EDU Panrita

EDU Panrita

Share

Solusi untuk menjawab tantangan pendidikan, berlandaskan kreatifitas dan keilmuan yang mumpuni.

LBB EDU Panrita hadir dalam konsep menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompetitif, dimana dalam konsep ini pendidikan hadir dalam bentuk yang lebih mengutamakan kenyamanan dan kreatifitas dalam proses belajar, diharapkan dalam konsep ini mampu ikut membantu memajukan pendidikan dalam bahtera EDU panrita.

Photos from EDU Panrita's post 03/11/2023

Aku ingin tetap Di bumi denganmu titik

08/04/2015

Lembaga Privat Edu Panrita Makassar membuka lowongan kerja/ Part Time tentor buat mahasiswa/mahasiswi yang mempunyai kualifikasi sebagai pengajar :

MATEMATIKA (SD-SMP-SMA)
BAHASA INGGRIS (SD-SMP-SMA)

Persyaratan :
1. Pria/wanita maksimal 26 tahun
2. Komitmen dan loyal terhadap lembaga
3. Pekerja keras
4. Jujur, disiplin, dan bertanggungjawab
5. Bersedia mengikuti teaching club Edu Panrita
6. Mempunyai kendaraan lebih diutamakan

Bagi yang berminat silahkan mengirimkan lamaran, CV, Photo, ke alamat E-mail [email protected] cp. 081343798989

Penerimaan lamaran berakhir tanggal 25 april 2015

02/10/2014

Gmana Menurut teman-teman tentang kurikulum 2013 ?

15/08/2014

FAKTA BARU TENTANG OTAK KITA

Otak adalah salah satu organ yang paling menakjubkan di dalam tubuh manusia, karena ia dapat mengendalikan sistem saraf pusat agar bisa bekerja secara normal.

Otak manusia sangatlah kompleks dan terdiri sekitar 100 miliar saraf (neuron) dan ada begitu banyak hal terjadi di dalam otak dengan berbagai bidang yang berbeda. Karenanya otak termasuk salah satu organ vital dalam kehidupan manusia.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Jumat (5/3/2012) ini dia beberapa fakta lain seputar otak manusia yang belum banyak diketahui:

1. Otak tetap aktif meskipun kepala sudah terpenggal.
Berdasarkan pengamatan beberapa kisah diketahui bahwa otak manusia bisa tetap aktif selama beberapa detik setelah kepalanya dipenggal. Namun para dokter percaya bahwa hal tersebut merupakan refleksi kedut otot.

Dr Harold Hillman, mantan direktur Unity Laboratory of Applied Neural Biology di University of Surrey menuturkan bahwa kematian terjadi karena adanya pemisahan antara otak dengan sumsum tulang belakang, tapi hal ini bersifat menyakitkan sehingga banyak negara yang tidak memberlakukan metode ini.

2. Otak bisa mempelajari pesan bawah sadar.
Otak dapat mempelajari pesan yang berasal dari alam bawah sadar seseorang sehingga nantinya akan mempengaruhi perilaku dari orang tersebut. Banyak perusahaan menggunakan hal ini sebagai ajang promosi untuk mempengaruhi seseorang agar mau membeli produknya.

3. Obat-obatan bisa menyebabkan lubang di otak.
Salah satu penelitian menyatakan penggunaan obat seperti mariyuana bisa menghilangkan sedikit memori, sedangkan untuk obat seperti kokain atau ekstasi dapat menimbulkan lubang di otak. Sebenarnya satu-satunya hal yang dapat menimbulkan lubang di otak adalah akibat adanya trauma atau benturan fisik.

Selain itu sebuah studi dari New Scientist menyatakan penggunaan obat-obatan jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan tidak normal dari otak yang bersifat permanen, karenanya sulit untuk mengubah perilaku dari seorang pecandu.

4. Otak manusia berwarna abu-abu.
Beberapa bagian dari tubuh memiliki warna tersendiri untuk darah, jaringan, tulang atau cairan lain. Tapi jika otak manusia diawetkan dalam stoples meskipun masih berdenyut kebanyakan berwarna abu-abu, karena itu seluruh otak kadang disebut sebaagi materi abu-abu. Namun otak juga tetap mengandung materi putih yang terdiri dari serat saraf untuk menghubungkan materi abu-abu.

Sedangkan komponen yang berwarna hitam disebut dengan substantia nigra yang merupakan neuromelanin hitam, yaitu pigmen khusus yang sama dengan warna kulit dan rambut dan merupakan batas dari bagian basal ganglia.

