POJOK Pesantren Salaf

POJOK Pesantren Salaf POJOK Pesantren Salaf merupakan sebuah halaman yang berisi hal positif yang menyejukkan hati

WALAUPUN ALIM JANGAN JADIKAN GURUDalam kitab Tanbihul Ghofilin hal 157 ada satu keterangan:أَنَّهُ قَالَ ﷺ لَا تَجْلِسُو...
20/11/2025

WALAUPUN ALIM JANGAN JADIKAN GURU

Dalam kitab Tanbihul Ghofilin hal 157 ada satu keterangan:

أَنَّهُ قَالَ ﷺ لَا تَجْلِسُوا عِنْدَ كُلِّ عَالِمٍ إِلَّا الَّذِي يَدْعُوكُمْ مِنْ الْخَمْسِ إِلَى الْخَمْسٍ
Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: Janganlah kalian duduk di sisi (mengambil ilmu) orang² alim, kecuali orang yang dapat mengajak kalian dari lima hal kepada lima aspek yang lain:

مِنْ الشَّكِّ إِلَى الْيَقِينِ
Dari kebimbangan kepada keyakinan.

وَمِنْ التَّكَبُّرِ إِلَى التَّوَاضُعِ
Dari kesombongan kepada rendah diri.

وَمِنَ الْعَدَاوَةِ إِلَى النَّصِيحَةِ
Dari permusuhan kepada nasehat.

وَمِنْ الرِّيَاءِ إِلَى الْإِخْلَاصِ
Dari riya’ kepada ikhlas.

وَمِنَ الرَّغْبَةِ إِلَى الزُّهْدِ
Dan dari s**a dunia kepada zuhud.

Akhir zaman ini banyak orang alim yg aneh²; Alim tp s**a caci maki, alim tp iri dengkinya luar biasa, alim tp yg dibicarakan dunia melulu, Alim tp s**a membuat permusuhan ke sesama ulama.

KH. ABI DARIN "Setengah Wali"Termasuk santri lawas Mbah Yai Abdul Karim Lirboyo ... Sewaktu mondok di Lirboyo, beliau in...
03/06/2025

KH. ABI DARIN

"Setengah Wali"

Termasuk santri lawas Mbah Yai Abdul Karim Lirboyo ...
Sewaktu mondok di Lirboyo, beliau ini sahabat karib Mbah Kyai Faqih Sumber sari Pare. Meskipun Alim dan termasuk senior, beliau setiap hari mengajak santri-santrinya ngaji Ihya' kepada Mbah Yai Yasin Grompol yg jauh lebih muda dari beliau.
"Mbah Abi" itulah panggilan akrabnya di masyarakat Prambon dan sekitarnya. Nama komplit nya "Kyai Abi dzarrin".
Beliau Ahli riyadloh.. Kes**aannya puasa mutih.. Puasa mutih 3 hari, kemudian Mbruah (mengakhiri riadloh).. Dilanjut puasa mutih 7 hari kemudian Mbruah.. Dilanjut puasa mutih 21 hari Mbruah.. 41 hari Mbruah.. Kemudian diulang lagi mulai awal.. begitu seterusnya.
Beliau tidak bisa naik sepeda onthel, kemana mana selalu berjalan kaki pake bakiyak.
Wadlifahnya setiap malam jumat ziarah kubur, mulai Makam setono landean, setono gedong.. Lirboyo.. dan makam2 Auliya' lainnya. Ketika bertemu orang2 yg mengenalnya, beliau selalu di tawari untuk dibonceng sepeda , namun selalu menolak dg halus. "Wes sampean disek... Aku tak mlaku ae".
Tapi anehnya, beliau selalu datang duluan. Orang yang nawari belum sampai di setono gedong, beliau sudah berada di makam setono gedong.
Saat naik haji bersama Mbah Yai Yasin Grompol, beliau tiba-tiba menghilang selama 2 hari.. Mbah Yasin bertanya-tanya kemana Mbah Abi pergi, kok gak nongol-nongol.
Setelah muncul kembali, di tanya oleh Mbah Yai Yasin :"Dateng pundi Mbah kok boten ketingal? ".
" Jupuk bakiyak..Bakiyak-ku keri, aku gak kulino sandalan", Jawab Mbah Abi enteng.
"Kok nganthos 2 dinten Mbah? " Sambung Mbah Yasin memperjelas.
"Karo cah-cah di jak liwetan", Jelas beliau polos.
Ternyata benar adanya, setelah di cross chek, pada hari dan tanggal saat beliau menghilang dari tanah suci, beliau sedang liwetan dg santri-santrinya.
Sering kali, orang yang mengalami kejadian luar biasa seperti ini, pada jaman sekarang sudah di anggap "Wali", tapi Kyai-Kyai jaman dulu, sangat berhati-berhati.. Tidak gampang2 me- "Wali"-kan seseorang. Mereka tidak mengatakan Mbah Abi ini wali, mereka hanya mengatakan "Setengah Wali". Dan Mbah Abi sendiri sering menjelaskan kepada santri-santrinya: "Berjalan cepat atau istilahnya nglempit bumi" itu ada ilmunya, bisa dipelajari dan di peroleh dengan amalan dan laku tirakat, namanya "Aji Sepi angin", bukan karomah. Wallohu A'lam.. al-Fatihah

ANTARA HASAD & GHIBTAH_______________Dengki (hasad) adalah tidak s**a jika ada nikmat yang menempel pada muslim lain, la...
11/05/2025

ANTARA HASAD & GHIBTAH
_______________

Dengki (hasad) adalah tidak s**a jika ada nikmat yang menempel pada muslim lain, lalu ingin agar nikmat tersebut hilang darinya. Misal, “Asem tenan, nduwe duwet ae wong kae. Emmm kapan ya ambruk-e!”. Dan pengecualian hasad adalah ghibtah.

Gembira/bahagia (ghibtah) adalah ingin mendapatkan kenikmatan serupa dengan muslim lain, tanpa ada sedikitpun keinginan nikmat orang lain tersebut hilang. Karena ghibtah adalah hal dan energi positif, para ulama mengklasifikasikannya dengan minimal tiga kondisi:

1. Ghibtah wajib jika nikmat orang lain yang di kepingini adalah wajib, seperti nikmat iman, nikmat bisa melakukan shalat maktubah, nikmat bisa melakukan wajib. Sebab andai seseorang blass tidak ada keinginan untuk hal tersebut, maka dia tergolong rela dengan kemaksiatan, dan itu haram!

