10/12/2020
*Kita Anggota Blok Perdagangan Terbesar*
Banyak yang tidak menyadari bahwa ternyata kita (warga ASEAN) sudah menjadi blok ekonomi terbesar. Tanggal 15 November 2020 yang lalu RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) sudah ditandatangani oleh masing-masing pemimpin ASEAN, ditambah dengan China, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru. Ini adalah blok perdagangan terbesar yang pernah ada. 30% dari total pop**asi dunia, 30% dari GDP Global. Karena sedang dalam suasana pandemi, penandatanganan dilakukan secara online di masing-masing negara.
Dengan adanya RCEP ini maka 15 negara tersebut akan sepakat untuk menurunkan bea masuk, dengan demikian barang-barang dari tiap anggota akan bebas bea masuk atau dikenakan tarif yang rendah.
Sudah cukup lama kita berada dalam AFTA (ASEAN Free Trade Area). Bagaimana rasanya? Sebelum ada AFTA banyak ketakutan di masing-masing negara ASEAN bahwa produk mereka akan kalah saing dari negara lain. Ternyata tidak juga. Aman-aman saja. Ekonomi malah semakin membaik.
Tetapi sekarang tantangannya berbeda. Di AFTA partnernya adalah sesama ASEAN, dengan kemampuan yang tidak berbeda jauh. Dengan masuknya China - dengan kapasitas produksi yang luar biasa banyak dan dengan harga murah - apakah semuanya akan tetap aman-aman saja?
India tidak ikut dalam blok RCEP. Mereka khawatir bahwa RCEP ini akan menjadi terlalu China-centric. India khawatir negerinya dibanjiri oleh barang-barang impor (terutama barang-barang dari China). Selain itu, mereka juga khawatir produk susu mereka kalah bersaing dengan produk dari Australia dan Selandia Baru.
Dengan adanya resiko ini (membanjirnya barang-barang dari China), mengapa ASEAN tetap membentuk RCEP? Apa manfaatnya ?
Salah satu manfaat paling penting adalah : Pemulihan ekonomi. Harus diingat bahwa sekarang ekonomi di seluruh dunia sedang dalam masa tidak baik karena pandemi. Adanya RCEP ini menjadi harapan bahwa ekonomi masing-masing negara akan membaik lebih cepat.
Sumber : https://id.aseaners.org/2020/11/kita-anggota-blok-perdagangan-terbesar.html
10/12/2020
*Sejarah Kode Telepon Negara-negara ASEAN*
Banyak dari kita sudah hafal diluar kepala tentang nama-nama negara anggota ASEAN. Tapi apakah kita tahu berapa kode negara untuk masing-masing negara ASEAN? Mengapa kode Negara di ASEAN awalnya ada yang 6, 8 dan 9? Mengapa ada negara yang kode teleponnya 2 digit , tetapi ada p**a yang 3 digit?
Tidak ada ruginya kita mengetahui lebih lanjut tentang dunia perteleponan di ASEAN. Yuk kita lanjut!
Perangkat telepon ditemukan tahun 1870an, tetapi konsep kode negara baru diterapkan sekitar tahun 1960an. Pada tahun 1960, organisasi ITU (International Telecommunication Union) menerbitkan pedoman standardisasi kode negara, yang dimuat dalam laporan yang dikenal sebagai Red Book. Pada saat itu kode negara sebagian besar hanya mencakup negara-negara Eropa dan tidak lebih dari dua digit.
Di tahun 1964, aturan ini dirapikan melalui buku panduan baru, Blue Book. Panduan ini membagi dunia dalam 9 zona besar, dan kode negara mengikuti nomor zona tersebut. Zona 1 , 2 dan seterusnya sampai zona 9. Sebagian besar negara-negara ASEAN ada di zona 6 (kode telepon berawalan 6). Tapi ada juga negara asean yang berada di zona 8 dan 9.
*Mengapa di ASEAN ada yang kode negara berawalan 6,8 dan 9 ?*
Lihat gambar berikut. Disini terlihat bahwa negara-negara anggota ASEAN tidak dikelompokkan dalam area yang sama. Perlu diingat bahwa ASEAN didirikan tahun 1967, sedangkan pengelompokan kode negara ini dilakukan pada tahun 1964 (sebelum ASEAN berdiri). Karena itu bisa dipahami bahwa negara-negara di ASEAN tidak memiliki nomor awalan yang sama.
Disini terlihat bahwa Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand dan Brunei dikelompokkan di area-area dengan awalan 6. Yaitu Asia Tenggara dan Oceania.
Pada tahun 1964 sepertinya konsep tentang Asia Tenggara masih berbeda dengan sekarang. Vietnam, Cambodia dan Laos dianggap bagian dari negara-negara Asia Timur. Oleh karena itu diberi kode berawalan 8, bersama dengan Cina, Korea dan Jepang.
Myanmar adalah satu-satunya negara di ASEAN dengan kode negara berawalan 9. Myanmar sebelumnya adalah bagian dari British India. Karena itu kode negara Myanmar berawalan 9, bersama dengan negara-negara seperti India dan Pakistan. (Myanmar +95 , India +91, Pakistan +92). Kode +9 ini dialokasikan untuk negara-negara Timur Tengah dan Asia Selatan.
*Mengapa Brunei, Cambodia dan Laos kode negaranya 3 digit, sedangkan negara ASEAN lain 2 digit ?*
Pada saat kode negara ini disusun, pesawat telepon masih belum seperti sekarang (yang amat mudah digunakan). Pesawat telepon yang lazim digunakan saat itu adalah pesawat telepon putar. Generasi tua kemungkinan pernah akrab dengan pesawat telepon jenis ini.
Dengan menggunakan perangkat telepon kuno, tentu akan sangat merepotkan kalau nomor telponnya sangat panjang. Pada saat itu, para pembuat kebijakan berharap bahwa nomor telepon tidak akan lebih dari 11 digit. Dengan demikian, negara-negara yang penduduknya sedikit akan mendapat 3 digit kode negara. Lainnya akan mendapat 2 digit. Tentu saja itu adalah pertimbangan dimasa lalu, belum terbayang bahwa satu orang bisa menggunakan beberapa nomor telepon.
Sekedar informasi tambahan. Hanya sedikit negara dengan kode satu digit. Kode +1 dimiliki bersama oleh Amerika Serikat dan Kanada. Kode +7 dimiliki bersama Rusia dan Kazakhstan. Sebelumnya kode +7 ini dimiliki oleh Uni Soviet. Dengan bubarnya Uni Soviet maka para negara pecahannya menggunakan kode masing-masing. Hanya Rusia dan Kazakhstan yang menggunakan kode +7.
20/11/2020
Sejak tanggal 10 November 2020 dilakukan penutupan secara bertahap terhadap stupa-stupa di candi borobudur. Stupa ditutup menggunakan terpal paulin.
Hal ini dilakukan karena aktivitas gunung merapi yang meningkat.
Pada tahun 2010 - ketika terjadi erupsi gunung Merapi - stupa di candi Borobudur juga ditutup terpal. Itupun membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk membersihkan abu vulkanik yang mengotori candi.