoTidak banyak catatan tentang gerakan keluarga besa...
16/08/2026

Gerakan Perjuangan Kemerdekaan di Balik Dinding Mambaul Ulum Banjarejo
Tidak banyak catatan tentang gerakan keluarga besar Pondok Pesantren Mambaul Ulum dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda hingga pendudukan Jepang. Perjuangan itu kemungkinan dilakukan secara diam-diam karena harus dirahasiakan dari penjajah.

Meski demikian, ingatan kolektif masyarakat tentang kisah perjuangan tersebut menunjukkan bahwa Mambaul Ulum pernah menjadi salah satu basis dan tempat berkumpulnya para pejuang. Salah satunya adalah Pak Said, warga Banjarejo yang bergabung dengan Laskar Hizbullah di bawah pimpinan Kiai Abu Bakar Hasbullah. Kisah ini menjadi bagian dari jejak perjuangan Mambaul Ulum dan masyarakat Banjarejo melawan penjajahan.
***

Kiai Abu Bakar bin Hasbullah merupakan salah satu masyayikh Pondok Pesantren Mambaul Ulum yang terjun langsung ke medan perjuangan dan menjadi pemimpin pasukan Hizbullah wilayah Banjarejo. Terlibat dalam beberapa pertempuran gerilya.

Karena gerakan perlawanan terhadap penjajah semakin masif, beliau menjadi sasaran penangkapan dan pembunuhan. Beruntung, informasi tersebut lebih dulu bocor. Kiai Abu Bakar kemudian menyamar sebagai petani dengan pakaian sederhana dan lusuh, membawa karung rumput serta sabit. Dalam penyamaran itu, beliau bahkan sempat berpapasan dengan tentara penjajah tanpa dikenali.

Selain berjuang di garis depan, Kiai Imam Arifin bersama keluarga besar Mambaul Ulum juga memberikan dukungan terhadap gerakan Hizbullah dengan merelakan pesantren menjadi tempat persembunyian para pejuang yang bersembunyi dari kejaran penjajah.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.

14/08/2026

Zuzur zanggal 😌😮‍💨🙃

Perintah Sang Guru dan Penjual TebonSekitar seabad silam, masyarakat Banjarejo masih minim agama. Atas perintah gurunya,...
14/08/2026

Perintah Sang Guru dan Penjual Tebon
Sekitar seabad silam, masyarakat Banjarejo masih minim agama. Atas perintah gurunya, Syaikh Ismail Ombul dari Sampang, Madura, Kiai Hasbullah datang ke Banjarejo untuk berdakwah dan menyebarkan Islam.

Di awal perjuangannya, beliau hidup sederhana dengan berjualan pakan ternak berupa tebon. Sore harinya, beliau merawat salah satu mushalla di Banjarejo. Dari tempat sederhana itu, dakwah beliau dimulai.

Akhlakul Karimah dan Sang Juru Damai
Kiai Hasbullah dikenal mengedepankan akhlak dan bahasa yang halus. Beliau mendatangi rumah-rumah warga satu per satu, bersilaturahmi, lalu mengajak mereka menjalankan shalat lima waktu dan meninggalkan kemaksiatan. Karena luhurnya budi pekerti, masyarakat mulai menerima, simpati, dan hormat kepada beliau.

Bahkan, tidak sedikit pelaku maksiat yang kemudian bertaubat setelah mendapatkan nasihat dengan cara yang lembut. Kiai Hasbullah juga dikenal sebagai tokoh yang menjadi juru damai ketika terjadi perselisihan di tengah masyarakat, sehingga kehadirannya membawa ketenangan dan meredakan konflik.

Pesantren Tertua di Malang
Setelah masyarakat Banjarejo terbiasa dengan syiar Islam dan kehidupan keagamaan semakin berkembang, Kiai Hasbullah kemudian merintis sebuah pesantren sebagai pusat pendidikan dan dakwah. Pesantren tersebut didirikan pada tahun 1920 M, ketika usia beliau sudah sepuh, sekitar 69 tahun.

Bila menilik catatan sejarah, pondok pesantren yang didirikan Kiai Hasbullah termasuk salah satu lembaga Islam tertua di Kabupaten Malang. Pesantren ini berdiri setelah Pondok Pesantren Miftahul Huda yang lebih dahulu didirikan oleh KH. Hasan Munadi pada tahun 1768 M.

Wafatnya Sang Teladan
Setelah puluhan tahun mengabdikan diri, Kiai Hasbullah wafat pada Senin, 1944 M, pukul 07.00 pagi, dalam usia sekitar 93 tahun. Beliau wafat setelah melaksanakan shalat Duha, dengan tasbih masih berada di tangan, di tempat yang biasa digunakan untuk beribadah.

