Ponpes Kedunglo VIII Senduro, Lumajang

Ponpes Kedunglo VIII Senduro, Lumajang Berisikan tentang kegiatan para Santriwan Santriwati.

16/03/2026




14/03/2026


13/03/2026

11/03/2026

Kep**angan santri Kedunglo VIII, Senduro Lumajang.

12/11/2025

🌷 YANG DISAKITI ORANG TUANYA, SERING KALI DIPILIH ALLAH UNTUK DITINGGIKAN

🌹 Kita sering mendengar di balik kisah orang-orang hebat, selalu ada perjuangan yang berdarah-darah. Tak ada jalan lapang menuju derajat tinggi, apalagi kisah wong alim. Selalu ada ujian yang datang dari arah yang tak disangka. Kadang dari tetangganya, dari pasangannya, dari saudaranya, bahkan… dari orang tuanya sendiri. Dijauhi, difitnah, dijatuhkan. Bukan sekadar dianak tiri kan,
tapi dianak-sampah kan. Bukan anak emas,
tapi anak yang dianggap lepas.

🌷 Dalam kitab Dzikr al-Maqāmāt, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani berkata:

> وذاك أنَّ الله إذا أراد اصطفاء عَبْدٍ من عباده أمات أباه وأمه، وأوقع بينهم، أو غَابَ عنهم، فيخرج حب الوالدين من قلبه، وحب الإخوان، ويحزن قلبه ومكتسبه حتى يمحو آثاره ، ولم يبق في قلبه ذكر مخلوق،

🌹 > “Begitulah ketika Allah menghendaki untuk memilih salah satu dari hamba-hamba-Nya, Dia akan mematikan ayah dan ibunya, atau menyebabkannya tidak rukun dengan mereka, atau si hamba akan pergi menjauh dari mereka.
Maka cinta (ketergantungan) terhadap orang tua dan saudara-saudaranya akan lenyap dari hatinya. Hati dan usahanya akan bersedih hingga jejak-jejak ketergantungan itu dihapuskan, dan tidak ada lagi kenangan tentang makhluk di hatinya.”

🌷 Yang dimaksud bukan selalu karena orang tuanya meninggal. Kadang, orang tuanya masih hidup, tapi tak berfungsi sebagai orang tua.Tubuhnya ada, tapi hatinya tiada.

🌹 Manusia terAgung, Baginda Rasulullah ﷺ pun tumbuh tanpa ayah dan ibu. Dibesarkan oleh kakek dan pamannya, dengan kasih sayang yang tentu tak sempurna seperti kasih seorang ibu.
Namun justru di situlah Allah mendidik beliau menjadi manusia paling lembut hatinya di muka bumi.

🌷 Imam Syafi’i, yatim sejak kecil. Ayahnya meninggal saat beliau masih dalam kandungan.
Dibesarkan dalam kemiskinan bersama ibunya yang salehah, yang menjahit setiap luka,
yang menenun cita-cita di tengah kekurangan.

🌹 Al Imam Hujjatul Islam, Al-Ghazali juga yatim.Sebelum wafat, ayahnya menitipkan beliau kepada seorang guru, bukan hanya untuk belajar, tapi agar ada yang menanggung biaya hidupnya. Dan masih banyak lagi kisah para ulama besar yang tumbuh sendiri tanpa pelukan ibu, tanpa bimbingan ayah, bahkan ada yang diuji dengan orang tua yang justru menjadi sumber luka. Bukan anaknya yang mencari masalah, tapi memang Allah menakdirkan jalan ujian itu lewat orang tuanya. Sebab banyak ulama salafus shalih, guru-guru kita, ditempa oleh kehilangan sandaran manusiawi, agar mereka hanya bersandar kepada Allah semata.

