29/12/2025
Sejarah Singkat Sholawat Badar
Sholawat Badar adalah karya asli ulama Nusantara yang kini telah mendunia. Berikut adalah ringkasan sejarahnya:
1. Penulis: Sholawat ini dikarang oleh K.H. Ali Manshur Shiddiq pada tahun 1960. Beliau adalah cucu dari K.H. Muhammad Shiddiq (Jember) dan saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Agama di Banyuwangi, Jawa Timur.
2. Latar Belakang Penciptaan: Sholawat ini tercipta di tengah situasi politik Indonesia yang sedang memanas akibat pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat itu, posisi umat Islam, khususnya para kyai dan santri, merasa terancam. Konon, K.H. Ali Manshur merasa gelisah dan tidak bisa tidur memikirkan nasib bangsa dan umat. Dalam kegelisahannya, beliau bermimpi didatangi para Ahli Badar (pasukan perang Badar) yang berjubah putih. Setelah terbangun, beliau langsung menulis syair sholawat ini.
3. Momen "Kewalian": Keesokan harinya setelah syair ini ditulis, ulama besar dari Jakarta, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi (Habib Ali Kwitang), datang ke Banyuwangi. Secara mengejutkan, Habib Ali langsung menanyakan syair yang ditulis semalam oleh K.H. Ali Manshur, padahal beliau belum memberitahukannya kepada siapa pun. Sejak saat itu, Habib Ali Kwitang menganjurkan agar Sholawat Badar dibaca di berbagai majelis untuk keselamatan umat.
4. Pengakuan Resmi:
Sholawat Badar menjadi "lagu wajib" bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) sebagai simbol semangat perjuangan.
Pada tahun 2022, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menetapkan Sholawat Badar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Sholawat ini mengandung doa bertawassul (perantara) melalui kemuliaan Nabi Muhammad SAW dan para pejuang Perang Badar, memohon keselamatan dari segala mara bahaya.