15/08/2023
PELATIHAN READ ALOUD VOL. 1 DI LEMBAH HIJAU, IJOBALIT
Hari Minggu (6/8) kami mengadakan pelatihan read aloud (membaca nyaring) di aula perpustakaan Kelas Menulis Tepi Danau di Lembah Hijau, Desa Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.
Ini adalah pelatihan perdana kami tahun ini dengan sistem berbayar. Sebanyak 30-an peserta yang terdiri dari guru, pustakawan, ibu rumah tangga, pegiat literasi, dsb. hadir menjelang pukul 09.00.
Acara ini diisi oleh narasumber Linda Andayani, seorang pelatih membaca nyaring tersertifikasi juga pegiat literasi anak. Ibu empat anak ini telah mempraktikkan membaca nyaring ini pada anak-anaknya sejak masih kecil dan melihat manfaatnya. Anak-anaknya memiliki kosakata yang lebih kaya dan menjadi lebih kritis.
"Kalau kita struggle di anak pertama (untuk membacakan nyaring, pen), Insyaallah akan lebih mudah ke anak-anak berikutnya," tuturnya.
Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Mataram ini juga aktif mengikuti seminar dan pelatihan membaca nyaring. Segenap ilmu dan pengalaman itulah yang ia bagikan kepada para hadirin.
Menurut Linda, urusan membaca tidak bisa diserahkan semata kepada guru. Orang tualah yang harus lebih banyak aktif membacakan buku buat anak-anak di rumah.
"Jangan jadikan anak-anak hanya sekadar BISA membaca, tapi buat mereka TERTARIK DAN S**A membaca," ucapnya.
Linda yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini menyatakan bahwa kegiatan membaca harus dijadikan RUTINITAS.
"Ada dua cara mudah untuk itu. Pertama, ADAKAN BUKUNYA. Kedua, BACAKAN BUKUNYA."
Linda menambahkan, anak-anak yang sudah terbiasa membaca buku, syaraf-syaraf di otaknya akan aktif. Hal ini berbeda dengan kondisi otak anak yang sedang menonton gawai atau TV. Syaraf otaknya tidak beraktivitas. Makanya, salah satu pemicu anak untuk cerdas adalah dengan membuatnya rajin membaca.
Linda mengungkapkan bahwa tidak ada anak yang bebal, yang ada hanyalah orang tua yang kekurangan bekal. Ya, orang tua adalah titik pusat terkait tumbuh kembang anak. Maka, tak elok rasanya jika semua beban pendidikan diserahkan kepada pihak sekolah.
Terkait dengan ini, Linda menyarankan agar sekolah yang telah menjalankan read aloud agar melibatkan orang tua di dalamnya. "Undang orang tua ke sekolah. Sediakan buku-buku penyambung untuk orang tua. Sekolah bisa memantau sampai orang tua membacakan buku untuk anak-anaknya," ujar ibu berkacamata ini.
Linda yang juga aktif membagikan tips membaca nyaring di media sosialnya ini juga mengatakan, "Sekolah bukan bengkel reparasi untuk anak. Tapi sekolah bisa mengajak orang tua untuk menyiapkan anak-anak BELAJAR."
Setelah menyajikan materinya, Linda Andayani bersama moderator, Muslifa Aseani, memandu sesi tanya jawab yang dilanjutkan dengan latihan membaca nyaring. Para peserta ditantang untuk berlatih membacakan buku cerita anak secara nyaring. Buku-buku cergam tersebut disediakan oleh Linda Andayani.
Teknisnya adalah pembaca nyaring duduk di depan peserta sambil memperlihatkan halaman buku yang sedang dibacakan. Audiens yang lain harus bisa melihat halaman buku biar bisa ikut terlibat aktif dalam proses membaca nyaring.
Beberapa peserta bersedia maju. Mulai dari Kepala TK PKK Ijobalit, Windra Riyana; Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Barat, Heny Murdianti; ibu rumah tangga, Baiq Julianti; guru Apple Tree Pre-school, Tri Shakti Permata; hingga perwakilan Jejak Aksara Publisher, Erwin Pibrianto.
Penampilan para peserta kemudian dikomentari dan diberi saran dan masukan oleh pemateri utama. Salah satu yang perlu diperhatikan agar guru atau orang tua membaca nyaring dengan atraktif, intonasi yang tepat, artikulasi yang jelA, dan aksentuasi yang menyesuaikan dengan isi bacaan. Selain itu, pendengar perlu dilibatkan secara aktif dengan mengajukan pertanyaan yang relevan terkait bahan bacaan.
Acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan pengisian kuesioner evaluasi. Syukur alhamdulillah mayoritas peserta merasa puas dengan pelatihan membaca nyaring.
Insyaallah kami adakan pelatihan sesi kedua pada waktu mendatang.
Terima kasih atas partisipasi aktif Anda, para Bapak/Ibu.
Selamat membaca nyaring untuk anak-anak! 🤩🤩🤩