Zeeyaadah Private Gowa-MKS

Zeeyaadah Private Gowa-MKS

Share

°❀⋆.ೃ࿔* Zeeyaadatus Shearfiyyah ❀°

19/12/2025

Ranking membuat kecemasan dan tak nyaman? Justru disitu lah letak pelajaran berharganya. Mental anak mulai diasah biar mereka tahu hasil yg baik didapat ktika dilakukan dgn cara yg baik. Mereka lebih termotivasi utk belajar.
Ranking membuat siswa berkompetisi?
Justru itu bagus d**g. Jiwa kompetisi harus dipupuk dari kecil biar ktika mereka didunia kerja semangat gigih dan pantang menyerah tetap ada.
Ranking mendeskriminasi dan labelling?
Dlam dunia kerja pun diberikan reward bagi pekerja yg teladan. Maka dari itu perlu kiranya ranking itu ada agar anak2 yang disiplin dan teladan dalam belajar mendapatkan reward yg sesuai.
Ktika ranking itu tidak ada, saya yakin dan percaya anak2 tidak akan ada semangat utk belajar dan tidak ada motivasi.
Anak2 semangat belajar karena adanya Nilai, Reward dan pujian.

Photos from Zeeyaadah Private Gowa-MKS's post 11/12/2025

Bener ✅ liat masalah sebagai puzzle (fokus pecahin solusi).

BUKAN malah drama (kelamaan bingung nya di masalah gak cepet ketemu ide, masalah malah semakin besar nyamber kemana2 + buntu).

Di mulai dari solusi paling mudah di jangkau untuk menemukan solusi ide2 besar dan cerdas.

Solusi :

1. Rapihin mindset.
Kalau dalam agama perbaiki hati…
Semua berasal dari hati, hati yang dari dasar nya emang udah bersih dan baik akan keliatan konsisten “baik” di depan orang maupun di belakang orang.

Pikiran nya selalu baik, selalu husnudzon kalau pun salah itu gak perlu menguras energi dia buat drama bisa tetep di salurkan untuk improve (selebihnya klo husnudzon kita salah sandarkan semua ke Allah dan doakan kebaikan untuk orang tersebut tanpa sepengetahuan nya agar kita sering di doakan kebaikan oleh malaikat juga)

Orang yang asli nya BAIK tidak s**a pura2 baik, ya mereka baik nya ORIGINAL ✔️ terlihat dari pikiran & tindakan nya selalu baik & positif.

GAK pernah pura2 baik… tapi ternyata hati nya gampang kotor nya sering su’udzon atau gampang ngehakimin orang jahat.

Gak s**a drama, mudah provokasi/di provokasi, lisan & pendengaran gak s**a ghibah apalagi untuk perkara2 kecil (yang gak ada hubungan nya dengan visi misi dunia & akhirat) tidak ada yg perlu di bahas sudah ketemu solusi “husnudzon”.

2. Fokus ke apa yang bisa aku kerjain, apa yang bisa aku koreksi dari diri (banyakin istighfar), mana yang tidak sesuai dengan SOP agama untuk self improvement di dunia & akhirat.

Gak dominan sibuk ngoreksi orang seperti yang sudah bahas di atas tadi, klo di kalkulasi pertahun bisa tembus ratusan materi tentang pembahasan orang lain daripada pembahasan diri kita sendiri, makanya gak heran dari tahun ke tahun berlalu kita malah bisa semakin jauh dari sisi “BERKEMBANG” baik dari kontrol mindset, hati, pikiran & tindakan.

3. Fokus untuk menyelesaikan sendiri, saat diri sudah berhasil dapet solusi (tenang), dengan cara di atas tadi perlahan akal kita mudah berpikir jernih, satu pe

10/12/2025

Dulu, ada murid saya namanya Taufik. Saya ingat betul, kertas ulangan Fisikanya selalu kotor. Ada cap jempol hitam di lembar jawabannya. Bukan tinta pulpen. Tapi oli.

Kuku-kukunya selalu hitam. Baunya bukan wangi parfum, tapi bau bensin campur matahari.

Setiap ulangan teori: Nilainya 40. Hukum Ohm? Gak paham. Rangkaian Seri-Paralel? Terbalik terus.

Saya sering tegur: "Fik, cuci tangan dulu sebelum masuk!" "Kamu niat sekolah gak sih? Kertas kotor gini gimana saya koreksinya?"

Dia cuma nyengir. "Maaf Pak, tadi habis benerin rantai motor teman di parkiran."

