04/04/2026
Liburan hampir selesai. Waktu istirahat sudah kita lewati, dan sekarang saatnya kembali ke tempat kita bertumbuh: menuntut ilmu.
Kembali ke sekolah bukan hanya soal masuk kelas lagi, tapi tentang mengembalikan hati ke tujuan semula. Meluruskan niat, bahwa kita belajar bukan sekadar untuk nilai atau pujian, tapi untuk mencari ridha Allah dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Mungkin selama liburan kita sempat terlena, ibadah ada yang menurun, semangat ada yang berkurang. Tapi justru di sinilah momen terbaik untuk memulai lagi—dengan semangat baru, niat yang lebih bersih, dan tekad yang lebih kuat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya menjelang hari kiamat nanti akan ada hari-hari di mana ilmu itu diangkat, kebodohan turun/merebak di mana-mana, dan banyak terjadi al-harj (pembunuhan).”
(Shahih Al-Bukhari bersama Fath Al-Bari tahqiq Syaibatul Hamd, 13: 16)
Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ’anhu. Dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu secara langsung dengan melenyapkan ilmu itu dari manusia. Akan tetapi, Allah Ta'ala mencabut ilmu dengan mencabut nyawa para ulama. Sehingga apabila Allah tidak menyisakan orang berilmu lagi, orang-orang pun mengangkat para pemimpin yang bodoh. Mereka pun ditanya dan berfatwa tanpa ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.’” (HR. Bukhari)
Maka datanglah kembali dengan niat yang lurus, hati yang siap belajar, siap memperbaiki diri, dan siap berjuang.
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu (agama), maka akan Allah Ta’ala mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)