Edukasi anak

Edukasi anak assalamualaikum
ibu dan ayah,
disini kita akan memberikan video dan gambar edukasi untuk anak dan o

Kreatif.Semoga bermanfaat bisa mejadi inspirasi buat sekolah lain.
30/10/2021

Kreatif.
Semoga bermanfaat bisa mejadi inspirasi buat sekolah lain.

16/11/2020
16/11/2020
21/10/2020

Melatih keterampilan dan kekreativitasan anak

Ayo menggambar 🎨🖌️Save dulu bunda untuk mengajarkan si kecil menggambar.
21/10/2020

Ayo menggambar 🎨🖌️

Save dulu bunda untuk mengajarkan si kecil menggambar.

20/10/2020
Rumus Matematika Bilangan Bulat
18/10/2020

Rumus Matematika Bilangan Bulat

Ternyata  bibit -bibit anak yg s**a membully itu tanpa kita sadari  berawal dr bercandaan kita sendiri  😭😭😭😭sebelum terl...
14/10/2020

Ternyata bibit -bibit anak yg s**a membully itu tanpa kita sadari berawal dr bercandaan kita sendiri 😭😭😭😭
sebelum terlambat mari kita ubah cara mendidik & memperlakukan anak kita agar tidak menjadi anak yg s**a membully..

TIPS AGAR ANAK LUPA MAIN HP 1. Minggu pertamaAtur waktu bermain hp. Misal untuk anak yang sudah kecanduan, susah lepas d...
13/10/2020

TIPS AGAR ANAK LUPA MAIN HP

1. Minggu pertama
Atur waktu bermain hp. Misal untuk anak yang sudah kecanduan, susah lepas dari hp, bisa atur waktu perdua jam sekali.
Setiap 2 jam, ambil hpnya. Boleh kasih lagi kalau setelah 2 jam, dia merengek minta hp lagi. Tapi ingatkan lagi 2 jam kemudian, akan diambil. Kalau tidak merengek, tidak usah dikasih.

2. Minggu Kedua
Naikan frekuensi jamnya, misal jadi 5 jam sekali. Kalau bisa naikkan agak banyak, 3-5 jam berikutnya. Tujuannya biar anak mulai terbiasa tidak main hp.

3. Minggu ketiga
Mulai atur hari dimana anak boleh pegang hp.
Misal per 2 hari saja boleh main hpnya. 2 hari ke depan libur dulu. Begitu seterusnya.

4. Minggu keempat
Konsisten untuk kasih hp hanya 1 minggu sekali saja, misal hari sabtu saja dengan batas waktu 2 jam saja. Walaupun anak merengek tetap harus sesuai aturan.

5. Setelah itu, Insyaallah anak akan terbiasa tanpa hp.

Note:
👉cari mainan edukasi yang membuat anak asyik bermain, sehingga dia lupa dengan hp.

👉libatkan anak dalam kegiatan dirumah. Misal kalau ibu lagi cuci ikan untuk dimasak. Jangan larang jika dia ingin melihat, karena dengan melihat minimal akan timbul keingin tahuan anak. Misal dia bertanya "ikannya kok mati bu? Kok matanya masil melotot bu? Atau yang lainnya. Ini bisa jadi edukasi juga buat mereka.

👉luangkan waktu bermain bersama anak.

Alhamdulillah, ini sudah saya lakukan pada anak" saya. Dan sekarang dia paham kapan saatnya dia boleh main hp atau tidak.

Selamat mencoba mom 🤗



MENGASUH ANAK LAKI-LAKIHilman Al Madani, M.Si, PsiPsikolog dan Trainer Yayasan Kita dan Buah HatiDear Ayah Bunda...Serin...
12/10/2020

MENGASUH ANAK LAKI-LAKI

Hilman Al Madani, M.Si, Psi
Psikolog dan Trainer Yayasan Kita dan Buah Hati

Dear Ayah Bunda...