5. Otak manusia merupakan otak yang paling besar.
Beberapa binatang bisa menggunakan otaknya untuk melakukan berbagai hal yang dilakukan oleh manusia. Tapi sebenarnya otak manusia berukuran paling besar dibandingkan dengan otak binatang manapun. Rata-rata berat otak manusia dewasa sebesar 1,361 kilogram, berat ini hampir sama dengan binatang lumba-lumba yang dianggap sebagai hewan yang cerdas.

Namun berat dari otak ini dibandingkan dengan ukuran tubuhnya, sehingga otak manusia tetap saja menjadi yang paling besar. Selain itu kecerdasan juga berkaitan dengan berbagai komponen di otak, dan mamalia memiliki korteks serebral terbesar yang bertanggung jawab terhadap fungsi memori, komunikasi dan berpikir.

28/05/2014

Hay good afternoon!

Photos 27/03/2014

Idiom for today

Photos 11/03/2014
Photos 17/02/2014

PENDIDIKAN KITA ANEH ??

Hal aneh itu adalah hal yang tidak dalam kondisi normal, tidak masuk akal. Jika keanehan itu banyak terjadi dan menjadi kebiasaan maka sebutan aneh menjadi biasa saja. Justru sebaliknya jika tidak mau mengikuti alur aneh malah itu disebut aneh juga. Apa sih yang dimaksud aneh di sini? Yah apalagi kalau tidak dunia pendidikan kita. Banyak diskusi yang mengangkat tema lantas merembet ke hal lain yang ujung-ujungnya adalah kejanggalan yang dibahas dengan bahasa yang nyinyir, sarkasme, dan sinis. Tawaran solusi atas keanehan itu justru menjadi bahan lelucon yang membuat kita prihatin akan kondisi pendidikan kita.

Hari ini adalah saat di mana laporan hasil pendidikan siswa kepada orang tua wali murid selama satu semester. Di bagian manakah letak keanehannya? KKM itulah jawabnya. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) bukanlah kriteria yang tadinya dibuat secara asal-asalan. Ada rumusan tertentu yang diikuti menyangkut kemampuan awal siswa, kompetensi guru, serta sarana proses belajar mengajar (PBM) suatu mata pelajaran hingga muncullah besaran KKM untuk setiap mata pelajaran di suatu sekolah. Namun semua itu bisa dilewati begitu saja dengan tujuan agar kelak sekolah dapat mencapai persen kelulusan setinggi-tingginya dengan hanya sedikit usaha dalam memperoleh nilai ujian nasional (UN). Andai semua itu dilakukan melalui proses PBM yang benar semua itu akan bagus, namun sayangnya banyak sekolah melakukan hal yang tidak mendidik untuk mencapai tujuan sekolah dalam meluluskan siswanya.

Dengan mendongkrak KKM maka ada target tertentu yang dibebankan ke guru (bukan lagi ke siswa) agar nilai yang diberikan untuk siswanya mencapai KKM itu. Logikanya dengan nilai KKM yang tinggi bisa dipastikan si siswa akan lulus dengan mudah, karena komponen nilai rapor yang dihasilkan minimal sama dengan KKM itu cukup tinggi. Apalagi standar kelulusan yang ditetapkan pemerintah tidak terlalu tinggi (sekitar 5,50 saja). Di sinilah letak ketidak beresannya. Memainkan KKM agar siswa punya tabungan nilai yang cukup untuk melewati ambang batas kelulusan yang dipersyaratkan.

Selain terkait kelulusan, nilai rapor yang kini dijadikan bahan pertimbangan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) juga menjadikan oknum di sekolah-sekolah itu semakin menggila. Ada dijumpai sekolah-sekolah “ala kadarnya” namun memberikan nilai rapor yang di luar nalar. Ini jumlahnya tentu tidak sedikit. Lebih aneh lagi PTN-PTN itu ternyata tidak awas, gampang ditipu dengan status sekolah dengan akreditas tertentu. Sementara hasil akreditasinya sekolah itupun tidak bersih, ada permainan p**a. Keadilan memang seolah dapat dijungkirbalikan, termasuk dalam bidang pendidikan ini. Dari sini saja kita sudah dapat melihat keanehan yang secara masif terjadi. Ada sih mungkin yang mengelak dan mengaku sekolahnya bersih dari tindakan aneh, baguslah kalau ada.

