Ma'had Bustanul Muarif Alzi-ziah

Ma'had Bustanul Muarif Alzi-ziah Tempat menempa/membimbing anak didik agar menjadi manusia yang berkepribadian Islam dan menjadi mubaligh Islam dalam masyarakat melalui ilmu dan amalnya.

MA'HAD BUSTANUL MUARIF merupakan suatu tempat yang bisa juga disebut dengan dayah yg didirikan di kota langsa yg berlokasi di Seuriget kota langsa tempat berkumpulnya kaum muda tak terkecuali ibuk/bpak dan anak2 untuk menimba/mempelajari ilmu agama.....

Persiapkan diri kita untuk menyambut bulan suci Ramadhan Semoga kita termasuk kedalam golongan orang orang yang bersyuku...
28/06/2014

Persiapkan diri kita untuk menyambut bulan suci Ramadhan
Semoga kita termasuk kedalam golongan orang orang yang bersyukur

31/01/2014

tak ada harta kekayaanku selain memiliki Islam dalam hidupku

tak ada kekayaan terbaikku selain menjadikan Engkau diatas segala galanya

tak ada warisan terbaik dalam hidupku selain mengakui Nabi Muhammad adalah utusanMu

29/01/2014

Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Abu Bakar Ibnu Hazm sebagai berikut, "Perhatikanlah, apa yang berupa hadits Rasulullah saw. maka tulislah, karena sesungguhnya aku khawatir ilmu agama tidak dipelajari lagi, dan ulama akan wafat. Janganlah engkau terima sesuatu selain hadits Nabi saw.. Sebarluaskanlah ilmu dan ajarilah orang yang tidak mengerti sehingga dia mengerti. Karena, ilmu itu tidak akan binasa (lenyap) kecuali kalau ia dibiarkan rahasia (tersembunyi) pada seseorang." (Ringkasan Shahih Bukhari, Al-Albani, Kitab Ilmu, Bab 35).

20/01/2014

ya Allah meunyoe kamoe han malem lam dayah beuneupeumate kamoe lam dayah.....

ya allah jika kami tidak menjadi orang alim di dayah maka wafatkanlah kami selagi masih di dayah ( dalam masa menuntut ilmu )
dayah = pesantren ( bahasa aceh )

04/01/2014

ets sudah dipanggil.... jom tinggalkan ksibukanmu yang maha mempunyai kesibukan sudah memanggil kita untuk berjumpa dngannya...... karena Allah mrindukanmu tidakkah engkau merindukannya

29/12/2013

Ayolah saudara2 ku berdakwahlah dgn cara yg baik

Assalammualikum
Ini adalah goresan hati paling dalam dari saya pribadi buat saudara-saudara saya yang menyampaikan dakwah dengan cara yang tidak seharusnya/ kasar dengan kata-kata atau cacian yang tidak pantas kita keluarkan sebagai seorang muslim yang kebanyakan saya lihat di komentar2 di dunia maya seperti ini kepada mereka yang bukan non muslim/ kepada saudara2 kita sendiri yang kurang faham,sesungguhnya mereka hanya belum tahu dan memahami islam.

“jadilah agen dakwah islam yang baik..... kenapa kita tidak mencontoh rasulullah yang hanya tersenyum dan mendo’akan hidayah untuk mereka kaum kafir quraish dan yahudi yang telah menghina dan mencaci maki beliau” tanyakan lagi kepada diri kita kenapa kita tidak bisa menjadi seperti rasul.... jangan menjelekkan citra islam dengan seperti itu.... sesungguh nya dengan memaki seperti itu bukan kita yg menjatuhkan mereka tapi merekalah yang menjatuhkan islam, mereka berhasil memprofokasi kita untuk menunjukkan pada dunia kejelekan islam dengan kita berkata-kata seperti itu........ masih banyak hal yang harus kita lakuin untuk islam di luar sana. jangan buang waktu klian dengan debat yang tidak berguna seperti itu..... tugas kita terlalu besar untuk mengembalikan kejayaan islam seperti dulu.... banyak saudara kita yang muslim tapi bukan muslim sesungguhnya... kenapa kita harus memperdebatkan sesuatu dengan mereka yang mereka sendiri sudah jelas-jelas tahu mereka salah... toh jikalau mereka tidak tahu pun kita sudah memberi tahu mereka selanjutnya biar mereka yang memilih jangan memaksakan kehendak dengan cara yang tidak pantas seperti itu karena kembali lagi hidayah datang nya dari allah.yg penting kita sudah berusaha menyampaikan...

