24/05/2024
Haflah Santri Kelas XII SMA Ar-Risalah Lubuklinggau sukses digelar Sabtu 18 Mei 2024.
Momen istimewa tersebut berlangsung di Auditorium Putra Sohe Kompleks Pesantren Modern Ar-Risalah, Jl Lapter Silampari, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1, Kota Lubuklinggau.
Even bergengsi tersebut dihadiri orang tua/wali santri, Pendiri Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau Dr (HC) KH Syaiful Hadi Maafi BA, Hj Nyimas Rukiyah Mansur, Pimpinan Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau Kakak Guru KH Moch. Atiq Fahmi, Lc, Direktur Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau Ustadz Budi Satriadi, Lc, Manager Keuangan, Manager HRD, General Affair, Unit Penjamin Mutu, Badan Pengasuhan Santri, Kepala Unit, Kepala Pengasuhan Putra Putri, segenap dewan guru dan staf.
Dalam momen itu, Ustadz Budi Satriadi menuturkan alumni SMA Ar-Risalah tahun pelajaran 2023/2024 ini istimewa. Sebab dari 68 santri yang ada dan dinyatakan lulus tahun ini ada 4 santri yang tuntas hafal Al-Quran 30 juz.
Mereka yakni Andini Zulfanisya telah menyetorkan 30 juz dan mentasmi'kan 17 juz mutqin, lalu Alzena Safaira Salimah, Raihan Ramadhani, Dini Naisyah Sukma telah menyetorkan 30 juz dan mentasmi'kan 15 juz mutqin. Lalu Yusuf Kaisar Lani Koi Abu Bakar telah menyetorkan 27 juz Al-Quran dan mentasmi'kan 5 juz mutqin.
Kemudian ananda Rofa Rofifah Arrayyan telah mentasmi'kan 4 juz Al-Quran. Sementara 9 alumni SMA Ar-Risalah tahun ini yang telah mentasmi'kan 2 juz Al-Quran yakni, Shifa Annisa Fikri, Dinni Salma Aprilia, Masagus Yuta Anwar, Intan Julia Sari, Hani Harliyanti, Redo Romasha, Salman Alfarizi dan Alga Prayogi Aldestra. Lalu ada 16 orang yang hafidz 1 juz Al-Quran.
Ustadz Budi menerangkan, bahwa untuk sampai ke titik hafidz 1 juz Al-Quran atau lebih adalah suatu perjuangan yang tak mudah dan tentu sangat mahal. “Tahun ini patut kita syukuri jumlah anak yang hafidz Al-Quran 30 juz sampai 4 orang. Kuantitas itu naik drastis. Pada tahun pertama diadakannya program Takhossus Al-Quran hanya 2 santri yang hafal 30 juz Al-Quran, lalu tahun kedua 1 orang. Alhamdulillah tahun ketiga ada 4 orang. Karena di Ar-Risalah ini bagi anak yang punya kemampuan dan orang tua mengizinkan maka mereka bisa ikut takhossus Al-Quran sebagai program khusus tahfidz Al-Quran. Anak yang masuk kelas tahfidz Al-Quran tak perlu khawatir karena Al-Quran itulah yang akan mengantarkan pada prestasi. Kalamullah dihafal, masa iya ilmu dunia tak diberikan,” tutur Ustadz Budi.
“Maka kami ucapkan selamat kepada para santri yang berhasil mencapai hafalan 1 juz atau lebih. Bahkan, ketika santri ini hafal sampai Surah Ad-Dhuha saja pun patut kita syukuri, karena yang dihafal adalah kalamullah. Maka selepas lulus dari PMA Ar-Risalah ini, Bapak Ibu silahkan anak-anaknya ditugaskan ngimam di kampungnya masing-masing, insyaAllah mereka sudah siap,” jelasnya.
Karena, kata Ustadz Budi, lulusan Pesantren Modern Ar-Risalah ini setelah menyelesaikan setoran sesuai capaiannya masing-masing, sebelum diluluskan, para ustadz/ustadzah mengecek satu per satu ilmu pengetahuan dasar dibidang syariat yang dikuasai santri.
“Ya, kami Tanya tentang Rukun Iman, Rukun Islam, Rukun Wudhu, dan sebagainya. Bukti mereka menguasai pengetahuan dasar bidang syariat itu telah dibuktikan dengan sertifkat. Bahkan kami cek bagaimana kemampuan adzan dan iqomahnya benar atau tidak. Bisa ngimam atau tidak, bisa memimpin wirid atau tidak. Agar selepas shalat ada wirid dan dzikirnya dulu. Bahkan ada santri kita ini yang punya kemampuan Khotib Idul Fitri dan Idul Adha. Karena ini nilai utama lulusan Pesantren Modern Ar-Risalah,” jelasnya.
Disamping capaian itu, Ustadz Budi Satriadi juga menyampaiakan kabar bahagia, bahwa tahun 2024 ini ada 4 santri SMA Ar-Risalah yang lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Lalu 18 orang lolos seleksi masuk Universitas Islam Negeri melalui jalur SPAN PTKIN. Selain itu ada 10 santriwati sedang mengikuti seleksi masuk Poltekkes, 18 orang ikut UTBK, dan 1 orang berjuang dalam UMPTKIN.
