Ilmu & Hikmah

Ilmu & Hikmah

Share

Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak.(2:269)

28/03/2025

Kewajiban Zakat Fitrah Bagi Setiap Jiwa Muslimin Yang Hidup + Bagaimana dengan janin hidup di perut ibu hamil apakah wajib dizakati p**a ?

عن ابن عمر رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ، أَوْ عَبْدٍ، أَوْ رَجُلٍ، أَوِ امْرَأَةٍ، صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ

Dari Ibnu Umar radhiyallah anhu berkata,
“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri karena telah berakhir Ramadhan, atas setiap jiwa kaum muslimin, orang merdeka atau budak, laki-laki atau wanita, kecil atau besar, sebanyak satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Zakat secara bahasa artinya bertumbuh, bertambah, kesucian, keberkahan.

2- Adapun fitrah/fitri artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa, dinamakan zakat fitrah karena sebab wajibnya adalah berakhirnya bulan Ramadhan, dan ini adalah penamaan yang berasal dari hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

3- Adapun secara istilah zakat fitri atau zakat fitrah adalah,
“Zakat yang telah diketahui dengan ukuran yang telah diketahui, dikeluarkan oleh orang yang telah ditentukan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan, dan dikeluarkan dari golongan yang khusus untuk golongan yang khusus p**a, yang diwajibkan ketika berbuka (berakhir) bulan Ramadhan, sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang haram, serta makanan bagi orang-orang miskin.”

4- Dan zakat fitri termasuk perintah Allah SWT dan ketetapan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam secara tegas dalam As-Sunnah.

5- Wajib atas setiap muslim, baik orang merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan, kecil atau besar, sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, diatas.

6- Kecukupan, yaitu memiliki makanan di siang dan malam idul fitri, lebih dari satu sho’ yang mencukupi dirinya dan tanggungannya, serta kebutuhan-kebutuhan dasarnya.
Maka orang miskin sekali pun, apabila memiliki syarat kecukupan ini, wajib atasnya mengeluarkan zakat fitri, walau kecukupannya tersebut juga berasal dari zakat fitri yang ia terima.

7- Masuknya waktu yang diwajibkan, yaitu terbenamnya matahari di akhir Ramadhan, sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri karena telah berakhir Ramadhan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

8- Maka siapa yang menikah sebelum terbenam matahari di akhir Ramadhan wajib atasnya mengeluarkan zakat fitri bagi istrinya. Atau memiliki anak sebelum terbenam matahari, wajib atasnya mengeluarkan zakat fitrah bagi anaknya. Atau masuk Islam sebelum terbenam matahari maka wajib atasnya mengeluarkan zakat fitri bagi dirinya. Namun jika itu semua terjadi setelah terbenam matahari maka tidak wajib.
Demikian p**a apabila seseorang meninggal dunia setelah terbenam matahari di akhir Ramadhan maka wajib dikeluarkan baginya zakat fitri.

9- Hikmah terbesar zakat fitri adalah pembersihan bagi orang-orang yang berpuasa dari kekurangan-kekurangan selama menjalankan ibadah puasa dan menyenangkan serta mencukupi orang-orang miskin di hari kebahagiaan kaum muslimin, yaitu hari Idul fitri. Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang haram, serta makanan bagi orang-orang miskin, barangsiapa mengeluarkannya sebelum sholat Idul fitri maka itu adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat Idul fitri maka itu adalah sedekah biasa.” [HR. Abu Daud, Shahih Abi Daud: 1427]

10- Waktu Mengeluarkan Zakat Fitri:
1) Waktu mulai diwajibkannya adalah terbenamnya matahari di akhir Ramadhan sampai sebelum sholat idul fitri, sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri karena telah berakhir Ramadhan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
2) Waktu yang disunnahkan adalah sebelum keluar menuju sholat Idul fitri, sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,

وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ

“Dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan untuk menunaikan zakat fitri sebelum keluarnya manusia menuju sholat Idul fitri.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
3) Waktu yang dibolehkan adalah satu atau dua hari sebelum berakhir Ramadhan, berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma,

وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ

“Dahulu mereka menunaikan zakat fitri satu atau dua hari sebelum berbuka (berakhir Ramadhan).” [HR. Al-Bukhari]

4) Waktu yang terlarang adalah menundanya sampai setelah sholat idul fitri tanpa alasan darurat; hukumnya haram dan tidak sah, sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,

مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

“Barangsiapa mengeluarkannya sebelum sholat Idul fitri maka itu adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat Idul fitri maka itu adalah sedekah biasa.” [HR. Abu Daud, Shahih Abi Daud: 1427]

11- Maka zakat fitri adalah makanan pokok suatu negeri. Ukurannya adalah 1 sho’, dan 1 sho’adalah 4 mud, dan 1 mud adalah memenuhi dua telapak tangan orang dewasa yang sedang (orangnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil). Adapun perkiraan ukurannya dalam kilo gram adalah 2,7 kg-3 kg

12- Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitri
> Pendapat Pertama: Diberikan kepada 8 golongan, sebagaimana firman Allah ta’ala,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, budak (yang mau memerdekakan diri), orang-orang yang berhutang, orang yang sedang di jalan Allah dan musafir, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Hikmah.” [At-Taubah: 60]
> Pendapat Kedua: Diberikan khusus kepada fakir miskin, karena ayat di atas masih bersifat umum yang mencakup zakat maal dan zakat fitri, adapun untuk zakat fitri telah dikhususkan untuk fakir miskin dengan hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang haram, serta makanan bagi orang-orang miskin.”
[HR. Abu Daud dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahih Abi Daud: 1427]

Demikian p**a Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu’anhum tidak memerintahkan untuk dibagikan kepada 8 golongan, melainkan kepada fakir miskin secara khusus.
Inilah pendapat yang lebih kuat insya Allah, yaitu zakat fitri khusus bagi fakir miskin, dan ini yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim, Asy-Syaikh Ibnu Baz, Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dan Al-Lajnah Ad-Daimah.

13- Tempat mengeluarkan zakat fitri adalah diutamakan di daerah tempat tinggal orang yang mengeluarkannya dan diserahkan kepada fakir miskin yang tinggal di sekitar rumahnya, berdasarkan keumuman makna hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

“Bahwa Allah mewajibkan zakat atas kaum muslimin pada harta-harta mereka, diambil dari orang-orang kaya mereka dan diserahkan kepada orang-orang fakir mereka.” [HR. Al-Bukhari dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma]

14. Untuk janin hidup yang ada di perut ibu hamil, (Lihat di https://nu.or.id/nasional/penjelasan-hukum-zakat-fitrah-bagi-bayi-dalam-kandungan-xMVwj)
dijelaskan bahwa bayi yang masih dalam kandungan atau janin menurut madzhab Syafi’i tidak dikenakan wajib zakat fitrah.

Hal ini juga sebagaimana dikemukan Muhyiddin Syaraf An-Nawawi. Menurut beliau, Ibnu Mundzir menyuguhkan ijma’ atau konsensus para ulama yang menyatakan tidak wajib zakat fitrah untuk janin.

لَا تَجِبُ فِطْرَةُ الْجَنِينِ لَاعَلَي أَبِيهِ وَلَا فِي مَالِهِ بِلَا خِلَافٍ عِنْدَنَا

Artinya, “Di antara kami (madzhab Syafi’i) tidak ada perbedaan pendapat bahwa tidak wajib zakat fitrah bagi janin, tidak juga wajib bagi bapaknya bahkan tidak wajib zakat p**a pada hartanya....”. (Lihat, Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah-Maktabah Al-Irsyad, Juz VI, halaman 105).

Ketidakwajiban ini bukan berarti kemudian tidak diperbolehkan menzakati janin yang masih dalam kandungan. Menurut penuturan Ibnu Mundzir, Imam Ahmad bin Hanbal menghukumi sunah dan tidak mewajibkan.

