Keluarga Hafiz-Hafizah

Keluarga Hafiz-Hafizah

Share

Hidup Mulia Bersama Al-Qur'an

13/06/2022

SEDERHANA TAPI BEGITU MENDASAR
____
10 perkara penting yg wajib kita ajarkan kepada Anak.

1. Ajari anak kita bahawa dirinya adalah Hamba Allah. Nampak simple tapi ini menentukan 'mental self image' anak kita.

Anak yang tak merasa bahwa dia adalah hamba Allah mudah menjadi angkuh, bossy dan sombong.

2. Ajari anak kita bahwa apa yg ada pada dirinya milik Penciptanya.

Kalaupun anak kita nakal-nakal sekalipun, insyaAllah dia akan mudah balik ke pangkal jalan jika dia tahu hakikat dirinya dan siapa yang memiliki dirinya

3. Ajari anak kita bahwa mencari duit itu perlu tetapi bersedekah itu lebih perlu

4. Ajari anak kita bahwa dia akan menempuh 5 checkpoint

Checkpoint 1 - mati
Checkpoint 2 - barzakh
Checkpoint 3 - mahsyar
Checkpoint 4 - mizan
Checkpoint 5 - sirat

5. Ajari anak kita bahwa Al Quran bukan cuma untuk dilagukan semata tapi diamalkan dan tuntunan hidup.

6. Ajari anak kita bahwa rezeki bukan datang daripada ibu bapak tetapi rezeki datang daripada Pencipta.

Anak yang tahu rezeki itu adalah pemberian Penciptanya akan mudah bersyukur dan berterima kasih

7. Ajari anak kita bahawa selepas akil baligh dia akan terpaksa memikul banyak tanggungjawab & akan disoal di akhirat kelak tentang tanggungjawabnya

Anak yang tahu dia ada banyak tanggungan akan lebih memiliki 'sense of responsibility'

8. Ajari anak kita bahwa amal soleh bukan cuma solat dan puasa

Bekerja, makan, tidur, bantu adik beradik dan semua perkara akan jadi amal soleh asalkan diniatkan untuk Allah semata.

9. Ajari anak kita bawa nilai adik beradik melebihi nilai segala harta benda dunia

Anak yang tahu nilai adik beradiknya takkan mudah berkelahi berebutkan harta selepas kita sudah tiada

10. Bagitahu anak kita bahawa suatu hari nanti kita akan pergi jua dan sebaik-baik bekal yang kita ada adalah doa daripadanya

Pelaburan paling berharga sepanjang menjadi ibu bapak adalah apabila anak kita sudi mendoakan kita karena tak sedikit anak di luar sana sangat jarang mendoakan ibu bapaknya yang sudah meninggal dunia.
______
*Ahmad Rizal
di copy dari fb ust Yani Fahriansyah

23/05/2022

𝘿𝙞𝙖𝙡𝙤𝙜 𝙄𝙢𝙖𝙣
"𝘿𝘼𝙐𝙉"

dalam perjalanan ke mesjid subuh tadi, saya pegang sehelai daun, lalu saya tanya ke kakak aisyah "ini berapa jumlah daun yang ayah pegang?"

"satu lah ayah"

saya tanya lagi, "kira-kira ada berapa banyak jumlah daun yang ada di pohon ini nak?"

"nda tau lah ayah, pokoknya banyak"

saya kemudian memancing nalarnya "kalau begitu berapa banyak jumlah daun dari semua pohon yang ada di seluruh dunia?"

