23/08/2026
*RENUNGAN PAGI* 🌅
*Bersyukur Bukan Menunggu Cukup*
Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
"Barangsiapa yang tidak bersyukur atas yang sedikit, maka ia tidak akan bersyukur atas yang banyak."
📔 Majmu' al-Fatawa
Banyak orang menunda syukur sampai punya "cukup" — cukup harta, cukup waktu luang, cukup ketenangan.
Padahal syukur bukan hadiah untuk pencapaian, ia adalah sikap hati terhadap apa yang ada di tangan hari ini, sekecil apa pun itu.
Kalau hari ini belum diberi banyak, mulailah dari yang sedikit. Sebab hati yang tidak bisa bersyukur atas yang sedikit, tidak akan pernah puas walau diberi yang banyak.
Sering kali kita berkata:
“Saya akan bersyukur kalau punya lebih banyak.”
“Saya akan bahagia kalau penghasilan saya meningkat.”
“Saya akan tenang kalau masalah saya selesai.”
Padahal, kalau hati tidak belajar bersyukur ketika mendapatkan sedikit, besar kemungkinan ia juga tidak akan puas ketika mendapatkan banyak.
Allah ﷻ berfirman:
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.”
(QS. Ibrahim: 34)
Lihatlah nikmat yang sering kita anggap biasa:
* Masih bisa bernapas.
* Masih bisa berjalan.
* Masih bisa melihat dan mendengar.
* Masih memiliki keluarga.
* Masih bisa makan dan minum.
* Masih bisa sujud dan berdoa.
* Masih diberi kesempatan untuk bertaubat.
Bukankah semuanya adalah nikmat yang luar biasa?
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ
“Barangsiapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
❤️ RENUNGAN
Jangan menunggu memiliki banyak untuk belajar bersyukur.
Syukuri yang sedikit, karena yang sedikit adalah latihan menuju syukur yang lebih besar.
Jangan hanya menghitung apa yang belum kita miliki.
Belajarlah menghitung apa yang telah Allah berikan.
Sebab orang yang pandai bersyukur bukanlah orang yang memiliki segalanya, tetapi orang yang mampu melihat nikmat Allah dalam segala keadaan.
“Bukan sedikit atau banyaknya nikmat yang menentukan kebahagiaan, tetapi sejauh mana hati mengenal Pemberi nikmat.”