29/05/2019
Cadangan Kerugian Piutang adalah cadangan yang ditetapkan dari jumlah piutang oleh perusahaan karena adanya piutang tak tertagih.
Cadangan Kerugian Piutang disajikan di Neraca sebagai pengurang piutang. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa piutang yang di sajikan di laporan keuangan (Neraca)
adalah hanya sebesar jumlah piutang yang diharapkan dapat ditagih.
Untuk menetapkan jumlah cadangan Kerugian Piutang, dapat digunakan 3 (tiga) metode :
1. Pendekatan Laba-Rugi (yaitu berdasarkan jumlah Penjualan)
2. Pendekatan Neraca (yaitu berdasarkan saldo Piutang)
3. Analisis umur Piutang
Untuk memahami 3 metode perhitugan cadangan kerugian piutang diatas, silahkan simak Artikel berikut nya.
28/05/2019
Piutang adalah salah satu unsur aktiva lancar dalam neraca yang timbul akibat penjualan barang atau jasa.
Ciri- ciri Piutang :
1. Memiliki nilai jatuh tempo
2. Memiliki tanggal jatuh tempo
3. Memiliki bunga yang berlaku
Piutang ada beberapa jenis :
1. Piutang usaha yang timbul dari penjualan kredit.
2. Wesel tagih merupakan surat yang diterbitkan sebagai bukti perjanjian hutang-piutang.
3. Piutang lain, seperti : piutang bunga, uang muka sewa, restitusi pajak, dll.
15/05/2019
Mohon maaf ...
Mohon maaf apabila postingan fanpage ini kurang update.
Karena kesibukan jd jarang update.
Mulai terhitung hari artikel Belajar Akuntansi akan update setiap minggu.
Siapa diantara Anda yg ingin mengerti Akuntansi?
Acungkan LIKE
21/08/2018
Akuntansi Kas Kecil
Kas Kecil (Petty Cash) adalah dana khusus yg dibentuk untuk pengeluaran rutin yang jumlahnya relatif kecil.
Kas Kecil perlu dibentuk karena tidak efektif jika perusahaan harus mengeluarkan cek di Bank untuk membayar pengeluaran seperti bayar Transportasi, belanja ATK, konsumsi, dll.
Walaupun demikian jika digabungkan pengeluaran-pengeluaran tersebut jumlahnya akan menjadi besar.
Ada 2 (dua) metode pengelolaan Kas Kecil :
1) Metode Tetap yaitu metode pembukuan Kas Kecil dimana jumlahnya selalu tetap
2) Metode Fluktuasi yaitu metode pembukuan Kas Kecil yang jumlahnya berubah ubah sesuai kebutuhan
Kas Kecil biasanya disajikan dineraca pada bagian Aktiva Lancar.
Silahkan perhatikan Ilustrasi untuk memahami lebih jauh
21/08/2018
Terima Kasih atas partisipasinya di group BELAJAR AKUNTANSI.
Semoga group ini senantiasa memberikan manfaat bagi banyak orang khususnya dalam bidang ilmu Akuntansi
Sekolah Akuntansi Dasar
Ingin menguasai akuntansi ?
mulai dari Dasar hingga tingkat Lanjutan.
Kami siap membantu Anda.
02/06/2018
Setelah membuat NERACA SALDO, langkah berikut nya penyajian LAPORAN KEUANGAN yg merupakan langkah terakhir dari kegiatan Akuntansi.
LAPORAN KEUANGAN sebagai hasil akhir terdiri dari 3 (tiga) laporan , yaitu :
1. Neraca
2. Laporan Rugi Laba
3. Laporan Perubahan Modal/Ekuitas
Neraca disusun dari rekening Nominal, yaitu semua rekening yg termasuk kelompok Harta, Hutang, & Modal
Lapran Rugi Laba disusun dari rekening Riil, yaitu semua rekening yg termasuk kelompok Pendapatan & Beban
Laporan Perubahan Modal/Ekuitas dibuat dengan menambahkan Laba atau Rugi dari Laporan Rugi Laba dengan Modal sebelumnya.
