PP Darul Ulum Putri Poncol

PP Darul Ulum Putri Poncol La Haula wa la quata ila billah Dari SANTRI
Oleh SANTRI
Untuk AGAMA dan NEGERI

26/06/2023
14/06/2020

"KAMI TAHU"

bahwa Dari pengetahuan kami tahu.
dan
Dari ilmu kami mengerti.

suasana Ngaji Tahosus oleh Agus Fathul Munif Alfata bersama Santri Tahosus PP Darul Ulum di ikuti oleh Nhaf Dek Sarry Qothrul Ghoits Ida Wakhidah Titiktaffana Dheywi dan mbak² yg gak muncul nama d fb mimin hhh juga ada yg paling ganteng dewe Kawulo Alit (benar² dewe) 😅😅😅
📷 : Idaingsun

Welcome Anniversary 36 th YPM Darul Ulum Poncol 😍
19/08/2019

Welcome Anniversary 36 th YPM Darul Ulum Poncol 😍

METODE CEPAT MEMBACA KITAB KUNING ADA DI MAGETAN JAWA TIMUR 👏👏👏NAHWU JAWAN adalah metode percepatan membaca kitab kuning...
15/07/2019

METODE CEPAT MEMBACA KITAB KUNING ADA DI MAGETAN JAWA TIMUR
👏👏👏
NAHWU JAWAN adalah metode percepatan membaca kitab kuning yg diterapkan di Pon-Pes Darul ulum Poncol.
Untuk memahami Alquran, hadist, tafsir dan kitab" Fiqh mutlak dibutuhkan penguasaan terhada ilmu alat, dan nahwu jawan ini adalah salah satu ihtiyar dgn menadzomkan kitab Aljurumiyyah kedalam bahasa Indonesia supaya lebih efektif untuk dihafal dan difahami.
Kitab al jurumiyah yg kaprahnya membutuhkan waktu satu tahun pelajaran cukup difahami dalam waktu 1-2 bulan saja.

COME JOIN US🤗
DONT MISS IT🤗

Aku… perempuan... Hidup dalam ‘kegemerlapan’ adalah harapan. Namun, melatih diri agar siap hidup dalam keterbatasan, ada...
09/01/2019

Aku… perempuan...
Hidup dalam ‘kegemerlapan’ adalah harapan. Namun, melatih diri agar siap hidup dalam keterbatasan, adalah suatu keharusan. Karena walau ayah dan bunda serba berkecukupan, aku harus tetap belajar untuk siap hidup dibawah tekanan. Belajar agar tetap siaga untuk menghadapi segala kemungkinan yang datang tak terduga, apalagi… kemungkinan-kemungkinan yang tak diinginkan. Sebab nanti, aku akan menjadi rumah bagi yang kucintai setiap harinya. Rumah yang sudah sepantasnya memberikan rasa aman, juga nyaman. Menjadi tempat bersandar yang paling kukuh, bahkan… ketika ia hampir runtuh. Meredakan gigil, dengan akhlak yang menghangatkan. Meredakan khawatir, dengan pribadi yang menenangkan. Dan meredakan perih, dengan kelembutan yang menguatkan. Sebab mungkin, yang kudampingi kelak takkan selalu bertahtakan mahkota. Pun, takkan selalu berkuasa diatas singgasana. Kelak, mungkin akan ada waktu jatuh dan terpuruknya. Dan sudah sepantasnya… aku senantiasa siap merangkul membersamainya.