2. Ghibtah sunnah jika nikmat orang lain yang di kepingini adalah sunnah. Misal, kepingin mempeng belajar ilmu seperti si Anu dan kepingin bisa ngarang kitab, atau kepingin buat status2 agamis hehe.

3. Ghibtah mubah jika nikmat orang lain yang di kepingini adalah mubah, seperti hukum asal
nikah bagi yang belum benar-benar ngebet nikah, tapi kalau sudah ngebet bisa sunnah bahkan wajib, Bro!

Kembali ke masalah hasad!

Hasad adalah penyakit hati, bisa diobati dengan dua metode simpel: Ilmu dan amal.

1. Pengobatan dengan ilmu: Yakinkan bahwa hasad bisa merusak dunia dan agama. Dan yakinkan p**a bahwa orang yang di dengki, blaass tidak terpengaruh bahaya pendengkian
tersebut.

2. Pengobatan dengan amal (pergerakan/action): Dekati yang didengki, kalau mungkin layani dia. Lalu cari kebaikannya. Jadikan hal yang mulanya benci jadi puji, yang mulanya angkuh jadi runtuh sebab tawadhu’. Misal, “Ya Allah, tak kira dulu dia preman ugal-ugalan. E, ternyata anak pondokan yang menyembunyikan jati diri karena ingin memasukkan ajaran islam di pergaulannya”. “Ya, Allah, tak kira dia gank motor ganas. Ternyata, penyumbang kas masjid dan pondok terkeras!”.

Sekian ...

Disarikan dari Manahijul Imdadnya Syaikh Ihsan Jampes 1/77-778.

MATIKAN KEBATILAN -_-_-_-_-_-_-_-_+_+Pernah kepikiran gak sih, kenapa kita hampir nggak pernah dengar ada syair Arab kun...
30/04/2025

MATIKAN KEBATILAN
-_-_-_-_-_-_-_-_+_+

Pernah kepikiran gak sih, kenapa kita hampir nggak pernah dengar ada syair Arab kuno yang isinya nyerang, ngejek, atau ngerendahin Nabi Muhammad Saw?

Padahal bangsa Arab waktu itu terkenal banget dengan budaya syair.
Kalau sekarang medsos jadi senjata, zaman dulu syair itu alat utama mereka—buat pujian, sindiran, sampai serangan politik.

Terus kenapa gak ada syair yang nyerang Nabi?

Jawabannya: Ada. Banyak malahan.
Tapi semua itu hilang. Lenyap. Gak bersisa.

Kenapa bisa hilang?
Karena para sahabat Nabi nggak pernah kasih panggung buat syair-syair sampah kayak gitu.
Gak ditanggapi. Gak dibahas. Gak disebarin.

Cuek. Dingin. Lanjut jalan. Fokus ke dakwah, ke ekonomi, ke ilmu, ke ibadah.
Dan ternyata... justru itu strategi paling elegan:
"Kalau nggak dikasih ruang, kebatilan bakal mati sendiri."

Yang terjadi hari ini kayaknya malah kebalik. Betul gak sih? Padahal makin kita ribut, makin besar panggung yang kita sediakan.

Sayyidina Umar bin Khattab pernah ngingetin dengan kalimat yang tajam waktu itu:

أميتوا الباطل بالسكوت عنه، ولا تثرثروا فيه، فينتبه الشامتون

“Matikan kebatilan dengan cara mendiamkannya. Jangan kalian ributkan, nanti malah bikin orang-orang yang senang dengan keburukan ikut bersorak.”

Yuk, masih banyak hal baik yang perlu kita kerjakan.

"As sukut... As sukut... As sukut.."Saya tidak tertarik dan tidak ingin berbicara tentang "Polemik Nasab" karena saya ti...
22/04/2025

"As sukut... As sukut... As sukut.."

Saya tidak tertarik dan tidak ingin berbicara tentang "Polemik Nasab" karena saya tidak ahli dalam bidang itu, biarlah di urus oleh orang - orang yang membidanginya

Saya juga tidak tertarik untuk membicarakan JATMI, JATMA maupun JATMAN karena saya bukan Ahli Thoriqoh dan tidak faham seluk beluk Organisasi Thoriqoh. Biarlah di urus orang2 yang membidanginya.

Saya juga tidak akan berbicara Tentang SEJARAH kuburan dan penyimpangannya, Biarlah di urus mereka yang Ahli di bidang Sejarah.

Saya ngugemi dawuh Mbah Yai Anwar Lirboyo :"Gak usah melu2... Luwih manfaat mulang ngaji".

Saya mendapatkan cerita dari Mbah Yai Ahmad Baghowi, Kyai Sepuh Prambon Nganjuk, Beliau termasuk Santri Mbah Yai Hamid Pasuruan ..,.....

Saat awal2 Polemik Nasab dan Habaib, Mbah Yai Baghowi susah, bersedih, gelisah, resah dan sempat terpengaruh Pro - Kontra yang berkembang di Masyarakat, berseliweran di Medsos...

Suatu malam, beliau bermimpi berjumpa Mbah Kyai Hamid Pasuruhan, dalam mimpinya Mbah Yai Hamid berpesan :" Baghowi... As-sukut... As-Sukut... As-sukuut...! Awakmu menengo", Pesan Mbah Yai Hamid sambil memberikan isyarat dengan menempelkan jari telunjuknya pada bibir.

Kita hanya bisa berharap, baik kepada yang Pro maupun Kontra, Untuk berbicara dan bertindak secara proporsional, Jangan ada caci maki, saling merendahkan satu sama lain.
Jangan ada perpecahan terutama sesama Warga NU.
Jangan terprovokasi adu domba untuk membenturkan sesama Anak Bangsa.

