Pertanian Regeneratif dan Pengembangan Pangan Lokal: Jalan Membangun Sistem Pangan Regeneratif.
Salah satu pertanyaan yang acap muncul, dan seringkali problematik, adalah โapakah suatu prakarsa yang baik ini, sebagai ๐จ๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐ฑ๐ณ๐ข๐ค๐ต๐ช๐ค๐ฆ๐ด, dapat di ๐ด๐ค๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ถ๐ฑ?โ Pertanyaan ini menurut saya bisa mislead. Prakarsa pangan resiliens (๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ญ๐ช๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฆ, berketahanan) kini dan masa depan lebih menguat pada pengembangan pangan lokal. Sebagai prakarsa pangan lokal, dan dengan sumberdaya lokal, akan banyak melibatkan ๐ญ๐ฐ๐ค๐ข๐ญ ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ถ๐ด๐ฆ๐ด dan ๐ญ๐ฐ๐ค๐ข๐ญ ๐ค๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฐ๐ฏ๐ด yang spesifik dan memiliki karakteristik. Oleh karena sifat spesifik dan adanya karakteristik tersebut, ia disebut โlokalโ.
Suatu lokalitas adalah proses dialog antara ruang (bentang alam) dengan manusia dalam proses timbal balik (๐ณ๐ฆ๐ค๐ช๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ค๐ข๐ญ ๐ฅ๐ช๐ข๐ญ๐ฐ๐จ๐ช๐ค) kebudayaan (๐ค๐ถ๐ญ๐ต๐ถ๐ณ๐ฆ). Bentang alam-budaya yang mengaitkan antara ruang-kawasan lokalitas (๐ณ๐ฆ๐จ๐ช๐ฐ๐ฏ), dengan lingkungan (๐ฆ๐ค๐ฐ) dan kehidupan (๐ฃ๐ช๐ฐ) menjadi jalinan kawasan hayati (๐ฃ๐ช๐ฐ-๐ฆ๐ค๐ฐ-๐ณ๐ฆ๐จ๐ช๐ฐ๐ฏ). Wawasan tentang ๐ฃ๐ช๐ฐ๐ณ๐ฆ๐จ๐ช๐ฐ๐ฏ telah berkembang menjadi catatan penting dalam pembangunan bumi-manusia, relevansi erat antara manusia dan lingkungannya, kebudayaan dengan kawasannya.
Kembali ke pertanyaan dasar, maka tidak mungkin melakukan โ๐จ๐๐๐ก๐๐ฃ๐-๐ช๐ฅโ yang seringkali melibatkan intensitas dan โekspansiโ yang melibatkan daya dukung keuangan yang berasal dari eksternal secara โberlebihanโ. Lokalitas akan tetap menjadi lokalitas, di mana, dengan pendekatan regenerative, akan bertumbuh dan terus bertumbuh dari daya dukung ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐จ๐ฆ๐ฏ yang lebih besar, ketimbang โmeminjamโ daya eksternal yang mungkin berlebihan.
Sehingga yang memungkinkan adalah sebuah proses โ๐จ๐๐๐ก๐๐ฃ๐-๐ค๐ช๐ฉโ yaitu daya replikasi dari lokalitas ke lokalitas, dari praktik baik ke praktik baik lainnya, daya saling belajar dan berinteraksi, saling isi dan saling tumbuh. Sebuah ๐ฆ๐ค๐ฐ๐ณ๐ฆ๐จ๐ช๐ฐ๐ฏ adalah interaksi antara ๐ฃ๐ช๐ฐ๐ณ๐ฆ๐จ๐ช๐ฐ๐ฏ dengan ๐ฃ๐ช๐ฐ๐ณ๐ฆ๐จ๐ช๐ฐ๐ฏ lainnya, yang bertumbuh dan terus bertumbuh (regeneratif).
Regenerative Indonesia
Regenerative Indonesia is a new name of Lumbung Nuswantara. Janutama.
Regenerative Indonesia is an independent think-action organization that inspires and demonstrates a better life and well being and to redesign Indonesia for all human and nature into regenerative way Regenerative Indonesia is a fusion of different approach of Indigenous Technology or Traditional Ecological Knowledge (TEK) and Important Heritage Agricultural System with inquiry in new culture such
03/10/2024
Kompetisi DISH ( ) 2024 yang diselenggarakan oleh Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), EAT, dan Food and Land Use Coalition (FOLU) bertujuan untuk menemukan solusi lokal yang mendorong pergeseran pola makan menuju dan di Kenya dan . Penerapan yang berhasil dan bersifat inovatif dan sejalan dengan rekomendasi dari Laporan Komisi EAT-Lancet (2019) yang juga dikenal sebagai Pola Makan Sehat-Planet ( ), dan akan dapat dilaksanakan, diterima, serta relevan dengan lingkup negara.
menawarkan lebih dari sekadar hadiah uang tunai.