وَاَشَارَ ابْنُ الْمُنْذِرِ إِلَى نَقْلِ الْاِجْمَاعِ عَلَي مَا ذَكَرْتُهُ فَقَالَ كُلُّ مَنْ يَحْفَظُ عَنْهُ الْعِلْمُ مِنَ عُلَمَاءِ الْاَمْصَارِ لَا يُوجِبُ فِطْرَةً عَنِ الْجَنِينِ قَالَ وَكَانَ اَحْمَدُ يَسْتَحِبُّهُ وَلَا يُوجِبُهُ

Artinya, “Ibnu Mundzir menukil adanya ijma atau konsensus para ulama—sebagaimana yang telah kami kemukakan—yang menyatakan bahwa para ulama amshar tidak mewajibkan zakat fitrah untuk janin. Kendati demikian Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat, sunah untuk menzakati fitrah bagi janin tetapi tidak wajib,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Juz VI, halaman 105).

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:

1- Hukum zakat fitri wajib berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’. Adapun Al-Qur’an berdasarkan keumuman makna firman Allah ta’ala,

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّى * وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat.” [Al-A’la: 14-15]

2- Orang yang berzakat termasuk orang yang berusaha taat dan menyucikan dirinya dari dosa-dosa.

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang ditetapkankan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” [Al-Hasyr: 7]

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيم

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. [At-taubah:103-104].

Sifa Ahmad

26/03/2025

Assalamualaikum sahabat... Jangan lupa untuk selalu berdzikir kepada Allah, baik di pagi hari ataupun di sore hari, karena dengan berdzikir hati kita akan bersih sehingga tenanglah kita karena dengannya kita akan terhindar dari siksa Alloh.

Firman Allah :

“أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ”
artinya "Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang tenteram".
Q.S. Ar Ro'du : 28

Dan Rosulullah Shalallahu 'alahi wasallam bersabda :

إِنَّ لِكُلِّ شَيْئٍ صِقَالَةً وَ إِنَّ صِقَالَةَ الْقُلُوْبِ ذِكْرُاللهِ وَمَا مِنْ شَيْئٍ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللهِ مِنْ ذِكْرِ اللهِ. قَالُوْا وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ وَلَوْ أَنْ تَضْرِبَ بِسَيْفِكَ حَتَّى يَنْقَطِعَ

Sungguh segala sesuatu itu ada pemebersihnya. Dan pembersih hati itu adalah dengan berdzikir kepada Allah. Tidak ada sesuatu yang lebih menyelamatkan dari siksa Allah daripada berdzikir kepada Allah. Para sahabat bertanya: Tidak juga dengan jihad di jalan Allah? Nabi menjawab, Tidak p**a dengan jihad di jalan Allah, kecuali dia memukulkan pedangnya sampai patah.
(H.R Ibnu Abid Dunya dan Al Baihaqi)
-----------------------------------------------------------------------------
Dzikir pagi simpel dan istimewa :

Dibaca 3X

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ
وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

"Subhaanallahi wa bi hamdihi, 'adada khalqihi, wa ridhaa nafsihi, wa zinata arsyihi, wa midaada kalimaatihi"

“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Maha Suci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Maha Suci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Maha Suci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya”.

-----------------------------------------------------------------------------
Ini salah satu dzikir pagi yang istimewa yang bisa mengalahkan orang yang lama berdzikir.