By : Mbah RIQO

03/04/2025

Anjuran meminta maaf

ﺭﺣﻢ اﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪا ﻛﺎﻧﺖ ﻷﺧﻴﻪ ﻋﻨﺪﻩ ﻣﻈﻠﻤﺔ ﻓﻲ ﻋﺮﺽ ﺃﻭ ﻣﺎﻝ، ﻓﺠﺎءﻩ ﻓﺎﺳﺘﺤﻠﻪ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺆﺧﺬ ﻭﻟﻴﺲ ﺛﻢ ﺩﻳﻨﺎﺭ ﻭﻻ ﺩﺭﻫﻢ، ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﺣﺴﻨﺎﺕ ﺃﺧﺬ ﻣﻦ ﺣﺴﻨﺎﺗﻪ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﻟﻪ ﺣﺴﻨﺎﺕ ﺣﻤﻠﻮﻩ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺳﻴﺌﺎﺗﻬﻢ (رواه الترمذي)

Allah menyayangi seorang hamba yang mempunyai kesalahan (berbuat zalim) pada saudaranya, baik terkait kehormatan atau harta, lalu ia mendatanginya dan meminta kehalalan darinya, sebelum ia dihukum di suatu masa di mana dinar dan dirham tidak berguna (yakni hari akhirat). (Jika tidak dihalalkan hingga hari akhirat,) jika dia memiliki amal kebaikan, maka (pahala) amalnya akan diambil, jika dia tidak memiliki amal kebaikan, maka mereka (orang-orang yang pernah dizalimi) akan membebankan (dosa) kejelekan mereka atasnya (pelaku kezaliman). (HR. Tirmidzi)

Anjuran memberi maaf
من اعتذر إليه أخوه بمعذرة فلم يقبلها كان عليه من الخطيئة مثل صاحب مكس (رواه ابن ماجه)
Barangsiapa yang saudaranya meminta maaf padanya dengan sebuah alasan, lalu ia tidak menerima permohonan maafnya, maka ia akan mendapatkan dosa kejelekan sebagaimana dosa pelaku pemalakan.
ﻭﻣﻦ ﺃﺗﺎﻩ ﺃﺧﻮﻩ ﻣﺘﻨﺼﻼ ﻓﻠﻴﻘﺒﻞ ﺫﻟﻚ ﻣﺤﻘﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻭ ﻣﺒﻄﻼ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻞ ﻟﻢ ﻳﺮﺩ ﻋﻠﻰ اﻟﺤﻮﺽ (ﺭﻭاﻩ اﻟﺤﺎﻛﻢ)
Barangsiapa didatangi saudaranya yang meminta maaf, maka terimalah permohonan maafnya, baik dia benar ataupun salah! Jika ia tidak melakukannya (tidak mau memaafkannya) maka dia tidak akan bisa sampai ke telaga (telaga Kautsar Rasulullah). (HR. Al-Hakim)
Dalam Ihya Ulumiddin disebutkan bahwa Al-Fudhail, seorang ulama sufi berkata:
اﻟﻔﺘﻮﺓ اﻟﻌﻔﻮ ﻋﻦ ﺯﻻﺕ اﻹﺧﻮاﻥ
Sikap gentle (jantan) adalah permaafan atas kekhilafan teman.

Sumber:
- Faydlul Qadir
- Ihya Ulumiddin

===================

Teruntuk semua teman, kenalan yang saya kenal dan atau yang mengenal saya, di dunia Maya maupun di dunia nyata, bahkan di dunia lain..

Mohon maafkan saya, atas segala kesalahan saya, lahir dan batin.. semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita.. Amin..

جعلنا الله وإياكم من العائدين الفائزين المقبولين..

~{Mengomentari Wali Yang Bacaan Fatihahnya Tidak Fasih}~Pernah suatu ketika Syaikh Hamzah bin Abdullah Al-'Alawi Sowan(b...
27/03/2025

~{Mengomentari Wali Yang Bacaan Fatihahnya Tidak Fasih}~

Pernah suatu ketika Syaikh Hamzah bin Abdullah Al-'Alawi Sowan(berkunjung) ke Abu Khoir At-tinani, beliau bertekad bulat dalam hatinya ingin menghaturkan salam kepada Syaikh Abul Khoir At-tinani dan tidak akan makan suguhan dirumahnya.

Ketika keperluannya selesai beliau pun p**ang, setelah berjalan kira2 belum jauh, tiba2 beliau di susul Abul Khoir At-tinani sambil membawa nampan yg berisi makanan dan berkata:

"Wahai pemuda, makanlah makanan ini, sungguh sekarang engkau sudah keluar dari tekad hatimu(bahwa engkau tidak akan makan dirumahku, sekarang engkau sudah keluar dari rumahku, maka makanlah makanan ini)"

Ternyata Syaikh Abul Khoir At-tinani mengetahui isi hatinya Syaikh Hamzah bin Abdullah Al-'Alawi.

Memang Syaikh Abul Khoir At-tinani ini masyhur dengan karomah dan tajam firasatnya.
____

Hikayah lain:

Syaikh Ibrohim Ar-roqqi (Ulama' besar Negara Syam yg masih termasuk teman Syaikh Junaid Al-Baghdadi) juga pernah sowan(berkunjung) ke Syaikh Abul Khoir At-tinani hendak menghaturkan salam kepadanya.

Waktu sholat Maghrib tiba, mereka pun sholat jama'ah di imami oleh Syaikh Abul Khoir At-tinani, ternyata bacaan fatihah Abul Khoir At-tinani kurang fasih, Syaikh Ibrohim Ar-roqqi pun berkata dalam hatinya: "sia2 perjalananku(ternyata aku berkunjung kepada orang yg baca fatihah saja tidak fasih)"

Setelah jama'ah selesai, dan Syaikh Ibrohim Ar-roqqi telah menghaturkan salamnya, beliau pun keluar untuk bersuci ketempat mengalirnya air, ternyata beliau dikejar binatang buas dan hendak menerkamnya, lalu beliau kembali ke Abul Khoir At-tinani dan berkata: "Aku dikejar2 Macan"

Abul Khoir langsung keluar dan berteriak: "Bukankah aku telah berkata kepadamu bahwa: JANGAN GANGGU TAMU2KU!!"

Macan tersebut langsung pergi, Syaikh Ibrohim Ar-roqqi pun pergi bersuci dan setelah selesai beliau kembali lagi, lalu Syaikh Abul Khoir At-tinani berkata kepadanya:
"Kalian hanya sibuk meluruskan perkara dhohir saja, makanya engkau takut terhadap macan.
Sedangkan kami sibuk meluruskan bathin(hati), makanya macan takut kepada kami"
____

Ternyata Syaikh Abul Khoir At-tinani mengetahui isi hati Syaikh Ibrohim Ar-Roqqi, dan beliau ditakuti binatang buas sekaligus bisa berbicara dengan binatang.
____

Menanggapi hikayah diatas, Al-Imam Syarofuddin An-Nawawi dalam kitabnya "Bustanul 'Arifin" menjelaskan bahwa:

Seseorang yg pengetahuan ilmunya dangkal akan tetapi berangggapan bahwa dirinya ahli fiqih, ia pasti akan beranggapan bahwa sholatnya Syaikh Abul Khoir ini rusak/batal karena beragumen dengan perkataan Syaikh Ibrohim Ar-Roqqi bahwa baca'an fatihah Abul Khoir tidak fasih.