Daftar sekarang untuk mendapatkan bimbingan, perhatian media global, peluang jaringan, kolaborasi dengan para inovator, dan banyak lagi, untuk mengembangkan solusi Anda dan membuat masyarakat hashtag & hashtag makan lebih sehat.
https://nutritionconnect.org/bahasadishpage
01/10/2024
Dunia makin panas, musim berubah cepat, perubahan iklim membawa bencaan di mana-mana...
Ayo para engineer buatlah mesin merekayasa bumi (geo-engineering) dan manipulasi cuaca... ๐ฌ
Ya.. mari mulailah para engineer itu dengan mendinginkan ladang-ladang pertanian dengan menanam pohon. ๐ณ
Kita bisa juga mendinginkan kota-kota metropolitan, dengan menanam pohon. Suhu lebih dingin (turun) 2ยฐC dengan menanam 550 juta hektar pohon di seluruh dunia.
Ukutan itu sama saja dengan menggandakan hutan hujan Amazon. Kembalikan hutan-hutan di Kalimantan, Sumatera, Papua dan bahkan di Jawa.
Jujur saya katakan, hal itu tidak, dan tidak ada hubungannya dengan "penyimpanan karbon" tetapi semuanya berkaitan dengan p***a biotik.
Kita bisa memanipulasi cuaca 100% secara alami dengan menanam pohon di "tempat yang tepat".
Pohon mengeluarkan keringat, dan keringat inilah yang mendinginkan suatu wilayah. Dorongan air ke atas ini menciptakan gerakan di atmosfer, yang memengaruhi pola hujan dan cuaca. Pohonlah yang membuat hujan.
Menanam pohon di Kalimantan dapat memengaruhi cuaca di Jakarta. Menanam pohon di Sumatera memengaruhi cuaca di Vietnam.
Kita butuh lebih banyak penyemaian awan! Setiap tetes hujan kedua dibuat oleh pohon. Pohon menyemai awan. Pohon memudahkan hujan turun.
Pohon mengeluarkan bakteri yang membantu terbentuknya hujan.
Memulihkan iklim yang sehat jauh lebih dari sekadar menyimpan karbon.
Pepohonan adalah pemain kunci perbaikan iklim.
16/09/2024
Bersama para petani di Bogor dan para mahasiswa penerima beasiswa LPDP. Ketertarikan sebagian mahasiswa penerima LPDP menjadi pintu awal agar kita sama-sama terbuka akan kemungkinan dan potensi masa depan pertanian. Pintu itu adalah kesadaran bersama.
31/08/2024
"Peduli Bumi"
Core atau Inti dari permakultur adalah etika/akhlaq. Dan inti dari etika/akhlaq permakultur adalah "Peduli Bumi". Apapun pendekatan dan strategi yang diterapkan, yang menjadi dasar utama dan melingkupi semua tindakan adalah "Peduli Bumi". Anda bisa saja menggunakan peralatan atau metodologi tertentu, kemudian diuji seberapa jauh "kepedulian" pada bumi, sebagai satu kesatuan utuh.
๐ Menurut Stockholm Resilience Center, bumi kita memiliki dua sistem inti:
1. Stabilitas klimatik, terutama kadar CO2 / ppm yang berhubungan paling langsung dengan perubahan iklim dan pengasaman laut.
2. Ekosistem yang sehat (termasuk persoalan hilangnya keanekaragaman hayati) - berhubungan paling langsung dengan hilangnya keanekaragaman hayati global, baik dalam penggunaan lahan maupun lautan.
Kedua ekosistem ini saling terhubung, dan bersama-sama, mereka menciptakan kondisi yang diperlukan untuk kehidupan di Bumi.๐ฑ
Namun saat ini, apa yang telah kita lakukan, dengan pendekatan pembangunan yang ada, tidak melakukan cukup banyak hal untuk melindunginya. Sasaran pembangunan saat ini, seperti nol emisi, tidak cukup untuk memastikan masa depan yang layak huni bagi semua kehidupan, termasuk manusia.
