25/03/2021
[WEBINAR INVITATION]
Center of Excellence for Interdisciplinary and Sustainability Science (CEISS) Universitas Hasanuddin and Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) invite you to a webinar series "Covid-19: A crisis with woman's face"
The webinar will be held on Monday, March 29th 2021 at 15.30 WITA (GMT +8) via Zoom Meeting with distinguished speakers:
- Rosalia Sciortino Sumaryono
Associate Professor at the Institute for Population and Social Research Mahidol University, Thailand
- Ema Husain
Women's Rights Activist
- Sudirman Nasir
CEISS Director, PAIR Senior Fellow, and Lecturer at Faculty of Public Health Universitas Hasanuddin
and moderated by
- Hasnawati Saleh
PAIR Research Cordinator, The Australia-Indonesia Centre
Webinar link:
bit.ly/WebinarCEISS
For more info
Follow our social media
IG: ceiss.unhas
T:
F: CEISS Universitas Hasanuddin
E: [email protected]
17/11/2020
[Undangan Diskusi Buku]
Mengenang pahlawan kemanusiaan dan ilmu pengetahuan yang terlupakan. Profesor Achmad Mochtar, dokter ilmuwan luar biasa, direktur Indonesia pertama Lembaga Eijkman yang mengorbankan nyawanya demi keselamatan sejawat dan anak buahnya pada masa penjajahan Jepang.
Kisah mengenai Profesor Achmad Mochtar ini dituliskan secara rinci dan mengharukan dalam buku berjudul War Crimes in Japan-Occupied Indonesia: A Case of Murder by Medicine (J. Kevin Baird dan Sangkot Marzuki) yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia,"Eksperimen Keji Kedokteran Penjajahan Jepang: Tragedi Lembaga Eijkman & Vaksin Maut Romusha 1944-1945". Buku ini akan didiskusikan dalam Webinar series yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana UNHAS dan Fakultas Kedokteran UNHAS pada:
Hari/tanggal
Sabtu, 21 November 2020
Pukul 16.00-18.00 WITA
Via
Zoom meeting dan Live Youtube (Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin)
Pendaftaran
Melalui link berikut:
https://bit.ly/DiskusiBukuCEISS2020
Media sosial
IG: .unhas
Twitter:
email: [email protected]
02/11/2020
Webinar: Menata Jalan Food System
Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran betapa rapuhnya sistem pangan kita. Dalam konteks pembangunan, situasi ini menghambat proses pembangunan berkelanjutan yang tengah diupayakan oleh berbagai elemen masyarakat di Indonesia. Perserikatan Bangsa-bangsa menyatakan bahwa pandemi ini menjadi persoalan serius bagi pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan 2030.
Di sisi yang lain, penataan sistem pangan merupakan kunci dalam membangun resiliensi. Karena itu diperlukan upaya untuk melakukan perbaikan dan transformasi sistem pangan agar dapat mewujudkan mencapai Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Indonesia.
Berangkat dari pemahaman tersebut, Center of Excellence for Interdisciplinary and Sustainability Science (CEISS) Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) mengajak berbagai pihak untuk untuk berdiskusi dan berbagai pengetahuan mengenai penataan sistem pangan yang lebih baik.
Melalui Obrolan Pangan Goes To Campus, kami mengundang anda dari berbagai lintas ilmu dan profesi, mahasiswa/i, perempuan dan kaum muda untuk bergabung membicarakan mengenai potensi kolaborasi dan mewujudkan sistem pangan yang resilien, adil dan berdaulat yang akan dilaksanakan pada:
Waktu:
Jumat, 6 November 2020
15.00 WIB | 16.00 WITA
via Zoom
Jangan sampai Ketinggalan
Pendaftaran melalui link berikut : bit.ly/unhasfoodsystem