SDIT Ar-Rahmah yang meyakini kasih sayang sebagai panduan dalam mendidik dan mengasuh anak usia dini. Sekolah ini tidaklah langsung ada. H.
SDIT Ar Rahmah adalah sebuah sekolah yang menerapkan integrasi nilai keislaman dalam semua pembelajarannya. Islam diajarkan tidak harus dalam sebuah pelajaran yang terpisah tetapi dalam semua aspek kehidupan. Mulai dari berpakaian, berbicara dan bertingkah laku, murid-murid diharapkan mengacu pada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Sekolah ini lahir dari keprihatinan pengurus Yayasan Ar Rahmah,
Ramli Mansyur SE, Ak, Winarso Ak, Syakroni, Dipl.Rad dan Hasan Hamido, S.Pd. Mereka prihatin dengan praktek pendidikan yang kurang mengintegrasikan nilai positif (Islamic Value). Dari keperihatinan itu muncullah pertemuan yang kemudian berkembang menjadi pertemuan dengan para calon guru (Pak Hasan Hamido, Pak Husen, Bu Masyita, Bu Oda’. Alhasil, mereka menemukan kata sepakat, bentuk sekolah islam. Akhirnya, hari itu, 9 Juli 2001 mulailah beroperasi sebuah sekolah dengan nama Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar Rahmah. Awala mula sekolah ini mengontrak sebuah rumah toko (ruko) di kompleks Pusat Niaga Daya (PND) Makassar Sulsel. Alhamdulillah, sekolah ini langsung mendapat respon yang positif. Sekolah ini langsung menerima murid dari kelas I sampai kelas V. Tercatat tahun itu, jumlah murid saat itu sebanyak 62 orang. Jumlah guru saat itu 14 orang (Pak Hasan Hamido (kepala sekolah), Pak Husen, Bu Masita, Bu Raudhatul Jannah (Oda), Bu Tita Yunita Sari, Bu Tuti Herawati, Bu Devi Santi Erawati, Bu Wardah, Bu Fenny, Pak Takdir Syafruddin, Bu Rosnani, Bu Nurbania, Pak Muharram Jaya, dan Masrudi. Hadirnya sekolah ini ternyata mendapat respon positif masyarakat sekitar. Pada tahun kedua, lokasi lama sudah tak cukup lagi menampung jumlah murid yang semakin bertambah. Betapa beruntungnya, ketika mencari lokasi di perumahan dosen Unhas Tamalanrea, sekolah ini diberi kesempatan menyewa di kompleks masjid Al Ikhlas selama 3 tahun. Ternyata manfaat SDIT ini dirasakan oleh para orangtua yang juga dosen di Unhas ini, maka para orangtua murid (POMG: persatuan orangtua murid dan guru) yang diketuai oleh Bapak Ir. Muhammad meminta untuk bertemu dengan pengurus Masjid Al Ikhlas. Walhasil, dibentuklah sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Iqro’ Tamalanrea yang merupakan gabungan antara pengurus Yayasan Ar Rahmah dengan Yayasan Masjid Al Ikhlas. Akhir Juni 2002 ditandatanganilah sebuah kesepakatan dan yang menjadi ketua yayasan adalah drg. Zulkifli Abdullah, M.Kes
Sekolah ini pun resmi terdaftar di Dinas Pendidikan Kota Makassar dengan izin operasional sekolah dengan nomor statistis sekolah (NSS): 101196014029 yang kemudian berubah pada tahun 2008, NSS: 102196013434. SDIT Ar-Rahmah semakin berkembang. Kini, SDIT Ar Rahmah sudah memiliki gedung sendiri, laboratorum komputer dan jumlah kelasnya sudah sebanyak 21 kelas dengan guru berjumlah 51 dan murid 613 orang. Dan telah menamatkan 18 Angkatan yang tersebar di perguruan tinggi, SMA dan SMP serta pesantren unggulan di seluruh Indonesia
27/04/2026
Hari ini bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling siap dan percaya diri.
Setiap lembar soal adalah kesempatan untuk membuktikan kerja keras yang selama ini diperjuangkan.
Tetap tenang, fokus, dan yakin…
Karena hasil terbaik selalu lahir dari usaha yang tulus dan doa yang tak pernah putus.
Semangat TKA hari pertama!
Langkah kecil hari ini, adalah pijakan besar untuk mimpi esok hari.
Tinggal 1 hari lagi menuju TKA!
Waktunya merapikan persiapan, menenangkan pikiran, dan menguatkan doa.Semoga dilancarkan setiap langkahnya dan dimudahkan dalam setiap soal 🤲
Pelatihan pemanfaatan AI untuk guru TK ini jadi ruang belajar yang santai tapi tetap berbobot. Banyak praktik, banyak insight, dan langsung bisa diterapkan di kelas.
Didampingi oleh Ustadz Mustain, para guru mencoba hal-hal baru yang bisa membuat pembelajaran jadi lebih menarik dan variatif.