Suatu hari, sekolah kami sedang ada acara besar. Pentas Seni + Perpisahan Kelas 9. Panggung megah. Sound system menggelegar. Tamu undangan penuh.

Tiba-tiba... PET! Mati listrik total. Genset sekolah batuk-batuk, lalu mati. Hening. Panitia panik. Kepala Sekolah pucat. Teknisi sekolah lagi cuti sakit.

Acara terancam bubar. Malu besar kalau sampai gagal.

Di tengah kepanikan guru-guru... Saya lihat Taufik lari ke belakang panggung. Masih pakai seragam batik, dia buka jas almamaternya.

Dia jongkok di depan genset tua itu. Tanpa buku manual. Tanpa rumus fisika. Tangannya yang "kotor" itu bergerak cepat. Membuka klep, memutar baut, menyambung kabel yang putus.

Mulutnya komat-kamit. Bukan baca doa, tapi menganalisa mesin. "Ini carburetor-nya banjir, Pak. Busi-nya kotor," teriaknya ke saya.

Lima menit yang terasa seperti satu jam. Taufik berdiri. Keringat bercucuran. Tangannya makin hitam kena jelaga.

Dia tarik tuas genset sekuat tenaga. Brum... BRUMMM!

Lampu panggung nyala! Sound system hidup lagi! Satu lapangan tepuk tangan gemuruh. "Hidup Taufik! Hidup Taufik!"

Hari itu, Taufik yang nilainya 40 di kertas... Dapat nilai 1.000 di kehidupan nyata.

Minggu lalu, mobil saya mogok di jalan tol. Mesin overheat. Asap ngebul. Saya pinggirkan mobil, bingung harus telepon siapa.

Tiba-tiba ada mobil double cabin gagah berhenti di depan saya. Stiker di pintunya: "Taufik Engineering Solutions".

Seorang pria turun. Badan

25/11/2025

AIR MATA RASULULLAH BERLINANG MELIHAT KESEDERHANAAN KELUARGA ALI

Di malam Hari Raya, Sayyidina Ali ibn Abi Thalib terlihat sibuk membagi-bagikan gandum dan Kurma. Beliau bersama istrinya, Sayyidah Fathimah az-Zahra, Sayyidina Ali menyiapkan tiga karung gandum dan dua karung Kurma. Terihat, Sayyidina Ali memanggul gandum, sementara istrinya Sayyidah Fatimah menuntun Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Mereka sekeluarga mendatangi kaum fakir miskin untuk disantuni.

Esok harinya tiba Shalat ‘Idul Fitri. Mereka sekeluarga khusyuk mengikuti Shalat jama’ah dan mendengarkan khutbah. Selepas khutbah ‘Id selesai, keluarga Rasulullah Saw itu p**ang ke rumah dengan wajah berseri-seri.

Sahabat beliau, Ibnu Rafi’i bermaksud untuk mengucapkan selamat ‘Idul Fitri kepada keluarga putri Rasulullah Saw. Sampai di depan pintu rumah, alangkah tercengang Ibnu Rafi’i melihat apa yang dimakan oleh keluarga Rasulullah itu.

Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, dalam ‘Idul Fitri makanannya adalah gandum tanpa mentega, gandum basi yang baunya tercium oleh sahabat Nabi itu.

Seketika itu Ibnu Rafi’i berucap Istighfar, sambil mengusap-usap dadanya seolah ada yang nyeri di sana. Mata Ibnu Rafi’i berlinang butiran bening, perlahan butiran itu menetes di pipinya.

Kecamuk dalam dada Ibnu Rafi’i sangat kuat, setengah lari ia pun bergegas menghadap Rasulullah Saw.
Sesampainya tiba di depan Rasulullah, “Ya Rasulullah, ya Rasulullah, ya Rasulullah, putri baginda dan cucu baginda,” ujar Ibnu Rafi’i. “Ada apa wahai sahabatku?” tanya Rasulullah.

“Tengoklah ke rumah putri baginda, ya Rasulullah. Tengoklah cucu baginda Hasan dan Husein.”

“Kenapa keluargaku?”

“Tengoklah sendiri oleh baginda, saya tidak kuasa mengatakan semuanya.”

Rasulullah Saw pun bergegas menuju rumah Sayyidah Fatimah. Tiba di teras rumah, tawa bahagia mengisi percakapan antara Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah dan kedua putranya.

Mata Rasulullah pun berlinang. Beliau menang

25/11/2025

Dihakimi sebagai ahli maksiat

Malam itu, Istanbul basah oleh hujan yang jatuh seperti doa-doa yang tercecer. Sultan Murad IV berjalan dengan pakaian rakyat biasa, hanya satu pengawal setia mengikuti dari kejauhan.

