30/07/2026
*LEAVING NO ONE BEHIND*
Tidak semua penelitian berakhir pada publikasi. Sebagian penelitian berkembang menjadi konsep. Sebagian lainnya berkembang menjadi model.
Penelitian ini melangkah lebih jauh dengan membangun RINDU-APN (Retensi, Intervensi, Notifikasi, Dukungan, dan Unjuk Kinerja), sebuah Situation-Specific Nursing Theory yang dikembangkan untuk mendukung implementasi Assisted Partner Notification (APN) pada layanan HIV di lembaga pemasyarakatan.
RINDU-APN tidak lahir dari satu penelitian tunggal. Teori ini dibangun melalui serangkaian penelitian yang saling terintegrasi, mulai dari Systematic Review and Meta-analysis (SRMA), studi kualitatif, concept analysis, statement synthesis, hingga theory synthesis. Setiap tahap memberikan kontribusi terhadap pembentukan kerangka konseptual yang utuh dan menghasilkan teori keperawatan yang dapat menjadi dasar bagi praktik, penelitian, pendidikan, serta pengembangan kebijakan.
Poster ini dipersembahkan sebagai partisipasi pada Research in Frames โ Indonesian Nursing Academic Leadership Competition (INALeC) 2026, dengan harapan dapat menunjukkan bahwa pengembangan ilmu keperawatan tidak hanya menghasilkan bukti ilmiah, tetapi juga melahirkan teori yang mampu memandu praktik dan mendorong inovasi pelayanan kesehatan.
Penulis:
*Muh. Taslim, S.Kep., Ns., M.Kep.*
Dosen Program Studi S1 Keperawatan & Profesi Ners, STIKES Panakkukang Makassar
Mahasiswa Program Doktor, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia
"Leaving No One Behind starts with a theory-driven approach."
TheoryDevelopment NursingResearch ImplementationScience HIVCare AssistedPartnerNotification CorrectionalHealth STIKESPanakkukangMakassar UniversitasIndonesia FIKUI