Anggapan semacam itu adalah suatu kebod*han dan ketol*lan, serta ia berani2nya mengumbar prasangka buruk kepada Wali Allah.

Bagi orang yg berakal sehat hendaknya ia takut akan hal semacam itu, bahkan yg wajib baginya ketika tidak paham demikian adalah bertanya kepada ahlinya yg bisa memberikan penjelasan apa yg ia lihat sekiranya bertentangan dengan agama menurut dirinya, padahal itu tidaklah bertentangan.

Jawaban mengenai hal ini ada 3 segi pembenaran:
1. Apa yg dibaca Syaikh Abul Khoir adalah lahn yg tidak merusak makna, dan yg seperti itu tidak membatalkan sholat menurut kesepakatan Ulama'.
2. Beliau memang tidak bisa mengucapkannya secara fasih memang dari cacat lisannya, maka sah sholatnya menurut kesepakatan Ulama'.
3. Jikalau Syaikh Abul Khoir memang tidak ada udzur dan membacanya tetap tidak fasih, maka membaca fatihah tidaklah hal yg wajib menurut Imam Abu Hanifah dan sebagian sekelompok Ulama' yg lain, dan bagi seorang wali tidaklah harus terkait dengan satu madzhab yg mewajibkan membaca fatihah.
_____

Maka janganlah sekali2 berburuk sangka kepada orang apalagi selevel Ulama' bila bacaan Al-Qur'an nya tidak fasih menurut ilmu tajwid, memang pendapat qoul mu'tamad bahwa membaca Al-Qur'an wajib dengan tajwid, akan tetapi Syaikhul Islam(Zakaria Al-Anshori pemilik kitab fathul wahab) berpendapat bahwa membaca Al-Qur'an tidak wajib dengan tajwid, sebagaimana yg terangkan dalam kitab Is'adur Rofiq 2/87.
______

Dan memang tujuan terbesar diturunkannya kitab2 Allah adalah untuk mengambil nasehat darinya dan mengamalkan isinya, jika bukan, maka apalah buah bagi orang yg membaca Al-Qur'an dengan tajwid, panjang pendeknya, imalah, tafkhim tarqiqinya dlsb akan tetapi hatinya lalai dari Allah SWT.

[Bughyatul Mustarsyidin 294]
_____

Memang para Ulama' yg benar2 ingin menghendaki sholatnya agar benar2 bisa hidup sempurna, mereka bersungguh2 menta'alluqkan hatinya agar supaya bisa fokus hudurul qolbi, tafahhum, ta'dhim, haibah, roja' dan haya'.
Yaitu berusaha menitik beratkan kepada makna lafadz yg ia baca,
Sebagaimana yg dibahas panjang lebar oleh imam Ghozali dalam ihya'nya, bukan menta'alluqkan hatinya kepada bacaan tajwid.

Bukankah sudah maklum bagi kalangan santri hikayah2 ulama' salaf yg ketika hendak sholat mereka pucat pasi seluruh ruas tulang menggigil gemetar karena hendak mengahadap bermunajat kepada sang pencipta alam semesta.

Jika menghadap orang yg derajatnya tinggi disisi makhluk, misalnya presid*n, lalu ia disuruh berbincang2 dengannya, pastilah ia akan grogi dan perkataannya akan terbata2.

Lalu bagaimana bacaan orang yg seluruh ruas tulang bergemetar, apakah ia masih bisa mengeluarkan suara merdunya dan melantunkannya dengan indah sesuai tajwid??
_____

Saya yakin sekali Syaikhina Habib Umar bin Hafidz adalah orang yg sangat alim allamah, masalah tajwid sudah sangat jauh beliau kuasai.
Namun beliau lebih fokus masalah bathin, namun sangat disayangkan orang2 yg cakrawala pengetahuannya minim ikut2 berkomentar tanpa bertanya kepada ahlinya.

(وقال) القشيري في الرسالة ايضا سمعت محمد ابن احمد التميمي يقول سمعت عبد الله بن علي الصوفي يقول سمعت (حمزة بن عبدالله العلوي) يقول (دخلت علي ابي الخير التيناني) يعرف بالأقطع مغربي الأصل سكن تينان بكسر المثناه الفوقية و سكون الياء التحتية كأنه جمع تين قرية من قري الموصل (و) كنت (اعتقدت في نفسي ان اسلم عليه ولا اكل) عنده (في داره طعاما فلما خرجت من عنده) ومشيت قدرا يسيرا (اذا به) خلفي (قد لحقني و قد حمل طبقا فيه طعام وقال يا بني كل) هذا (فقد خرجت الساعة من اعتقادك) فاشرفه الله علي خاطره اولا وعند خروجه عنه ثانيا قال القشيري (وكان ابو الخير التيناني هذا مشهورا بالكرامات) و الفراسة الحادة وكان كبير الشأن مات سنة نيف واربعين و ثلاثمائة (قال ابراهيم) بن داود (الرقي) من كبار مشايخ الشام من اقران الجنيد و قد عمر الي سنة ست وعشرين وثلاثمائة (قصدته) يعني ابا الخير التيناني (مسلما عليه فحضرت صلاة المغرب) فصلي اماما (فلم يكن يقرأ صورة الفاتحة مستويا) اي مستقيما (فقلت غفي نفسي ضاعت سفرتي فلما سلم) و سلمت (خرجت الي الطهارة) اي الي موضعها كني به عن اراقة الماء (فقصدني سبع) ارد ان يبطش بي (فعدت الي ابي الخير و قلت قصدني الاسد فخرج) ابو الخير (و صاح به) اي عليه (و قال الم اقل لك لا تتعرض لضيفاني فتنحي الاسد فتتطهرت فلما) فرغت (ورجعت قال لي اشتغلتم بتقويم الظاهر فخفت الأسد و اشتغلنا بتقويم الباطن) اي القلب (فخافنا الأسد) نقله القشيري في الرسالة