Seringkali kita terheran-heran melihat perbedaan antara anak laki-laki dengan anak perempuan kita. Banyak yang bilang:
"Ini kok yang perempuan bisa tenang tapi yang laki kaya cacing kepanasan yah?"
"Kenapa anak laki-laki saya maunya grasak-grusuk terus sih?"
"Anak perempuan si anu sudah bisa baca, ko anak laki-laki saya yang sepantaran belum bisa?"
Dan mungkin berbagai ujaran keheranan lainnya tentang anak laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

Belum lagi, seringkali prestasi akademis anak-anak perempuan lebih baik dari pada anak laki-laki. Kenapa yah? Ada masalah apa? Apa anak laki-laki memang di takdirkan tidak pintar-pintar amat?

Tentu saja tidak! Laki-laki punya berat otak 1400 gram, sedangkan wanita hanya 1250 gram meskipun kerapatan sel otak perempuan melebihi otak laki-laki. Artinya, anak laki-laki tidak bisa dikatakan peluang prestasi akademisnya lebih rendah dari pada perempuan. Meskipun, potensi otak tidak hanya di ukur dari beratnya saja. Jadi, apa yang salah d**g?

Hal utama yang harus dipahami oleh ayah dan bunda dan bahkan para guru adalah, bahwa laki-laki dan perempuan memang beda (ya iyalah.. semua juga tau kali ya..). Maksudnya, bukan hanya fisik dan psikologis. Tapi fakta otak memang menunjukkan bahwa anak laki-laki dan perempuan memiliki otak yang beda, kecenderungan yang berbeda, dan tentu saja kebutuhan yang berbeda p**a.

Fakta otak memang menunjukkan perbedaan antara keduanya. Michael Gurian dalam bukunya, “Boys and Girls Learn Differently!” menuturkan perbedaannya.

Pertama, area korteks anak laki-laki lebih banyak dimanfaatkan sebagai fungsi spasial mekanis. Hal ini menyebabkan anak laki-laki akan lebih s**a bergerak, atau bahkan menggerakkan sesuatu. Contohnya, anak laki-laki lebih s**a main bola, berlari dan melompat, atau paling tidak menggerak-gerakkan tangan dan kakinya sendiri. Jadi, jangan aneh, dan kurangi menyuruh mereka untuk diam duduk manis. Kenapa? Itu kebutuhannya! Satu hal lagi, kadar testosteron yang 20 kali lipat daripada perempuan membuat mereka lebih agresif dan lebih mudah fokus pada satu tujuan.

Kedua, anak laki-laki memiliki kadar serotonin (zat kimia di otak yang berkaitan dengan ketenangan) dan oxytocin (berkaitan dengan ikatan) yang lebih sedikit. Hal ini tentu saja menyebabkan anak laki-laki kebanyakan akan lebih bersikap impulsif (mudah terdorong atau terstimulasi) dibandingkan wanita. Jadi, jangan aneh kalau anak laki-laki kita mudah terlibat masalah karena sifatnya yang impulsif, jadi gampang atau cepat bosan, agak sulit menjadi pendengar yang baik, dan kurang mampu untuk berlama-lama menekuni tugas perintil-perintilan secara telaten.

Ketiga, lebih familiar dalam hal mengenali simbol, bentuk-bentuk abstraksi, diagram, gambar, dan obyek bergerak ketimbang kata-kata yang monoton. Hal ini membuat mereka akan lebih unggul dalam pelajaran Matematika dan Fisika, lebih tertarik pada permainan-permainan (games), daripada diminta menjadi pendengar yang baik atau belajar secara verbal.

Waspadalah! Dengan testosteron yang berlipat serta lebih s**a gambar dan visual, anak laki-laki kita rentan terkena paparan p***ografi dan games! Hmm.. saya jadi tahu alasannya kenapa para produsen p***o banyak menyasar anak laki-laki kita dan memasukkannya lewat games. Ternyata mereka mempelajari ini juga untuk menyasar anak laki-laki kita. Lalu kenapa kita ngga belajar juga?

