26/11/2025
Sebagai wong NU kultural, kami hanya bisa menundukkan kepala dan berdoa. Apa pun keputusan yang diambil para masyayikh, semoga itu bukan sekadar hasil musyawarah akal, tetapi benar-benar petunjuk dari langit — lahir dari istikhoroh, tirakat, dan munajat malam sebagaimana para pendahulu yang tidak pernah gegabah dalam menentukan arah NU.
Sebab kami meyakini, NU sejak dulu dijaga oleh orang-orang yang hatinya bening, yang setiap langkahnya ditemani doa para muassis, yang setiap keputusannya ditimbang dengan neraca langit, bukan hanya neraca dunia. Mereka yang dahulu memimpin NU tidak memutuskan sesuatu tanpa riyadhoh, tanpa air mata, tanpa membuka pintu langit melalui sujud dan wirid panjang. Dan kami berharap ruh tradisi itulah yang kembali mengalir dalam keputusan hari ini.
Sebagai bagian kecil dari jam’iyah ini, kami hanya berharap agar badai menjadi teduh, agar perbedaan menjadi jalan menuju persatuan, dan agar setiap keputusan membawa maslahat bagi umat. Kami percaya, selama para kiai berjalan di bawah cahaya petunjuk Allah, NU akan tetap kokoh, tetap teduh, dan tetap menjadi rumah besar tempat kita semua berlindung.
Semoga apa yang sedang terjadi bukan awal dari perpecahan, tetapi awal dari kejernihan. Semoga ini menjadi momentum bagi seluruh warga NU — baik struktural maupun kultural — untuk kembali menata hati, merawat adab, dan menguatkan ikatan batin kita dengan para pendiri NU.
Dan pada akhirnya, kami hanya bisa memohon:
Ya Allah, jagalah NU sebagaimana Engkau menjaga hati para kekasih-Mu yang dahulu mendirikannya.
Amin ya Rabbal ‘alamin.