Aku… perempuan. Tak sering make up-an bukan berarti tak peduli akan kecantikan. Walau sehari-hari tampil seadanya – dengan bibir yang tak bergincu, bulu mata tanpa maskara, dan hanya berbedak alakadarnya, tetapi untuk yang menghalalkanku nanti, sudah tentu aku bersemangat belajar mengelokkan diri. Tak usah bermodal berjuta-juta, toh aku masih bisa belajar ‘membahagiakan’ tanpa didahului dengan ‘menyusahkan’. Cukuplah dengan belajar cantik dalam kesederhanaan. Kesederhanaan yang mampu membeli ‘sebaik-baik keistimewaan’. Dengan merapikan pribadi yang nampak, lebih-lebih… membaikkan yang tersembunyi. Bukan cuma mempercantik dzahir, namun juga mengindahkan bathin. Menjaga kehormatan dengan iman, hingga kelak, yang empunya merasa aman. Sebab, perhiasan hidupnya telah ‘tahu diri’, sekaligus ‘tahu cara terbaik menjaga dirinya sendiri’. Dan semua itu juga tak lain kulakukan karena Pencipta-ku telah menghargai kaumku bak permata-intan. Maka lewat Islam, Ia menjagaku dengan sepenuh cinta agar tak sedikitpun didapati goresan. Lantas, demi sanjungan, haruskah kemudian aku menjadikan diriku sebagai barang obralan? Ah, hadiah istimewa hanya diberikan kepada yang teristimewa, bukan?

Aku… perempuan. Menjaga interaksi dengan lawan jenis sungguh bukan untuk jaim-jaiman. Aku hanya khawatir, bagaimana jika karena nafsu yang terlampau dipertuturkan… lantas kita sama-sama ‘saling menjatuh(hati)kan’? Jika ‘jatuh’ bersama, sedang kesiapan telah ada pada keduanya, ya syukurlah… mungkin memang sebaiknya kita jatuhkan saja hati kita pada ‘kehalalan’. Namun, jika belum siap… bukankah itu cukup dikatakan sebagai bencana? Bahkan, jika kau saja yang berhasil ‘kujatuhkan’, atau… jika aku saja, bukankah itu akan lebih mengerikan? Walaupun sebenarnya… urusan cinta dan segala perasaan yang hadir sebelum kita siap menghalalkannya bukan perihal bertahan dalam posisi aman tanpa ‘menjatuhkan’, atau ‘dijatuhkan’. Melainkan, semuanya murni perihal ‘pengendalian’, dan bagaimana cara ‘menjatuhkan diri pada tempatnya’. Maka, kalaupun rasa itu terlanjur ‘jatuh’, jangan saja kita biarkan ia jatuh pada tempat Tuhan bertahta. Sebab… kehilangan manusia, ya… kita hanya kehilangannya saja. Namun kehilangan Tuhan dikalbu, ahhh… pedihnya… jangan tanya! Maka ketika aku jatuh cinta, maaf jika harus kukatakan, bahwa: “Aku mencintaimu, tetapi… cintaku itu takkan pernah cukup untuk membuatku membangkang kepada Tuhan-ku.”

Maka berjuanglah dengan sabar wahai para gadisSungguh jika kau sabar ,buah nya akan selalu manis 🙅
20/07/2018

Maka berjuanglah dengan sabar wahai para gadis
Sungguh jika kau sabar ,buah nya akan selalu manis
🙅

💎Buat apa kita SOMBONG !!!!!💎 *Lahir* : ditolong oleh *Orang lain**Nama* : diberi oleh *Orang lain**Pendidikan* : didapa...
09/04/2018

💎Buat apa kita SOMBONG !!!!!💎

*Lahir* : ditolong oleh *Orang lain*

*Nama* : diberi oleh *Orang lain*

*Pendidikan* : didapat dari *Orang lain*

*Gaji* : diterima dari *Orang lain*

*Kehormatan*: diberikan oleh *Orang lain*

*Mandi pertama*: dilakukan oleh *Orang lain*.

*Mandi terakhir*: dilakukan oleh *Orang lain*

*Harta setelah meninggal*: menjadi hak *Orang lain*

*Pemakaman* : dilakukan oleh *Orang lain*

Ternyata sejak lahir hingga meninggal kita selalu membutuhkan *Orang Lain*.

