17/12/2014
Tahukah anda harga keekonomian (harga tanpa disubsidi) BBM sebenarnya adalah 7.000-7.500 itu artinya harga dipatok 8.500, Pemerintah sudah memperoleh untung untuk perliternya 1000-1500 rupiah. Atau kalau pemerintah ingin menerapkan sistem subsidi tetap misalnya sebesar 1.000 rupiah untuk perliternya berarti BBM harus di jual pada harga 6.000-6.500 rupiah.
Kalau Pemerintah tetap harga tsb dengan berdalih subsidi dialihkan ke Bantuan (dengan berbagai jenis kartu ajaibnya) untuk orang miskin dengan 300.000 perorang, berarti sebenarnya tidak ada artinya, karena dampak kenaikan harga yang dihadapi masyarakat jauh lebih besar dari nilai bantuan tsb.
Kemudian kalau subsidi itu dugunakan untuk membangun infrastruktur baik jalan, pelabuhan, bandara maupun listrik sebenarkan tetap saja yang lebih banyak menikmatinya para orang kaya atau para pemodal kerena membutuhkan itu untuk mengembangkan usahanya.
Sebaiknya pemerintah berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan dan harus diasarkan dengan data dan fakta.