06/08/2023
Antisipasi Pemilu 2024 dengan cerdas! Yuk, gabung dalam talkshow literasi penyiaran bertema 'Memprediksi Wajah Media Penyiaran pada Pemilu 2024'.
Peta bagi siapa saja yang tersesat di tengah gemerlapnya dunia sesak media
06/08/2023
Antisipasi Pemilu 2024 dengan cerdas! Yuk, gabung dalam talkshow literasi penyiaran bertema 'Memprediksi Wajah Media Penyiaran pada Pemilu 2024'.
20/07/2023
Melalui konten yang mendalam dan bernilai, kita membuka pintu kesadaran dan pemahaman yang lebih luas. Mari membangun dunia televisi yang mencerahkan, memberdayakan, dan meninggalkan jejak positif bagi generasi. Ruang Antara
14/01/2020
"Kalau kita melihat pola penggunaan UU ITE ini sebenarnya, dia memanfaatkan relasi kuasa yang tidak seimbang."
07/01/2020
*Salam.*
Semakin kesini, meng-UU-ITEkan orang serupa guyonan yang keluar dgn mudahnya ketika bertemu kawan. Saking guyonnya, ada yang berawal di WA grup , berakhir di kantor polisi😞. Olehnya di awal tahun 2020 ini, kami dari *Ruang Antara* tergerak untuk membincangkan ini bersama2. Oh iya, *Ruang Antara* adalah yayasan yang berfokus pada pengkajian isu-isu media dan komunikasi.
Kamis nanti (09/01), Ruang Antara bekerja sama dengan Prodi Ilmu Komunikasi UNIFA akan menggelar re-launching Ruang Antara dengan kegiatan bertema *”Aku, Kita, dan UU ITE”*. Kegiatan ini akan menampilkan display data dan Talkshow dengan tema *”Hak Digital: Apa yang Perlu Kita Tahu?”* dengan menghadirkan akademisi, praktisi, dan penyintas UU ITE.
Kegiatan ini akan diselenggarakan di Ballroom Universitas Fajar pukul 09.00. Terbuka untuk umum dan gratis. Mari bersua…
Tabik 🙏
Kode etik Jurnalistik Dewan Pers
Pasal 4:
"Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul."
Penafsiran:
c. Sadis berarti kejam dan tidak mengenal belas kasihan.
Kode etik jurnalis Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Pasal 20:
"Jurnalis tidak menyajikan berita atau karya jurnalistik dengan mengumbar kecabulan, kekejaman, kekerasan fisik dan psikologis serta kejahatan seksual"
-----
Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan si korban ataupun keluarganya melihat gambar tersebut dengan leluasa bertebaran di sosmed dan media online di Kota Makassar?
Apakah kita tidak malu, sedih ataupun sakit hati? Untung apa p**a kita menyebarkan foto manusia berlumur darah tersebut?
Apakah dengan kata – kata tidak cukup menggambarkan sebuah informasi ataupun berita terbaru yang sedang terjadi? Sayangnya kita belum paham tentang hal itu.
Apalagi jika gambar yang kita sebarkan itu dilihat oleh orang yang memiliki trauma dengan hal – hal seperti itu. Jiwa mereka bisa terguncang, bisakah kita bertanggung jawab jika hal itu terjadi pada mereka?
Sebagian besar media online di Makassar berlomba menayangkan berita disertai foto jurnalis Indosiar yang dianiaya ajudan anggota DPRD Makassar, Rudianto Lallo. Sayangnya, solidaritas para pewarta itu meminggirkan etika pemuatan berita, atau boleh jadi mereka tidak tahu?
Lalu bagaimana mungkin proses gatekeeping yang harusnya menjadi tanggung jawab editor/redaktur bisa selemah ini? Miris.
Gambar berikut memuat sejumlah media online di Makassar yang serempak menampilkan secara gamblang tetasan (maaf) darah korban. Kami bantu menyamarkan dengan gambar berwarna merah.
13/10/2016
SMILe Makassar di bawah naungan Yayasan Ruang Antara meraih penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, sebagai lembaga sosial di Indonesia yang bergerak konsisten pada ranah komunikasi, terkhusus di bidang literasi media
11/10/2016
Website berita berbasis di Makassar ini sekali lagi menunjukkan pada kita perkara kebablasan penulisan informasi tanpa pijakan faktual.
Makassarterkini.com, kami yakin, sadar pada apa yang diinformasikannya. Dengan orientasi page view tinggi, mereka rela menggadaikan prinsip jurnalisme yang baik.
Judulnya pun sudah diubah setelah mendapat komentar-komentar pedis dari netizen. Kami membagikan link-nya agar pembaca yang budiman bisa menilai sendiri bobroknya kualitas informasi yang diproduksi oleh mereka sekarang.
http://makassarterkini.com/wow-apa-suku-kerdil-oni-ada-di-sulawesi-ini-beritanya/
30/04/2016
http://makassar.tribunnews.com/2016/04/14/kpid-sulsel-bahas-revisi-undang-undang-penyiaran
KPID Sulsel Bahas Revisi Undang-Undang Penyiaran - Tribun Timur KPI meminta masyarakat menjadi regulator penyiaran
26/04/2016
Mari bergabung man-teman
14/03/2016
Relasi Dinamis Media Cetak, Organisasi Masyarakat Sipil, dan KPK dalam Melawan Korupsi Politik... Petunjuk umum 1. Riset ini ingin melihat persepsi masyarakat Indonesia terhadap korupsi politik yang terjadi di era Jokowi 2. Riset ini untuk kepentingan penyelesaian studi dan melengkapi riset lapangan di Jakarta 3. Kuisioner ini hanya terdiri dari beberapa pilihan ganda dan mencontreng point-point…