Kita mulai sadar bahwa hidup ini membutuhkan orang lain :
*DIMANA KEHEBATAN KITA*

Ternyata, kita bukanlah siapa-siapa tanpa "ORANG LAIN".

Bersahabatlah dengan semua orang karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka. 🙏
_______________________

RUMUS MENCARI ISTERI SHOLIHAH MENURUT MATEMATIKA      Al Khawarizimi, siapa yang tidak kenal beliau.Ilmuwan muslim penem...
31/03/2018

RUMUS MENCARI ISTERI SHOLIHAH MENURUT MATEMATIKA


Al Khawarizimi, siapa yang tidak kenal beliau.
Ilmuwan muslim penemu angka NOL, nama lengkap beliau adalah Muhammad bin
Musa Al Khawarizmi. Ia lahir di Khawārizm (Khiva, Uzbekistan) sekitar
tahun 780, selain ahli matematika, Al Khawarizmi juga ahli astronomi dan
astrologi.

Suatu hari, Al Khawarizmi ditanya tentang calon istri terbaik. Penemu
bilangan nol ini kemudian menjawab dengan menggunakan rumusnya.

/*“Agama itu nilainya 1, sedangkan hal lain nilainya 0.
Jika wanita itu shalihah dan baik agamanya, maka nilainya 1
Jika dia cantik, tambahkan 0 di belakangnya. Jadi nilainya 10
Jika dia kaya, tambahkan 0 lagi dibelakangnya. Jadi nilainya 100
Jika dia keturunan orang baik-baik dan terhormat, tambahkan 0 lagi. Jadi
nilainya 1000
Sebaliknya jika dia cantik, kaya dan nasabnya baik tetapi tidak punya
agama, nilainya hanya 0.
Berapapun 0 dihimpun, ia tetap 0”*/

Demikianlah jawaban hebat dengan matematika. Al Khawarizmi mengajarkan
kepada kita, mencari istri hendaklah menjadikan agama sebagai
pertimbangan utama. Jika agamanya baik, maka kelebihan-kelebihan yang
lain akan menjadi kebaikan yang berlipat ganda. Namun jika agamanya
tidak ada, tidak berguna segala kelebihan wanita.

Yang dimaksud dengan agama bukanlah sekedar pengetahuan. Bukan p**a
latar belakang pendidikan jurusan agama. Tetapi pemahaman dan
pengamalannya. Agamanya baik, artinya ia memahami agama dan
mengamalkannya. Agamanya baik, artinya akhlaknya baik. Agamanya baik,
artinya karakternya baik.

Wanita cantik dan agamanya baik, ia akan menggunakan kecantikannya untuk
melayani suami. Persis seperti gambaran istri membahagiakan dalam hadits
Nabi; jika dipandang ia menyenangkan. Maka ketenangan dan kebahagiaan
pun memenuhi kehidupan pernikahan.

Wanita kaya dan agamanya baik, ia akan menggunakan kekayaannya di jalan
kebaikan. Seperti bunda Khadijah, ia membantu suami berdakwah, ia
menggunakan hartanya untuk perjuangan Rasulullah.

Wanita dari nasab terhormat dan agamanya baik, ia menjadi kehormatan
tersendiri bagi suami. Dan juga menjadi saham yang baik bagi
anak-anaknya nanti.

Maka jika engkau bertanya wanita manakah yang terbaik untuk menjadi
istri, sesuai rumus Al Khawarizmi, jawabannya adalah pertama-tama
carilah wanita shalihah barulah engkau perhitungkan kelebihan-kelebihan
lainnya.

Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW;

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعِ خِصَالٍ : لِمَالِهَا
وَجَمَالِهَا وَحَسَبِهَا وَدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ }

Rasulullah menjelaskan bahwasanya "wanita itu dinikahi atas empat
perkara: adakalanya karena hartanya, karena kecantikannya, ada juga
karena nasabnya, dan karena agamanya."