Dengan mengambil angka-angka dari Neraca Saldo, maka laporan disusun seperti ilustrasi berikut :
02/06/2018
Terima kasih atas tanggapannya. Semoga halaman Sekolah Akuntansi Dasar dapat memberikan ilmu yang bermanfaat.
Sekolah Akuntansi Dasar
Ingin menguasai akuntansi ?
mulai dari Dasar hingga tingkat Lanjutan.
Kami siap membantu Anda.
05/04/2018
Pada postingan sebelumnya, BUKU BESAR dibuat untuk mengelompokkan akun(rekening) yg telah dijurnal.
Langkah berikut nya dalam pembuatan laporan keuangan setelah BUKU BESAR yaitu membuat NERACA SALDO (proses ikhtisar/peringkasan)
Mari ingat proses Akuntansi kembali!!!
Akuntansi adalah :
>>> Proses Identifikasi & Pencatatan (JURNAL)
>>> Proses Pengelompokan (BUKU BESAR)
>>> Proses Peringkasan/Ikhtisar (NERACA SALDO)
>>> Proses Penyajian laporan (LAPORAN KEUANGAN)
atas transaksi & kejadian keuangan suatu perusahaan u pengambilan keputusan
NERACA SALDO dibuat dengan mengjumlahkan seluruh saldo akhir setiap akun yang telah dikelompokkan ke dalam BUKU BESAR
Lihat Ilustrasi!!!
Panah hijau = kelompok ASET (saldo normal DEBIT) maka letak akhir di NERACA SALDO adalah di DEBIT
Panah merah = kelompok HUTANG (saldo normal KREDIT) maka letak akhir di NERACA SALDO adalah di KREDIT
Panah biru = kelompok MODAL (saldo normal KREDIT) maka letak akhir di NERACA SALDO adalah di KREDIT
24/03/2018
Setelah belajar proses identifikasi & pencatatan transaksi (jurnal), proses selanjutnya dalam kegiatan akuntansi adalah pengelompokan.
Pengelompokan melibatkan BUKU BESAR. BUKU BESAR adalah wadah untuk menampung akun yang sudah dikelompokkan.
Misal:
-semua akun KAS akan dimasukkan dalam BUKU BESAR - KAS
-semua akun HUTANG akan dimasukkan dalam BUKU BESAR - HUTANG
-semua akun MODAL dimasukkan dalam BUKU BESAR - MODAL
-dst...
Lihat Gambar sebagai ilustrasi!!!
Saldo akhir dalam buku besar dihitungan dengan formula SALDO AWAL ditambah JUMLAH PENAMBAH dikurangi JUMLAH PENGURANG
JUMLAH PENAMBAH atau JUMLAH PENGURANG adalah jumlah dalam sisi DEBIT atau KREDIT tergantung SALDO NORMAL akun bersangkutan
Contoh :
SALDO NORMAL KAS adalah DEBIT, maka JUMLAH PENAMBAHNYA adalah DEBIT, dan JUMLAH PENGURANG adalah KREDIT
sebaliknya
SALDO NORMAL UTANG adalah KREDIT, maka JUMLAH PENAMBAHNYA adalah KREDIT, dan JUMLAH PENGURANG adalah DEBIT
17/03/2018
Ilustrasi jurnal yang lain:
-Transaksi penyetoran kas oleh pemilik perusahaan ke kas perusahaan Rp. 3.000.000,-
-Transaksi pembayaran hutang dari pembelian perlengkapan (ilustrasi sebelumnya) Rp. 1.500.000,-
-Transaksi penjualan secara tunai Rp. 2.500.000,-
-Transaksi pembayaran biaya listrik Rp. 200.000,-
Lihat proses identifikasi dan jurnal transaksi pada GAMBAR