20/06/2015
Lubuklinggau : SENIN 13 April 2015, STIE-STMIK Musi Rawas (Mura) dan Vietnam National University menandatangani Memorandum of Understanding (Mou). Kesempatan kerja ini langsung ditandatangani oleh Direktur Pasca Sarjana, Drs. Sardiyo, MM dan perwakilan dari Vietnam National University oleh Prof. DR Phan Thi Hong Xuan.
Acara yang berlangsung di Aula Kampus B STIE STMIK Mura itu berjalan lancar. Kegiatan itu diikuti oleh ratusan mahasiswa semester VII STIE-STMIK Mura dan dibuka langsung oleh perwakilan dari Universitas Bina Darma Palembang, Widya Cholil, MIT.
Hadir dalam kesempatan itu Ketua STMIK Mura, Dra. Jumroh, M.Pd, Pembantu Ketua III, Supriyanto, M.Si, Ketua Jurusan Manajemen, Dheo Rimbano M.Si, dan seluruh dosen STIE-STMIK Mura Lubuklinggau.
Dra. Jumroh, M.Pd mengatakan diadakannya penandatangan MoU antara STIE-STMIK Mura dan Vietnam National University ini, Kedepannya diharapkan terjadi tindak lanjut, seperti diadakannya penelitian atau seminar.
“Jika ada kesempatan, diharapkan dapat mengadakan pertukaran mahasiswa STIE-STMIK Mura dengan Vietnam National University Meskipun mahasiswa kurang begitu paham dengan Bahasa Inggris. Namun mahasiswa dapat memahami makna dari penjelasan yang disampaikan oleh Prof DR. Phan Thi Hong Xuan, dan mengambil ilmu dan hikmah dari penyelenggaraan penandatanganan MoU ini.
“Dengan menghadirkan mahasiswa yang akan menyusun skripsi, diharapkan setelah menyelesaikan Pendidikan Sarjananya di STIE-STMIK Mura. Mahasiswa terdorong untuk melanjutkan S2 di Vietnam National University atau setidaknya bisa go International,”.
Perwakilan dari Vietnam National University, Prof DR Phan Thi Hong Xuan, menjelaskan tentang Bunga Nasional Vietnam yaitu Lotus yang dikenal sebagai teratai ini melambangkan kesucian, komitmen dan optimis masa depan. Dimana bunga teratai ini sangata berpengaruh di vietnam, seperti digunakan untuk brand (Logo) Vietnam, teh lotus, dicampurkan dalam makanan, sebagai garnish dan lainnya.
“Semoga pelajar yang hadir pada kesempatan ini dapat menghubungkan antara budaya dan ilmu komunikasi, sehinggau dapat memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional dan dapat berkunjung ke Vietnam National University nantinya,”.
Dalam Kesempatan tersebut, Prof. DR Phan Thi Hong Xuan, menyampaikan untuk menjadi anggota ASEAN community ada lima model yang harus dimiliki oleh suatu negera seperti language (bahasa), sertifikat seperti sertifikat profesional atau sertifikat pendidikan, skill (kemampuan), visi dan teknologi.
Pada akhir pembincangan Prof, DR Phan Thi Hong Xuan menyampaikan kekagumannya terhadap kampus STIE-STMIK Mura dan mahasiswanya, yang sangat wonderful dan excellent. Selain itu juga beliau menyampaikan informasi jika pada bulan mendatang akan diadakan competition international yang bertempat di Vietnam. Mudah-mudahan pihak kampus STIE-STMIK Mura mempunyai kandidat yang bisa mengikuti kompetisi yang ditawarkan oleh Prof Phan.