Udara dingin, tapi hati seorang pemimpin jauh lebih dingin ketika ia mendengar bisikan keluhan rakyatnya.

Di tengah lorong yang sempit dan gelap... Sultan melihat seorang lelaki tergeletak di tanah berbatu.

Tidak ada cahaya. Tidak ada manusia yang menoleh. Hanya rintik hujan yang jatuh di wajah lelaki itu, seolah dunia pun enggan menyentuhnya.

Sultan Murad segera berlari, lututnya menghantam tanah yang basah. la menggenggam tubuh lelaki itu, mengguncangnya perlahan.

"Saudaraku... bangun. Pulanglah... malam terlalu dingin untukmu tidur di sini."

Tidak ada respons. Hanya kesunyian yang menjawab.

Sultan memeriksa nadinya, dan saat itulah ia sadar... lelaki itu telah kembali kepada Tuhannya. Sendirian, tanpa tangan yang meraih, tanpa suara yang memanggil namanya.

Ketika ia meminta bantuan orang-orang sekitar, semua wajah menjauh. Satu di antara mereka berkata tanpa ragu: "Dia pemabuk, Tuanku. Dan pezina. Biarkan saja."

Kata "biarkan saja" itu menampar keras. Seakan hidup lelaki itu tidak pantas ditutup dengan kasih sayang.

Sultan Murad menarik napas panjang, lalu dengan suara yang pecah ia berkata:
"Apakah dia bukan umat Nabi Muhammad?
Apakah kita membiarkan seorang muslim meninggal tanpa satu pun dari kita peduli?"

Lorong itu terdiam. Tak ada kata lain yang mampu melawan kalimat itu.

Jenazah itu akhirnya diantar ke sebuah rumah kecil yang remang. Seorang perempuan, istrinya jatuh berlutut, memeluk tubuh suaminya dan menangis seperti seseorang yang kehilangan separuh jiwanya.

Sultan hanya bisa menunduk... sampai wanita itu mengucapkan kalimat yang membuat dunia seakan berhenti berputar:

"Semoga Allah merahmatimu... wahai wali Allah."

Sultan mend**gak. Matanya membesar. Hujan seperti lenyap dari suara dunia.
Wali? Lelaki ini? Yang dicaci? Yang dihina?

Dengan suara yang gemetar, Sultan bertanya:
"Bagaimana engkau bisa berkata demikian... sementara semua orang mengatakan ia ahli maksiat?" Wanita itu mengusap wajah suaminya, seperti merapikan seseorang yang baru tidur. Suara lirihnya pecah menjadi kepingan- kepingan luka:
"Setiap malam... ia membeli minuman keras sebanyak yang mampu ia beli. la p**ang membawa botol-botol itu... bukan untuk diminum... tapi untuk dibuang, satu per satu...sambil berbisik: 'Ya Allah, aku tidak kuat. melihat kaum muslimin tenggelam dalam dosa. Izinkan aku meringankan beban mereka."

Air mata Sultan jatuh. la mengatupkan bibir menahan sesak. Wanita itu meneruskan dan kata-katanya menghantam seperti petir yang membelah dada

"Dan ketika ia pergi ke tempat pelacuran... la tidak pernah berniat kotor. la membayar para wanita itu... semua yang ia mampu... Lalu ia berkata kepada mereka: "Malam ini kalian bebas. Jangan layani siapa pun. Menjauhlah dari dosa."

Kemudian ia p**ang...tersenyum kecil... dan berkata padaku: "Alhamdulillah... setidaknya aku menutup pintu dosa untuk malam ini."

Wanita itu mulai menangis lebih keras, tangis yang bukan sekadar kehilangan, tapi luka yang tersimpan
bertahun-tahun.

"Aku pernah berkata
padanya... Jika kau mati, tak ada
muslim yang mau menyalatkanmu.' la tersenyum... seperti seseorang yang sudah berdamai dengan dunia... dan berkata: Jangan khawatir... Ketika aku mati, Sultanku sendiri yang akan menyalatkan aku."

Sultan Murad tidak mampu lagi menahan air mata. la menatap dalam-dalam wanita itu dan berkata: "Demi Allah... akulah Sultan Murad. Dan aku yang akan mengurus seluruh jenazah suamimu sampai ia
dimakamkan dengan kemuliaan."

