26/11/2013
Guru Kabupaten Cirebon Sehari Berpuisi Meriahkan HUT PGRI
---
SEBAGAI upaya meriahkan Hari Guru Nasional 2013 dan peringatan HUT PGRI ke- 68, PGRI Kabupaten Cirebon menggelar lomba baca puisi untuk guru. Kegiatan yang bertema Sehari Berpuisi diikuti 40 perwakilan dari tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon. Acara tersebut dimulai pada pukul 10.30 pada Senin, (25/11) di gedung PGRI Sumber.
Pembukaan kegiatan lomba baca puisi dihadiri oleh Kadisdik dan Sekdidsdik Kabupaten Cirebon, H Erus Rusmana dan Dadang A Kosasih, serta Ketua PGRI Kabupaten Cirebon, Dadang M Dawud. Kegiatan tersebut dimeriahkan oleh seluruh pengurus PGRI dan peserta lomba baca puisi.
Kegiatan Sehari Berpuisi dibuka oleh Kadisdik Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana. Dalam sambutannya Erus menjelaskan sejarah perjalanan guru Indonesia yang gigih dalam perjuangannya di masa penjajahan Belanda. Dimasa pendudukan kolonial Belanda organisasi guru dikuasai dan dibatasi pemerintah kolonial Belanda.
Dijelaskannya, 100 hari setelah Indonesia merdeka tepat pada tanggal 25 November 1945, para guru Indonesia meski masih dibatasi namun sudah berani membela nasib bangsa Indonesia melaui kongres pertama yang membentuk organisasi Persatuan Guru Indonesia (PGI).
Erus mengharapkan, refleksi peringatan hari guru nasional ini bisa meningkatkan pofesionalisme dan mewujudkan pengabdiannya untuk mengisi kemerdekaan Indonesia. Pada pembukaan kegiatan tersebut, Ia mebacakan puisi yang berjudul Pahlawan Pendidikan.
Disebutkan, para guru Indonesia gigih berjuang dan membela nasib bangsa Indonesia melaui kongres pertama membentuk organisasi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tepat 100 hari setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 25 November 1945.
โUntuk itu, saya mengharapkan peringatan hari guru nasional ini bisa meningkatkan profesionalisme dan mewujudkan pengabdiannya untuk mengisi kemerdekaan Indonesia,โ paparnya.
Menurut Kabid Inkom PGRI yang juga ketua panitia kegiatan, Rudianto menjelaskan perlombaan puisi bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar guru se-Kabupaten Cirebon dalam menuangkan gagasan, ide, atau pengalaman hidup.
Dijelaskannya, dengan perlombaan ini guru mampu mengaktualisasikan dirinya melalui puisi. Ia menambahkan, bahwa pembacaan puisi berkaitan dengan ungkapan bahasa hati. Diharapkan ketika guru mengajar di kelas mengedepankan kelembutan hati, lebih santun dan profesional.
Rudianto menambahkan, perlombaan puisi yang diadakan PGRI Kabupaten Cirebon, tujuannya sebagai ajang silaturahmi antar guru seKabupaten Cirebon dalam menuangkan gagasan, ide, atau pengalaman hidup. โPembacaan puisi kaitannya dengan hati, untuk itu Diharapkan ketika guru mengajar di kelas mengedepankan kelembutan hati, lebih santun dan profesional, guru diharapkan sebagaimana artinya, yaitu digugu dan ditiru,โ terangnya.
Ketua PGRI Kabupaten Cirebon, Dadang M Dawud dalam sambutannya mengatakan, peringatan HUT PGRI ke 68 di Kabupaten Cirebon memberikan suasana baru. Diterangkannya, kegiatan perlombaan puisi untuk guru-guru merupakan kali pertama dislenggarakan oleh PGRI Kabupaten Cirebon.
Dadang menjelaskan suasana meriah dan atraktif menyambut HUT PGRI ke 68 dilaksanakan di tiap Kecamatan.*