Di era kita saat ini, Bumi telah melampaui enam dari sembilan batas planet yang kritis (critical planetary boundary). Realitas yang pahit ini menunjukkan bahwa strategi yang hanya berfokus pada pencegahan lebih banyak pengrusakan tidak lagi cukup. Kita tidak hanya mencegah, namun juga perlu memperbaiki. Emisi bersih, terutama di sektor seperti konstruksi, tidak praktis dan mencerminkan kesalahpahaman besar tentang krisis lingkungan yang ada pada kita.
Mengklaim bahwa emisi bersih itu berkelanjutan, seperti perusahaan yang terlilit utang dan mengatakan bahwa keuangannya sehat hanya karena berhenti menerima pinjaman baru. Sementara pinjaman lama masih ada di sana.
CO2 sebagai indikator telah gagal; karena indikator ini memungkinkan mitigasi iklim namun tetap sambil meningkatkan tekanan planet. Sebaliknya, mengurangi tekanan dengan membalikkan hilangnya keanekaragaman hayati, seperti pada restorasi keanekaragaman hayati, pada dasarnya menguntungkan semua.
Alam seharusnya menjadi indikator kemajuan yang sebenarnya. Namun, berfokus pada target keanekaragaman hayati tanpa secara bersamaan memitigasi perubahan iklim akan sia-sia, karena sains memberi tahu kita bahwa sistem ekologi kita memiliki dua sistem inti - stabilitas iklim dan ekosistem yang sehat, yang memiliki hubungan timbal balik satu sama lain. Ini menciptakan kondisi yang mendukung kehidupan di Bumi.
27/08/2024
Refleksi terhadap "daur ulang"
โKetika Anda mengubah limbah menjadi sumber daya untuk ekonomi berbasis pertumbuhan, Anda melegitimasi polusi.โ
Mari kita perhatikan apa itu polusi, limbah, juga penggunaan kembali (reuse), dan daur ulang (recycle) sebagai cara untuk memungkinkan pertumbuhan finansial, bahkan sumber pendapatan baru seperti industri daur ulang, dan ternyata tidak menjadi cara untuk mengurangi konsumsi dan produksi, malah sebaliknya beranggapan "tidak masalah toh bisa didaur ulang", maka sebetulnya Anda adalah bagian dari masalah, daur ulang bukanlah solusi.
โEkonomi sirkular sepenuhnya tidak mungkin diterapkan dari sudut pandang ilmiah-alamiah, terutama jika mempertimbangkan hukum termodinamika (yang dibahas dengan sangat detail dalam Chapter II buku Permaculture A Designers Manual).
Sistem yang kompleks, seperti ekonomi modern, tidak dapat mencapai sirkularitas sempurna karena sifatnya yang disipatif. Ini berarti bahwa sistem ekonomi sirkular tersebut memerlukan mas**an berkelanjutan dari lingkungan dan sistem yang menghasilkan limbah, yang membuat penutupan siklus sama sekali tidak realistis.โ
Kerangka kerja daur ulang adalah menjadikan sampah sebagai sumberdaya. Sedang kerangka kerja industri adalah memproduksi sampah. Keduanya akan menjadi sirkular terus menerus, dengan terus menerus menghasilkan sampah.
Reflections on the popularity of the circular bioeconomy concept: the ontological crisis of sustainability science - Sustainability Science I argue that the popularity of the circular bioeconomy concept in policy-making is symptomatic of a profound crisis in sustainability science, which is generated by the adoption of an obsolete scientific paradigm, i.e., obsolete ontologies used to describe our interaction with the external world. Th...
26/08/2024
Pentingnya kolaborasi
Salah satu prinsip permakultur adalah "Integration rather than segregation". Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip yang dianut industrial thinking yang saat ini disebut business as usual. Seperti: competitiveness, scarcity/kelangkaan, bahkan para agamawan mengaitkan dengan "fastabiqul khoirot".
Mari kita ulas sedikit. Permakultur belajar dari alam. Dan di alam tidak ada kompetisi nyata. Dalam arti semua makhluk berupaya beradaptasi dan saling belajar. Hal ini seperti dikatakan Darwin, survival of the best fit, bertahan hidup dengan memastikan diri beradaptasi.
Proses adaptasi dilakukan tidak dengan melawan, yang berakibat kematian dan kehancuran, atau tidak dengan berkompetisi, tapi menyesuaikan diri dengan mencari celah (niche) untuk bekerjasama, bahkan dalam penumpukan, pelapisan, dalam berbagai lapisan dan strata.