Disebutkan dalam kitab Riyadhus Sholihin, Kitab Al-Adzkar, Bab Keutamaan Dzikir dan Dorongan untuk Berdzikir
Hadits #1433

وعن أم المؤمنين جُويْريَةَ بنت الحارِث رَضِيَ اللهُ عنها: أنَّ النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – خرجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِيْنَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ في مَسْجِدِها ، ثُمَّ رَجَعَ بَعدَ أنْ أضْحَى وَهِيَ جَالِسَةٌ ، فقالَ : (( مَا زِلْتِ عَلَى الحالِ الَّتي فَارقَتُكِ عَلَيْهَا ؟ )) قالت : نَعَمْ ، فَقَالَ النَّبيُّ – صلى الله عليه وسلم – : (( لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاثَ مَرَّاتٍ ، لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ اليَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ : سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ ، وَرِضَا نَفْسِهِ ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ )) . رواه مسلم .

Dari Juwairiyyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sisinya pada pagi hari setelah shalat Shubuh, sedangkan Juwairiyyah berada di tempat shalatnya. Setelah itu, beliau p**ang setelah tiba waktu Dhuha sedangkan Juwairiyyah masih dalam keadaan duduk. Lalu beliau bertanya, “Apakah engkau tetap dalam keadaan ketika aku tinggalkan?” Ia menjawab, “Ya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, aku telah mengucapkan setelahmu empat kalimat sebanyak tiga kali, yang jika ditimbang dengan yang engkau ucapkan sejak tadi tentu akan menyamai timbangannya yaitu, “SUBHAANALLOHI WA BI-HAMDIH, ‘ADADA KHOLQIH, WA RIDHOO NAFSIH, WA ZINATA ‘ARSYIH, WA MIDAADA KALIMAATIH. (artinya: Mahasuci Allah. Aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2726]

Semoga bermanfa'at.
Like and share !

Sifa Ahmad

26/03/2025

PENTINGNYA RUH DALAM SHALAT

Shalat itu harus ada ruhnya berupa Al Mahabbah (kecintaan terhadap Allah, cinta dalam melaksanakan perintah Allah), Al khouf (rasa takut terhadap Allah, takut jika amalannya tidak diterima Allah) dan Ar roja' (harapan, berharap Alloh menerima segala amal sholehnya). Dan ini semua adalah merupakan rukun dalam ibadah.

Seseorang yang shalat tanpa bisa merasakan nikmatnya shalat itu sama saja seperti manusia punya raga tapi tanpa nyawa .
Shalat hanya sekedar rutinitas gerakan saja tanpa ada ruh sama sekali, lepas shalat tidak merasakan pengaruh kebaikan sama sekali dalam jiwanya, itu sama saja dengan manusia yang punya raga yang bisa mengerjakan apa saja tapi tidak tahu arah dan tujuan hidup , dia hidup hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi saja tanpa tahu kebutuhan ukhrowi nya.

Allah Ta’ala berfirman,

إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah aalat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14)

"اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ"
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram".

Sa'at sholat tidak mengerti apa yang dibaca, sholat hanya sekedar gerakan saja hanya sekedar memenuhi kewajiban saja, padahal sholat itu secara bahasa adalah berarti do'a, kalau tidak mengerti dan menghayati yang dibaca berarti tidak mengerti apa yang sedang diminta atau bahkan tidak tahu kalau dia sedang meminta kepada Allah SWT.

Shalat tapi pikiran grambyang melayang ke mana-mana, yang diingat hanya dunia itu berarti dia tidak ingat Allah padahal sudah dijelaskan bila sholat itu untuk mengingat Allah. Sehingga karena yang diingat adalah hal-hal selain Allah dalam shalatnya maka pantaslah bila tidak ada pengaruh kebaikan dalam jiwanya seperti ketenangan jiwa. Padahal manusia itu jika jiwanya baik maka diapun akan mudah mengerjakan hal-hal baik dan akan menjauhi hal-hal yang tidak baik.

Jadi kenapa ada manusia yang sholat tapi hidupnya tidak baik-baik saja bahkan tidak s**a berbuat baik dan justru s**a berbuat maksiat dan dosa ? Itu ada tanda tanya besar dalam shalatnya , baikkah sholatnya ???
Itu untuk manusia yang masih sholat, bagaimana dengan yang tidak sama sekali ?