"banyaaaaak sekali lah ayah"

"luar biasanya Allah disini nak.... Allah itu Maha Besar Pengetahuannya, Dia tau, tiap daun yang gugur" saya kemudian mengambil satu daun yang gugur yang ada disitu "Allah tau kapan daun ini gugur, di hari apa, detik keberapa, jatuh ke mana, Allah tahu semuanya. dan di seluruh dunia juga begitu, Allah tau bila ada daun yang gugur"

"maka dari itu nak.... Allah juga tau, pandangan mata kakak aisyah di jatuhkan ke mana, ke sesuatu yang Allah ridhoikah atau sesuatu yang Allah murkai"

"begitu juga dengan telinga, tangan, kaki dan seluruh tubuh kakak Aisyah"

karena sdah dekat dengan mesjid, saya tutup dengan kalimat "dijaga matanya yah nak yah, telinganya, mulutnya dan seluruh tubuhnya, agar di gunakan di jalan yang Allah ridhoi"

*****
dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya.” (Qs. Al-An’am 59)



Photos from Keluarga Hafiz-Hafizah's post 21/05/2022

.
Mari berkenalan dengan wanita bernama Shafiyyah binti Maimunah rahimahallah.

Seorang wanita hebat yang tidak dikenali, namum darinyalah lahir seorang ulama dan imam besar yang namanya harum hingga akhir zaman.

Sumber kisah : Min Akhbaris Salaf fb Ustadz Fadlan Fahamsyah dan beberapa sumber lainnya

Kredit : TaqwArt



14/05/2022

MENDIDIK ANAK ATAS HALAL HARAM

Di antara parenting islami adalah seorang ayah/ibu menjelaskan: ini halal itu haram, ini dibenci Allah, terlarang dalam syariat kita, dilaknat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, atau ucapan lain senada yang memberikan penekanan penting terkait segala hal yang Allah larang. Ini amat urgen.

Selain bentuk pengenalan apa saja kategori dosa, itu sebagai langkah orang tua dalam menekankan bahwa tidak ada tolerir dalam keharaman. Haram ya haram. Terlarang ya terlarang. P**a, ini adalah cara dalam menanamkan pesan bahwa rambu-rambu yang menjadi sandarannya dalam menjalani berbagai aspek kehidupannya di masa yang akan datang adalah ketentuan langit yang telah Allah gariskan dalam kedua wahyu-Nya: kitabullah dan sunnah/petunjuk Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam yang tidak bisa diganggu gugat. Dia tidak akan berpijak pada semata akal dan ragam cara pandang manusia yang subyektif dan amat rentan terkontaminasi hawa nafsu dan kesalahan.

Ia akan terbiasa dengan kata-kata haram yang mengandung penegasan larangan, harus ditinggalkan sekaligus pelakunya berdosa jika itu dilakukan sehingga kelak ketika mendengar kata haram terkait dosa-dosa lain yang belum ia ketahui dari kita orang tuanya tidak lah ia kaget bahkan tunduk dan mudah menerima karena sejak kecil sikap ketundukannya terhadap wahyu sudah terstimulus semenjak dini. Kalaupun terjebak dalam hal terlarang, hati kecilnya meronta dan memberontak sembari memberi sinyal yang akan mengalirkan was-was dan ketidaktenangan jiwa. Itulah jiwa dan fitrah sensitif sehingga dengan itu sang anak kembali beristighfar dan bertaubat meminta ampun kepada Rabbnya.

Amat berbeda alurnya jika ayah dan bunda tidak pernah mengajarkan halal dan haram semenjak dini. Dikhawatirkan seorang anak tidak mengenal mana saja dosa besar, tidak ada ketundukan terhadap petunjuk syariat yang terangkai dalam nash, mudah terjebak dalam beragam dosa, sulit dinasehati, dan lain-lain, mengingat tidak ada rambu-rambu langit yang terpatri sejak kecil. Wallahu a’lam
____

Ust. Yani Fahriansyah

31/10/2021
23/10/2021

KELELAHAN YANG DIRINDUKAN
(bendri jaisyurrahman~IG: )

Bisa jadi, anak yang selama ini merepotkan kita dengan tangisan rewelnya di setiap malam hingga membuat kita lelah adalah tangisan indah yang kita rindukan di saat tua.