🌷 Maka jika hari ini engkau diuji oleh sikap orang tuamu, padahal engkau telah berbakti, telah menunaikan hak mereka, namun tetap disalahkan, disakiti, bahkan difitnah, jangan buru-buru meratapi nasib. Mungkin, justru lewat luka itu, Allah sedang menyiapkanmu menjadi hamba yang dimuliakan. Mungkin, dari sabarmu menanggung perih itu, Allah sedang mengangkat derajatmu dan bisa jadi, kelak anak cucumu akan Allah tinggikan, karena engkau pernah menahan sakit dengan tetap berbakti, sebab ujian dari orang tua bukan tanda murka Tuhan. Ia sering kali justru jalan rahasia menuju cinta-Nya dan orang-orang besar selalu ditempa lewat luka yang hanya bisa disembuhkan oleh doa.

🌹 Namun ingat, tidak semua orang yang jauh atau bermasalah dengan orang tuanya akan otomatis dimuliakan. Tidak semua yang diuji akan diangkat derajatnya. Hanya mereka yang dalam keadaan seberat apa pun tetap menjaga diri dari maksiat, tetap taat, tetap berpegang pada ketaqwaan. Sebab ujian itu bisa menjadi tangga menuju kemuliaan, tapi juga bisa menjadi jurang yang menelan.
Yang membedakan, bukan siapa yang diuji, tapi bagaimana ia bertahan.

22/10/2025

🌷 KETIKA SANTRI LEBIH TA'DZIM PADA YANG VIRAL, DARIPADA YANG DI DEPAN MATA.

🌹 Sehebat apa pun ulama di luar sana, segagah apa pun sosok yang kau lihat di layar, setenar apa pun nama yang setiap hari memenuhi linimasa, jangan sampai ta'dzimmu pada mereka mengalahkan hormatmu pada gurumu sendiri.

🌷 Cinta kepada ulama itu mulia, tapi ada cinta yang lebih dahulu wajib dijaga,yaitu:

"cinta kepada orang yang mengenalkanmu pada Allah Wa Rasuulihi Saw."

🌹 Boleh engkau kagum pada yang berceramah lantang di panggung, tapi jangan lupa pada yang sabar mengajarimu tanpa sorot kamera.

🌷 Boleh engkau menangis haru di hadapan ulama besar, tapi jangan sampai engkau duduk diam saat gurumu datang tanpa engkau bangkit menyambutnya.

🌹 Boleh engkau mencium tangan banyak tokoh yang kau kagumi, asal jangan lupa pada tangan yang dulu mengangkatmu dari kebodohan.

🌷 Jangan karena gurumu bukan singa podium,kau anggap suaranya tak seberapa.

🌹 Jangan karena namanya tak viral, kau kira doanya tak menembus langit, padahal bisa jadi, justru dari lisannya yang lirih itu, doa-doa keberkahan hidupmu terus mengalir tanpa henti.

🌷 Salah satu cara memuliakan ilmu adalah memuliakan orang yang mengajarkannya.
Sebab ilmu tak pernah sampai lewat kecerdasan semata, tapi lewat keberkahan adab yang dijaga dengan penuh cinta. Maka jangan silau pada yang jauh, lalu buta pada yang paling dekat.

🌹 Jangan sibuk mencintai ulama besar di luar sana, sementara kau lalai mencintai guru yang menanam benih iman di dadamu sendiri.

🌷 Ingat, yang mengenalkanmu pada Allah lebih pantas kau muliakan melebihi siapa pun ulama di dunia.

Teringat sebuah kisah tentang Syekh Ali Baros, murid Habib Umar bin Abdurrahman al-Atthos.
Ia berasal dari suku Badui dan awalnya hanyalah seorang pelayan yang bertugas membagikan kopi kepada Habib Umar Bin Abdurrahman al-Atthos. Ia bukan keturunan terpandang, bukan p**a murid dengan keilmuan tinggi, namun ia memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga,yaitu:

"adab dan cinta yang tulus kepada gurunya."

🌹 Suatu hari, Nabi Khidir berkunjung ke kediaman sang Habib. Semua murid berdiri menyambut kecuali Syekh Ali Baros. Habib Umar bertanya:

“Mengapa engkau tidak ikut berdiri seperti teman-temanmu?”

