Pondok Pesantren AN NAJWA Ngluwar Magelang

Pondok Pesantren AN NAJWA Ngluwar Magelang

Share

Forum Silaturohmi Santri dan Alumni Pondok Pesantren Putra Putri

18/03/2026

Daftarkan segera !!

Ajak kerabat,saudara, keluarga,teman,tetangga, atau siapa pun itu yang mau ngaji bareng.
Yuukk join sama kita,
Bisa Ngaji sambil sekolah atau mau ngaji aja bisa bangett😍
Mau menghafal Alqur'an , belajar kitab, atau dua² nya 😇

Pondok Pesantren Annajwa berlokasi di Jl. Kyai Raden Syahid KM 05 Ngluwar, Magelang, Jawa Tengah

06/03/2026
24/02/2026

🌷 Edisi Ramadhan 2026

Puasa adalah ibadah agung untuk bertakhalluq dengan akhlak Allah, tasyakkul dan tanazul dengan sifat Allah Ta’ala secara majaziah karena sifat-sifat itu pada hakekatnya bukanlah sifat kita.

Jadi hakekat puasa adalah sifat Allah, oleh karena itulah tak ada malaikat yang mampu mencatat pahalanya.

Berbeda dengan sedekah, sholat, berbuat baik kepada orang tua, baca alquran dan semuanya ditentukan rinci pahalanya, ada yang sepuluh kali lipat, ada yang tujuh puluh kali lipat, ada yang tujuh ratus kali lipat dan seterusnya.

Sementara puasa, Allah tidak memberi tahu. Allah hanya mengatakan dalam hadits:

وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا...
(رواه البخاري)

“…dan Aku yang akan membalasnya dan sementara kebaikan selain puasa itu pahalanya sepuluh kali lipat…”

Hadits di atas adalah sebuah isyarat yang agung bahwa Allah ingin mengatakan pada kita; Takhalluq (bersifat) dengan sifat Allah tidak bisa ditimbang pahalanya, bahkan pada hari kiamatpun pahala puasa ini tidak bisa ditimbang dengan mizan
Sementara amal-amal yang lain semuanya dapat ditimbang.

Siapakah yang dapat menimbang beratnya sifat Allah ?!

Tak mungkin, itu mustahil.
Tak ada satu makhlukpun yang dapat mengukur seberapa besar beratnya timbangan sifat Allah. Mustahil !!!

Oleh karena itulah Allah mensifati orang-orang yang bersifat dengan sifat-Nya sebagai Rabbaniyun:

وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ...
(آل عمران: 79)

“Akan tetapi jadilah kamu seorang hamba yang bersifat dengan sifat-sifat Rabb-mu.”

22/02/2026

Photos from Pondok Pesantren AN NAJWA Ngluwar Magelang's post 10/02/2026

Ziarah 2026

11/11/2025

MURID YANG MENGHORMATI GURU ADALAH YANG MENGHARGAI MATA RANTAI SAMPAINYA ILMU PADANYA

Sayyidina Ali, Ketika beliau berkata, “Aku adalah budak bagi orang yang mengajariku satu huruf,” itu adalah puncak kerendahan hati seorang wali yang penuh cahaya.
Bayangkan, seorang sahabat Nabi ﷺ, khalifah besar, ahli ilmu dan hikmah, namun masih merasa dirinya hamba bagi orang yang sekadar mengajarkan satu huruf. Karena setiap huruf adalah Asma Allah, Karena di balik satu huruf, tersimpan samudra makna dan di balik satu ilmu, tersimpan tangga menuju Allah.

Tapi kini, banyak murid yang sudah lupa sujud hati kepada gurunya. Ilmu dijadikan bahan debat, bukan cahaya petunjuk. Guru dikritik karena tidak sesuai selera, bukan dihormati karena jasanya membuka pintu ilmu.

Bila engkau merasa pintar, tapi kehilangan adab, maka ilmumu menjadi hijab antara engkau dan hakikat. Ilmu tanpa adab hanyalah api yang membakar.
Tapi ilmu yang lahir dari adab, itulah yang menjadi cahaya yang menuntun sampai ke hadirat Allah.

Guru bukan sekadar pengajar dia adalah perantara cahaya.
Ketika seorang guru menyampaikan ilmu, ia sedang menyalurkan nur dari rantai sanad para ulama, dari hati ke hati, dari nur ke nur, sampai kepada Rasulullah ﷺ.