Namun dalam hadits lanjutannya beliau berkata:

فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Maka nikahilah wanita karena agamanya, maka tanganmu akan dipenuhi
dengan debu.
Wallahu a'lam.

In-frame : aktifitas kegiatan disekolah Formal Mts & SMA DU, demi memperjuangkan predikat SHOLIHAH...

Call Center PPDUPI : +6285736202986 / 085708072031

Dear Solehah..Jika ingin mendapatkan yang baik, maka jadikan dirimu baik p**aJika ingin mendapatkan yang soleh,maka jadi...
27/03/2018

Dear Solehah..
Jika ingin mendapatkan yang baik, maka jadikan dirimu baik p**a
Jika ingin mendapatkan yang soleh,maka jadikan dirimu solehah p**a.
Jika ingin mendapatkan imam yang baik,maka jadilah makmun yang baik p**a.
______________________
Jangan sibuk menuntut,tapi jadi apalah yang kau tuntut. .
Jodohmu adalah cerminan dirimu .
🎬27 maret 2018 hurmat manten Khotimatul khasanah

Di Ma'had ini Kami mengaji,  berproses tuk jadi wanita tangguh dan Mandiri,  krn hidup tak seindah bualan Halusinasi Per...
12/03/2018

Di Ma'had ini Kami mengaji, berproses tuk jadi wanita tangguh dan Mandiri, krn hidup tak seindah bualan Halusinasi

Pertama di Ma'had kami harus tertatih-tatih bankit dan berjalan menyusuri jalan panjang kesuksesan meski sendirian, berbekalkan Kompas Nasehat kyai, doa serta bayangan wajah penuh harapan dri orang tua, kami mampu menerima ujian serta tempaan demi mengejawentahkan "bahwa hidup ini memang tk slamanya mudah, penuh tantangan, rintangan serta perjuangan"

Bagi kami, wanita tangguh itu bukan berarti tak boleh menangis. Krn menangis bukanlah cerminan kelemahan, menangis merupakan hal yang manusiawi. Jadi, tak perlu membendung tangis jikalau setiap tetes air mata dpt meredam gejolak dalam hati dan jiwa

Wanita tangguh itu adalah wanita yang tidak takut akan kegagalan. Ia mungkin akan bersedih dan meluapkan emosi. Tapi, ia tak akan terlena terlalu lama. Ia akan segera menyeka air matanya. Mampu bangkit lagi dan kembali berdiri di atas kaki sendiri.

Dipenjara suci, karakter kami terbentuk untuk mandiri, karakter yg tdk menggantungkan masa depan pda siapapun, sbb setiap jenjang kehidupan slalu berada pada gengaman tangan yg hrus dijalani dan diputuskan dgn penuh tanggung jawab serta kedewasaan.....

Akhiron, Kami adlh yg slalu mendoakan sosok Imam penyempurna dimasa depan

Teras pondok 12-03-18

Konco Mondok wes ganti kamar, ganti status itu????Seneng? Iya!Sedih?Iya!
04/03/2018

Konco Mondok wes ganti kamar, ganti status itu????
Seneng?
Iya!
Sedih?
Iya!

رَبِّ فَاجْعَلْ مُجْتَمَعْناَ غَايَتْهُ حُسْنُ الخِتاَمِWahai Tuhanku,jadikan majlis kami berujung akhir yang baik,حَضْر...
04/01/2018

رَبِّ فَاجْعَلْ مُجْتَمَعْناَ غَايَتْهُ حُسْنُ الخِتاَمِ
Wahai Tuhanku,jadikan majlis kami berujung akhir yang baik,
حَضْرَةٌ فيهاَ عَرَفْنَا سِرَّتَصْرِيفِ الكَلاَمِ
Sebuah kemuliaan dalam majlis sehingga kami tahu maksud berbagai macam pembahasan.

Address

Jalan H. SAMANHUDI No. 39
Magetan
63362

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PP Darul Ulum Putri Poncol posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category