[اتحاف السادة المتقين الزبيدي ٨/٤٨٢]

Ithaf Sadatil Muttaqin 8/482

وقال إبراهيم الرقي قصدته مسلماً عليه فحضرت صلاة المغرب فلم يكد يقرأ الفاتحة مستوياً فقلت في نفسي ضاعت سفرتي فلما سلم خرجت إلى الطهارة فقصدني سبع فعدت إلى أبي الخير وقلت قصدني سبع فخرج وصاح به وقال ألم أقل لك لا تتعرض لضيفاني فتنحى الأسد فتطهرت فلما رجعت قال لي اشتغلتم بتقويم الظاهر فخفتم الأسد واشتغلنا بتقويم البواطن فخافنا الأسد

[أبو حامد الغزالي، إحياء علوم الدين، ٢٥/٣]

Ihya' 3/25

حكي عن إبراهيم الرقي قال قصدته مسلما عليه فصلى المغرب فلم يقرأ الفاتحة مستويا فقلت في نفسي ضاعت سفرتي فلما سلمت خرجت للطهارة فقصدني السبع فعدت إليه وقلت أن الأسد قصدني فخرج وصاح على الأسد وقال الم أقل لك لا تتعرض لضيفاني فتنحى وتطهرت فلما رجعت قال اشتغلتم بتقويم الظواهر فخفتم الأسد واشتغلنا بتقويم القلب فخافنا الأسد. قلت قد يتوهم من يتشبه بالفقهاء ولا فقه عنده ان صلاة أبي الخير هذا كانت فاسدة لقوله لم يقرأ الفاتحة مستويا وهذه جهالة وغباوة ممن يتوهم ذلك وجسارة منه على إرسال الظنون في أولياء الرحمن فليحذر العاقل من التعرض لشيء من ذلك بل حقه إذا لم يفهم حكمهم المستفادة ولطائفهم المستجادة أن يتفهمها ممن يعرفها وكل شيء رأيته من هذا النوع مما يتوهم من لا تحقيق عند أنه مخالف ليس بمخالف مخالفا بل يجب تأويل أفعال أولياء الله تعالى وجواب هذا من ثلاثة أوجه أحدها أنه جرى منه لحن لا يخل بالمعنى ومثل هذا لا يفسد الصلاة بالاتفاق الثاني أنه مغلوب على ذلك بخلل في لسانه فتصح صلاته بالاتفاق الثالث أنه لو لم يكن له عذر فقراءة الفاتحة ليست بمتعينة عند أبي حنيفة وطائفة من العلماء ولا يلزم هذا الولي أن يتقيد بمذهب من أوجبها ورأيته بخط الشيخ رضي الله تعالى عنه.

[النووي، بستان العارفين للنووي، صفحة ٧٢]
Buatanul 'Arifin 82

ويجب على القارئ مراعاة أحكام التجويد مما أجمع عليه القراءة كالمد والقصر والإدغام بقسميه والإظهار والإقلاب والإخفاء ويأثم بتركه ذلك على المعتمد الذى جرى عليه جمهور علمائنا وقال شيخ الإسلام لا يجب

[إسعاد الرفيق شرح سلم التوفيق ٢/٨٧]
Is'adur Rofiq 2/87

"لأن المقصود الأعظم من إنزال الكتب الإلهية الاتعاظ والعمل بها وإلا فأي ثمرة لمن يقرأ بالمد والإمالة والتفخيم والترقيق وغيرها وهو غافل القلب عن الله تعالى اهـ."

[بغية المسترشدين في تلخيص فتاوى بعض الأئمة المتأخرين ٢٩٤]

