Pondok Pesantren Darul Anshor معهد دار الأنصار للعلوم الدينية

  • Home
  • Indonesia
  • Majalengka
  • Pondok Pesantren Darul Anshor معهد دار الأنصار للعلوم الدينية

Pondok Pesantren Darul Anshor معهد دار الأنصار للعلوم الدينية Pusat Pendidikan Tahfiz al Qur'an dan Alim

Alhamdulillah Darul Anshor berbagi Kasih Ramadan. Titipan daripada sahabat bermawan Jemaah Malaysia.Jazakumullahu Khaira...
01/04/2026

Alhamdulillah Darul Anshor berbagi Kasih Ramadan. Titipan daripada sahabat bermawan Jemaah Malaysia.

Jazakumullahu Khairan kepada semua yang telah berinfaq bersama Yayasan Darul Pondok Pesantren Darul Anshor معهد دار الأنصار للعلوم الدينية
PondokPesantren DarulAnshor Majalengka
Ponpes Darul Anshor

21/03/2026

Assalamu Alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Kami segenap keluarga besar pondok Pesantren Darul Anshor Majalengka Mengucapkan :

🌙Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H 🌙

Selamat merayakan hari kemenangan, semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita,
mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita kembali dalam keadaan fitrah.

Mohon maaf lahir dan batin.

💫Eid Mubarak💫

Semoga kita semua dalam sehat, Afiat dan keberlimpahan dan jumpa lagi dengan Ramadan tahun-tahun yang akan datang. Aamiin

25/02/2026
14/02/2026

Tarim Duduk
Oleh: Dahlan Iskan

Sabtu 14-02-2026

Masjid kuno dengan menara tanah di Tarim yang masuk c***r UNESCO (kanan). Sementara di sisi kiri merupakan pemandangan kampung tua di Tarim dengan gang-gang berliku dan bangunan dengan tembok dari tanah.--

Menu makan malam di rumah warga kampung Aidid itu campuran: Indonesia-Arab.

"Hadza kerupuk," ujar tuan rumah menyodorkan satu kantong plastik. "Wa hadza blinjo," tambahnya.

Beberapa kosa kata Indonesia memang sudah menjadi bahasa Arab di Tarim. Ada 6.000 mahasiswa Indonesia di Yaman. Yang di Tarim saja 3.000 orang.

"Sarung" juga sudah jadi kosa kata Arab di sana. Demikian juga "almari", "sandal", "kacamata". Kalau "kursi" memang asalnya dari bahasa Arab yang sudah jadi bahasa Indonesia.

"Apa saja yang ada di Indonesia bisa didapat di Tarim. Tempe pun sudah ada yang membuat di sini".

Makan malam itu lima orang: tuan rumah, satu guru asal Mesir, teman si Mesir, satu mahasiswa asal Banjarmasin dan satu cucu tuan rumah yang masih berumur 11 tahun.

Si cucu rajin sekali. Penuh inisiatif. Tanpa ada yang menyuruh. Pun tidak perlu ada kedipanmata tertuju kepadanya. Ia lakukan semuanya secara otomatis. Ia yang mengucurkan air dari teko: untuk cuci tangan kami sebelum makan. Ia yang mengucurkan air teko untuk cuci tangan setelah makan. Ia yang ambilkan air minum. Ia yang memindahkan piring seusai makan.

"Anda yang melakukan semua ini. Apakah karena merasa Andalah yang paling muda di antara kami?" tanya saya kepada si 11 tahun.

Ia hanya tersenyum. Kakeknya yang menjelaskan: itu sudah menjadi adab kami di sini. Itu bagian dari ajaran di dalam keluarga. Bahwa yang paling muda melayani yang lebih tua.

Anak harus mengabdi pada orang tua. Murid menghormati guru. Bakti kepada ibu bagian dari turunnya ridho. Menyakiti hati ibu bagian dari akan datangnya musibah dan kesialan.

Rupanya adab inilah yang menjadi daya tarik utama Tarim. Para mahasiswa Indonesia mengakui itu. Itulah yang membuat mereka kuliah di Tarim.

"Di sinilah satunya kata dan perbuatan bisa dirasakan", ujar salah seorang mahasiswa Indonesia.

"Soal ilmu, pasti di pesantren Indonesia banyak yang lebih bagus. Soal ekonomi apa lagi. Apa yang bisa diharap dari Tarim. Tidak ada," ujar yang lain. "Di sini kami mendapatkan teladan sempurna dari guru-guru kami," tambah yang lain lagi.

Saya memang bertemu dengan para pengurus PPI di Tarim. Makan malam bersama. Bahkan di hari lain saya diundang ke forum mahasiswa Indonesia yang lebih besar.

Mahasiswa itu bercerita tentang yang terjadi di satu pengajian. Anak kecil membagikan selebaran kertas berisi doa. Ia menerima selebaran itu dengan tangan kiri. Anak kecil itu menarik kembali selebaran itu dari tangannya. Lalu menunjuk tangan kanannya.