Semoga kita semua terhindar dari segala hal yang membuat hidup kita sia-sia tak ada arti.
Dan semoga Alloh menerima segala amal sholeh dan keta'atan kita terhadap-Nya, aamiin...

Sifa Ahmad

09/03/2025

Jangan tinggalkan sahur, karena Rosulullah SAW telah bersabda tentang keutamaan-keutamaannya, yaitu :

1) Makan sahur mengandung keberkahan
Anas bin Malik RA berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

"Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah."
(HR Bukhari).

2) Malaikat bersalawat atas orang bersahur
Dari Abu Sa'id Al Khudri RA berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :

السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

"Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur),"
(HR Ahmad).

3) Pembeda puasa orang Islam dengan Yahudi dan Nasrani
Diriwayatkan oleh Amr bin 'Ash RA bahwa Rasulullah SAW yang bersabda :

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

"Sesungguhnya perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur."
(HR Muslim).

4) Waktu yang mustajab membaca doa.
Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

"Rabb kita tabaroka wata'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: "Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni."
(HR Al-Bukhari dan Muslim).

Buat emak-emak dan mbak-mbak sholihah yang berhalangan, tetap semangat yaah untuk tetap bangun sahur meski tidak puasa tapi kita masih dapat pahala yang sama karena menyiapkan makanan untuk orang-orang yang akan atau telah berpuasa.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani RA, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, semoga Allah menerima segala amal sholeh dan keta'atan kita terhadap-Nya.
Aamiin...

Sifa Ahmad

Photos from Ilmu & Hikmah's post 05/03/2025

Hak-hak Alloh yang perlu kita lakukan setiap pagi
----------------------------;:;;;;;;;;;;;;;;;;-----------------------------------
1. Membaca doa bangun tidur
Diriwayatkan dalam HR. Bukhari no. 6325, bacaan doa bangun tidur adalah sebagai berikut:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur”

Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.

2. Salat sunnah sebelum Subuh
Diriwayatkan dalam HR. Muslim no 725, Rasulullah SAW bersabda:

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”

3. Salat subuh berjamaah di masjid bagi laki-laki
Diriwayatkan dalam HR. Muslim no. 656, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.”

4. Dzikir pagi
Diriwayatkan dlam HR. Abu Dawud: 3667, Anas bin Malik ra berkata, Rasulullah SAW bersabda,

“Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala mulai dari (waktu) sholat shubuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah mulai dari (waktu) sholat Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak”.

5. Salat Dhuha
Diriwayatkan dalam HR. Muslim no. 720, Abu Dzar berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu p**a amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at”.

Selamat beribadah di bulan Ramadhan. Semoga harimu berkah selalu.

Sifa Ahmad

05/03/2025

Tanda-tanda orang yang bertaqwa dalam Q.S. Adzan Dzariyat: 15-19
-----------------------------------------------------------------------------
1, Selalu berbuat kebaikan
2. Selalu shalat tahajud
3. Selalu beristighfar, memohon ampunan di waktu sahur
4. Gemar berinfaq kepada orang miskin

Bunyi ayat-ayat nya adalah :

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ

15. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,

ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِيْنََ

16. sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

17. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.

وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

18. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

وَفِىٓ أَمْوَٰلِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَٱلْمَحْرُومِ

19. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.

Allohummarhamna bil Qur'an...
Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan untuk semua umat Islam.

Sifa Ahmad

26/02/2025

NASIHAT DIRI

Sebelum engkau mati, peliharalah sebutan dirimu yang akan dikenang orang daripada dirimu, karena kenangan akan hidup yang dulu itu adalah umur yang kedua kalinya bagi manusia.