Bughyatul Mustarsyidin 294

بيان المعاني الباطنة التي تتم بها حياة الصلاة
إعلم أن هذه المعاني تكثر العبارات عنها ولكن يجمعها ست جمل وهي حُضُورُ الْقَلْبِ وَالتَّفَهُّمُ وَالتَّعْظِيمُ وَالْهَيْبَةُ وَالرَّجَاءُ وَالْحَيَاءُ
فَلْنَذْكُرْ تَفَاصِيلَهَا ثُمَّ أَسْبَابَهَا ثُمَّ الْعِلَاجَ فِي اكْتِسَابِهَا
أَمَّا التَّفَاصِيلُ فَالْأَوَّلُ حُضُورُ الْقَلْبِ وَنَعْنِي بِهِ أَنْ يَفْرَغَ الْقَلْبُ عَنْ غَيْرِ مَا هُوَ مُلَابِسٌ لَهُ وَمُتَكَلِّمٌ بِهِ فَيَكُونُ الْعِلْمُ بِالْفِعْلِ وَالْقَوْلِ مَقْرُونًا بِهِمَا وَلَا يَكُونُ الْفِكْرُ جائلاً في غيرهما ومهما انصرف في الفكر عن غير ما هو فيه وكان في قلبه ذكر لما هو فيه ولم يكن فيه غفلة عن كل شيء فقد حصل حضور القلب ولكن التفهم لمعنى الكلام أمر وراء حضور القلب فربما يكون القلب حاضراً مع اللفظ ولا يكون حاضراً مع معنى اللفظ فاشتمال القلب على العلم بمعنى اللفظ هو الذي أردناه بالتفهم
وهذا مقام يتفاوت الناس فيه إذ ليس يشترك الناس في تفهم المعاني للقرآن والتسبيحات
وَكَمْ مِنْ مَعَانٍ لَطِيفَةٍ يَفْهَمُهَا الْمُصَلِّي فِي أثناء الصلاة ولم يكن قد خطر بقلبه ذلك قبله ومن هذا الوجه كانت الصلاة ناهية عن الفحشاء والمنكر فإنها تفهم أموراً تلك الأمور تمنع عن الفحشاء لا محالة
وأما التعظيم فهو أمر وراء حضور القلب والفهم إذ الرجل يخاطب عبده بكلام هو حاضر القلب فيه ومتفهم لمعناه ولا يكون معظماً له فالتعظيم زائد عليهما
وأما الهيبة فزائدة على التعظيم بل هي عبارة عن خوف منشؤه التعظيم لأن من لا يخاف لا يسمى هائباً والمخافة من العقرب وسوء خلق العبد وما يجري مجراه من الأسباب الخسيسة لا تسمى مهابة بل الخوف من السلطان المعظم يسمى مهابة والهيبة خوف مصدرها الإجلال
وأما الرجا فلا شك أنه زائد فكم من معظم ملكاً من الملوك يهابه أو يخاف سطوته ولكن لا يرجو مثوبته
والعبد ينبغي أن يكون راجياً بصلاته ثواب الله عز وجل كما أنه خائف بتقصيره عقاب الله عز وجل وأما الحياء فهو زائد على الجملة لأن مستنده استشعار تقصير وتوهم ذنب ويتصور التعظيم والخوف والرجاء من غير حياء حيث لا يكون توهم تقصير وارتكاب ذَنْبٍ
وَأَمَّا أَسْبَابُ هَذِهِ الْمَعَانِي السِّتَّةِ فَاعْلَمْ أَنَّ حُضُورَ الْقَلْبِ سَبَبُهُ الْهِمَّةُ فَإِنَّ قَلْبَكَ تَابِعٌ لِهِمَّتِكَ فَلَا يَحْضُرُ إِلَّا فِيمَا يُهِمُّكَ
وَمَهْمَا أَهَمَّكَ أَمْرٌ حَضَرَ الْقَلْبُ فِيهِ شَاءَ أَمْ أَبَى فَهُوَ مَجْبُولٌ عَلَى ذَلِكَ وَمُسَخَّرٌ فِيهِ
وَالْقَلْبُ إِذَا لَمْ يَحْضُرْ فِي الصَّلَاةِ لَمْ يَكُنْ مُتَعَطِّلًا بَلْ جَائِلًا فِيمَا الْهِمَّةُ مَصْرُوفَةٌ إِلَيْهِ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا فَلَا حِيلَةَ وَلَا عِلَاجَ لِإِحْضَارِ الْقَلْبِ إِلَّا بِصَرْفِ الْهِمَّةِ إِلَى الصَّلَاةِ وَالْهِمَّةُ لَا تَنْصَرِفُ إِلَيْهَا مَا لَمْ يَتَبَيَّنْ أَنَّ الْغَرَضَ الْمَطْلُوبَ مَنُوطٌ بِهَا وَذَلِكَ هُوَ الْإِيمَانُ وَالتَّصْدِيقُ بِأَنَّ الْآخِرَةَ خَيْرٌ وأبقى وأن الصلاة وسيلة إليها فإذا أضيف هذا إلى حقيقة العلم بحقارة الدنيا ومهماتها حصل من مجموعها حضور القلب في الصلاة وبمثل هذه العلة يحضر قلبك إذا حضرت بين يدي بعض الأكابر ممن لا يقدر على مضرتك ومنفعتك فإذا كان لا يحضر عند المناجاة مع ملك الملوك الذي بيده الملك والملكوت والنفع والضر فلا تظنن أن له سبباً سوى ضعف الإيمان فاجتهد الآن في تقوية الإيمان وطريقه يستقصى في غير هذا الموضع وَأَمَّا التَّفَهُّمُ فَسَبَبُهُ بَعْدَ حُضُورِ الْقَلْبِ إِدْمَانُ الْفِكْرِ وَصَرْفُ الذِّهْنِ إِلَى إِدْرَاكِ الْمَعْنَى وَعِلَاجُهُ ما هو علاج إحضار القلب مَعَ الْإِقْبَالِ عَلَى الْفِكْرِ وَالتَّشَمُّرِ لِدَفْعِ الْخَوَاطِرِ
وعلاج دفع الخواطر الشاغلة قَطْعُ مَوَادِّهَا أَعْنِي النُّزُوعَ عَنْ تِلْكَ الْأَسْبَابِ التي تنجذب الخواطر إليها وما لم تنقطع تلك المواد لا تنصرف عنها الخواطر فمن أحب شيئاً أكثر ذكره فذكر المحبوب يهجم على القلب بضرورة لذلك ترى أن من أحب غير الله لا تصفو له صلاة عن الخواطر
وأما التعظيم فهي حالة للقلب تتولد من معرفتين إحداهما معرفة جلال اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَظَمَتُهُ وَهُوَ مِنْ أُصُولِ الإيمان فإن من لا يعتقد عظمته لا تذعن النفس لتعظيمه
الثَّانِيَةُ مَعْرِفَةُ حَقَارَةِ النَّفْسِ وَخِسَّتِهَا وَكَوْنِهَا عَبْدًا مُسَخَّرًا مَرْبُوبًا حَتَّى يَتَوَلَّدَ مِنَ الْمَعْرِفَتَيْنِ الِاسْتِكَانَةُ وَالِانْكِسَارُ وَالْخُشُوعُ لِلَّهِ سُبْحَانَهُ فَيُعَبَّرُ عَنْهُ بِالتَّعْظِيمِ وما لم تمتزج معرفة حقارة النفس بمعرفة جلال الله لا تنتظم حالة التعظيم والخشوع فإن المستغني عن غيره الآمن على نفسه يجوز أن يعرف من غيره صفات العظمة ولا يكون الخشوع والتعظيم حاله لأن القرينة الأخرى وهي معرفة حقارة النفس وحاجتها لم تقترن إليه وَأَمَّا الْهَيْبَةُ وَالْخَوْفُ فَحَالَةٌ لِلنَّفْسِ تَتَوَلَّدُ مِنَ الْمَعْرِفَةِ بِقُدْرَةِ اللَّهِ وَسَطْوَتِهِ وَنُفُوذِ مَشِيئَتِهِ فِيهِ مَعَ قِلَّةِ الْمُبَالَاةِ بِهِ وَأَنَّهُ لَوْ أَهْلَكَ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ لَمْ يَنْقُصْ مِنْ مُلْكِهِ ذَرَّةٌ هذا مع مطالعة ما يجري على الأنبياء والأولياء من المصائب وأنواع البلاء مع القدرة على الدفع على خلاف ما يشاهد من ملوك الأرض
وبالجملة كلما زاد العلم بالله زادت الخشية والهيبة وسيأتي أسباب ذلك في كتاب الخوف من ربع المنجيات وَأَمَّا الرَّجَاءُ فَسَبَبُهُ مَعْرِفَةُ لُطْفِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَكَرَمِهِ وَعَمِيمِ إِنْعَامِهِ وَلَطَائِفِ صُنْعِهِ وَمَعْرِفَةُ صِدْقِهِ فِي وَعْدِهِ الْجَنَّةَ بِالصَّلَاةِ فَإِذَا حَصَلَ الْيَقِينُ بِوَعْدِهِ وَالْمَعْرِفَةُ بِلُطْفِهِ انْبَعَثَ مِنْ مَجْمُوعِهِمَا الرَّجَاءُ لَا مَحَالَةَ وَأَمَّا الْحَيَاءُ فَبِاسْتِشْعَارِهِ التَّقْصِيرَ في العبادة وعلمه بالعجز عن القيام بعظيم حَقِّ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَيُقَوِّي ذَلِكَ بِالْمَعْرِفَةِ بعيوب النفس وآفاتها وقلة إخلاصها وخبث دخلتها وَمَيْلِهَا إِلَى الْحَظِّ الْعَاجِلِ فِي جَمِيعِ أَفْعَالِهَا مَعَ الْعِلْمِ بِعَظِيمِ مَا يَقْتَضِيهِ جَلَالُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالْعِلْمِ جَمِيعِ هَذِهِ الْأَسْبَابِ الْإِيمَانُ
وَالْيَقِينُ أعني به هذه المعارف التي ذكرناها ومعنى كونها يقيناً انتفاء الشك واستيلاؤها على القلب كما سبق في بيان اليقين من كتاب العلم وبقدر اليقين يخشع القلب ولذلك قالت عائشة رضي الله عنها كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يحدثنا ونحدثه فإذا حضرت الصلاة كأنه لم يعرفنا ولم نعرفه وقد روي أن الله سبحانه أوحى إلى موسى عليه السلام يا موسى إذا ذكرتني فاذكرني وأنت تنتفض أعضاؤك وكن عند ذكري خاشعاً مطمئناً وإذا ذكرتني فاجعل لسانك من وراء قلبك وإذا قمت بين يدي فقم قيام العبد الذليل وناجني بقلب وجل ولسان صادق وروي أن الله تعالى أوحى إليه قل لعصاة أمتك لا يذكروني فإني آليت على نفسي أن من ذكرني ذكرته فإذا ذكروني ذكرتهم باللعنة هذا في عاص غير غافل في ذكره فكيف إذا اجتمعت الغفلة والعصيان وباختلاف المعاني التي ذكرناها في القلوب انقسم الناس إلى غافل يتمم صلاته ولم يحضر قلبه في لحظة منها وإلى من يتمم ولم يغب قلبه في لحظة بل ربما كان مستوعب الهم بها بحيث لا يحس بما يجري بين يديه
ولذلك لم يحس مسلم بن يسار بسقوط الاسطوانة في المسجد اجتمع الناس عليها
وبعضهم كان يحضر الجماعة مدة ولم يعرف قط من على يمينه ويساره
ووجيب قلب إبراهيم صلوات الله عليه وسلامه كان يسمع على ميلين
وجماعة كانت تصفر وجوههم وترتعد فرائصهم
وكل ذلك غير مستبعد فإن أضعافه مشاهد في همم أهل الدنيا وخوف ملوك الدنيا مع عجزهم وضعفهم وخساسة الحظوظ الحاصلة منهم حتى يدخل الواحد على ملك أو وزير ويحدثه بمهمته ثم يخرج ولو سئل عمن حواليه أو عن ثوب الملك لكان لا يقدر على الإخبار عنه لاشتغال همه به عن ثوبه وعن الحاضرين حواليه ولكل درجات مما عملوا فحظ كل واحد من صلاته بقدر خوفه وخشوعه وتعظيمه فإن موضع نظر الله سبحانه القلوب دون ظاهر الحركات
ولذلك قال بعض الصحابة رضي الله عنهم يحشر الناس يوم القيامة على مثال هيئتهم في الصلاة من الطمأنينة والهدوء ومن وجود النعيم بها واللذة ولقد صدق فإنه يحشر كل على ما مات عليه ويموت على ما عاش عليه ويراعى في ذلك حال قلبه لا حال شخصه فمن صفات القلوب تصاغ الصور في الدار الآخرة وَلَا يَنْجُو إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سليم نسأل الله حسن التوفيق بلطفه وكرمه

