14/08/2020
KETIKA DARING MELAHIRKAN BORING
Meski selama masa covid 19 ekonomi memburuk, penghasilan menurun, dan aktivitas hidup stagnan, namun di sela dampak buruk dan musibah mendera, ternyata banyak nikmat hadir melimpah dan rejeki meski sedikit tampak berkah, dan diatas semua itu, kita masih diberi sehat wal afiat, sehingga dalam kondisi apapun setiap saat, kita masih patut mengucapkan ALHAMDULILLAH ALA KULLI HAAL, bukan gembira atas penderitaan yang terjadi tapi kebaikan Allah kita masih melimpah ruah....
Kenapa kita senantiasa harus terus bersyukur........meski kondisi sekarang kurang menyenangkan dan menguntungkan....?!!!!
Coba sejenak renungkan dan bayangkan bila musibah itu menimpa agama kita........akhirnya kita menjadi murtad dan sesat.....
Andaikan musibah yang terjadi lebih parah dari yang ada......
Saat Anda tertimpa musibah.......camkan nikmat Allah yang ada padamu.....bukankah masih lebih banyak daripada nikmat yang hilang.... Sedangkan musibah yang menimpa orang lain, lebih berat dan lebih dahsyat.....
Dan setiap saat terkena musibah, kita mampu bersabar dan berharap pahala dari musibah itu........pasti semuanya membawa berkah dan rahmat dunia dan akhirat.
Dengan merenungkan kondisi di atas apapun musibah yang terjadi maka kita tetap patut bersyukur dan mengucapkan ALHAMDULILLAH.....
Tidak dipungkiri COVID 19 telah merubah banyak pada sistem kehidupan, meski kadang kita kurang siap termasuk yang paling fenomenal adalah belajar melalui sistem DARING.....
Baru saja KMB sistem DARING belum berusia satu semester, ternyata korban sudah banyak berjatuhan...... menimbulkan berbagai masalah psikologis hingga DARING diplesetkan (dada kering), ......pasalnya belajar sistem DARING menguras waktu, tenaga, pikiran dan kesabaran hingga pulsa dan berkurangnya..... jatah uang belanja...
Agar usaha orang tua untuk membantu KBM buah hatinya berbuah pahala maka masing-masing pihak terutama walisantri harus berbekal hal-hal berikut ini:
1. PAHALA BESAR MENANTIMU
Mendidik anak merupakan usaha paling mulia, dan bahkan membantu belajar anak bagian dari jihad ilmu, yang berbuah surga, meski proses pendidikan tersebut belum memetik hasil.
Marilah kita contoh ibunda Sofyan as-Tsauri, seorang janda hidupnya pun pas-pasan, dengan perjuangan berat pantang menyerah akhirnya berhasil mendidik putra tercintanya......dan bahkan untuk menyemangati buah hatinya, sang ibunda berkata 'Anakku belajarlah sungguh-sungguh aku akan mencukupi seluruh biaya hidupmu'.
2. MENDIDIK ADALAH INVESTASI AKHIRAT
Mendidik kadang terasa berat, meski berat kalau dijalani penuh dengan ketulusan akan memetik hasilnya....Dan proses mendidik anak itu lama dan jalannya berliku-liku.....maka prosesnya pun tidak bisa instan, oleh karena itu setiap pendidik terutama orang tua harus bersabar dalam menjalani tugas pendidikan.
Dengan demikian, siapa pun jangan pernah mudah menyerah dan jengah, karena mendidik anak adalah kegiatan investasi manusia (human investment) yang berorientasi akhirat yang membutuhkan nafas panjang.