Sebuah pantun Melayu menyebutkan :

Pulau pandan jauh di tengah
Di balik p**au angsa dua
Hancur badan dikandung tanah
Budi yang baik terkenang jua

Adap**a salah satu ratapan Hasan bin Muthir atas Ma'ni bin La'idah :

فتى عيش في معروفه بعد موته #
كما كان بعد السيل مجراه مرتعا

Seorang pemuda setelah kematiannya masih akan hidup dalam kebaikannya #
Layaknya banjir, meskipun ia telah berlalu akan tetapi ia akan meninggalkan tanah subur sepanjang tanah yang dialirinya.

Ingatlah selalu :
Tinggalkan kesan terbaik sebelum engkau meninggalkan suatu tempat.
Tahukah kamu apa yang dibicarakan orang-orang sa'at seseorang tiada atau bahkan meninggal ?
Eeeh.... Orang ini begini orang itu begitu... Orang ini baru saja begini baru saja begitu ...
Eeeh... Bukankah dia itu orang yang s**a begini ?
Bukankah orang itu yang s**a berbuat begitu ?
Jika amalan baik yang biasa kita lakukan dalam hidup kita, maka sepeninggal kita itulah yang akan dikenang orang tentang kita.
Sebaliknya,
Jika amalan buruk yang biasa kita lakukan dalam hidup kita, maka sepeninggal kita itu p**alah yang akan dikenang orang tentang diri kita.

Allah SWT berfirman dalam Q.S At-Taubah ayat : 105 ;

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: "Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

Wallohu a'lam bishshowab.
Boleh like and share.

Sifa Ahmad Sorotanpublik

25/02/2025

Rasulallah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

ما من يوم يصبح العباد فيه الا مملكان ينزلان فيقوا أحدهما: اللهم اعط منفقا خلفا, ويقول الآخر: اللهم اعط ممسكا تلفا
Artinya: “disetiap pagi hari, ada dua malaikat yang turun ke bumi, mereka berdoa yang satu mengucapkan, “ Ya Allah, berikanlah balasan yang lebih baik untuk orang yang berinfak di jalan-Mu. “sedangkan yang satunya lagi mengucapkan, “Ya Allah, berikanlah kehancuran dalam harta orang yang menahan tidak mau menyedekahkannya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Yang pingin dimudahkan segala urusannya, maka mudahkanlah segala urusan orang lain. Karena balasan/pahala itu sejenis dengan amalan yang dilakukan.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعَسِّرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِيْ الدُّنْيَا وَالآَخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمَاً سَتَرَهُ اللهُ فِيْ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَريقَاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيتَدَارَسُوْنَهَ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بهِ نَسَبُهُ .رَوَاهُ مُسْلِمٌ بِهَذَا اللَّفْظِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan seorang mukmin yang lain dari kesulitannya di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa yang meringankan orang yang kesusahan (dalam hutangnya), niscaya Allah akan meringankan baginya (urusannya) di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut mau menolong saudaranya. Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah–rumah Allah (masjid), membaca kitabullah, saling mengajarkan di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmat dan dinaungi oleh para malaikat serta Allah akan menyebut–nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisiNya. Barangsiapa yang lambat dalam beramal, sungguh garis nasabnya tidak akan bisa membantunya.” (HR. muslim -2699- dengan lafazh ini).
(Hadits arba'in no. 36)

Sifa Ahmad Ponpes AL Islam Tenggulun

25/02/2025

CARA MERUQYAH DENGAN AIR

Sesungguhnya ruqyah yang paling utama adalah ruqyah seseorang atas dirinya sendiri, jika mampu dia bisa meruqyah dengan cara :
1. Siapkan gelas atau botol berisi air lalu dekatkan mulut ke air tersebut, mulailah dengan niat meruqyah lalu membaca :
1/ Al Fatihah
2/ Ayat kursi
3/ Akhir dari surat Al Baqarah ( mulai آمن الرسول sampai akhir)
4/ Al Kafirun
5/ Al Ikhlas dan Al Mu'awwidatain (Al Falaq dan An Nas )

2. Baca masing-masing surat sebanyak 3X
3. Setiap kali selesai baca satu surat tiupkan ke air .
Anda bisa menggunakan air ruqyah ini untuk mandi atau minum.