[أبو حامد الغزالي ,إحياء علوم الدين ,1/163]

Zakat Kepada Kiai...Paling aman itu zakat kepada kiai. Kenapa? Karena sah dan tidaknya mereka yang nanggung.Saya ingat g...
19/03/2025

Zakat Kepada Kiai...

Paling aman itu zakat kepada kiai. Kenapa? Karena sah dan tidaknya mereka yang nanggung.

Saya ingat guru saya almaghfurlah KH. Abdurrahman Syakur bercerita. Dulu ada orang datang kepada almaghfurlah Kiai Kholil Nawawi Sidogiri untuk berzakat fitrah.

Beliau menolak zakat tersebut. Beliau dawuh, "Ojo zakat nang aku sebab aku iki sugih" (jangan zakat kepada saya sebab saya ini kaya)

Jadi begitulah. Kalau kamu zakat kepada kiaimu koq mereka menerima maka yakinkan pasti mereka sedang dalam posisi mustahiq zakat. Lewat jalur mana? Ya g usah tanya. Masak anda masih mau tanya, "Jenengan gharim apa bukan?"

Tentu beda dengan zakat kepada orang lain yang kita sangka miskin namun nyatanya tidak miskin... . Maka zakat kita tidak sah. Bagaimana jika kita husnudzon sebagaimana kita husnudzon kepada kiai? Ya g bisa. Bagaimana kita husnudzon kalau mereka tidak paham fikih?

Wes talaaaa. Paling aman zakat itu ya ke kiai......

Saya sendiri paling s**a memberikan zakat saya kepada ustadz kampung yang miskin. Andai saya salah sangka, dan ternyata posisi mereka tidak miskin menurut pandangan syareat, ya paling tidak jatuhnya masuk golongan sabilillah (walau saya tidak biasa memakai pendapat ini).

Kalau di sini kiai kampung itu ya guru ngaji. Ketika orang-orang sibuk mencari dunia, mereka disibukkan ngajar anaknya orang (yang sibuk cari dunia tadi) agar anak orang tersebut mengenal Allah. Jadi mereka tidak bisa bekerja.

