Dominica in Sabatto

Dominica in Sabatto Kekhasan Dominica In Sabbato tidak terletak,

PERTAMA : pada bentuk-bentuk doa yang digunakan, tetapi pada intensi doa Dominica. Hingga moderator pertama, alm.

Anggota Dominica berdoa untuk para calon Imam, para Imam, para Uskup Paus & Biarawan Biarawati setiap hari Sabtu diKapel Keuskupan Agung Makassar, Jln. Thamrin 5-7 Jam 10.00

KEDUA : Kelompok Doa Dominica tidak digagas & dibentuk dari keinginan kesediaan, keprihatinan sejumlah umat Keuskupan Agung Makassar khususnya yang berdiam diberbagai paroki dalam Kevikepan Makassar yang benar-benar mau berd

oa & mendukung karya para Imam. Dominica In Sabbato telah berusia 25 tahun, namun tidak dikenal luas karna berkarya dibelakang layar, bagai Bunda Maria & Santo Yosef, tidak banyak berbicara tetapi lebih banyak berkarya, terutama lewat Doa-doa yang menjangkau para Imam dimanapun mereka berada. DOMINICA IN SABATO DALAM SEJARAH. Kata "Dominica" adalah kata benda bentuk jamak dari kata Latin berjenis kelamin (=netral ) "Dominicum" yang berarti Gereja. Gereja adalah himpunan umat beriman. Sedang "Sabbato" adalah dari kata Latin "Sabbatum" yang berarti hari Sabat ( Sabtu ). Jadi "DOMINICA IN SABBATO" berarti "Umat beriman yang berhimpun berdoa di Hari Sabat / Sabtu.

1989-1994. Embrio kelompok doa ini dimulai 1988 saat seorang suster, Sr. Wilhelmine, CIJ bersama dua ibu, ibu Rieka & ibu Mimi mempersiapkan 100 tahun Karya Kepausan Indonesia ( KKI ) tahun 1989. Setelah perayaan KKI berlalu, kedua ibu tadi berniat untuk melanjutkan kelompok ini menjadi kelompok doa yang rutin dari hasil diskusi dengan beberapa pihak & dibimbing oleh Suster Wilhelmine, maka diputuskan ujud doa kelompok ini dikhususkan untuk para Imam yang sehari-harinya menjalani tugas yang tidak mudah & penuh tantangan, untuk tetap teguh dalam kaul Kemiskinan, Kemurnian & Ketaatan yang mereka pilih. Kelompok doa ini bertemu setiap Sabtu jam 10 pagi. Hari Sabtu merupakan hari Penghormatan kepada Bunda Maria & merupakan hari berkumpulnya gereja mula-mula dimana umat berkumpul untuk mendukung misi para rasul Yesus diSenakel ( beranda ). Selama satu tahun kegiatan berdoa berlangsung rutin tanpa memiliki nama kelompok. Pastor Frank Bahrun Pr. memberi nama "Dominica In Sabbato."

1995-2000
Dominica terus berkarya dengan dukungan para Imam & moderator sekalipun sering mendapat kritikan & tantangan dari berbagai pihak. Pada periode lima tahun kedua, Dominica didampingi oleh alm. Pastor Michel Mingneau CICM sebagai moderator kelompok doa ini.

2001-2006
Pastor Paul Catry CICM berperan sebagai moderator kelompok doa ini. Kegiatan rekreasi untuk para Imam dimulai diperiode lima tahun ketiga ini. Acara ini dilakukan setelah pentahbisan Imam. Tujuan diadakannya acara ini untuk memberi kesempatan para Imam untuk sejenak keluar dari rutinitas pelayanan mereka dengan bersantai bersama menjalin kebersamaan diantara para imam dalam suasana yang cair & santai. Setiap kegiatan ini selalu dihadiri oleh Uskup Agung Makassar.Acara ini murni hanya untuk para Imam, sementara Dominica hanya menyediakan tempat & makanan serta membantu jalannya acara.

