12/10/2020
Mahasiswa Berhadap-Hadapan Dengan Zombie
Oleh : Akar
“Cinta adalah pemberontakan, atau tidak sama sekali,” Albert Camus (2009: 443).
Sejenis pembelakuan nasionalisme, bahwa nasionalisme adalah suatu sikap cinta kepada tanah air tanpa kehilangan nalar kritis ketika ketimpangan terus tumbuh subur seperti jamur dimusim hujan. Tanpa mengenal batas-batas teritorial, suku,ras, agama. Semua berdiri tegak atas nama bangsa Indonesia.
Jalan cinta adalah jalan memasuki hutan belantara, yang mau tidak mau, s**a tidak s**a, jika kita memilih maka akan berhadapan dengan semak belukar, duri-durian, batu-batu cadas, tebing terjal dan curam, binatang buas bahkan tanpa kesadaran diri kita ikut berubah menjadi binatang buas itu sendiri.
Homo Homini Lupus (manusia menjadi serigala bagi manusia yang lain), saling memangsa satu sama lain. Hal seperti ini sudah menjadi tren bagi manusia untuk mendapatkan kekuasaan. Bahkan para politisi menganggap itu sangat lumrah dalam dunia politik.
Kalimat "kalian yang pilih, jangan menyalahkan kami karena itu pilihan kalian sebagai konsekuensi demokrasi", bukan sebagai kalimat candaan lagi melainkan sikap lumrah yang diperlihatkan oleh politisi dengan sangat sadar diucapkan.
Begitulah rupa demokrasi dan politik di Indonesia. Tanpa perasaan bersalah atau menyesal sedikitpun, Bahwa politik adalah sebuah jalan pengabdian, jalan untuk menengok kehidupan manusia yang tidak mendapatkan fasilitas hidup, tentang kelaparan, kemiskinan, penindasan, ketidak-adilan, eksploitasi dan lain-lain.
Ibnu Khaldun mengatakan; "politik adalah jalan untuk membumikan undang-undang Tuhan demi kemaslahatan manusia". Jadi substansi politik bukan duduk manis, mengumbar janji indah, memangsa satu sama lain tetapi dibalik semua itu terlibat dalam pergulatan hidup manusia untuk meningkatkan derajat kemanusiaan.
Jika jalan politik seperti itu, dan menjadi lumrah menyerang satu sama lain, mengubar janji indah. Lantas apa bedanya dengan colonialisme dan imperialiisme ? Seperti Belanda yang menjajah Indonesia sehingga terlibat perang fisik(gerylia) ? Juga Nipon yang mengumbar "janji indah" untuk menyekolahkan anak-anak perawan negeri untuk menyambut kemerdekaan tetapi menjadi pelayan seks tentara "dai nippon" ?
Patut untuk dicurigai bahwa kekuasaan saat ini dengan seluruh skema kebijakan yang dimuat dalam buku kerja kenegaraan justru colonialisme dan imperialisme yang telah masuk dalam struktur kekuasaan. Telah bisa dipastikan, sebab yang ada dalam struktur kenegaraan adalah mereka generasi tua jebolan reformasi, pada prispinya tidak ada pembersihan pengaruh imperialisme dalam struktur kenegaraan hanya berganti aktor saja.
Maka, menjadi kewajiban bagi pemuda-pemudi untuk mengambil pelajaran tentang peristiwa besar 27-28 oktober 1928 sebagai klimaks dari tradisi tutur, pikiran yang cukup lama bekerja telah menemukan jalan lurus/mulus melahirkan bangsa Indonesia dalam keputusan naskah "Sumpah Pemuda".
Sumpah pemuda adalah sumpah intelektual, maka sudah menjadi tugas intelektual untuk tidak memutus berbagai jenis peristiwa tetapi menghubungkan seluruh aspek peristiwa masa lalu, sekarang dan akan datang.
Seperti itulah kekuatan sumpah pemuda, berkisah tentang tanah air yang telah disatukan dalam sumpah palappa, bangsa yang dilahirkan dalam sumpah pemuda, negara yang dbentuk saat revolusi dalam deklarasi dan pembacaan teks proklamasi oleh B**g Karno.
Pemuda-pemudi harus sudah lebih mengerti, untuk mengerti bangsa Indonesia maka perlu dilakukan pembongkaran otak B**g Karno. Sebab penguasa hari ini tidak menawarkan diri untuk dibedah otaknya agar bisa kita temukan Indonesia.
Justru pemuda-pemudi berhadap-hadapan dengan seluruh perangkat lunak dan keras sebagai pagar betis kekuasaan. Entah itu intelektual teknokrat, seperti kata Ahmad Wahib "intelektual teknokrat" adalah mereke yang bekerja pada kekuasaan.
Selebihnya kita akan berhadap-hadapan dengan mereka yang tidak punya otak, yang pada setiap kesempatan mencari cara untuk bisa memakan otak sehingga menjadi pengikut kekuasaan. Begitulah perilaku yang ditampilkan oleh Zombie dalam ilustrasi film zombie.
Zombie adalah sejenis mayat hidup yang bejalan, kerjaannya memburu otak untuk dimakan. itu dilakukan agar bisa bertahan hidup, karena mereka tidak memiliki otak. kehidupan menjadi sangat monoton, dalam ilmu psikologi yang seperti ini adalah jenis gangguan psikis yang tidak disadari.
Kekuasaan hari ini, tidak menawarkan sesuatu yang bisa diambil hikmah(pelajaran). Maka belajarlah dari mereka yang telah mati untuk melanjutkan hidup dan mengurus pergulatan hidup di bangsa ini.
Seperti Alqur'an menerangkan : “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati, karena (sebenarnya) mereka itu hidup tetapi engkau tidak menyadarinya.” (QS. Al-Baqarah ayar 154)
Pemuda-Pemudi ada dalam koridor dialketika. Bahwa sebenarnya dialektika menyangkut otak bukan mereka yang tidak memiliki otak bahkan memburu otak. Rene Descartes berkata: "cugito ergo sum". bahwa eksistensi/keberadaan manusia terkonfirmasi adalah akibat dari pikirannya bukan fisiknya.
Lalu lintas pikiran adalah membaca, diskusi, kajian, hingga demonstrasi seperti yang dilakukan oleh pemuda-pemudi dalam mengawal banyak kebijakan yang tidak pro pada pergulatan hidup manuia Indonesia. Kebijkan kini dihasikan oleh kekuasaaan yang mirip kolonialme dan imperialisme tanpa otak-mayat hidup(zombie).
Belajarlah dari mereka yang mati bukan mereka yang hidup tapi tidak berotak. Atau mungkin perlu ada konsolidasi menggali kuburan B**g Karno ?
Entahlah,
Hanya Tuhan pemberi petunjuk terbaik. Amiin
27/04/2020
29/08/2019
28/05/2019
27/05/2019