Pelan-pelan, tapi pasti… demi pengalaman belajar terbaik untuk anak-anak🤗
23/04/2026
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Bapak/Ibu Kepala TK & PAUD se-Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya,
Jangan sampai guru-guru kita tertinggal oleh kemajuan teknologi! 🚀
SDIT Ar-Rahmah mengundang perwakilan guru terbaik dari sekolah Bapak/Ibu untuk meng _-upgrade skill_ mereka dalam Workshop Eksklusif: Belajar AI untuk Guru TK.
Di sesi ini, guru-guru akan langsung praktik membuat:
* Aplikasi Manajemen Kelas Sederhana (Papan Bintang Digital).
* Poster Pembelajaran & Doa (Gaya 3D Art Clay & Watercolor) hanya dalam hitungan menit.
🗓 Sabtu, 25 April 2026 | Pukul 08.00 - 11.00 WITA
📍 SDIT Ar-Rahmah Makassar
💻 Syarat: Wajib membawa laptop & memiliki akun Gemini AI aktif.
⚠️ SANGAT TERBATAS & GRATIS!
Demi efektivitas praktik, kuota dikunci HANYA UNTUK 20 ORANG PERTAMA. SATU TK HANYA SATU GURU. Sistem pendaftaran akan otomatis tertutup begitu kuota penuh.
Mohon segera teruskan info ini dan amankan kursi guru terbaik Anda melalui tautan berikut:
👉 https://bit.ly/aigurutk
(Pendaftar sukses akan langsung menerima Tiket QRCode otomatis via email untuk discan saat hari H).
Jazakumullah Khairan Katsiran atas dukungannya dalam memajukan pendidikan anak usia dini di Makassar.
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Hari ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bumi adalah satu-satunya rumah yang kita miliki. Udara yang kita hirup, air yang kita minum, dan alam yang kita nikmati adalah anugerah yang harus dijaga, bukan dirusak.
Seringkali kita berpikir bahwa perubahan besar membutuhkan tindakan besar, padahal langkah kecil yang dilakukan bersama-sama bisa membawa dampak luar biasa. Mengurangi sampah, menghemat air, menanam pohon, dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar adalah bentuk nyata kontribusi kita untuk bumi.
Mari mulai dari diri sendiri, dari hal sederhana, dan dari sekarang. Karena menjaga bumi bukan hanya tugas segelintir orang, tetapi tanggung jawab kita bersama.
Tidak ada planet lain untuk kita tinggali. Jadi, sudah saatnya kita lebih peduli, lebih sadar, dan lebih bertindak demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Selamat Hari Bumi🌏
Bumi butuh kita🌳 Yuk, mulai peduli dari sekarang!
Di balik helai kebaya dan goresan pena yang menembus zaman, Kartini tidak sekadar memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan; ia menyalakan pelita di tengah pekatnya keterbatasan. Semangat itu kini hadir di setiap sudut ruang kelas dan ruang tamu kita. Meneladani Kartini di masa kini bukan berarti sekadar mengenang sejarah, melainkan menghidupkan keberanian untuk memerdekakan pikiran anak-anak kita, agar mereka mampu melampaui batasan-batasan yang sering kali kita tanamkan tanpa sengaja.
Bagi Bapak dan Ibu Guru, jadilah sosok yang mampu melihat potensi tersembunyi di balik diamnya seorang murid. Tugas Anda melampaui sekadar menuntaskan materi kurikulum; Anda adalah penanam benih harapan. Setiap kali Anda memberikan dukungan kepada murid yang merasa rendah diri, atau membuka cakrawala berpikir bagi mereka yang kehilangan arah, saat itulah semangat emansipasi benar-benar bernapas. Anda adalah tangan yang memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak memegang kendali atas masa depan mereka sendiri.
Di sisi lain, bagi Ayah dan Bunda di rumah, pendidikan dimulai dari dukungan yang tulus. Meneladani Kartini berarti memberikan ruang bagi anak untuk bermimpi besar tanpa dibatasi stigma. Saat Anda mendengarkan keluh kesah mereka dan memberikan apresiasi atas proses, bukan hanya pada nilai di atas kertas, Anda sedang membangun fondasi karakter yang tangguh. Rumah adalah sekolah pertama; di sana, kasih sayang adalah kurikulum utama yang mengajarkan anak bahwa mereka berharga, mampu, dan pantas untuk terbang tinggi.
Mari kita bergandengan tangan, menyatukan langkah antara sekolah dan rumah untuk menjaga api semangat itu tetap menyala. Pendidikan adalah sebuah perjuangan panjang, namun ketika dilakukan dengan hati, ia akan menjadi warisan paling berharga bagi bangsa ini. Kita semua adalah Kartini masa kini, yang sedang merajut mimpi generasi penerus agar mereka tidak hanya cerdas akalnya, tetapi juga merdeka jiwanya.
16/04/2026
Kegiatan yang selalu dinanti-nantikan siswa-siswi SDIT Ar-Rahmah Makassar