25/04/2018
Expert Education Center Chapter III
Sekali lagi, Khalifah Islamic Boarding School dalam program Entrepreneurnya menyelenggarakan acara pelatihan kepada siswa yang dikemas dengan mini-seminar tentang entrepreneur yang dinamakan EEC pada hari sabtu(21/4/2018)
Apa itu EEC ? EEC adalah kepanjangan dari Expert Education Center. Program ini bertujuan memberikan modal mindset dan life-skill berwirausaha yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. EEC sendiri diisi oleh pembicara-pembicara yang handal dan sudah terbukti dibidangnya. Pelatihan EEC ini diselenggarakan setiap 3 bulan sekali yang dilaksanakan dalam jangka waktu tepat 1 tahun.
Dimulai dari opening pada bulan September 2017 , team Entrepreneur Khalifah memberikan gagasan expert materi dengan tema “Global”, dilanjutkan pada bulan Januari 2018 dengan tema “Impian”. Dan alhamdulillah, pada 21 April 2018 pelatihan ini mengusung tema tentang “sikap”. Pada kesempatan pelatihan kali ini, para team entrepreneur sepakat mengusung judul “Sikap Dapat Mengantar Keberhasilan di Masa Depan”.
Pelatihan yang dilaksanakan bertepatan dengan hari Kartini ini, dibagi menjadi 2 sesi yakni sesi pertama bertujuan memberikan edukasi tentang sikap itu sendiri dan bagaimana cara kita bersikap yang baik kepada diri sendiri dan orang lain. Materi ini sangat menarik sekali, dengan dibawakan oleh Ust. Yudho Januar Prakoso selaku Owner dari La Seblak sekaligus seorang Mahasiswa Teknik Sipil Unisma. Beliau mengatakan bahwa dasar sikap yang baik seorang pengusaha harus memegang teguh 4 prinsip, yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan diikuti kerja tuntas.
Pemateri menekankan bahwa sebagai pengusaha kita dituntut selain memiliki semangat juang yang tinggi juga pintar serta bertanggung jawab serta tidak luput mengikhlaskan segala hasil yang diberikan kepada Allah SWT.
Dalam pelatihan ini, beliau pun juga memberikan metode-metode khusus yang digunakan oleh pengusaha-pengusaha kelas atas dalam menjaga sikap mereka. Dan beliau mengatakan bahwa metode ini akan sangat bermanfaat bila digunakan secara istiqomah dan berkelanjutan.
Diakhir sesi awal ini, beliau selaku pemateri menutup sesinya dengan renungan singkat yang bertujuan agar peserta EEC mengevaluasi dan mau memperbaiki diri sendiri serta memperbaiki hubungan Habbuminallah dan Habbuminannas.
Pada sesi ini, peserta dipersilahkan untuk memejamkan mata sejenak untuk merenung dan diiringi oleh musik-musik renungan yang membuat alur renungan semakin seru. Pembicara mulai memandu peserta diawali dengan relaksasi, dan disusul dengan merenungi sikap mereka selama ini dan ditutup dengan berdoa bersama-sama kepada Allah SWT.
Subhannallah, ternyata peserta secara keseluruhan mengikuti renungan dengan khidmat. Dimana hampir keseluruhan telah terbawa suasana renungan hingga para peserta pun tanpa sadar meneteskan air mata penyesalan dosa-dosa mereka selama ini dan bahkan sebagian peserta pun hingga menyebutkan nama orang tua mereka dan sebagian lain memohon ampun kepada Sang Khaliq.
Setelah usai, peserta pun break sejenak sembari beberapa peserta menikmati video singkat tentang pembelajaran dampak dari jika kita melakukan perbuatan baik kepada orang lain. Dalam video tersebut, peserta menjadi bersemangat kembali dan mereka mulai terinspirasi melakukan perbuatan baik, syukron.
Seusai break, peserta dipersilahkan menempati kursi mereka kembali dan moderator pun mulai menyampaikan bahwa sesi kedua akan segera dilaksanakan. Peserta pun dengan semangat mulai tertib menempati kursi mereka.
Pada sesi kedua, yang disampaikan oleh Muhammad Rifqi Refianto selaku owner Mie & Ayam 3M sekaligus Freelance Marketing Meikarta mengusung materi tentang “Perbedaan Kita & Mereka”. Dimana materi ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya memiliki etos kerja dan memperlihatkan perbedaan sifat etos kerja di negara berkembang dan negara maju. Pemateri menyampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan cukup singkat.
Materi dibuka dengan memberikan edukasi yang berkaitan dengan etos kerja dan apa pentingnya bagi kita. Beliau memaparkan, bahwa etos kerja harus dijunjung tinggi demi majunya bangsa dan negara. Lalu beliau pun menyampaikan bahwa budaya giat bekerja harus ditanamkan sejak dini karena hal tersebut akan menjadikan habits atau kebiasaan. Tak lupa, pemateri sempat memberikan share sedikit pengalamannya disela-sela materinya.
Dan diakhir materi, beliau pun memaparkan tentang perbedaan etos kerja antara negara berkembang dan negara maju. Tak hanya itu, kesimp**an pemateri pun sangat menarik yang membuat peserta sangat antusias dengan materi yang diberikan oleh pemateri.
Dan diakhir acara, moderator menutup dengan membuka beberapa pertanyaan kepada peserta. Dan alhamdulillah, peserta sangat antusias bertanya pada kedua pemateri. Tak hanya itu, bahkan peserta pun ada yang masih sempat melakukan sharing diluar acara dengan para pemateri.(khlfh/yud/18)