Sekolah Media Literasi - SMILE

Sekolah Media Literasi - SMILE Peta bagi siapa saja yang tersesat di tengah gemerlapnya dunia sesak media

Antisipasi Pemilu 2024 dengan cerdas! Yuk, gabung dalam talkshow literasi penyiaran bertema 'Memprediksi Wajah Media Pen...
06/08/2023

Antisipasi Pemilu 2024 dengan cerdas! Yuk, gabung dalam talkshow literasi penyiaran bertema 'Memprediksi Wajah Media Penyiaran pada Pemilu 2024'.

Melalui konten yang mendalam dan bernilai, kita membuka pintu kesadaran dan pemahaman yang lebih luas. Mari membangun du...
20/07/2023

Melalui konten yang mendalam dan bernilai, kita membuka pintu kesadaran dan pemahaman yang lebih luas. Mari membangun dunia televisi yang mencerahkan, memberdayakan, dan meninggalkan jejak positif bagi generasi. Ruang Antara

"Kalau kita melihat pola penggunaan UU ITE ini sebenarnya, dia memanfaatkan relasi kuasa yang tidak seimbang."
14/01/2020

"Kalau kita melihat pola penggunaan UU ITE ini sebenarnya, dia memanfaatkan relasi kuasa yang tidak seimbang."

*Salam.* Semakin kesini, meng-UU-ITEkan orang serupa guyonan yang keluar dgn mudahnya ketika bertemu kawan. Saking guyon...
07/01/2020

*Salam.*

Semakin kesini, meng-UU-ITEkan orang serupa guyonan yang keluar dgn mudahnya ketika bertemu kawan. Saking guyonnya, ada yang berawal di WA grup , berakhir di kantor polisi😞. Olehnya di awal tahun 2020 ini, kami dari *Ruang Antara* tergerak untuk membincangkan ini bersama2. Oh iya, *Ruang Antara* adalah yayasan yang berfokus pada pengkajian isu-isu media dan komunikasi.

Kamis nanti (09/01), Ruang Antara bekerja sama dengan Prodi Ilmu Komunikasi UNIFA akan menggelar re-launching Ruang Antara dengan kegiatan bertema *”Aku, Kita, dan UU ITE”*. Kegiatan ini akan menampilkan display data dan Talkshow dengan tema *”Hak Digital: Apa yang Perlu Kita Tahu?”* dengan menghadirkan akademisi, praktisi, dan penyintas UU ITE.

Kegiatan ini akan diselenggarakan di Ballroom Universitas Fajar pukul 09.00. Terbuka untuk umum dan gratis. Mari bersua…

Tabik 🙏

06/08/2017

Kode etik Jurnalistik Dewan Pers

Pasal 4:
"Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul."

Penafsiran:
c. Sadis berarti kejam dan tidak mengenal belas kasihan.

Kode etik jurnalis Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

Pasal 20:

"Jurnalis tidak menyajikan berita atau karya jurnalistik dengan mengumbar kecabulan, kekejaman, kekerasan fisik dan psikologis serta kejahatan seksual"

-----

Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan si korban ataupun keluarganya melihat gambar tersebut dengan leluasa bertebaran di sosmed dan media online di Kota Makassar?

Apakah kita tidak malu, sedih ataupun sakit hati? Untung apa p**a kita menyebarkan foto manusia berlumur darah tersebut?

Apakah dengan kata – kata tidak cukup menggambarkan sebuah informasi ataupun berita terbaru yang sedang terjadi? Sayangnya kita belum paham tentang hal itu.

Apalagi jika gambar yang kita sebarkan itu dilihat oleh orang yang memiliki trauma dengan hal – hal seperti itu. Jiwa mereka bisa terguncang, bisakah kita bertanggung jawab jika hal itu terjadi pada mereka?

Sebagian besar media online di Makassar berlomba menayangkan berita disertai foto jurnalis Indosiar yang dianiaya ajudan anggota DPRD Makassar, Rudianto Lallo. Sayangnya, solidaritas para pewarta itu meminggirkan etika pemuatan berita, atau boleh jadi mereka tidak tahu?

Lalu bagaimana mungkin proses gatekeeping yang harusnya menjadi tanggung jawab editor/redaktur bisa selemah ini? Miris.

Gambar berikut memuat sejumlah media online di Makassar yang serempak menampilkan secara gamblang tetasan (maaf) darah korban. Kami bantu menyamarkan dengan gambar berwarna merah.

SMILe Makassar di bawah naungan Yayasan Ruang Antara meraih penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, ...
13/10/2016

SMILe Makassar di bawah naungan Yayasan Ruang Antara meraih penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, sebagai lembaga sosial di Indonesia yang bergerak konsisten pada ranah komunikasi, terkhusus di bidang literasi media

11/10/2016
29/08/2016

Website berita berbasis di Makassar ini sekali lagi menunjukkan pada kita perkara kebablasan penulisan informasi tanpa pijakan faktual.

Makassarterkini.com, kami yakin, sadar pada apa yang diinformasikannya. Dengan orientasi page view tinggi, mereka rela menggadaikan prinsip jurnalisme yang baik.

Judulnya pun sudah diubah setelah mendapat komentar-komentar pedis dari netizen. Kami membagikan link-nya agar pembaca yang budiman bisa menilai sendiri bobroknya kualitas informasi yang diproduksi oleh mereka sekarang.

http://makassarterkini.com/wow-apa-suku-kerdil-oni-ada-di-sulawesi-ini-beritanya/

Mari bergabung man-teman
26/04/2016

Mari bergabung man-teman

14/03/2016

Petunjuk umum 1. Riset ini ingin melihat persepsi masyarakat Indonesia terhadap korupsi politik yang terjadi di era Jokowi 2. Riset ini untuk kepentingan penyelesaian studi dan melengkapi riset lapangan di Jakarta 3. Kuisioner ini hanya terdiri dari beberapa pilihan ganda dan mencontreng point-point…

Address

BTN Antara Blok B/5 No. 3 Tamalanrea
Makassar
90157

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sekolah Media Literasi - SMILE posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Sekolah Media Literasi - SMILE:

Shortcuts

Share

Category