2007-2011
Pada periode ini Dominica didampingi oleh Pastor Matheus Bakolu Pr. yang berlangsung hanya 1 bulan karna beliau mendapat tugas baru sebagai Vikep diKendari. Dalam waktu singkat bersama Dominica, Pastor Matheus membantu membenahi materi doa & nyanyian yang selama ini digunakan menjadi penuntun buku doa dalam Dominica. Menggantikan Pastor Matheus, Pastor Willibrodus Welle Pr. kemudian menjadi pendamping & moderator Dominica yang kelima hingga pindah tugas kePalopo Agustus thn 2011. Peran beliau dipercayakan kepada Pastor Willem Daia Pr.

2012 sampai sekarang
Dominica In Sabbato tetap melakukan kegiatan sosial & ingin terus mendukung para Imam baik dalam bentuk Doa rutin maupun perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendukung pelayanan para Imam antara lain buku-buku misa, Piala, Sibori, pakaian misa, jaket, jas hujan & berbagai kebutuhan lain. Doa Dominica dikemas dalam beberapa bentuk:
Ekaristi Kudus, Salve, Adorasi, Ibadat Sabda yang diawali atau diakhiri dengan Doa Rosario atau Doa-doa Novena. Disamping doa rutin mingguan, dua kali dalam setahun yakni pada masa Adven & masa Prapaskah diadakan Rekoleksi yang ditutup dengan Sakramen Tobat & Ekaristi. Model doa ini mengarah kepada satu intensi / ujud , yaitu mendoakan Sri Paus, Para Uskup, Para Imam, Frater, Bruder, Suster, calon-calon Imam & Suster agar Diri mereka, Panggilan mereka, Karya mereka selalu dalam bimbingan Tuhan. Setelah merayakan Pesta Peraknya tanggal 8 Desember 2014 , Dominica In Sabbato mulai mengembangkan Misinya dengan memperkenalkan Visi-Misinya keParoki-paroki. Didasari dukungan kepada para Imam, harus datang dari segenap umat. Lingkup kegiatannya juga kian meluas yakni ikut serta menggalang danabagi pembangunan Gereja lewat pemutaran film, mendukung Komisi Liturgi Keuskupan menyelenggarakan Seminar sekitar Liturgi untuk para Imam & umat. Membuat parcel yang dananya digunakan untuk membantu mereka yang kesulitan. Donasi pertama diberikan kepada seorang pasien pendatang dari Flores yang menderita kanker otak. Dana ini digunakan untuk membantu mengantarnya p**ang kekampung halaman berkumpul dengan keluarga sebelum p**ang kerumah Bapa disurga. Secara rutin, Dominica berusaha untuk menyediakan bingkisan sebagai bentuk dukungan kepada Pastor-pastor yang bertugas dipedalaman sesuai dengan kebutuhan mereka. Beberapa diantaranya : Jas Hujan, kompor, bahan makanan bergizi & mudah saji. Bingkisan yang baru ini diberikan berupa Sibori portable yang cukup ringan untuk memudahkan mereka saat harus melakukan pelayanan dengan perjalanan jauh. Pada tahun 2003 seorang anak terlantar ditemukan di RS Stella Maris dengan kondisi cacat bawaan bibir sumbing yang menjadi anak angkat kelompok Dominika, diberi nama Dominikus. Setelah menjalani tiga kali operasi rekontruksi bibir & langit-langit mulut , tahun 2005 , Dominicus pindah keManado dibawah pendampingan Suster Imanuella YMY. Dominica In Sabbato terus membarui & memperluas pelayanannya. Sadar bahwa karya ini karya Agung, Dominica selalu membuka pintu bagi siapapun yang ingin bergabung ataupun ingin menyalurkan Tanda Kasih kepada para Imam diKeuskupan Agung Makassar. Semoga bermanfaat. Selamat berdoa & berkarya! Tuhan memberkati

Selamat ulang Tahun Moderator kami yg terkasih yg ke 60...Sehat selalu dan Bahagia dlm pelayanan.
24/03/2017

Selamat ulang Tahun Moderator kami yg terkasih yg ke 60...
Sehat selalu dan Bahagia dlm pelayanan.