Sumber: Buku Hikayat Cinta Baginda Nabi

14/11/2025
14/11/2025

Sama sama berpahala

06/11/2025

✔️ADAKAH YANG SALAH DENGAN WUDHU KITA?_✍️

Sebagaimana telah diketahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala mewajibkan shalat lima waktu kepada kita. Di antara kita ada yang baik dalam menunaikannya dan ada p**a yang buruk. Oleh sebab itu, wajib bagi setiap muslim untuk bersungguh-sungguh dalam menunaikannya semaksimal mungkin, supaya sempurna amalannya, dan penuh pahalanya.

Salah satu sebab berkurangnya pahala shalat adalah apa yang terjadi pada sebagian orang yang shalat berupa perkara-perkara yang menyelisihi shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, padahal beliau telah bersabda :👇

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.”
(📚HR. al-Bukhari).

Demikian juga apa yang terjadi pada sebagian mereka berupa kesalahan dan kekurangan dalam hal berwudhu, dan tidak membaguskannya, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :👇

“Barangsiapa yang berwudhu seperti apa yang diperintahkan, dan shalat seperti yang diperintahkan, niscaya diampunilah dosanya yang telah lalu.”
(📚HR. Ahmad dan an-Nasa’i).

Oleh karena itu pentingnya setiap muslim memperhatikan kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan dalam thaharah (bersuci), menjauhinya dan menasehati orang-orang yang terjerumus ke dalamnya supaya meninggalkannya dan agar kita semua meraih pahalanya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :👇

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya.”

🔰
KESALAHAN DALAM BERWUDHU_✍

➡️1. Melafalkan niat ketika berwudhu.

hal ini menyelisihi sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

“Tidak pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diawal wudhunya mengucapkan, ‘Nawaitu Raf’al Hadatsi’ tidak p**a, ‘(Nawaitu) Istibahaatas Shalati’ Bahkan tidak ada keterangan tentang hal itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, satu huruf pun (hadits), baik dengan sanad shahih maupun dhaif.”

➡️2. Berdoa ketika membasuh anggota wudhu.

seperti perkataan seb

07/11/2022

Sahabat Nabi yang mulia, Wathilah b. al-Asqa‘ radiyallahu ‘anh berkata:

مَن طلب علمًا فأدركه، فلهُ أجرانِ. ومَن طلب علمًا، فلم يدرِكْهُ، فله أجرٌ.

"Sesiapa yang berusaha menuntut ilmu agama, lalu mencapainya, dia memperoleh dua ganjaran.

Siapa yang berusaha menuntut ilmu, namun tidak mencapainya, dia masih memperoleh satu ganjaran."

— Diriwayatkan oleh al-Ṭabarānī dalam al-Muʿjam al-Kabīr. Lihat: Majmūʿat al-Fatāwā, 29/33.

Jangan patah semangat belajar agama, walaupun terasa s**ar. Kerana proses menuntut ilmu itu sendiri sebuah ibadah, walaupun seseorang tidak mencapai ilmu tersebut.

17/02/2022

*خمس حواس*
Panca Indera

اناانسان لي احساس
Aku manusia, punya penginderaan

املك دوما خمس حواس
Aku memiliki 5 Indera

بالانف اشم الوردة
Dengan hidung aku mencium mawar

بيدي المس وجه الجدة
Dengan tangan aku mengusap wajah nenek

بالعينين ارى الاعلام
Dengan dua mata aku melihat bendera

تخفق في امن وسلام
Berkibar dengan tenang dan damai

بلاذنين اسمع تغريد العصفور
Dengan 2 telinga aku mendengar kicau burung

وهو يحلق فوق الدور
Dia terbang tinggi di atas rumah rumah

بلساني اتذوق حلوى
Dengan lidah aku mengecap sesuatu yg manis

وبها جسمي يصبح اقوى
Dengannya badanku menjadi lebih kuat

07/02/2022

OPEN PRIVATE DAN KELAS MEMANAH Bersama .zeeyaadahgowamks

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Membuka kembali Private Memanah dan Kelas Memanah untuk kalian semua yang ingin menguasai:
✅ Adab Memanah
✅ Tekhnik Dasar Memanah
✅ Pengenalan Alat Memanah
✅ Tekhnik Membidik
✅ Pemantapan Ulang Tekhnik
🏹 Menyediakan Alat Memanah khusus Yang Tidak Punya Alat Memanah.

Yang mau bergabung bisa langsung hubungi kontak admin dibawah ini
085766909902 ( Khusus Private Pribadi )
+62 852-4032-9889 ( Chaca)



Want your school to be the top-listed School/college in Makassar?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Makassar

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00