14/05/2026
Apakah Setiap Hukum Syariat Harus Memiliki Dalil Nash (tekstual)?
ูู ููุฒู
ูุฌูุฏ ูุต ููู ุญูู
ุดุฑุนูุ!
ูุงู ุงูุฅู
ุงู
ุงูุดุงูุนู ุฑุญู
ู ุงููู ูุฑุถู ุนูู: ยซโูููุณ โูููู โุงูุนูู
ููุฌุฏ ููู ูุชุงุจ ูุณููุฉ ูุตููุงยป.
ุงูุฃู
ููุดุงูุนู - ุท ุงูููุฑ ูฆ/โูขูกูง โ ุงูุดุงูุนู (ุช ูขู ูค)
"Tidak semua ilmu (hukum agama) ditemukan dalilnya dalam Al-Qur'an dan Sunnah secara tekstual (nash)."
(Kitab Al-Umm. Cetakan Dar Al-Fikr, Jilid 6, Halaman 217).
Al-Qadhi Al-Imam Abu Bakar ibn al-Arabi Al-Maliki berkata dalam bantahannya terhadap kaum Zhahiriyah (kelompok literalis) yang bersikeras atas ketiadaan teks eksplisit (nash) dalam permasalahan zakat emas:
ููู
ุง ุฌุงุก ุงูุญูู
ููุฑ ุงูุฐูู ูุทูุจูู ุงููุต ูู ูู ุตุบูุฑ ููุจูุฑ: ุทู
ูุณู ุงููู ุนูููู
ุจุงุจ ุงููุฏูุ ูุฎุฑุฌูุง ุนู ุฒู
ุฑุฉ ู
ู ุงุณุชููู ุจุงูุณูู ูุงูุชุฏู.
ุดุฑุญ ุงููุฑูุงุช - ุนุจุฏ ุงููุฑูู
ุงูุฎุถูุฑ ูกูฃ/โูฃ โ ุนุจุฏ ุงููุฑูู
ุงูุฎุถูุฑ (ู
ุนุงุตุฑ)
Maka tatkala datang orang-orang bodoh (bagaikan keledai) yang menuntut adanya teks (nash) dalam setiap perkara kecil maupun besar: Allah menutup pintu petunjuk bagi mereka, dan mereka pun keluar dari golongan orang-orang yang mengikuti jejak kaum Salaf serta mendapat petunjuk.
(Syarah Al-Waraqat karya Syekh Abdul Karim Al-Khudhair โ Jilid 13, Halaman 3)
Maka waspadalah, waspadalah, dan benar-benar waspadalah terhadap orang yang ingin menghidupkan kembali pemahaman "ala keledai" ini, meskipun ia mengaku-ngaku sedang bersikap hati-hati, warak, serta mengikuti pemahaman Salaf dan Sunnah!