Selamat Ulang Tahun Moderator kami, Pst Willem Daia Pr yg Terkasih yg ke 60 dr kel Doa Dominica in sabbato..Panjang umur...
24/03/2017

Selamat Ulang Tahun Moderator kami, Pst Willem Daia Pr yg Terkasih yg ke 60 dr kel Doa Dominica in sabbato..
Panjang umur sehat dan Bahagia...

Kel.Doa Dominica merayakan Ultah Pst Martin Solon Pr, dlm Misa Kudus di kapel  Pangamaseang.
18/03/2017

Kel.Doa Dominica merayakan Ultah Pst Martin Solon Pr, dlm Misa Kudus di kapel Pangamaseang.

04/02/2017
Dominica mendapat Penghargaan dr Mgr.John liku Ada, di Pesta Peraknya.
04/02/2017

Dominica mendapat Penghargaan dr Mgr.John liku Ada, di Pesta Peraknya.

Rekreasi bersama para Imam,biarawan/tisambil lomba masak,di Tanjung Bayam Makassar.
04/02/2017

Rekreasi bersama para Imam,biarawan/ti
sambil lomba masak,di Tanjung Bayam Makassar.

Menghadiri Tahbisan 7 Diakon projo.Di gereja Mariso Makassar.Semoga perjalanan Diakonnya di Rahmati Allah u/sampai ke Ta...
13/01/2017

Menghadiri Tahbisan 7 Diakon projo.
Di gereja Mariso Makassar.
Semoga perjalanan Diakonnya di Rahmati Allah u/sampai ke Tahbisan Imamatnya.

" HIDUP BARU " Rekoleksi DOMINICA IN SABBATO dalam menyambut NATAL 2016  dibawakan oleh Pastor Moderator Dominica In Sab...
06/12/2016

" HIDUP BARU "

Rekoleksi DOMINICA IN SABBATO dalam menyambut NATAL 2016 dibawakan oleh Pastor Moderator Dominica In Sabbato Pastor Wellem Daia , Pr.

Dalam tradisi Katolik kita, baik di masa awali maupun sekarang, terang mempunyai makna istimewa, yaitu Kristus. Ingat Ye...
14/11/2016

Dalam tradisi Katolik kita, baik di masa awali maupun sekarang, terang mempunyai makna istimewa, yaitu Kristus. Ingat Yesus bersabda, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh 8:12) dan “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan” (Yoh 12:46). Lagip**a, prolog Injil St Yohanes menghubungkan Kristus dan hidup sejati dengan gambaran akan terang, “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia” dan “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia” (Yoh 1:4,9). Sebab itu, dalam liturgi Sakramen Baptis, imam menyerahkan sebatang lilin yang dinyalakan dari lilin Paskah - yang melambangkan misteri Paskah - seraya mengatakan kepada orang yang baru dibaptis, “Kini Saudara telah bersatu dengan Kristus, cahaya dunia. Maka Saudara harus hidup sebagai putera cahaya dan menghayati iman dengan setia, sehingga pada saat Tuhan datang, saudara dapat menyongsong Dia bersama semua orang kudus dalam istana Bapa di surga” (Ritus Inisiasi Kristen untuk Orang Dewasa). Terang adalah lambang iman, kebenaran, kebijaksanaan, keutamaan, rahmat, kehidupan ilahi, belas kasih, semangat doa dan kehadiran kudus yang mengalir dari Kristus Sendiri.