Ia menjawab:

“Karena aku merasa lebih mulia berada di sisimu wahai guruku, daripada berdiri menyambut siapa pun di dunia.”

Mendengar jawaban itu, Habib Umar tersenyum penuh ridha. Beliau lalu bersabda:

“Aku tak akan menerima pahala Fatihah dari siapa pun, jika nama Syekh Ali Baros tidak disebut di dalamnya.”

Dari keridhaan itulah, seorang pelayan Badui yang sederhana berubah menjadi ulama besar,
pengarang Syarh Kitab Al-Hikam Ibn Atha’illah yang harum namanya sampai hari ini.

🌷 Begitulah, barakah bukan terletak pada banyaknya ilmu, tapi pada ridha guru yang mengajarkannya.

🌹 Selamat Hari Santri.
Tak akan ada santri jika tanpa kiai. Dan tak akan ada ilmu yang berkah, tanpa adab yang terjaga.

09/06/2025

Dia sering menyakiti lelaki saleh itu.

Pernah saat lelaki saleh itu hendak mengunjungi baik-baik, dia menolak dengan penuh penghinaan sambil mengatakan kendaraannya bau!

Pernah juga dia dengan sombongnya sesumbar akan mengusir hamba Allah yang saleh tersebut karena merasa dialah yang mulia.

Yang paling jahat, dia sengaja menyalakan api fitnah dengan menuduh istri beliau berzina, hingga sang istri menangis selama berhari-hari...

Tapi saat dia mati, lelaki saleh itu bersedia mensalatinya!

Bahkan bersedia memintakan ampun hingga lebih dari 70 kali agar dosanya diampuni!

Tahukah Anda, siapa hamba saleh tersebut?

Beliau adalah nabi kita Muhammad ..🥺

Sejahat itu si kepala munafik Abdullah bin Ubay bin Salul kepada beliau, tapi sepemaaf itu sifat beliau kepada orang yang begitu jahat kepada beliau dan keluarganya..

اللهم ياواحد ياأحد ياواجد ياجواد صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد...الخ

15/01/2025

Yaa sayyidii yaa rosulallah
Yaa sayyidii yaa ayyuhal ghoust

Telah di buka pendaftaran Siwa-Siswi & Santriwan-Santriwati Baru Tahun Ajaran 2025/2026

SMP-SMA Wahidiyah dan ponpes kedunglo VIII Senduro Lumajang

Video profil
https://youtu.be/Xtj6gB6lJ5k?si=8B1gnjirT8NQWtVc

Informasi Pendaftaran
https://ppdb.smpwahidiyahsenduro.my.id/

Atau bisa langsung datang ke kantor SMP dan SMA Wahidiyah Senduro Lumajang
Alamat : Jl. Kecamatan Senduro, RW. 03, Desa Senduro, Kecamatan Senduro
📍
https://maps.app.goo.gl/GorLAtuAuFV4qu9M8?g_st=ic

📝
Dawuh Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri RA yang Mengutip Dawuh Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid Qs wa Ra:

"Di sini (Di sekolah Wahidiyah) Putra/putri kita tidak Hanya dididik Keilmuan-keilmuan saja, Tetapi dididik untuk Senantiasa BERAKHLAK dan MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH WA ROSULLIHI SAW"

Dari dawuh diatas, mari kita Sekolah kan di sekolah Wahidiyah ( TK Wahidiyah, SMP dan SMA Wahidiyah Senduro) dan dipondok Kan di PONDOK KEDUNGLO VIII SENDURO LUMAJANG.