Sampai baris ini, please stop dulu perlakuan menyama-nyamakan antar anak laki-laki dan perempuan. Bukan bermaksud membeda-bedakan, tapi anak laki-laki dan perempuan kita memang diciptakan berbeda! Bahkan Allah saja memberi tugas kepada laki-laki dan perempuan dengan tugas yang berbeda-beda.

Dalam dunia pendidikan, beberapa sekolah di luar sana sudah menerapkan “Segregation” atau pemisahan antara kelas laki-laki dengan kelas perempuan. Bukan hanya soal muhrim atau non muhrim (sebagaimana aturan dalam islam), tapi soal otak yang memang Allah jadikan berbeda dan tentu saja membutuhkan perlakuan, penanganan, pendidikan, dan pengasuhan yang berbeda p**a.

JADI GIMANA D**G?

Pertama, pahami dulu dan terima bahwa kita memiliki anak laki-laki, dan jangan banding-bandingkan dengan anak perempuan. Perlakukan anak laki-laki kita sebagaimana fitrahnya laki-laki. Jangan memperlakukan mereka sebagaimana memperlakukan anak perempuan. Gimana kalo mereka nanti malah jadi keperempuan-perempuanan? Repot lagi kan? Jangan-jangan maraknya LGBT salah satunya karena kita mendidik anak laki-laki dengan cara perempuan. Allahu a'lam..

Terlepas dari semua itu, laki-laki itu imam. Persilahkan mereka belajar menjadi pemimpin, belajar mengatur dan mengambil keputusan, belajar menghadapi dan memaknai kegagalan dan bangkit lagi, karena mereka nantinya akan menjadi pemimpin, paling tidak dalam lingkup keluarganya sendiri. Jadi butuh kecakapan untuk memimpin, mengatur, mengontrol, dan mengambil keputusan. Dan, kita butuh sosok laki-laki ‘tangguh’ (Ayah Hebat) untuk membina anak-laki-laki kita menjadi tangguh!.

Kedua, dalam pembelajaran, mungkin ada baiknya kita merubah pola kegiatan dan pembelajaran untuk anak laki-laki menjadi lebih banyak gerakan dan variasi. Lebih banyak kolaborasi, banyak permainan dan tantangan (belajar dari kes**aan mereka terhadap games karena kadar adrenalin dan testosteron mereka yang tinggi).

Dengan otak yang cenderung mekanik-kinestetik dan energi yang berlebih rasanya mereka memang butuh banyak bergerak. Sepertinya pembelajaran kontekstual (sesuai konteks) dan eksperiential (mengalami langsung) adalah beberapa model yang cocok untuk pembelajaran anak laki-laki.

Ketiga, ngomong jangan kebanyakan! Anak laki-laki kita bukan makhluk spesialis verbal. Dia hanya butuh mengeluarkan 7 ribu kata dalam sehari. Bandingkan dengan anak perempuan yang membutuhkan 20 ribu kata dalam sehari. Ngga sebanding kan? Jadi jangan berpanjang-panjang kata dalam memberikan arahan. Fokus pada inti persoalan. Maksimal 17 kata per kalimat. Tunggu dulu responnya, baru lanjutkan. Buat para bunda yang biasa ngasih instruksi berpanjang-panjang kata, pasti ribet kan ya? Bisa latihan kok.. dan bisa kerja sama juga dengan para ayah...

Selamat membesarkan anak laki-laki kita menjadi pemimpin yang tangguh dan hebat!





#1

Matematika itu menyenangkan 😂
12/10/2020

Matematika itu menyenangkan 😂

Address

Jalan Sokarno
Lubuklinggau
31662

Telephone

+6281541163893

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Edukasi anak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Edukasi anak:

Shortcuts

Share

Category