MTs Sabilul Chalim menjadikan sekolah yang unggul di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Iman dan Takwa (IMTAK) serta mewujudkan kultur dan lingkungan yang nyaman, asri dan Islami Sebagai seorang santri Pasundan yang pandai berkidung dan menguasai ilmu Balaghoh (sastra Arab kuno) maka KH Abdul Chalim kemudian banyak sekali menciptakan syair-syair berbahasa Arab untuk memompa semangat
perjuangan santri-santri yang tergabung di dalam Nahdlatul Wathan. Melalui aktivitasnya di Nahdlatul Wathan inilah KH Abdul Chalim menerapkan gagasan-gagasan keagamannya tentang interaksi sosial dan solidaritas politik dan kebangsaan dalam masyarakat. Selain nahdlatul Wathan, KH Abdul Chalim juga tercatat sebagai pengajar di Tashwirul Afkar Surabaya. Selama mengabdi di Surabaya, berkali-kali KH Abdul Chalim pulang ke Majalengka untuk menyampaikan kabar-kabar terbaru dari Surabaya yang kala itu merupakan pusat perjuangan kaum santri dalam membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan dan kebodohan umat. Setiap pulang ke Majalengka, KH Abdul Chalim selalu mendatangi rumah-rumah penduduk untuk mengajarkan dan memperkenalkan faham Ahlussunnah Waljamaah. KH Abdul Chalim selalu membagi-bagikan gambar-gambar dan surat kabar Swara Nahdlatoel Oelama kepada masyarakat di daerah Majalengka dan sekitarnya. Tahun 1942 ketika ormas-ormas Islam dibekukan oleh pemerintah penjajahan Jepang, KH Abdul Chalim mendapat dua tantangan besar di daerahnya. Intervensi Jepang kepada para pemuda untuk bergabung dalam pasukan militer Jepang dan kebanggan para pemuda untuk menjadi komunis merupakan dilema yang sangat sulit dihadapi. Dalam situasi inilah KH Abdul Chalim membentuk Hizbullah cabang majalengka bersama KH Abbas Buntet Cirebon. Hizbullah Majalengka kemudian bahu membahu bersama dengan kelompok-kelompok pejuang lainnya, baik dari laskar-laskar santri maupun laskar-laskar pemuda lainnya untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tahun 1955 KH Abdul Chalim menjadi anggota DPR dari partai NU dari perwakilan Jawa Barat. Sejak saat ini perjuangan KH Abdul Chalim lebih dititikberatkan pada pemberdayaan warga NU Jawa Barat dengan membentuk berbagai wadah pemberdayaan masyarakat seperti PERTANU (Perkumpulan Petani NU), PERGUNU (Perkumpulan Guru NU) dan pendirian lembaga-lembaga pendidikan NU di Jawa Barat lainnya. Pada suatu hari tanggal 11 April 1972 M., selepas menunaikan ibadah sholat KH Abdul Chalim menghadap Ilahi dengan tenang dan dimakamkan di kompleks pesantren Sabilul Chalim Leuwimunding, Majalengka. Pesatnya Perkembangan dan kemajuan teknologi di era otonomi harus diimbangi dengan peningkatan keimanan dan ketakwaan menuju masyarakat madani. Salah satu Upaya tersebut Yayasan Pendidikan Islam Sabilul Chalim Membawahi RA, DTA dan MTs yang Berdiri Sejak 1974 selalu menyiapkan para siswa-siswi yang berilmu amaliah dan mencontoh gratis perjuanga para ulama khususnya pendiri madrasah Al-Magfurlah KH. Abdul Chalim Sekaligus Memperingati Kelahiran Nabi Muhammad, SAW
Struktur Organigram MTs Sabilul Chalim 2020/2021
Kepala Madrasah : Drs. Haerul Asip, M.Ag
Waka Kurikulum : Sanim, S.Pd.I
Waka Kesiswaan : Nurdin S.Pd.I
Waka Sapras : Tatang Sonjaya, S.Pd.I
Waka Humas : Totong Saefullah, S.Pd.I
Kaur TU : Fathia Nurhanifatunnisa
Kepala Perpustakaan : Hj. Nunung Nurjanah, S.Pd.I
Kepala Lab. IPA : Dian Estiawati, S.Pd.I
Pembina OSIS : Ahmad Hildan FA, S.Pd.I
Pembina Pa Pramuka : Teguh Kusmianto, S.Pd
Pembina Pi Pramuka : Ade Sriningsih, S.Pd
Pembina Keagamaan : Ahmad Sakhowi, S.Pd.I
Pembina Marching Band : Wiwin Susanti S.Pd
Pembina Voli : Dicky Rizqiawan, S.Pd
Pembina Futsal : Faisal Gufron, S.Pd
Pembina PMR : Abdul Haris, S.Pd.I
Pembina PKS : Lenita, S.Pd
Pembina Sanggar Tari : Darmini, S.Pd
Konselor BK/BP : Siti Rahmah, S.Sos dan Evi Nurhamidah, S.Pd