=> Jangan hanya sekedar membaca lantas berlalu, bershalawatlah kepada Nabi Muhammad shalallahu 'alahi wasallam (yang telah membawa kesempurnaan ajaran Islam yang diantaranya telah mengajarkan methode pengobatan/terapi kesehatan menggunakan methode ruqyah syar'iyyah ini yang tidak ditemukan di ajaran agama-agama lain) !!!
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل ابراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد .

Sifa Ahmad

10/02/2025

ROMANTISME SUAMI ISTRI HARMONIS

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Thaha ayat 132,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Artinya: Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Dalam ayat lain, surat At Tahrim ayat 6, Allah SWT berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Wahai para suami... wahai para istri

Jika romantisme pasangan itu pada umumnya berupa :
>Memberikan hadiah seperti bunga dan hal-hal yang dis**ai pasangan
>Mendengarkan pasangan dengan seksama
>Memberikan pelukan hangat
>Meluangkan waktu bersama
>Memberikan kata-kata penegasan
>Mengucapkan "I love you"
>Mengirimkan pesan teks yang penuh cinta
>Menjadi pendukung nomor satu untuk pasangan
>Berusaha hadir ketika pasangan membutuhkannya

Maka, itu semua adalah romantisme yang bersifat duniawi.

Ada satu hal -yang menurut saya- yang lebih romantis yang bisa menjaga keharmonisan dan kelanggengan pasangan dalam samawa dan ini adalah romantisme yang bersifat ukhrowi, karena dengannya rahmat Alloh SWT akan turun sehingga hidup akan semakin berkah dan ini benar-benar so sweet banget, apakah itu ?

Dalam sebuah hadits Rosulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِيْ وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ. (رواه ابو داود)

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Semoga Allah menurunkan rahmat kepada seorang laki-laki yang bangun malam hari kemudian shalat, lalu membangunkan istrinya. Apabila istrinya menolak bangun, ia akan memercikkan air ke wajah istrinya. Semoga Allah juga menurunkan rahmat kepada seorang perempuan yang bangun malam hari kemudian shalat, lalu membangunkan suaminya. Jika suaminya menolak bangun, ia akan memercikkan air ke wajah suaminya.” (H.R. Abu Daud).

Oleh karena itu wahai suami kesholehanmu jangan hanya dimonopoli dirimu saja sedang kau membiarkan istrimu tidak berbuat Sholeh sepertimu dan juga istri kesholihahanmu jangan hanya dirimu saja yang memilikinya sehingga sa'at suami lalai engkau membiarkannya saja tidak engkau ingatkan !
Engkau layak bersedih jika hal ini ada pada dirimu dan pasanganmu. Engkau layak cemburu jika pasanganmu hanya beramal sholeh untuk dirinya sendiri dan tidak mengajakmu untuk ikut juga mengerjakannya.

Betapa indahnya suatu hubungan jika di dalamnya ada rahmat Alloh SWT. Ada rahmat Alloh SWT berarti ada ridho-Nya, lantas hal apa lagi yang ingin engkau cari di dunia fana ini yang lebih baik selain ridho Alloh SWT ? Dan ridho Alloh SWT itu ada pada ridho suami terhadap istrinya. Karena suami adalah qowwaamuuna 'alan nisaa', pemimpin bagi wanita. Nabi Shalallahu 'alahi wasallam bersabda :

عن أم سلمة -رضي الله عنها قالت: قال رسول الله ﷺ:أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

Artinya: “Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridho padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854).

Beliau juga bersabda :

إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Artinya: "Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, "Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau s**a." (HR Ahmad dan Ibnu Hibban dalam Shahih al Jami').

Maa syaa Alloh !!!
"فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ"
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?".

Menurutmu, romantis itu seperti apa ???

Want your school to be the top-listed School/college in Lamongan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Tenggulun Solokuro Lamongan
Lamongan
62265