Andai ditelusuri lebih lanjut mengapa itu bisa terjadi? Jawabannya tidak lepas dari kepentingan pribadi segelintir oknum, mulai dari guru, kepala sekolah hingga kepala dinas yang membidangi pendidikan. Kalau ditanya di mana itu, tentu semua akan tiarap mengamankan diri bak bunglon yang sigap ketika hendak diserang musuh dengan mengubah warna kulitnya. Bahkan akhir-akhir ini hiruk-pikuk dengan diberlakukannya kurikulum baru yang sudah jelas compang-campingnya hal-hal di atas tetap saja tidak bisa dihindarkan. Kurikulum berubah dalam hal-hal yang bukan esensial bahkan secara sepihak bisa dikatakan terlalu banyak muatan kepentingan oknum-oknum yang mencari untung dibalik perubahan kurikulum itu.

Lain p**a kasus belakangan muncul terkait rencana seleksi kepala sekolah di DKI Jakarta yang diduga terdapat kecurangan yang justru dilakukan oleh oknum kepala sekolah yang sedang menjabat yang takut jabatannya lepas. Ini adalah salah satu bukti bahwa pendidikan kita memang benar-benar sedang sakit kronis. Bahkan orang awam saja bisa menarik garis proyeksi jika kepala sekolah dan calon kepala sekolah saja mau bertindak tidak fair, apalagi dalam proses menjalankan tugasnya, bisa jadi semua cara ditempuhnya demi kepentingan pribadi atau kelompoknya termasuk memainkan KKM tadi. Bahkan suatu ketika sampai ada kepala sekolah mau melakukan tindakan busuk memperbaiki jawaban siswa ketika UN, kepala sekolah ini. Fitnah-kah ini, silahkan saja sebut ini fitnah tapi yang jelas ada bahkan dilakukan secara berjamaah. Menyedihkan sekali bukan?

Masihkah ada harapan. Saya meyakini ada. Dimulai dari diri sendiri selaku guru dan difasilitasi kebijakan yang berkeadilan. Hanya untuk tingkat tertinggi diperlukan seorang pemimpin yang sakti mandraguna, yang mampu menunjuk seorang menteri pendidikan yang dapat mengubah “tradisi buruk” yang berlangsung selama ini. Rangkain gerbong kepentingan sesaat mesti ditinggalkan. Pendidikan di negeri ini perlu revolusi, perubahan drastis, bila perlu terjadilah gempa dunia pendidikan yang meluluh-lantakan keterlena-an membangunkan kesadaran kita bahwa selama ini memang kacau. Diperlukan pemimpin yang jenius, mampu menyederhakan persoalan yang selama ini sangat rumit untuk dibuatkan haluan yang jelas yang dapat dijalan siapa saja yang kelak berkuasa. Tidak seperti selama ini yang memang punya arah dan tujuan sendiri-sendiri. Jika itu tidak dipangkas untuk diselesaikan dengan penyelesaian yang cantik maka generasi Indonesia tidak akan sampai pada harapan nyata.

Photos 17/02/2014

APA YANG TELAH KITA DAPAT DARI SEKOLAH ??

Alam ini adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisah-pisahkan, dan alampun tidak akan pernah saling menegasikan satu sama lain. Manusia-lah yang ceroboh. Akhir-akhir ini sepertinya tidak ada lagi batas ruang antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. Jika terbatasi maka kemanfaatannya menjadi berkurang. Saling melengkapi adalah kompromi untuk semua ilmu yang dipelajari manusia secara sadar. Anehnya dalam dunia pendidikan ilmu diajarkan dengan keterpisahan akibatnya banyak hal bermakna akhir hilang makna-nya.

Penggabungan ilmu-ilmu yang sebelumnya saling terlepas memang diperlukan upaya ekstra, kesiapan mental sang guru dan juga orang tua agar semua bersifat natural. Anehnya Indonesia baru menyadari hal itu belakangan ini. Meskipun demikian fokus tetap tidak boleh dihilangkan. Kadang niat bagus tidak kesampaian ketika penerjemahannya menjadi minimalis menghilangkan kenaturalan dalam pendidikan.

Mungkin karena telah tertanam lama bahwa ilmu itu terpisah maka banyak pihak yang tidak menyetujui penggabungan dengan alasan akan mendangkalkan apa yang akan dipelajari. Yang perlu dipertanyakan adalah kita belajar itu untuk apa, mau menjadi apa? Setiap jenjang pendidikan mestinya memang harus punya target bahwa jika menyelesaikan jenjang tertentu siswa dapat mengerjakan atau menjawab persoalan dalam kehidupan nyata, bukan hanya secara teori belaka.