Dengan dasar ini, kita dapat memahami penggunaan lilin yang menyala. Di sini, sama seperti di masa Gereja perdana, kita menyalakan lilin di depan patung atau gambar kudus Tuhan kita atau seorang kudus. Tentu saja kita tidak menghormati patung atau gambar itu sendiri, melainkan pribadi yang diwakili oleh patung atau gambar tersebut. Terang melambangkan doa kita yang dipersembahkan dalam iman masuk ke delam terang Tuhan. Dengan terang iman, kita mohon kepada Tuhan dalam doa, atau mohon bantuan doa para kudus agar berdoa bersama kita dan bagi kita kepada Tuhan. Terang juga menunjukkan penghormatan istimewa dan kerinduan kita untuk terus tinggal di hadirat Tuhan dalam doa, bahkan walau kita beranjak dan pergi melakukan aktivitas kita sehari-hari.

sumber : http://yesaya.indocell.net/id1020.htm

Tuhan akan membinasakan maut selama-lamanya dan akan menghapus air mata dari wajah segala orang. Kehinaan umat-Nya akan ...
01/11/2016

Tuhan akan membinasakan maut selama-lamanya dan akan menghapus air mata dari wajah segala orang. Kehinaan umat-Nya akan Ia lenyapkan dari muka bumi. Karena demikianlah Tuhan telah bersabda.

"Sekalipun berjalan dalam lembah maut , aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku"

RIP Pastor Johanis Manta' Pr

MENGAPA KAMU SEORANG KATOLIK?oleh Pater William P. SaundersPertanyaan:Terkadang saya bertemu dengan orang-orang yang men...
27/10/2016

MENGAPA KAMU SEORANG KATOLIK?
oleh Pater William P. Saunders

Pertanyaan:

Terkadang saya bertemu dengan orang-orang yang mengatakan, "Oh, saya dulu seorang Katolik." Kemudian mereka bertanya, "Mengapakah kamu tetap tinggal dalam Gereja Katolik?" Mohon jawaban yang baik untuk menanggapi pertanyaan "Mengapa kamu seorang Katolik?"

Tanggapan:

Setiap orang Katolik sepatutnya dapat memberikan suatu jawaban yang mantap dan mendalam atas pertanyaan, "Mengapa kamu seorang Katolik?" Tentu saja, bagi tiap-tiap invidivu, jawabannya bersifat amat pribadi dan mungkin agak berbeda dari jawaban orang lain.

Saya harap, tak seorang pun dari kita yang telah dewasa akan sekedar menjawab, "Yah, karena orang tua membaptisku Katolik" atau "Aku dibesarkan secara Katolik" atau "Keluargaku semuanya Katolik." Bukan. Bagi masing-masing kita, jawabannya haruslah pribadi, dari lubuk hati dan penuh keyakinan.

Saya akan memberikan jawaban saya atas pertanyaan ini.

Pertama-tama, saya akan mengatakan bahwa saya seorang Katolik karena inilah Gereja yang didirikan Yesus Kristus. Sejarawan paling ahli sekali pun akan harus mengakui bahwa Gereja Kristen pertama yang ada sejak jaman Kristus adalah Gereja Katolik Roma. Perpecahan besar pertama dalam kekristenan baru muncul pada tahun 1054, ketika Patriark Konstantinopel berselisih dengan paus atas siapa yang lebih berwenang; sang Patriark mengekskomunikasi paus, yang ganti mengekskomunikasi Patriark, dan lahirlah Gereja-gereja "Orthodox". Kemudian, pada tahun 1517, Martin Luther memicu gerakan Protestan, dan ia diikuti oleh Calvin, Zwingli, dan Henry VIII. Sejak itu, Protestanisme telah terpecah-pecah menjadi banyak Gereja-gereja Kristen lainnya.

Namun demikian, satu-satunya Gereja dan Gereja Kristen pertama yang didirikan Kristus adalah Gereja Katolik. Pernyataan ini tidak berarti bahwa tidak ada kebaikan dalam Gereja-gereja Kristen lainnya. Tidak p**a berarti bahwa orang-orang Kristen lainnya tidak dapat masuk surga. Tetapi, sungguh berarti bahwa ada sesuatu yang istimewa mengenai Gereja Katolik. Konsili Vatican II dalam "Konstitusi Dogmatis tentang Gereja" memaklumkan bahwa KEPENUHAN dari sarana-sarana keselamatan ada dalam Gereja Katolik sebab inilah Gereja yang didirikan Kristus (No. 8).