Mungkin saja, suara teriakan bising yang terjadi antara kakak dan adik saat sedang rebutan mainan, akan menjadi teriakan indah yang kita harapkan saat tubuh kita ringkih dan gigi tinggal dua.

Ada masanya kelak kita kan menangis, meratapi kondisi rumah yang nampak rapi, bersih tanpa coretan, gak berantakan, wangi, tenang tanpa teriakan. Seraya meratap pilu,

"Dulu, sering ada tumpahan air di ruangan ini. Dulu, ada anak-anak yang lari berkejaran sambil teriak histeris di rumah ini. Dulu, ada suara keributan kakak adik berebut mainan di sini. Dulu, ada yang corat-coret tembok membuat rumah tampak kusam. Dulu, ada kertas-kertas berserakan dan bekas krayon yang berhamburan.
Dulu..
Dulu..
Dulu.."
kemudian kita pun hanya bisa menangis sesenggukan 😭😭

Kita tersadar. Bahwa semua yang menyebalkan dahulu adalah kenangan manis di saat kita tua. Semua rewelan anak dahulu serasa lantunan indah yang paling berharga.

Sekiranya waktu bisa berulang maka kita ingin kembali ke masa-masa itu. Masa-masa penuh drama, masa-masa emosi berwarna warni, masa-masa kelelahan. Inilah masa-masa yang kita rindukan dan kita tangisi. Saat anak-anak masih mau merepotkan kita. Saat anak-anak masih rewel membutuhkan kita. Saat kita selalu diperebutkan oleh mereka.

Dan begitu mereka dewasa. Sudah mengenal dunia yang berbeda. Kita tersadar. Kita bukan lagi satu-satunya dunia mereka. Mereka punya teman, organisasi, hobby, pekerjaan dan obsesi yang membuat mereka sibuk. Dan kita sekadar tempat transit bagi jiwa mereka.

Teringat nasehat Syaikh Al Munawi:
لا يعرف قدرها الا بعد زوالها
Kita tak tau berharganya sesuatu kecuali setelah hilangnya sesuatu tersebut

Maka, bersyukurlah bagi kita yang saat ini masih merasakan kelelahan itu. Jangan buru-buru menyudahinya. Nikmati. Hayati. Tersenyumlah. Gak lama lagi. Ya, gak lama lagi. Kita akan segera kehilangan. Jangan marah, jangan kesal dengan ulah mereka. Mereka hanya ingin menorehkan kenangan indah dalam hidup kita.

Photos from Keluarga Hafiz-Hafizah's post 11/10/2021

Mendidik anak itu susah atau mudah?

Oleh: Baidhawi Razi, Lc

Anak adalah anugerah dari Allah.
Kita tidak bisa memilih anak laki-laki atau perempuan.

Karena itu adalah hak Sang Maha Pencipta, Allah Rabbul Izzah.
Bagian yang terpenting adalah bagaimana kita mensyukuri anugerah Allah itu.

Salah satu bentuk syukur kepada Allah yaitu dengan mendidik buah hati kita dengan benar sesuai dosis ilmu dan cara yang tepat.

Karena Allah memberikan anak yang sesuai dengan kepribadian dan kemampuan kita.

Orangtua ada dua mazhab, ada yang mengatakan bahwa mendidik anak itu mudah, ada juga yang menyatakan susah.

Tapi, banyak yang bilang bahwa mendidik anak itu SUSAH.

Apakah benar asumsi seperti itu?

Mari kita jawab dengan hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,

وَإِنّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالىَ عَلَيْهِ

"Sesungguhnya (semua urusan) mudah kepada siapapun yang dimudahkan Allah Ta'ala."

اِعْمَلُوْا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِماَ خُلق له.

"Berkaryalah, maka sesungguhnya (suatu perkara) yang diciptakan (Allah) akan dimudahkan."

Jadi fix ya mendidik anak itu MUDAH?

Tapi tunggu dulu!

