29/01/2021
Terus berbagi Inspirasi ke pelosok negri meskipun pandemi.
Kali ini Allah memberi kesempatan menebar ilmu di TKQT dan SDIT Al Izzah , Tangerang Selatan.
Ini salah satu profil sekolah berbasis STIFIn.
Materi yang kita diberikan antara lain sebagai berikut :
Ada 4 resep pendongkrak potensi anak yaitu
1. Tes STIFIn kemudian disalurkan semua kegiatan sesuai bakatnya
2. Pola asuh anak berbasis STIFIn
3. Gaya belajar berbasis STIFIn
4. Jurusan kuliah dan profesi berbasis STIFIn .
Penjelasan
1. Penyaluran kegiatan sesuai bakat ( tes STIFIn ).
Dalam STIFIn ada 5 tipe bakat yang sering disebut dengan Mesin Kecerdasan (disingkat MK) yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.
Penyaluran kegiatan sesuai bakat adalah sebagai berikut :
a. Sensing.
Disalurkan dengan banyak bergerak, misal : olah raga maupun kegiatan lain (yang menyebabkan berkeringat). Mengapa harus seperti ini ? Karena memang otak Sensing mengendalikan otot. Sehingga kalau otot digerakkan, otaknya menjadi fresh dan perasaan menjadi bahagia (nyaman).
b. Thinking
Diajak berbicara logis, meskipun anak tersebut masih usia TK atau SD. Apalagi kalau anak ini bertanya sesuatu, harus dijawab dengan kalimat yang masuk akal
c. Intuiting
Sering-seringlah diminta menyalurkan bakat seninya, bisa menggambar, mewarnai, membuat hiasan dinding, seni peran, menulis dan lain-lain.
d. Feeling
Selalu dilatih berbicara yang baik baik kepada orang lain, dalam bentuk banyak berteman, berusaha mengarahkan atau memimpin temannya, menasehati, bergaul dengan hangat dan lain-lain
e. Insting
Sering diajak kegiatan uji adrenalin, misal : outbond, rafting, tubing, flying fox, bermain di Dufan, naik motor ngebut dan lain-lain
2. Pola asuh berbasis STIFIn
a. Sensing.
Dinasehati dengan kalimat menekan dan bersyarat
b. Thinking
Diarahkan dengan kalimat yang logis
c. Intuiting
Dikonseling dengan kalimat inspiratif dan disalurkan bakat seninya
d. Feeling
Dinasehati dengan kalimat lembut dan dielus pundaknya
e. Insting
Diarahkan dengan kalimat pendek, spontan dan disalurkan di berbagai kegiatan
3. Gaya belajar berbasis STIFIn
a. Sensing
Menghapal atau memahami pelajaran dengan membaca berulang-ulang secara urut dan diberi tanda berupa warna. Kalau jenuh diselingi olah raga (menggerakkan badan / berkeringat).
b. Thinking
Memahami teks dengan logika, dan disusun secara sistematis atau skematis
Kalau jenuh diselingi beternak, berkebun atau traveling
c. Intuiting
Memahami gambaran besar dari materi, baru didetailkan jika diperlukan.
Kalau jenuh diselingi dengan menyalurkan bakat seninya
d. Feeling
Memahami materi dengan cara berdiskusi dengan orang yang lebih kompeten.
Kalau jenuh diselingi ngobrol santai dengan orang lain, bisa juga curhat atau bermain dengan anak kecil
e. Insting
Memahami sesuatu dengan menarik kesimpulan dari materi tersebut.
Kalau jenuh diselingi silaturahmi
4. Jurusan kuliah atau profesi berbasis STIFIn
a. Sensing
Jurusan kuliah : ekonomi, sejarah dan lain-lain , yang intinya profesinya adalah menghapalkan sesuatu dan menggerakkan badan
Profesi : pedagang, ahli ekonomi, pekerja diberbagai bidang. Bisa juga ahli teknik , pertanian, peternakan, dokter dan lain- lain.
b. Thinking
Jurusan kuliah : bidang eksak yaitu matematika, fisika, kimia, biologi, kedokteran, akuntansi dan lain-lain.
Profesi : Dokter, ahli teknik, kimia, fisika, biologi, pertanian, peternakan dan lain-lain
c. Intuiting
Jurusan kuliah yaitu ilmu yang bisa dikembangkan luas tidak terbatas, misal : seni, bisnis, manajemen marketing, manajemen SDM, arsitektur dan lain-lain
Profesi : seniman, pebisnis, ahli marketing, ahli manajemen SDM dan lain-lain
d. Feeling
Jurusan kuliah : psikologi, bimbingan dan konseling, politik, hukum, hubungan internasional, komunikasi dan lain-lain.
Profesi : psikolog, konselor, trainer, mentor, hakim, diplomat, politikus dan lain-lain
e. Insting :
Jurusan kuliah : kuliner, keagamaan, ekonomi pemasaran. Kalau mental sudah positif bisa kuliah di semua jurusan (karena pada dasarnya Insting adalah serba bisa )
Profesi : ustadz, relawan, pebisnis kuliner, broker (sales ), tangan kanan diberbagai posisi di perusahaan/ organisasi dan lain-lain.
Apabila ke-4 hal di atas bisa terpenuhi, maka seseorang itu Insya Allah akan nyaman dalam berprofesi sampai akhir hayat
Demikian sharing materi dari saya, kalau dirasa bermanfaat silakan di share seluas-luasnya.
Bagi yang berminat untuk konseling atau bertanya, silakan japri
Sofyan Abdillah
Leadership Solver