09/05/2026
*Alhamdulillah... Tsumma Alhamdulillah... Tsumma Alhamdulillah.*
Menyelesaikan seratus bait ini bukanlah sekadar hafalan atau penambahan ilmu semata. Ini adalah persembahan cinta. Setiap bait yang diulang, setiap siroh yang direnungkan, adalah bentuk mahabbah dan kerinduan kita kepada teladan umat, Baginda Nabi Muhammad ﷺ.
Kami menjadi saksi bahwa perjalanan menuju bait terakhir ini tidaklah dilalui dengan mudah. Di antara setumpuk amanah mendidik, lelah yang mendera, kantuk yang ditahan, dan bahkan air mata yang menetes secara diam-diam, semua memilih untuk tidak menyerah.
Perjuangan Ustadz dan Ustadzah adalah "kurikulum kehidupan" yang paling indah bagi anak-anak didik kita. Melalui dedikasi ini, inilah bukti nyata bahwa seorang penuntut ilmu tetap gigih dan tak kenal lelah merawat cintanya kepada Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah ﷻ mencatat setiap tetes keringat dan lelah ini sebagai pemberat timbangan amal kebaikan. Sesuai dengan azzam yang tertanam kuat di dada, semoga Allah ﷻ mampukan dan izinkan lisan-lisan ini kelak melantunkan bait-bait *Urjuzah* secara langsung di salah satu sudut Masjid An-Nabawi. Menggugurkan rindu, seolah menyapa beliau secara langsung, dan berharap amal yang terlihat kecil ini menjadi jalan datangnya syafaat beliau di hari akhir kelak.
Ketika lisan bergetar mengucapkan:
*Wa tammatil urjuzatul mi-iyyah*
Semoga pada saat yang sama, Allah ﷻ menyempurnakan rahmat, keberkahan, dan kemuliaan bagi Ustadz dan Ustadzah sekalian.
*Allaahumma Baarik fiikum.* Teruslah menjadi pelita bagi generasi ini, wahai para pewaris Nabi ﷺ.