Alasan kedua mengapa saya seorang Katolik ialah karena Suksesi Apostolik. Yesus mempercayakan otoritas-Nya kepada para rasul. Ia memberikan otoritas khusus kepada Petrus, yang disebut-Nya sebagai "batu karang" dan kepada siapa Ia mempercayakan kunci Kerajaan Allah. Sejak jaman para rasul, otoritas ini telah diwariskan melalui Sakramen Imamat dari uskup ke uskup, dan kemudian diperluas ke imam dan diakon. Uskup kita sendiri, andai mau, dapat menelusuri kembali otoritasnya sebagai seorang uskup hingga ke jaman para rasul. Dalam tahbisan imamat yang suci, Bapa Uskup menumpangkan tangannya ke atas kepala calon imam yang akan ditahbiskan. Dalam saat khidmad itu, suksesi apostolik diwariskan. Dalam terang iman, orang dapat melihat bukan saja Bapa Uskup, melainkan St. Petrus dan St. Paulus, bahkan Yesus Sendiri, menyampaikan tahbisan suci. Tidak ada uskup, imam ataupun diakon dalam Gereja kita yang menahbiskan dirinya sendiri atau memproklamirkan dirinya sendiri; tetapi otoritas itu berasal dari Yesus Sendiri dan dijaga oleh Gereja.

Alasan ketiga mengapa saya seorang Katolik adalah karena kita percaya akan kebenaran, yakni kebenaran mutlak yang diberikan oleh Tuhan Sendiri. Kristus menyebut Diri-Nya sebagai "jalan dan kebenaran dan hidup" (Yoh 14:6). Ia menganugerahkan kepada kita Roh Kudus, yang disebut-Nya Roh Kebenaran (Yoh 14:17), yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan yang akan mengingatkan kita akan semua yang telah Ia ajarkan (Yoh 14:26). Kebenaran Kristus telah dipelihara dalam Kitab Suci. Konsili Vatican II dalam "Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi" memaklumkan bahwa, "segala sesuatu, yang dinyatakan oleh para pengarang yang ilhami atau hagiograf (penulis suci), harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus, maka harus diakui, bahwa Kitab Suci mengajarkan dengan teguh dan setia serta tanpa kekeliruan kebenaran, yang oleh Allah dikehendaki supaya dicantumkan dalam kitab-kitab suci demi keselamatan kita" (No. 11). Kebenaran ini terus dipelihara dan diterapkan pada suatu masa dan budaya tertentu oleh magisterium, yakni otoritas mengajar Gereja. Sementara kita menghadapi berbagai macam issue seperti bioetika atau euthanasia - masalah-masalah yang tak pernah dibicarakan secara spesifik dalam Kitab Suci - betapa beruntungnya kita mempunyai Gereja yang mengatakan "Cara hidup seperti ini adalah benar atau cara ini salah menurut kebenaran Kristus." Tak heran, Gereja Katolik menjadi berita utama di surat-surat kabar; kita adalah satu-satunya Gereja yang berpendirian tegas dan mengatakan, “Ajaran ini adalah benar selaras dengan pemikiran Kristus.”

Alasan lain mengapa saya seorang Katolik adalah karena sakramen-sakramen kita. Kita percaya akan ketujuh sakramen yang dianugerahkan Yesus kepada Gereja. Masing-masing sakramen menangkap suatu unsur penting dari kehidupan Kristus, dan melalui kuasa Roh Kudus mendatangkan bagi kita keikutsertaan dalam kehidupan ilahi Allah. Sebagai contoh, coba renungkan betapa anugerah mahaberharga kita boleh menyambut Ekaristi Kudus, Tubuh dan Darah Tuhan kita, atau menyadari bahwa dosa-dosa kita telah sungguh diampuni dan jiwa kita dipulihkan setiap kali kita menerima absolusi dalam Sakramen Tobat.

