09/07/2022
Alhamdulillah wa syukrulillah.. kumandang takbir, tahlil, dan tahmid telah menyeruak di segala penjuru, menggetarkan gendang telinga kita.
Di langit yang sama, kita sambut gembira Hari Raya Idul Adha ini bersama saudara-saudara kita yang tengah beribadah haji.
Qurban yang akan kita tunaikan esok hari, bukan hanya seremoni untuk mendapatkan tunggangan terbaik di shirathal mustaqim nanti. Lebih dari itu qurban merupakan ikhtiar lahir batin untuk mendekatkan diri kepada Ilaahi Rabbi.
Kemeriahan Idul Adha tak akan pernah luput dari peristiwa masa lalu, ketika Nabi Ibrahim AS akan menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
Siapa yang tak tega melihat anak kesayangannya dikorbankan? Tentu tak ada yang mau. Akan tetapi, berkat besarnya ketaatan, keikhlasan, serta kecintaan kepada Allah SWT, keduanya dibebaskan dari ujian keimanan tersebut. Nabi Ismail ditebus dengan sembelihan yang besar, pun Nabi Ibrahim diberi derajat untuk selalu dipuji kebesarannya.
وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ
“Lalu Kami panggil dia, ‘Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.’ Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,” (As-Saffat: 104-108)
Setiap cobaan bukanlah kehinaan, kekurangan, apalagi bentuk aniaya Allah bagi manusia. Allah tak pernah sekalipun dzalim kepada hamba-Nya. Dia ingin agar kita segera memenuhi perintah dan panggilan-Nya. Begitu besar balasan kebaikan dari Allah untuk kita.
اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ اْلحَمْدُ
Selamat hari raya Idul Adha. Semoga kita memetik buah keikhlasan dalam berkurban sehingga hati terpelihara untuk selalu bertakwa kepada-Nya.