Kenapa kita tidak mendakwahi saudara2 kita yg muslim yg sesungguh nya bukan muslim sejati yang bahkan jika kita tanyai apakah dia sudah menunaikan shalat dengan mudahnya dia mengatakan blum shalat dan melalaikan nya yang untuk menghijapi diri mereka dengan sempurna saja mereka enggan melakukan nya..... terutama coba kita lihat diri kita dulu dan terutama pesan ini juga saya tuju untuk saya pribadi apakah kita sudah menjadi agen muslim yang baik,apakah kita sudah mempersembahkan yang terbaik untuk islam? Jangan pernah mengobati tubuh orang lain yang sakit kalau tubuh kita sendiri saja masih perlu di obati. Bagaimana kita mau mendakwahi orang lain kalau diri kita saja belum menjalankan kewajiban kita sebagai muslim kepada Allah.... ayolah hentikan ini hentikan cara pandang kita dalam berdakwah seperti ini.... tahukah kalian saudara2 kita yang menjadi minoritas di negara orang.... mereka berjuang mendakwahkan islam dengan kelembutan dan kebaikan walau perang batin selalu menggalayuti hati mereka tidakkah kalian tahu hati mereka yang menangis karena usaha mereka di hancurkan dengan saudara mereka sendiri saudara yang berdakwah dengan cara yang tidak baik/cara yang tidak pantas.... dengan makian dan cacian dengan kekurangtahuan mereka dan akhirnya teror di anggap sebagai jihad dan tingkah2 kita yang tidak mencerminkan sebagai muslim sejati...

kalian ingin para non muslim itu tersentuh dengan islam... jangan seperti ini caranya lakukan dengan cara yang pantas, lakukan dengan hati yang tulus, lakukan dengan kebaikan serta keikhlasan mengharap ridha allah, asal kalian tahu dengan senyum bisa membuat hati orang tersentuh dengan memaafkan dan meminta maaf juga bisa membuat hati orang tersentuh... ayo d**g kembali lagi teladani rasul yang selalu menebarkan kebaikan dan kesabaran dalam menyebarkan agama rahmatanlilalamin... tolong d**g tolong hargai saudara-saudara kita di luar sana yang ingin mengembalikan peradaban islam yang ingin menyatukan umat dengat teriakan allahuakbar.....

saya yakin kalian semua ingin menjadi mujahid-mujahid yg siap berjuang untuk islam. Tapi sebelum itu semua, jihad kan dulu diri kita dan pertanyakan pada diri kita pantaskah diri kita untuk menjadi mujahid-mujahid dan berkumpul dengan para mujahid yang telah mendahulukan kita... Jihad tidak perlu mengangkat senjata di medan perang... tapi dengan kita belajar kita telah berjihad dengan mencari nafkah untuk keluarga kita telah berjihad, begitu p**a dengan menahan hawa nafsu dan menjaga perilaku kita itu juga di sebut jihad,dan dengan cara kita mendakwahi mereka dengan kebaikan dan kesabaran itu juga jihad. karena sama-sama ingin menegakkan agama Allah...ayo d**g saudara2 ku islam itu terlalu indah hanya untuk dirusak dengan cara2 seperti itu jadilah agen islam yang luar biasa karena allah mempunyai agen-agen yg luar biasa sebelum kita bahkan setelah kita tidakkah kita ingin menjadi salah satu dari agen yang luar bisa itu... ukhuwah dari Mutia

Anggun mana cobak sama yang nggak berhijab
28/09/2013

Anggun mana cobak sama yang nggak berhijab

jadilah orang yang baik walaupun bukan yang terbaik....
08/09/2013

jadilah orang yang baik walaupun bukan yang terbaik....

08/09/2013

Lebih baik mendapatkan ilmu sedikit-sedikit tapi mau praktek dan kita istiqamah... dari pada kita mendapatkan bnyak ilmu sekaligus tapi maksiat jalan trus....

05/09/2013

RAHASIA SHALAT KHUSYU

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Ada seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat wara dan sangat khusyu sholatnya.

Namun dia selalu khawatir bahwa ibadahnya kurang khusyu dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih baik ibadahnya, demi untuk selalu memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyu dalam beribadah.

Pada suatu hari, Isam menghadiri majelis dan bertemu seorang ahli ibadah Hatim al isam dan bertanya : "Wahai tuan, bagaimanakah caranya tuan sholat?"

Hatim menjawab : "Apabila masuk waktu sholat aku berwudhu' lahir dan batin."

Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' lahir dan batin itu?"

Hatim menjawab, "Wudhu' lahir sebagaimana biasa, yaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air.

Sementara wudhu' batin ialah membasuh hati dengan tujuh perkara :

1. bertaubat ..
2. menyesali dosa yang dilakukan ..
3. tidak tergila-gila akan dunia ..
4. tidak mencari / mengharap pujian orang(riya') ..
5. tinggalkan sifat berbangga ..
6. tinggalkan sifat khianat dan menipu ..
7. meninggalkan sifat dengki ..

Selanjutnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku hadapkan semua anggota tubuhku ke kiblat. Aku berdiri dengan penuh konsentrasi dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan bahwa aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Sirratul Mustaqim' dan aku menganggap bahwa sholatku ini adalah sholat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.