Maka menghormati guru bukan sekadar etika, tapi bagian dari menjaga rantai warisan kenabian. Karena siapa yang memuliakan gurunya, Allah akan memuliakannya dengan ilmu yang bermanfaat.
Dan siapa yang meremehkannya, akan dicabut barokah dari ilmunya walau banyak kitab di tangannya.

Ilmu bukan hanya apa yang dibaca tapi apa yang diturunkan dengan izin Allah melalui hati yang bersih.

Bila engkau ingin ilmu yang menembus hati, mulailah dari sujud adab kepada guru.
Jangan lihat kekurangannya, lihatlah bagaimana Allah memilih dia menjadi perantara cahaya bagi-mu.

Siapa yang tak mampu beradab kepada gurunya, maka ia tak akan mampu beradab kepada Tuhannya. Karena jalan mengenal Allah dimulai dengan belajar kepada manusia pilihan-Nya dan jalan menuju Allah hanya dengan kerendahan hati.

26/10/2025

DIKALA ADAB DIKATAKAN FEODAL DAN PERBUDAKAN

LAHIRNYA PARA ULAMA, TIDAK LEPAS KARENA ORANG TUANYA MEMULIAKAN ADAB.

PENTINGNYA ADAB.
-Shalat di Masjid itu penting, tapi Adab dalam Masjid itu lebih penting.
-Shalat itu penting, namun Adab dalam Shalat itu lebih penting.
- Membaca Al Qur'an itu penting, namun Adab membaca Al Qur'an itu lebih penting.
Karena Amalan tanpa Adab tidak akan ada Keberkahannya.

Adab adalah menganggungkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Agama.

Ibunda Imam Malik, pernah berpesan kepada putranya, "Wahai Malik, ambillah dari Gurumu Adabnya, sebelum Ilmunya". Lahirnya para Ulama tidak lepas karena orang tuanya memuliakan Adab.

Al Fatih, Panglima besar penakluk Konstantinopel (Istanbul) tidak lepas karena orang tuanya sangat memuliakan Adab.
Dikisahkan orang tuanya tidak pernah duduk apabila dirumahnya ada Al Qur'an.

Raja Romawi mendapatkan keberkahan karena Adab. Ketika mendapat surat dari Baginda Rasulullah Saw, dia menjaga surat dan menyimpannya. Maka Baginda Rasulullah Saw berkata bahwa Kerajaan Romawi (Eropa) tidak akan runtuh sampai hari Kiamat.

Sebaliknya Raja Persia, ketika dikirimi surat oleh Baginda Nabi Rasulullah Saw, dia menyobek dan membuangnya, maka Rasulullah Saw berkata bahwa Kerajaannya akan runtuh, maka runtuhlah Kerajaan Persia.

Dengan Adab, Amal kecil akan bernilai besar dan sebaliknya tanpa Adab amal besar tidak akan bernilai apa-apa.

22/10/2025

Sebuah Renungan

Refleksi di Hari Santri 2025

Ya Allah…
Kami sebagai seorang santri sangat ta'dzim pada guru-guru dan kyai kami,
kami sangat takut mata rantai ini terputus karena tak mau mensyukuri, menghargai sampainya ilmu pada kami, apalagi sampainya nikmat iman dan Islam pada kami.

Kami jadi mengerti cara bersesuci, apakah sekedar sampainya ilmu tentang thoharoh ini tidak dirasakan sesuatu perkara yang agung?, Nikmat yang agung dari Allah SWT?

Kalaupun toh kami sangat ta'dzim pada guru-guru kami semata melaksanakan perintah, "tidak dianggap bersyukur kepada Allah kalau tidak bisa berterimakasih pada sesama".
Karena kami sadar, kamipun tak akan mampu bersyukur kepada Allah, selayaknya Allah dipuji.
Mungkin kita bisa bersyukur akan nikmat-Nya, namun tanpa guru kita sering lalai pada al-Mun'im, Dzat Sang Pemberi Ni'mat hanya terpaku pada pemberian-Nya.
Kami santri damai didalam Pondok Pesantren Bersama-MU, walau diluar sana…

Want your school to be the top-listed School/college in Magelang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Jalan Kyai Raden Syahid KM 05 Gesikan Ngluwar Magelang
Magelang
56485