Kerjasama adalah kunci. Gotong royong adalah kemestia dalam bertahan hidup. Bertahan hidup bukanlah survival of the fittest, sehingga yang paling bisa menghancurkan yang lain yang bertahan. Tidak demikan, the best fit, artinya melihat dirinya yang beradaptasi. Inilah egoisme yang hancur.
Kerjasama dimulai dari integrasi, adaptasi dan kolaborasi. Kolaborasi adalah titik di mana semua kehidupan bergotong royong dalam simbiosis. Ini disebut symbiotic life. Proses kolaborasi dan simbiosis ini akan menahan entropi menjadi positif (syntropy) dan kehidupan bertumbuh dan terus bertumbuh (regeneratif).
Berikut ini adalah beberapa aspek utama dalam menciptakan kolaborasi yang sehat dan produktif:
- Pola Pikir Regeneratif โ beralih dari pola pikir kompetisi (yang kita semua tumbuh dalam pola pikir tersebut) ke pola pikir kolaborasi dan timbal balik (mengambil pelajaran dari pengalaman untuk saling belajar)
- Menjadi Regeneratif โ bersikap terbuka terhadap peluang, mencari potensi dalam situasi, menunjukkan diri di dunia sebagai diri sendiri
- Visi Regeneratif โ mencari di mana visi Anda untuk masa depan yang lebih baik tumpang tindih, stacking, berkelindan dengan visi orang lain (di sinilah potensi untuk bekerja sama berada)
- Aksi Regeneratif โ secara aktif bertemu orang, menjaga pintu tetap terbuka, bergabung dalam jaringan, bekerja sama, menyelesaikan berbagai hal dalam kolaborasi
- Budaya Regeneratif โ menyuburkan tanah, air dan kehidupan berkeanekaragaman sehingga kolaborasi dipelihara dan tetap sehat
- Interbeing Regeneratif โ mencari kolaborasi dengan alam โ kemitraan untuk menciptakan kehidupan (apa pun jenis organisasi tempat Anda menjadi bagiannya)
- Kemampuan beradaptasi regeneratif - mengetahui bahwa hidup itu rumit dan bahwa kolaborasi datang dengan s**a dan duka - dan itulah keajaiban hidup.
23/08/2024
Istilah โdegrowthโ dan "planetary boundaries" terus meningkat dalam berbagai literatur selama dekade terakhir, sementara โpertumbuhan hijauโ (green growth) menunjukkan penurunan pada periode yang sama.
Menurut Google Ngram, yang menelusuri banyak koleksi pustaka, jurnal riset, dokumen, dan sumber tekstual lainnya, kata "degrowth" kini telah melampaui penyebutan "green growth".
Hal ini dapat diduga setelah berbagai rapat dan diskusi para elit politik, dan juga para pejabat pemerintahan teknokratis dibantu para ahli perguruan tinggi, tidak menunjukkan pencapaian mereka akan SDGs. Atau tepatnya SDGs terancam gagal, apabila tidak ada perubahan drastis. Data yang ada saat ini telah dengan jelas menunjukkan bahwa upaya-upaya untuk mencapai pembangunan yang lebih baik, secara teori, tidak akan pernah ramah lingkungan, dan ini tidak peduli seberapa inovatifnya kita. Dalam artian, dengan begitu banyak inovasi "hijau" yang ada, belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan. Untuk mencapai keberlanjutan yang sesungguhnya, kita juga harus mengubah tujuan pembangunan ekonomi yang ingin dicapai oleh inovasi teknologi ini, termasuk teknologi "hijau": dari model pertumbuhan, menuju dan fokus pada kesejahteraan manusia dan ekologi, meski dengan konsekuensi pelambatan pertumbuhan atau bahkan sebaliknya degrowth!
Salah satu penjelasan dari jatuhnya โpertumbuhan hijauโ lebih berkaitan dengan re-branding atau pencabangan dari apa yang dikenal sebagai Ekonomi Sirkular dan karenanya awalnya menarik semua perhatian dengan pengembangan kebijakan arus utama (misalnya komitmen tertulis pemerintah mengenai realisasi Ekonomi Sirkular), namun bukan realisasi nyata dari perubahan sistem yang tidak mungkin dan tidak diinginkan karena masih orientasi pembangunan adalah mengejar pertumbuhan tanpa batas.