Kalau mendidik anak itu mudah kenapa banyak orangtua mengeluh dalam mendidik anak?

Berarti mendidik anak itu SUSAH?

Nah, bagaimana nih?

Dilematis tentu kita, jika sudah seperti ini.

Mari kita rincikan jawabannya.

1️⃣ Mendidik anak itu MUDAH,

karena ada petunjuk yang bisa kita dapatkan dari Alquran dan hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ada doa yang bisa kita lantunkan setiap hari dan doa itu sebagaimana pembahasan sebelumnya adalah ilmu parenting yang paling penting, karena hati manusia dibolak-balikkan oleh Allah, anak nakal bisa jadi anak shalih, anak yang saling bermusuhan bisa jadi bersaudara.

Banyak bertabur doa para nabi dan sebagian besarnya adalah doa ayah untuk kebaikan anak-anaknya, silakan digunakan senjata orang beriman ini untuk memudahkan proses mendidik anak.

2️⃣ Ini poin penting, KETELADANAN.

Sebahagian orangtua, tidak semua ya...
Hanya oknum...tidak bisa menjadi teladan bagi anak,
Menyuruh anak shalat,
Tapi mereka orang yang tidak menegakkan shalat,

Menyuruh anak untuk jujur, tapi dari mereka banyak yang berbohong,

Menganjurkan anak memilih teman yang baik, malah sebagian dari mereka berteman dengan pelaku maksiat dan kesyirikan, Allahul Musta'an.

Mari kita mulai dari orangtua!

Karena banyak hal yang tertanamkan di jiwa seorang anak dari keteladanan.

Dua kunci utama ini harus terus kita aktifkan dalam ilmu parenting,
1. Doa
2. keteladanan

Semoga Allah memudahkan kita untuk mendidik anak insya Allah...

06/10/2021

selfnote 🌷

28/09/2021

Dialog Iman tentang Unsur Tanah

28/09/2021

Anak-anak itu peniru ulung

klo liat orang tuanya s**a marah2 kalau ada masalah, maka anak2 akan belajar klo aku dapat masalah, maka aku juga akan marah2

kalau liat orang tuanya s**a mengeluh di setiap kondisi, maka anak-anak akan belajar klo ada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang saya inginkan pasti orang lain yang salah

tapi kalau anak-anak kita lihat, saat kita ada masalah kita tetap tenang, dia lihat kita tidak pernah mengeluh, selalu melibatkan Allah di setiap keadaan, lalu berikhtiar sekuat tenaga. maka merekapun akan belajar untuk tenang, ikhlas, optimis dalam keadaan apapun.

jadi kalau saat ini anak2 kita s**a marah2, s**a mengeluh, s**a malas2an. bisa jadi tanpa kita sadari, kitalah yang mengajari mereka itu semua.

semoga anak2 kita, menjadi anak2 yang fikiran dan perasaannya senantiasa terkait dengan dzikrullah serta kata-kata dan perbuatannya senantiasa berada dalam Ridho dan cintaNya Allah. aaamiin

26/09/2021

Tidak ada yang namanya anak yang pintar dan anak yang bodoh.

karena Allah menciptakan anak-anak kita itu dalam sebaik-baik Ciptaan dengan bentuk yang sangat sempurna.

yang ada itu adalah orang tua mengoptimasi Otak anaknya sebagai bentuk syukur dan orangtua yang lalai dan mengabaikan potensi otak anaknya.

otak mereka di optimasi dengan Iman, adab, ilmu dan Al-Qur'an. dan otaknya di lalaikan dan di abaikan dengan tv, gadget, game dan hiburan yang melalaikan.

dengan bekal Iman, Adab, Ilmu dan Qur'an mengasuh anak insya Allah menjadi lebih mudah dan lebih ringan. 🥰

Want your school to be the top-listed School/college in Makassar?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

Address


Bukit Hartako Indah Blok 1H/33A Daya Makassar
Makassar