Demikian juga soal siwak. Para guru selalu menggosok gigi dengan potongan kayu siwak. Setiap saat. Pun di depan kelas. Suatu saat guru mengajarkan ilmu tentang keutamaan siwak.

Keesokan harinya sang guru bertanya kepada murid: siapa yang hari itu sudah mengantongi siwak di saku. Ketika mendapatkan belum ada murid yang membawa siwak, pelajaran tidak dilanjutkan. "Untuk apa sudah belajar keutamaan siwak tapi kalian tidak menerapkan ilmu itu," kata sang guru.

Saya pun ingat kejadian memalukan siang sebelumnya. Saya ziarah ke masjid tua di Tarim. Umurnya ratusan tahun. Masjid Mehdar (Al-Muhdhar). Menaranya pun terbuat dari tanah. Kuat sekali.

Di dalam masjid itu ada layanan minum air dari kran. Gratis. Dua kran. Satu kran berisi air minum buatan pabrik. Satu lagi kran air tanah dari bawah masjid –dengan banyak khasiat dan berkah bagi yang memercayainya

Saya minum yang dari air tanah. Minum di dekat kran. Sambil tetap berdiri. Teman saya, orang Tarim, juga mengambil gelas aluminium untuk kran air tanah. Lalu duduk. Baru minum.

Saya pun merasa ditegur secara tidak langsung: kok tidak minum sambil duduk.

"Kenapa Anda tadi tidak menegur saya ketika melihat saya minum sambil berdiri?"

Ia menjawab dengan cerita di zaman Nabi. Suatu saat, Hasan dan Husain, cucu Nabi, melihat orang berwudu dengan cara yang salah. Hasan mengajak Husain untuk menegur orang itu. Husain mencegah. "Lebih baik kita berwudu dengan cara yang benar di sebelah orang itu," jawab Husain seperti yang ditirukan teman Tarim saya.

Tarim sangat religius.

Ajaran soal tangan kanan, minum sambil duduk, pakai siwak, dan sebangsa itu begitu dalamnya dihayati.

Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.

Kenapa di Indonesia soal tangan kanan, siwak dan minum sambil duduk dianggap lebih perlu dihayati dari pada yang satu itu. (*)
https://disway.id/catatan-harian-dahlan/929770/tarim-duduk

Informasi Mojokerto dan sekitarnya
Klik...
https://mojokerto.disway.id/news/read/7944/lapas-mojokerto-kembali-gelar-razia-kamar-hunian-untuk-perketat-keamanan

14/02/2026
PENERIMAAN SANTRI BARU PUTRA & PUTRI PENDAFTARAN santri Baru Pondok Pesantren Darul Anshor معهد دار الأنصار للعلوم الدين...
13/01/2026

PENERIMAAN SANTRI BARU PUTRA & PUTRI

PENDAFTARAN santri Baru Pondok Pesantren Darul Anshor معهد دار الأنصار للعلوم الدينية tahun ajaran 2026-2027 kini dibuka.

Saatnya bergabung menjadi bagian generasi berilmu dan berakhlak mulia.

Kuota hanya untuk 20 orang santri saja, segera daftarkan putra putri kesayangan bapak ibu.

MONDOK (TAHFIZ & KITAB) + Dapat IJAZAH SMP & SMA

Hubungi: kang Iyad Nuralim 0853 1459 5131
Dan Ustadz Hamdan: 0815 4693 5344

Mohon bantu share seluas-luasnya. Semoga menjadi asbab hidayah dan kebaikan. Aamiin

berat PondokPesantren DarulAnshor Majalengka

05/12/2025

Alhamdulillah, pagi jumaat penuh berkah ini, kami bersama para santri dapat membaca surah alkahfi dan wirid2 pagi jumaat di bangunan baru.

Walaupun masih belum siap sepenuhnya, tapi dalam seminggu sekali akan melakukan amalan di tempat baru ini. Semoga menjadi amal jariah buat kita semua dan buat semua yang berinfaq, mendoakan serta mensharenya kepada teman2 yang lain.

Bagi yang berhajat untuk berinfaq, berwakaf untuk saham akhirat, boleh salurkan terima ke no rekening dan QRIS yang kami tulis di kolom komentar

Jazakumullahu Khairan

07/09/2025

Update Pembangunan 7/9/2025

MOHON DOA RESTUNYA

Salurkan Infaq terbaik Anda ke:

👉 *BANK SYARIAH INDONESIA* *7323589962*

Atas nama *YAYASAN DARUL ANSHOR MAJALENGKA*

Telpon/WA:
085314595131 (Ustadz Iyadh)
0815-4693-5344 (Ustadz Hamdan)

Dan bagi para jemaah di Malaysia ke no akun:
👉 *MAYBANK* 153065293645

Atas nama Iyad Nuralim
(Pengasas dan Mudir Maahad Darul Anshor)
No Phone: 01126847655

Address

Jalan Raya Sunia, Banjaran, Kabupaten Majalengka 45468
Majalengka
JAWABARATDARIBANDUNG-+125KM

Telephone

+6285314595131

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Darul Anshor معهد دار الأنصار للعلوم الدينية posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category