📲
FB SMP Wahidiyah Senduro
https://m.facebook.com/smpwsenduro

Instagram
https://instagram.com/smpwahidiyahsenduro?igshid=YmMyMTA2M2Y=

Chanel Youtube smpwsenduro
https://youtube.com/

Tiktok : smpwsenduro
https://www.tiktok.com/?_t=8bRvyeobMPZ&_r=1

📱 Tiktok:Ponpes Kedunglo VIII,Senduro Luamjang

https://www.tiktok.com/?_t=ZS-8t5RVYKaRd9&_r=1

📱 FB:Ponpes Kedunglo VIII, Senduro Lumajang

https://www.facebook.com/profile.php?id=100063609120904&mibextid=ZbWKwL

📱 YouTube:Ponpes Kedunglo VIII, Senduro Lumajang

https://youtube.com/?si=VFXMOeFRWW3AjpvX

📱 Instagram SMA WAHIDIYAH Senduro Lumajang
https://www.instagram.com/smawasenduro?igsh=bGI2Y280bjlydTBo

Untuk informasi dan pendaftaran hubungi:

SMP Wahidiyah Senduro
085745333904
SMA Wahidiyah Senduro
087819533154
Pondok Pesantren Kedunglo VIII Senduro
082257470481

05/12/2024

Seorang Gus Dan Paras Yang Tertutup Langit

Mudah sekali kita terpesona oleh kemilau gelar. Sebutan "Gus", seolah malaikat turun membawa panji kemuliaan. Dipuja setinggi langit, dielu-elukan tanpa cela. Namun lihatlah, saat para gus itu mulai terbuka, sosok yang dulu disanjung kini terjun bebas, dikuliti, dihina, dicaci habis-habisan.

Viralnya satu kisah, mengingatkan kita betapa dangkal cara kita menilai. Kala itu, ketika seorang Gus tampil bersama perempuan yang bukan muhrim, dugem, jagat maya bergejolak. Awalnya dipuja, kemudian dihujat, hingga muncul pembenaran-pembenaran :
"Gus ini lebih baik."
"Gus itu lebih benar."
"Hanya Gus ini yang sempurna."

Begitu sempit cara kita berpikir, seolah semua Gus harus sama. Seolah satu noda mencerminkan semua kain.

Padahal, di sudut-sudut desa yang jauh dari gemerlap kota, ada Gus yang tak tersentuh hingar-bingar. Parasnya tak muncul di Google, namanya tak dikenal di TikTok. Mereka memakai baju lusuh, menunggang motor butut, dan sering kali kulitnya menghitam oleh teriknya matahari. Mereka bukan "Gus tampan" yang mempesona layar, tapi mereka adalah Gus yang bekerja lillahi ta'ala.

Mereka menghabiskan harinya mengajar santri dengan ikhlas, tanpa sorotan kamera, tanpa embel-embel pujian. Tutur katanya lembut, akhlaknya menjadi teladan. Mereka tidak memiliki pengikut di media sosial, tidak juga memiliki santri berjumlah ribuan, tapi mereka memiliki banyak doa dari hati-hati yang mereka tuntun.

Namun, jangan sampai dengan tulisan ini kalian malah berbalik menguliti, menghina, atau mencela para Gus yang punya nama besar, paras elok, atau pengikut yang banyak. Sebab, sebutan "Gus" bukan sekadar tentang asal-usul atau status. Sebutan ini haruslah diiringi ilmu yang tinggi nilainya, etika yang santun, serta akhlak yang mulia.

Intinya, jangan pernah berlebihan. Jangan berlebihan dalam mencintai, hingga buta terhadap kekurangan. Jangan p**a berlebihan dalam mencaci, hingga lupa bahwa manusia tetaplah manusia penuh dengan cela dan upaya memperbaiki diri. Baik itu Gus yang terkenal maupun yang tak dikenal, Gus yang kaya raya ataupun sederhana, Gus yang hidup di kota maupun di desa, yang paling utama adalah bagaimana mereka menjaga akhlak mulia dalam kesehariannya.

Gus bukan tentang paras atau sorotan. Gus adalah keteladanan, yang sering kali lahir dalam kesederhanaan. Sebelum memuji setinggi langit atau menjatuhkan serendah tanah, tanyakan pada diri: apakah kita adil dalam menilai?

Address

Jln. Sremadhohir
Lumajang
67361

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ponpes Kedunglo VIII Senduro, Lumajang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category