Dari sebuah mushalla kecil dan tiga gotakan kayu, Kiai Hasbullah meninggalkan warisan yang jauh lebih besar: ilmu, akhlak, dan generasi yang meneruskan perjuangan beliau.

14/08/2026

"Pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi wadah penataan hati dan penempaan jiwa.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ning Sheila Hasina Lirboyo, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mendidik para santri agar memiliki keteguhan dan kekuatan dalam menahan hawa nafsu.

Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk terus mengamalkan ilmu dan menjaga kebersihan hati. 🤲

📍 Nasihat disampaikan pada Acara Satu Abad dan Wisuda Tahfidzul Qur’an Santri Ponpes Mamba'ul Ulum, Banjarejo Pagelaran Malang.

14/08/2026

Pernah gak kita merasa baru rajin baca Al-Qur'an kalau lagi ada masalah, kepepet, atau punya hajat besar aja? 🤔💭

Melalui tausiyah ini, Ning Sheila Hasina mengingatkan kita kembali:
Ibarat sahabat, orang yang datangnya cuma pas ada butuhnya tentu sulit disebut sahabat sejati. Kalau kita ingin diakui sebagai sahabat Al-Qur'an yang kelak mendapat syafaatnya, mari kita rutinkan membacanya setiap hari—bukan hanya saat butuh.

Yuk, sebutkan di kolom komentar: Berapa ayat/surat yang biasa kamu baca setiap hari untuk menjaga istiqamahmu? 👇✨

14/08/2026

Menginginkan anak yang shaleh dan shalehah, hafal Al-Qur'an, serta berakhlak mulia tentu jadi impian semua orang tua. Namun, Ning Sheila Hasina mengingatkan bahwa semua itu berawal dari diri kita sebagai orang tua. ✨

Bagaimana mungkin kita meminta anak rajin membaca Al-Qur'an jika orang tuanya sendiri jarang menyentuh Al-Qur'an?

"Sibuk itu mitos, karena semuanya adalah tentang prioritas." 🌿
Jika Al-Qur'an tidak kita jadikan prioritas, maka sampai kapan pun kita tidak akan pernah punya waktu—meski hanya untuk membaca 1 halaman sehari.

Mari terus berproses menjadi orang tua yang shaleh dan shalehah agar doa serta ikhtiar kita untuk anak-anak diridhai-Nya. 🤲📖

Syaikhina KH. Imam Arifin Sirojuddin mengingatkan kita semua untuk senantiasa menjaga adab dan takzim kepada para guru y...
14/08/2026

Syaikhina KH. Imam Arifin Sirojuddin mengingatkan kita semua untuk senantiasa menjaga adab dan takzim kepada para guru yang pernah membimbing kita, seberapa pun tingginya pencapaian kita hari ini.

"Ajjek sampek tak hurmat ka guruh se perna ngajer"
(Jangan sampai engkau tidak hormat kepada guru yang pernah mengajarmu)

Semoga kita semua diakui sebagai santri/murid beliau dan dikaruniai keberkahan ilmu dunia hingga akhirat. Aamiin. 🤲

14/08/2026

"Di dunia manusia bisa menilai dari apa yang tampak, tetapi di akhirat Allah mengadili dari apa yang benar-benar kita bawa."
Nasihat penuh hikmah dari Gus Sabuth Panoto Projo dalam rangkaian Haul Akbar, Satu Abad, dan Wisuda Tahfidz PP Mambaul Ulum Banjarejo.

Kisah Sayyidatina Fatimah Az-Zahra mengajarkan bahwa kemuliaan bukan terletak pada kedudukan, melainkan pada iman, keikhlasan, dan amal yang diterima Allah SWT.
Tidak ada kebanggaan nasab maupun jabatan di hadapan tanah kubur. Yang menemani kita hanyalah amal ibadah dan akhlak kita sendiri. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu rendah hati. 🙏
Semoga setiap langkah, pengabdian, dan amal kebaikan yang kita lakukan menjadi bekal terbaik saat menghadap-Nya kelak. 🤲✨










14/08/2026

Gus Ahmad Kafa (Lirboyo) mengingatkan pentingnya wali santri/orang tua untuk selalu mendoakan guru-guru dari anak-anak kita.

Kenapa? Karena doa fi dhahril ghaib (mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan mereka) adalah salah satu doa yang paling mustajab dan diamini langsung oleh malaikat. 🤲

Semoga anak-anak kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan guru-gurunya senantiasa diberikan kesehatan serta keberkahan. 🌸

📌 Simpan & bagikan video ini sebagai pengingat untuk kita semua!

Address

Jalan KH. Hasbullah RT 026 RW 008 Desan Banjarejo Kec. Pagelaran
Malang
65177

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PP. Mambaul Ulum Malang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to PP. Mambaul Ulum Malang:

Shortcuts

Share

Category