Setiap bacaan dan doa dalam sholat kufahami maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu', aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah cara aku sholat selama 30 tahun ini."

Mendengar hal tersebut Isam pun menangis ... karena membayangkan ibadahnya yang kurang baik jika dibandingkan dengan Hatim.

05/09/2013

Ketika Rasulullah dan Dua Sahabatnya Kelaparan

Apabila Anda menikmati hidangan makanan, mulailah dengan mengucap bismillah. Dan selesai makan hendaknya membaca,'Alhamdulillahilladzi asba’ana wa an’ama ‘alaina wa afdhala'

Suatu hari Abu Bakar Ash Shidiq keluar dari rumahnya dalam keadaan gelisah di tengah panas terik matahari. Ketika sampai di masjid, ia melihat sahabat Umar bin Khaththab datang dalam keadaan yang sama. Umar lalu bertanya kepada Abu Bakar,”Mengapa engkau berada di sini?”

“Aku di sini karena lapar,” jawab Abu Bakar.

“Demikian juga yang menyebabkan aku datang ke sini,” kata Umar.

Lalu keduanya terus berbincang-bincang sampai kemudian Rasulullah SAW datang menghampiri mereka dan mengucap salam.

“Untuk apa engkau berdua datang ke sini?” Tanya Rasulullah SAW kepada mereka.

“Ya Rasulullah, kami sedang menderita kelaparan,“ jawab salah seorang di antara mereka.

Rasulullah SAW tersenyum wajahnya berseri. Beliau lalu bersabda, ”Demikian juga yang menyebabkan aku datang ke sini.”

Tak lama kemudian mereka bertiga pergi ke rumah salah seorang sahabat, Abu Ayub Al-Anshari. Namun saat itu Abu Ayub tidak berada di tumah, dan mereka disambut oleh istri Abu Ayub dengan perasaan hormat dan senang.

“Ke manakah Abu Ayub,” tanya Rasulullah SAW.

“Baru saja ia pergi tapi akan segera p**ang,” jawab istri Abu Ayub.

Memang benar apa yang dikatakan oleh istrinya, tak berapa lama kemudian Abu Ayub p**ang.

Ketika melihat Rasulullah bersama dua sahabat berada di rumahnya, ia sangat gembira. Ia lalu meletakan sejumlah kurma di hadapan Rasulullah SAW.

“Mengapa engkau membawa sejumlah kurma yang sebagian mentah dan sebagian lagi masak? Bukankah lebih baik jika engkau mengambil yang masaknya saja?” kata Rasulullah SAW kepada Abu Ayub.

“Aku membawa semuanya agar kita dapat memilih yang mana yang disukai.” (Karena ada orang yang senang dengan kurma masak, ada juga yang senang dengana kurma masih mentah).

Kemudian Abu Ayub pergi untuk menyembelih seekor kambing muda, separuh dagingnya digoreng, dan separuhnya digulai. Segera ia menghidangkannya ke hadapan Rasulullah SAW.

Beliau lalu mengambil sepotong roti dan sedikit daging, kemudian diserahkannya kepada Abu Ayub dan berkata, ”Makanan ini hendaknya engkau berikan kepada anak kesayanganku, Fatimah. Karena ia sudah beberapa hari ini tidak mendapatkan makanan.”

Mendapat perintah dari beliau, Abu Ayub langsung segera pergi menuju rumah Fatimah, untuk memberikan roti dan daging kambing yang telah dimasak itu.

Sementara itu, Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya menyantap makanan yang sudah disajikan.

Setelah selesai makan, Rasulullah SAW bersabda, “Roti, daging dan aneka jenis buah kurma ini adalah nikmat Allah SWT.”

Kemudian dengan meneteskan air mata, beliau melanjutkan, ”Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, ini semua adalah nikmat Allah SWT yang akan ditanya pada hari kiamat.”

Para sahabat memperoleh kenikmatan itu dalam keadaan yang sangat membutuhkannya. Karena itu mereka merasa heran, mengapa kenikmatan yang diperoleh dalam keadaan demikian pun akan ditanya.

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Mensyukuri nikmat-nikmat Allah SWT itu diwajibkan. Oleh karena itu, apabila kalian menikmati hidangan makanan, minuman mulailah dengan mengucap bismillah dan selesai makan, hendaknya membaca,” ”Alhamdulillahilladzi asba’ana wa an’ama ‘alaina wa afdhala”(Segala puji bagi Allah, yang telah mengenyangkan kami dan memberikan kami kenikmatan yang sangat banyak). Dengan membaca doa ini, kalian bersyukur kepada Allah.” (HR At-Thahawi dari Abu Salamah, Musykilil Aatsari).

Address

Seurige, Kota Langsa
Langsa

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ma'had Bustanul Muarif Alzi-ziah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Ma'had Bustanul Muarif Alzi-ziah:

Shortcuts

Share

Category