08/08/2020
Dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengurusan jenazah di rumahnya, tiba-tiba seseorang yang sangat tampan tampak di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.
Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.
Tetapi si tampan itu berkata,” Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”
Dan tak mungkin malaikat akan berani terhadap mayat yang didalamnya terdapat Al-Qur'an, karna Al-Qur'an adalah Kalamullah, apalagi sampai menyiksanya.
Lalu ia berpaling kepada sahabatnya (mayat) dan berkata, ”Aku adalah Al-Qur'an yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”
Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)
Semoga kita semua bisa menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat, sebagai pedoman hidup, yang selalu kita baca dan kita pelajari maknanya serta kita terapkan isinya pada kehidupan kita.