05/06/2026
Jangan Silau oleh Simbol, Lindungi Anak-Anak Kita!
Belakangan ini, hati kita kembali diiris oleh rentetan kasus pelecehan seksual yang terjadi di tempat yang seharusnya paling aman: lembaga pendidikan berbasis agama. Tempat yang dijanjikan penuh kasih sayang, bimbingan, dan moralitas, justru menjadi tempat yang bikin traumatis bagi santri dan santriwati yang tidak berdaya.
Ini adalah alarm keras bagi kita semua. Predator tidak peduli dengan tempat ibadah; mereka memanfaatkan jubah, gelar, dan simbol-simbol religius sebagai tameng untuk menutupi niat busuk mereka. Mereka memanfaatkan kepatuhan buta dan ketidakberdayaan anak-anak didik demi memuaskan nafsu bejat.
Mari kita sepakati satu hal: Kejahatan tetaplah kejahatan, siapapun pelakunya.
Jangan pernah silau oleh karisma atau pakaian luar seseorang, dan omongan yang berbuih-buih tentang ayat suci yang justeru biasanya menutupi "mens rea".
Ajarkan anak-anak kita untuk berani berkata "TIDAK" dan melapor jika ada tindakan yang membuat mereka tidak nyaman, siapapun pelakunya.
Jangan korbankan masa depan korban demi menjaga "nama baik" lembaga atau oknum, siapapun mereka.
Sudah saatnya kita lebih waras dan waspada. Menghormati guru atau pendidik adalah kewajiban, tetapi menjaga keselamatan dan masa depan anak-anak kita adalah hukum tertinggi yang tidak bisa ditawar.