Dari Abu Hurairah – Radhiyallahu ‘Anhu – berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: ‘Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla meninggikan derajat seorang hamba-Nya yang Shaleh di surga, sehingga hamba tersebut bertanya: ‘Ya Rabb, Bagaimanakah semua ini (bisa menjadi) milikku?, Allah menjawabnya: ‘Karena Istighfar anakmu untuk dirimu’.”_ (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
3. MENDIDIK BAGIAN DARI TANGGUNG JAWAB
Tugas pendidikan tidak hanya menjadi beban sekolah, dan bahkan tanggung jawab utama pendidikan berada di pundak orang tua, sekolah hanya sebagai fasilitator dan guru hanya menjadi jembatan penghubung ilmu pengetahuan antara peserta didik dengan sekolah. Maka jangan mudah melempar tanggung jawab tersebut kepada pihak sekolah hanya karena kita sudah mengeluarkan biaya mahal....
Sekolah adalah mintra untuk mengukir reputasi dan memantik prestasi anak serta membuka pintu gerbang kehidupan cerah..... Tetapi bila seseorang menjadikan sekolah sebagai tumpuhan untuk menentukan arah keberhasilan anaknya, pasti akan memantik kegagalan, terutama ketika saat anak-anak terjerat dekadensi moral dan salah memilih teman gaulnya..
4. MENGADULAH KEPADA RABBMU
S**a duka dalam mendampingi KBM sistem DARING kadang membosankan.....rasa jenuh campur kesal kadang muncul di pikiran kita, dan bahkan tingkah anak kadang suntuk sehingga membuat dada sebagian orang tua sesak, karena capek membangunkan, bosan mengingatkan waktu belajar dan sumpek karena kurang bisa mengatur anak serta sebel melihat anak kurang disiplin.
Wahai saudaraku.....seharusnya apa pun yang menjadi keluh kesah dan s**a duka mendampingi belajar DARING dan mendidik anak, kita harus mengadu kepada Allah. Bukankah salafus shalih panutan kita seperti Imam Ibnul Jauzi ketika mendapati salah satu putranya gagal hingga kecewa berat maka beliau terus menerus berdoa dan mengadu kepada Allah.
5. JANGAN PERNAH SAMAKAN
Jangan pernah samakan anak kita dengan anak lain apalagi dengan binatang....karena kemampuan dan kemauan anak berbeda-beda tergantung perbedaan usia dan karakter anak.....
Di antara kita kadang lebih telaten merawat sepeda..... lebih serius ngurus kambing.....kadang kita lebih sayang pada kucing.......dan lebih perhatian pada burung, dan bahkan kita sering melihat di jalan-jalan.......sebagian bapak-bapak rela menggendong SANGKAR BURUNG dengan jarak hingga puluhan KM, namun mereka mengeluh ketika harus menggendong putra putrinya....dan mendampingi mereka saat DARING....
Bukankah di antara kita lebih sabar dan telaten membersihkan kotoran binatang kesayangan dan memandikan hewan peliharaan.....dan bahkan ketika saat keluar kota pun hewan-hewan itu kita titipkan ke tempat penitipan hewan yang lengkap dengan makanan dan obat-obatannya......tapi anak kita sering terlantar.....kurang perhatian.
6. BUAH HATI LEBIH BERNILAI
Kita kadang lebih bersungguh-sungguh merawat jam tangan....tas mahal dan barang-barang berharga...dan bahkan aksesoris trendy lainnya. Semua benda-benda antik DISIMPAN baik-baik agar tidak rusak.....
Lebih parah lagi kita bisa ngobrol berjam-jam dan chating dari siang hingga sore hanya menyoal obrolan kurang berguna.....namun kita kurang betah dan kurang tahan banting untuk mendampingi buah hati kita saat belajar DARING.
Ayo rubah mindset kita demi masa depan dan prestasi belahan jiwa kita......zaman sudah berubah......pola hidup juga berubah.....tuntutan dan kebutuhan hidup anak-anak kita di masa yang akan datang tidak seperti zaman kita sekarang.....
DIDIKLAH ANAK-ANAKMU KARENA MEREKA AKAN HIDUP DI SUATU ZAMAN TIDAK SEPERTI ZAMANMU SEKARANG....
ZAINAL ABIDIN SYAMSUDDIN