Dan yang terakhir, saya seorang Katolik karena orang-orang yang membentuk Gereja. Saya mengenangkan begitu banyak para kudus: St Petrus dan St Paulus yang memelihara agar Injil hidup pada masa-masa awali. Pada masa penganiayaan Romawi, para martir awal Gereja—seperti St. Anastasia, St. Lusia, St. Yustinus atau St. Ignatius dari Antiokhia, yang pada tahun 100 menyebut Gereja "Katolik"—membela iman dan menderita aniaya maut karenanya. Pada Abad-abad Kegelapan, ketika banyak hal sungguh "gelap", memancarlah terang yang benderang dari St. Fransiskus, St. Dominikus dan St. Katarina dari Siena. Pada masa gerakan Protestan, ketika bidaah mengoyak Gereja, Gereja dibela oleh St. Robertus Bellarminus dan St. Ignatius Loyola, para reformator sejati. Saya berpikir mengenai para kudus yang hidup di jaman kita, seperti Moeder Teresa atau Paus Yohanes Paulus II, yang dari hari ke hari melakukan karya kudus Allah. Ada begitu banyak para kudus yang mengilhami masing-masing kita untuk menjadi warga Gereja yang baik.

Tetapi ada mereka-mereka yang lain juga. Pada waktu Misa, arahkanlah pandangan ke sekeliling gerejamu. Lihatlah pasangan-pasangan suami isteri yang berjuang untuk mengamalkan Sakramen Perkawinan dalam abad yang memperturutkan hawa nafsu dan perselingkuhan. Lihatlah orang-orangtua yang rindu mewariskan iman kepada anak-anak mereka. Lihatlah kaum muda yang berjuang untuk mengamalkan iman kendati dunia yang penuh pencobaan. Lihatlah kaum lanjut usia yang tetap setia kendati perubahan-perubahan dalam dunia dan Gereja. Lihatlah para imam dan kaum religius yang membaktikan hidup mereka demi melayani Tuhan dan Gereja-Nya. Ada begitu banyak orang yang membentuk Gereja kita.

Ya, tak seorang pun sempurna. Kita berdosa. Itulah sebabnya mengapa salah satu doa terindah dalam Perayaan Misa dipanjatkan sebelum tanda damai; kita berdoa, "Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu." Ya, kendati segala kelemahan manusia, Gereja, sebagai lembaga yang didirikan oleh Kristus, terus melaksanakan misi-Nya di dunia ini.

Singkat kata, itulah alasan-alasan mengapa saya seorang Katolik dan seorang warga Gereja Katolik Roma. Alasan-alasan ini bukanlah asal. Melainkan, mencerminkan permenungan mendalam dan pergulatan, setelah dibaptis Katolik, setelah melewatkan masa pendidikan di sekolah St Bernadette, setelah lulus dari SMA West Springfield, dan setelah pergumulan sengit dengan iman sepanjang hari-hari perkuliahan di William and Mary dan kemudian di Seminari. Saya harap setiap orang Katolik dapat dengan bangga memberikan suatu jawaban yang jelas dan mendalam atas pertanyaan, "Mengapa kamu seorang Katolik?"

*

Fr. Saunders is dean of the Notre Dame Graduate School of Christendom College and pastor of Queen of Apostles Parish, both in Alexandria.

Sumber: "Straight Answers: 'Why Are You A Catholic?'" by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©1997 Arlington Catholic Herald, Inc. All rights reserved; www.catholicherald.com

Diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.
http://www.indocell.net/yesaya/pustaka2/id139.htm

http://www.indocell.net/yesaya/pustaka2/id139.htm

Ultah Moderator kami Pst William Daia yg ke 31Berbahagia selalu dlm perjalanan imamatnya..semoga semakin berjalan dlm ke...
07/08/2016

Ultah Moderator kami Pst William Daia yg ke 31
Berbahagia selalu dlm perjalanan imamatnya..semoga semakin berjalan dlm kemurnian

Address

Makassar
90111

Opening Hours

09:30 - 11:00

Telephone

04113623647

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dominica in Sabatto posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category