Fakta yang harus kita akui bahwa daur ulang tidaklah menghentikan konsumsi. Pemikiran dan aksi dari gerakan "cradle to cradle" untuk mengefisiensi konsumsi (membatasi diri konsumsi) dan pertumbuhan. Ekonomi sirkular tidak menghentikan konsumen untuk menuntut dan mengkonsumsi lebih banyak.
21/08/2024
Supaya klir ya bahwa masyarakat kita menyukai makan "beyond" burger karena murah, rasanya anak, penuh gula dan tentu saja bergaya Eropa/Amerika.
05/08/2024
"For most of history, human have had to fight nature to survive; in this century, he is beginning to realize that, in order to survive, they must protect it."
โSebagian besar sejarah perjalanan hidup, manusia harus berjuang melawan alam untuk bertahan hidup; di abad ini, manusia mulai menyadari bahwa, untuk bertahan hidup, mereka justru harus melindunginya.โ - Jacques-Yves Cousteau
โ Sejarah
โณ Perburuan berlebihan, seperti pada kasus Bison, Harimau Jawa, dan lain-lain, yang kita lakukan menyebabkan kepunahan sebagian besar megafauna di seluruh dunia.
โณ Kita lalai bagaimana caranya hidup berdampingan dengan semua spesies lainnya.
โณ Perburuan paus untuk tujuan komersial mendorong populasi paus ke ambang kepunahan
โณ Keserakahan kita terhadap sumber daya meningkatkan & mengeksploitasi alam, misalnya bahan batere dan minyak bumi.
โณ Cara kita menghasilkan pangan, dengan pendekatan pertanian yang ada, telah membahayakan semua spesies lainnya.
โณ Kita mendapatkan kendali penuh atas planet in (anthropocene) akan tetapi tidak mampu memikul tanggung jawab tersebut.
โณ Kita meningkatkan kehancuran diri kita sendiri, sedemikian cepat dan besar sehingga menyebabkan kepunahan massal berikutnya, termasuk kemungkinan kepunahan manusia.
โณ Tahun ini, 2024: kita berada di persimpangan jalan, cara kita saat ini (business as usual) akan menyebabkan kepunahan kita sendiri.
Adakah jalan lain yang bisa kita ambil, sebagai jalan pertaubatan?
โ
Berpikir dan bertindak jauh ke depan
โณ Perubahan pemikiran untuk melihat kita sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari alam.
โณ Mempelajari kembali cara hidup sedemikian rupa bisa berdampingan dengan spesies lain, termasuk yang dianggap hama.
โณ Secara serius melindungi ekosistem yang masih utuh dan memperbaiki (restorasi) yang telah dirusak.
โณ Memulihkan lahan yang telah terdegradasi atau diubah oleh manusia, sehingga bentang selaras alam, dan tanah kembali hidup.
โณ Membangun kembali untuk mengembalikan spesies yang telah hilang atau dianggap punah.
โณ Melakukan peralihan dari subsidi dari yang menghancurkan (seperti pupuk sintetis bersubsidi) ke subsidi yang diperbarui (insentif pada input yang dapat mengolah lagi hara dan kehidupan)
โณ Membayar alam untuk semua layanan yang disediakannya dengan kegiatan restorasi dan regenerasi.
โณ Mengubah aturan dan kebijakan, termasuk undang-undang (jika entitas fiktif dapat dilindungi Apple, Nike & rekannya, maka sistem yang membuat kita tetap hidup juga seharusnya dilindungi)
โณ Mengurangi 5 penyebab hilangnya keanekaragaman hayati secara maksimal (perubahan tata guna lahan & lautan, eksploitasi sumber daya alam, perubahan iklim, spesies invasif, polusi)
โณ Menjadi diri yang positif secepatnya.
๐ Jadi, saya ingin mengajak anda menjadi bagian dari gerakan untuk planet yang lebih alamiah, seperti alam liar, padahal tertata sesuai tatanan alam. Cara yang paling bermanfaat bagi Anda, manusia dan spesies lain yang tinggal bersama kita di planet ini, adalah cara alam.
๐ชMulailah mengambil tindakan sekecil mungkin, di ruang lingkup yang ada, dan tingkatkan dari sana.
Mari kita bersama-sama meninggalkan perilaku yang merusak sebagai masa lalu yang kita tinggalkan dan mulai membentuk masa depan kita yang liar!
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Pagergunung, Ngablak, Magelang Regency, Central Java
Magelang
56194