06/01/2023
Kami ingin berbagi rasa syukur, bahagia, bangga, sekaligus harapan, bahwasanya pekan ini, tepatnya 1 Januari 2023, Observatorium Bosscha berusia seabad. Observatorium astronomi yang didirikan oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging pimpinan K. A. R. Bosscha, dengan rancangan teknis yang state-of-the art, siap di garis depan astronomi modern. Alam semesta menjadi laboratorium tak terbatas untuk mempelajari fisika dari entitas terkecil seperti atom hingga entitas terbesar seperti gugus galaksi, dan menyediakan diri untuk menjadi pemeriksa teori-teori fisika terobosan yang bermunculan pada era yang sama, seperti teori kuantum dan teori relativitas.
Tidak banyak institusi sains di Indonesia yang sejarahnya sepanjang Observatorium Bosscha dan yang terus berkiprah menjalankan amanah peradaban, yakni menguak rahasia semesta secara ilmiah. Sejak diserahkan kepada Republik Indonesia pada tahun 1951, bernaung di bawah Institut Teknologi Bandung, Observatorium Bosscha menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi: meneliti, mendidik, dan mengabdi pada masyarakat. Topik penelitian telah berkembang dari fisika bintang dan Galaksi Bima Sakti, meluas ke topik Tata Surya, ekstragalaksi, dan kosmologi. Amanah pendidikan dijalankan bekerjasama dengan Program Studi Astronomi. Program pengabdian pada masyarakat menjadi bukti konkrit partisipasi Observatorium Bosscha dalam upaya mencerdaskan bangsa secara luas dan inspirasional.
Terimakasih tak terhingga, penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru dan pendahulu kami yang dedikasinya telah menjadi legacy, kepada para rekan sejawat di dalam dan luar negeri, masyarakat luas, terutama anak-anak, dan para pemangku kepentingan, yang dengan dukungan dan kepercayaan yang tak putus, telah menjadikan Observatorium Bosscha tetap dan terus berdiri tegak, menatap langit yang tak berbatas ruang-waktu, agar kita semua semakin paham dan bijak.