“Alhamdulillah yang juga istimewa, ada 3 santriwati kita yang tahun akademik 2024/2025 ini akan melanjutkan kuliah ke Universitas Al-Ahgaaf Yaman. Menyusul kakak tingkat mereka yang sudah banyak lebih dulu menempuh pendidikan dengan beasiswa di sana,” tutur Ustadz Budi.
Dalam sambutannya, Ustadz Budi minta kepada para santri selepas tamat dari Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau, di manapun kalian berada, tetaplah jadi duta-duta Ar-Risalah.
“Bawalah nilai, bawalah akhlak, adab dan ilmu yang kalian dapat di Pesantren Modern Ar-Risalah di manapun kalian berada,” jelasnya.
Sementara pada momen itu, DR (HC) KH Syaiful Hadi Maafi, BA memiliki 7 pesan khusus pada para santri yang akan segera lulus dari SMA Ar-Risalah Lubuklinggau ini.
Abah Haji meminta para santri meneruskan kebiasaan yang selalu dilakukan selama di Pesantren Modern Ar-Risalah. Mulai dari kebiasaan shalat tepat waktu dan berjamaah di masjid, membaca Al-Quran, dan bersikap baik.
“Inilah keistimewaan kalian sekolah di pesantren. Karena kalian dibiasakan dengan hal-hal baik. Terhindar dari narkoba, tawuran, steril dari semua itu. Bahkan kalian tidak akan tinggal shalat. Shalatnya bahkan berjamaah, wirid, berdoa bareng,” tutur Abah Haji.
“Ulama itu adalah pewaris nabi. Kamu harus biasakan duduk bersama ulama. Dan biasakan dengar kalamnya orang-orang berilmu. Karena Allah akan menghidupkan hati-hati yang mati dengan ilmunya para ulama. Maka hati-hati saat sudah lulus nanti ketika kalian mulai hidup di luar sana, saat kalian lanjutin kuliah jangan kamu tinggalkan ulama. Karena tanpa memakai ilmu ulama menterhjemahkan Al-Quran itu bisa salah,” pesan Abah Haji.
Lalu apa pesan Abah Haji untuk para santri ini?
Pertama, Abah Haji pesan, lulus sekolah saja tidak cukup, kalau tidak bagus baca Al-Quran. Sebab Al-Quran itu bisa jadi obat. Sesakit apapun kalian, bacalah Al-Quran insyaAllah bisa jadi obat.
Kedua, jangan kalian durhaka pada Allah dengan melecehkan Al-Quran
Ketiga, jangan kamu durhaka pada Rasulullah.
“Kalau Rasulullah diolok-olok kamu jangan diam saja. Tapi bangkit bela. Karena agama yang dibawa Rasulullah itulah yang akan menyelamatkan kita. Siapa yang durhaka pada Rasululllah azabnya ada 3. Yakni kembali pada jahiliyah, keluar dari risalahnya Rasululllah, dan tidak dapat safaatnya Rasulullah,” terang Abah Haji.
Keempat, jangan kamu durhaka pada ibu bapakmu.
“Sebab jika itu terjadi dipastikan hidupmu tidak berkah. Terlebih anak laki-laki membiarkan ibunya, hanya membahagiakan istri dan anak, ibu bapak tak dipedulikan, sementara ridho Allah ada pada ridho ibu bapaknya. Tak ada amalan sunnah yang paling istimewa dibanding berbakti pada Ayah dan Ibu. Jadi, pesan Abah, jangan pelit pada ayah ibumu,” tutur Abah Haji.
Sebab kata Abah, ada 2 golongan orang yang akan dipercepat kualatnya sebelum mati.
Yaitu, orang yang durhaka pada ibu bapaknya dan orang yang mempelopori perbuatan-perbuatan mungkar.
“Maka sebagaimana pesan Ustadz Abdul Somad, menghadapi orang tua itu cukup dengan 3 langkah. Pertama diam, kedua diam dan ketiga diam. Jeleknya orang tua itu urusan dia. Kewajiban kita memuliakan mereka,” tutur Abah Haji.
Kelima, Abah Haji berpesan kepada para santri jangan durhaka pada guru. Sebab jika itu terjadi, maka ilmunya tak akan bermanfaat.
Keenam, jangan durhaka pada suami, sebab jika itu terjadi maka rumah tangganya tak bahagia. Salah satu bentuk durhaka itu menyakiti hati suami dengan merendahkan suami, mendoakan keburukan untuk suami bahkan sampai menyakiti fisik suami.
Ketujuh, jangan durhaka pada orang yang berjasa pada kita, salah satunya mertua.
Momen Haflah Santri Kelas XII SMA Ar-Risalah Lubuklinggau ini makin istimewa karena adanya penghargaan yang diberikan pada peserta wisuda baik Bidang Tahfidz, Akademik dan Non Akademik (Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Akhlak, Kedisiplinan, Peribadatan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Leadership, IT/Multimedia, Soud System, Seni dan Terhikmad)