12/11/2025
🌷 YANG DISAKITI ORANG TUANYA, SERING KALI DIPILIH ALLAH UNTUK DITINGGIKAN
🌹 Kita sering mendengar di balik kisah orang-orang hebat, selalu ada perjuangan yang berdarah-darah. Tak ada jalan lapang menuju derajat tinggi, apalagi kisah wong alim. Selalu ada ujian yang datang dari arah yang tak disangka. Kadang dari tetangganya, dari pasangannya, dari saudaranya, bahkan… dari orang tuanya sendiri. Dijauhi, difitnah, dijatuhkan. Bukan sekadar dianak tiri kan,
tapi dianak-sampah kan. Bukan anak emas,
tapi anak yang dianggap lepas.
🌷 Dalam kitab Dzikr al-Maqāmāt, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani berkata:
> وذاك أنَّ الله إذا أراد اصطفاء عَبْدٍ من عباده أمات أباه وأمه، وأوقع بينهم، أو غَابَ عنهم، فيخرج حب الوالدين من قلبه، وحب الإخوان، ويحزن قلبه ومكتسبه حتى يمحو آثاره ، ولم يبق في قلبه ذكر مخلوق،
🌹 > “Begitulah ketika Allah menghendaki untuk memilih salah satu dari hamba-hamba-Nya, Dia akan mematikan ayah dan ibunya, atau menyebabkannya tidak rukun dengan mereka, atau si hamba akan pergi menjauh dari mereka.
Maka cinta (ketergantungan) terhadap orang tua dan saudara-saudaranya akan lenyap dari hatinya. Hati dan usahanya akan bersedih hingga jejak-jejak ketergantungan itu dihapuskan, dan tidak ada lagi kenangan tentang makhluk di hatinya.”
🌷 Yang dimaksud bukan selalu karena orang tuanya meninggal. Kadang, orang tuanya masih hidup, tapi tak berfungsi sebagai orang tua.Tubuhnya ada, tapi hatinya tiada.
🌹 Manusia terAgung, Baginda Rasulullah ﷺ pun tumbuh tanpa ayah dan ibu. Dibesarkan oleh kakek dan pamannya, dengan kasih sayang yang tentu tak sempurna seperti kasih seorang ibu.
Namun justru di situlah Allah mendidik beliau menjadi manusia paling lembut hatinya di muka bumi.
🌷 Imam Syafi’i, yatim sejak kecil. Ayahnya meninggal saat beliau masih dalam kandungan.
Dibesarkan dalam kemiskinan bersama ibunya yang salehah, yang menjahit setiap luka,
yang menenun cita-cita di tengah kekurangan.
🌹 Al Imam Hujjatul Islam, Al-Ghazali juga yatim.Sebelum wafat, ayahnya menitipkan beliau kepada seorang guru, bukan hanya untuk belajar, tapi agar ada yang menanggung biaya hidupnya. Dan masih banyak lagi kisah para ulama besar yang tumbuh sendiri tanpa pelukan ibu, tanpa bimbingan ayah, bahkan ada yang diuji dengan orang tua yang justru menjadi sumber luka. Bukan anaknya yang mencari masalah, tapi memang Allah menakdirkan jalan ujian itu lewat orang tuanya. Sebab banyak ulama salafus shalih, guru-guru kita, ditempa oleh kehilangan sandaran manusiawi, agar mereka hanya bersandar kepada Allah semata.
🌷 Maka jika hari ini engkau diuji oleh sikap orang tuamu, padahal engkau telah berbakti, telah menunaikan hak mereka, namun tetap disalahkan, disakiti, bahkan difitnah, jangan buru-buru meratapi nasib. Mungkin, justru lewat luka itu, Allah sedang menyiapkanmu menjadi hamba yang dimuliakan. Mungkin, dari sabarmu menanggung perih itu, Allah sedang mengangkat derajatmu dan bisa jadi, kelak anak cucumu akan Allah tinggikan, karena engkau pernah menahan sakit dengan tetap berbakti, sebab ujian dari orang tua bukan tanda murka Tuhan. Ia sering kali justru jalan rahasia menuju cinta-Nya dan orang-orang besar selalu ditempa lewat luka yang hanya bisa disembuhkan oleh doa.
🌹 Namun ingat, tidak semua orang yang jauh atau bermasalah dengan orang tuanya akan otomatis dimuliakan. Tidak semua yang diuji akan diangkat derajatnya. Hanya mereka yang dalam keadaan seberat apa pun tetap menjaga diri dari maksiat, tetap taat, tetap berpegang pada ketaqwaan. Sebab ujian itu bisa menjadi tangga menuju kemuliaan, tapi juga bisa menjadi jurang yang menelan.
Yang membedakan, bukan siapa yang diuji, tapi bagaimana ia bertahan.