04/10/2021
Mengaji Al-qur’an sejak zaman dulu adalah menjadi budaya dan sebuah adat yang khas di Indonesia. Belajar mengaji dari mulai usia dini dan juga sampai usia remaja ataupun usia yang sudah tua. Belajar mengaji sehartusnya ditanamkan dari mulai usia dini karena diusia dini mereka masih sangat bersih.
Anak-anak mampu memahami dan menirukan secara cepat dan sangat mudah mengajari anak usia dini. Anak usia dini sangat mudah menirukan dengan cepat dan kesempatan ini bisa dipakai untuk memudahkan dalam pembelajaran belajar mengaji sesuai dari dasar.
Belajar mengaji Al-qura’n harus diterapkan dari usia dini karena akan lebih mudah baik bagi pendidik ataupun peserta didik. Namun pada kenyataannya belajar mengaji Al-qur’an zaman sekarang sangat sedikit sekali anak-anak kecil yang mau belajar karena mereka lebih s**a dengan menonto tv, main gadget dan juga main game.Kesadaran mengaji tidak hanya harus digerakkan kepada anak-anak namun lebih utama kepada orang tua didik. Karena merekalah yang sebenarnya kunci keberhasilan.
Kedisiplinan dan kemauan yang dipupuk dari orang tua kepada anak-anak untuk belajar mengaji Al-qur’an harus digiatkan dan dilakukan berulang ulang untuk mengingatkan mereka bahwa mengaji itu penting.
Penting bagi mereka dimasa yang akan datang, karena mengaji Al-qur’an adalah sebuah ibadah dimana jika melakukannya mendapatkan pahala. Al-qur’an adalah pedoman hidup umat Islma maka dari itu kita harus mempelajarinya dan memahami isinya.
Pembelajaran Al-qur’an memilili banyak metode, namun pada dasarnya belajar mengaji Al-qur’an harus ditekuni karena setiap pendidik mempunyai strategi masing-masing dalam mengajar mengaji Al-qur’an. Agar mampu mengusai ilmu Al-qur’an kita diharuskan rajin dan tekun dalam mempelajarinya.