Fakta yang terjadi adalah mengapa untuk lulusan jenjang tertentu banyak yang tidak dapat melakukan sesuatu sesuai jenjang pendidikannya? Contoh banyak sarjana dihasilkan oleh perguruan tinggi namun untuk memasuki dunia kerja mereka masih kikuk dan seolah tidak tahu apa yang harus ia kerjakan. Barangkali istilah link and match yang sempat mengemukai ketika mendikbud Wardiman Joyonegero itu perlu untuk diaktualisasikan. Siswa SD pun sudah ada target dapat melakukan sesuatu, sesuatu yang nyata nyata dalam kehidupan bukan sekedar teori saja.

Dengan dalih untuk mencapai keahlian tertentu akhirnya semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang maka kemampuannya pun semakin sedikit. Hanya orang-orang cerdaslah yang bisa mengembangkan keahliannya untuk bisa memasuki relung kehidupan. Hiruk pikuk pembahasan kurikulum dengan harapan untuk memberikan pendidikan yang lebih baik sering terjadi sebatas di atas kertas, pemenuhan dokumen-dokumen yang pada akhirnya jadi onggokan untuk kepentingan administrasi yang basi.

Jika di luar sono pendidikan level awal fokusnya adalah melakukan hal-hal sederhana, maka di negeri kita ini seolah gengsi “begitu saja kok diperhatikan”. Akibat dari kegengsian atau memang ketidaksadaran praktis kehidupan mereka seolah hidup di awang-awang tidak membumi. Suatu ketika ada pendidikan terkait “hanya” soal antri. Budaya antri terpakai selamanya kita hidup, hal antri ini jauh lebih penting dibanding pelajaran matematika atau sains yang dalam kehidupan sehari-hari siswa tidak paham penggunaannya. Bukan berarti matematik dan sains serta pelajaran lain tidak penting. Tapi fokus, skala prioritas nyata itu yang sering kita negasikan. Kita lebih s**a terpaku pada angka-angka yang dari situ diklaim seorang siswa layak naik kelas atau lulus.

Contoh lain lagi, soal budaya membuang sampah pada tempatnya saja sampai jenjang perguruan tinggi masih banyak yang tidak lulus mestinya. Orang dewasa pun sering terbiasa buang sampah sembarangan. Aneh serasa memang. Bukankah ini tidak berdampak pada disiplin diri secara keseluruhan nantinya?

Tantangan luar biasa buat guru, masyarakat, orang tua untuk memberikan pendidikan yang bersifat natural. Natural yang memang benar-benar terpakai dalam kehidupan sehari-hari. Bukankah itu penting untuk mempersiapkan generasi yang sadar pendidikan membumi. Tanpa perlu ancaman dan aturan ketat semua akan jadi indah dengan sendirinya jika pendidikan natural itu tercapai. Insya Alloh. (Urip)

19/01/2014

RADIASI WiFi, SANGAT BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN JANGKA PANJANG

Lima remaja dari Denmark baru-baru ini melakukan sebuah percobaan ilmiah yang membuat gempar komunitas ilmiah.

Mereka menemukan bahwa ketika benih selada ditempatkan di dekat Wi-Fi, mereka tidak akan tumbuh.

Tidak seperti sinyal TV dan radio, Sinyal Wi-Fi cukup kuat untuk menembus dinding beton. Banyak ahli kesehatan menganggap radiasi Wi-Fi menjadi sangat berbahaya untuk kesehatan jangka panjang.

Berdasarkan ilmu pengetahuan yang ada, banyak ahli kesehatan masyarakat percaya bahwa mungkin kita akan menghadapi epidemi kanker di masa depan yang disebabkan dari penggunaan ponsel dan WiFi yang tak terkendali.

Para siswa menempatkan enam nampan yang diisi dengan Lepidium sativum, sejenis selada ke sebuah ruangan tanpa radiasi, dan enam nampan benih ke ruangan lain di samping dua router.

Dua belas hari kemudian, mereka mengamati, mengukur, menimbang dan memfoto hasilnya.

Hasil akhir percobaan tampak jelas, benih selada yang ditempatkan di dekat router belum tumbuh. Banyak dari mereka yang benar-benar mati. Sedangkan benih selada yang ditanam di ruang lain, jauh dari router, berkembang.

Want your school to be the top-listed School/college in Makassar?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Tamalate I No. 183
Makassar