21/02/2013
PEMULA….22
Akhirnya…beginilah contoh untuk yang al-mubtada’nya الضمير
3. Yang al-mubtada’nya الضمير :
a. Kemudian dia عاقل :
Untuk orang ketiga الغائب :
• Huwa musyrikun هو مشرك = Dia (lk) orang musyrik.
• Humaa kaafirooni هما كافران = Mereka berdua (lk) orang kafir.
• Hum musyrikuuna هم مشركون = Mereka (lk) orang2 musyrik.
• Hum kuffaarun هم كفار = Mereka (lk) orang2 kafir.
• Hiya musyrikatun هو مشركة = Dia (pr) orang musyrik.
• Humaa kaafirotaani هما كافرتان = Mereka berdua (pr) orang kafir.
• Hunna musyrikaatun هنّ مشركات = Mereka (pr) orang2 musyrik.
• Hunna kaafirootun هنّ كافرات = Mereka (pr) orang2 kafir.
Jadi…dhomiir Hum هم tentu ja untuk yang berakal, mudzakkar, dan jamak. Kemudian…khobarnya tentu ja harus yang sama2 berakal, sama2 mudzakkar, dan sama2 jamak, jadi khobarnya bisa dengan جمع المذكر السالم atau dengan جمع التكسير yang berakal, ini karena جمع المذكر السالم atau جمع التكسير yang berakal klop ama dhomiir Hum هم dari sisi, sama2 berakal, sama2 mudzakkar, dan sama2 jamak. Sedangkan dhomiir Hunna هنّ , tentu ja untuk yang berakal, muannats, dan jamak. Kemudian…khobarnya tiada lain pasti dengan جمع المؤنث السالم lagi dan bukan dengan جمع المذكر السالم
Untuk orang kedua المخاطب :
• Anta muqootilun أنتَ مقاتل = Kamu (lk) seorang pejuang.
• Antumaa imaamaani أنتما إمامان = Kalian berdua (lk) imam.
• Antum muqootiluuna أنتم مقاتلون = Kalian (lk) para pejuang.
• Antum a_immaatun أنتم أئمة = Kalian (lk) para pejuang.
• Anti musyrikatun أنتِ مشركة = Kamu (pr) orang musyrik.
• Antumaa kaafirotaani أنتما كافرتان = Kalian (pr) berdua orang kafir.
• Antunna musyrikaatun أنتنّ مشركات = Kalian (pr) orang2 musyrik.
• Antunna kaafirootun أنتنّ كافرات = Kalian (pr) orang2 kafir.
Jadi…kata2 ganti untuk orang kedua ضمائر المخاطب pasti semuanya berakal, karena tidak mungkin dikau (sebagai orang pertama) ngobrol dengan orang kedua yang tidak berakal, dengan tembok misalnya, atau ngobrol dengan pulpen.
Untuk orang pertama المتكلم :
• Ana murooqibun أنا مراقب = Aku (lk) seorang pengawas.
• Ana murooqibatun أنا مراقبة = Aku (pr) seorang pengawas.
• Nahnu murooqibuuna نحن مراقبون = Kami (lk) para pengawas.
• Nahnu murooqibaatun نحن مراقبات = Kami (pr) para pengawas.
Jadi…domir ana أنا digunakan untuk menunjuk diri 1 orang yang sedang berbicara, baik mudzakkar atau muannats, semuanya pake dhomir أنا dan pasti berakal, karena yang tidak berakal tidak mungkin berbicara. Begitu juga dengan dhomir nahnu نحن digunakan untuk menunjuk diri 2 orang atau lebih yang sedang berbicara, baik mudzakkar atau muannats, semuanya pake dhomir نحن dan pasti berakal, karena yang tidak berakal tidak mungkin berbicara.
b. Kemudian dia غير عاقل :
Membuat المبتدأ untuk yang غير غاقل dengan menggunakan dhomir2, maka dhomir2 yang akan digunakan adalah dhomir2 ghoib ضمائر الغائب atau kata2 ganti orang ketiga, karena tidak mungkin yang tidak berakal jadi orang pertama المتكلم dan dikau orang keduanya المخاطب, juga tidak mungkin dikau yang orang pertamanya dan yang tidak berakal jadi orang keduanya dengerin dikau ngomong.
Untuk yang مذكر :
• Ketika dikau ditanya :
Kaifal kitaabu كيف الكتاب = Bagaimana buku itu? Maka dikau akan menjawab :
Huwa naafi’un هو نافع = Dia (si buku itu)bermanfaat
• Ketika dikau ditanya :
Kaifal kitaabaani كيف الكتابان = Bagaimana kedua buku itu? Maka dikau akan menjawab :
Humaa naafi’aani هما نافعان = Keduanya bermanfaat
• Ketika dikau ditanya :
Kaifal kutubu كيف الكتب = Bagaimana buku-buku itu? Maka dikau akan menjawab :
Hiya naafi’atun هي نافعة = Mereka (si buku-buku itu) bermanfaat
Untuk yang مؤنث :
• Ketika dikau ditanya :
Kaifas saa’atu كيف الساعة = Bagaimana jam itu? Maka dikau akan menjawab :
Hiya jadiidatun هي جديدة = Dia (si jam itu) baru
• Ketika dikau ditanya :
Kaifas saa’ataani كيف السّاعتان = Bagaimana kedua jam itu? Maka dikau akan menjawab :
Humaa jadiidataani هما جديدتان = Keduanya baru
• Ketika dikau ditanya :
Kaifas saa’aatu كيف السّاعات = Bagaimana itu? Maka dikau akan menjawab :
Hiya jadiidatun هي جديدة = Mereka (si jam-jam itu) baru
Jadi…dhomiir Hum هم dan dhomiir Hunna هنّ tidak dipakai dsini, karena keduanya khusus untuk yang berakal dalam keadan jamak, sedangkan yang tidak berakal, ketika dia jamak, dia jadi muannats mufrod.
Okeh....siap2 untuk ujian....
bersambung....