Foto Almaghfurlah KH. Kholil Nawawi Sidogiri

SUNAN BAKUL & SUNAN KABUL"Menolong Orang lain"Wali adalah kawulo yg telah di ridloi dan di cintai Alloh. Mereka bisa men...
17/03/2025

SUNAN BAKUL & SUNAN KABUL

"Menolong Orang lain"
Wali adalah kawulo yg telah di ridloi dan di cintai Alloh. Mereka bisa mencapai kedudukan ini karena memiliki Thoriqoh wushul "Jalan ibadah untuk menggapai Ridlo Alloh, yg di lakukan dg istiqomah.
Di komplek makam Auliya' setono gedong tepatnya di pusat Kota Kediri ada makam sunan Kabul dan sunan Bakul, keduanya adalah Auliya' yg s**a menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Sunan Bakul adalah seorang pedagang... Hasil dari dagangnya di sedekahkan fakir-miskin, anak2 yatim, para dlu'afa.
Sedangkan Sunan Kabul ini di karuniai doa yg maqbul, mudah di kabulkan... Beliau menolong orang-yg membutuhkan doanya, ikhlas, tanpa pamrih.. tidak mengharapkan upah, istilah sekarang "tukang suwuk", tanpa tarif.

Wallohu a'lam Lahumul faatihah..

17/03/2025

يَا أَهْلَ الْعُقُولِ السَّالِمَةِ # وَأَهْلَ الْقُلُوبِ الْعَالِمَةِ
قُولُوا بِهِمَّةٍ عَازِمَةٍ # وَبِصِدْقِ نِيَّةٍ جَازِمَةٍ
يَا اللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Wahai orang-orang yang memiliki akal yang sehat dan hati yang berilmu,
Ucapkanlah dengan tekad yang kuat,
Dan dengan niat yang tulus dan mantap,

Ya Allah, anugerahkanlah husnul khatimah (akhir hidup yang baik).
فَهِيَ إِلَيْهَا الْمُنْتَهَى # قَدْ قَالَ أَرْبَابُ النُّهَى
يَا اللهُ بِهَا يَا اللهُ بِهَا # دَعْوَى عَجِيبَةٌ تَامَّةٌ
يَا اللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Karena kepada-Nya lah segala sesuatu berakhir, sebagaimana dikatakan oleh para pemilik kebijaksanaan.
Ya Allah, berikanlah itu kepada kami!
Sebuah doa yang sempurna dan menakjubkan,

Ya Allah, anugerahkanlah husnul khatimah.
يَا رَبَّنَا يَا رَبَّنَا # الطُفْ بِنَا وَاغْفِرْ لَنَا
وَاخْتِمْ بِخَيْرٍ دُنَانَا # إِبَّانَ يَوْمِ الطَّامَّةِ
يَا اللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Wahai Tuhan kami, wahai Tuhan kami, berilah kami kelembutan dan ampunan-Mu,
Dan akhirilah dunia kami dengan kebaikan,
Ketika datang hari kiamat yang dahsyat,

Ya Allah, anugerahkanlah husnul khatimah.
فَالْمَوْتُ آتٍ عَنْ قَرِيبٍ # كُلٌّ لَهُ مِنْهُ نَصِيبٌ
مَنْ كَانَ دَانٍ أَوْ نَسِيبٌ # فَهِيَ مُصِيبَةٌ عَامَّةٌ
يَا اللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Sungguh, kematian akan segera datang, dan setiap orang pasti mendapatkan bagiannya,
Baik ia orang yang dekat maupun jauh hubungannya,
Sungguh, kematian adalah musibah yang menyeluruh,

Ya Allah, anugerahkanlah husnul khatimah.
ثُمَّ إِذَا مِتَّ أَتَوْكَ # وَغَسَّلُوكَ وَكَفَّنُوكَ
وَشَيَّعُوكَ وَأَلْحَدُوكَ # وَصِرْتَ جِيفَةً خَامَةً
يَا اللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Lalu, ketika engkau meninggal, mereka akan datang kepadamu, memandikan, mengafani,
Mengantarkan, menguburkanmu,
Dan engkau pun menjadi bangkai yang tak berdaya,

Ya Allah, anugerahkanlah husnul khatimah.
يَا رَبِّ كُنْ لِي يَا مُعِينُ # إِذَا رَشَحَ عَظْمُ الْجَبِينِ
وَاخْتِمْ إِلَيْهِ بِالْيَقِينِ # مِنْ قَبْلِ لَوْمِ اللَّائِمَةِ
يَا اللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Wahai Tuhan, jadilah Engkau penolongku ketika keringat membasahi keningku,
Dan akhirilah hidupku dengan keyakinan,
Sebelum datang celaan dari orang-orang yang mencela,

Ya Allah, anugerahkanlah husnul khatimah.
دُنْيَاكَ مَا هِيَ لِلْمَقَرِّ # وَإِنَّمَا هِيَ لِلْمَمَرِّ
فَافْكُرْ وَأَمْعِنْ فِي النَّظَرِ # وَلَا تَكُنْ كَالسَّائِمَةِ
يَا اللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Dunia ini bukanlah tempat tinggal abadi, melainkan tempat persinggahan sementara,
Maka pikirkanlah dan renungkanlah dengan baik,
Janganlah engkau seperti hewan ternak yang lalai,

Ya Allah, anugerahkanlah husnul khatimah.
يَا رَبَّ مَا مَعْنَا عَمَلٌ # وَكَسْبُنَا كُلُّهُ زَلَلٌ
لَكِنْ لَنَا فِيكَ أَمَلٌ # تُحْيِي الْعِظَامَ الرَّامَةَ
يَا اللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Wahai Tuhan, kami tidak memiliki amal yang cukup, dan usaha kami penuh dengan kesalahan,
Namun kami masih berharap kepada-Mu,
Engkaulah yang menghidupkan tulang-tulang yang telah rapuh,

Ya Allah, anugerahkanlah husnul khatimah.
قَدْ حَانَ حِينُ الإِنْتِقَالِ # وَالْعُمْرُ وَلَّى فِي ضَلَالِ
لَكِنْ نَرْجُو ذَا الْجَلَالِ # بِجَاهِ وَالِدِ فَاطِمَةَ
يَمُنُّ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Saatnya telah tiba untuk berpindah (ke alam akhirat), sementara umur telah habis dalam kesia-siaan,
Namun kami tetap berharap kepada Tuhan Yang Maha Agung,
Demi kemuliaan ayahanda Fatimah,

Anugerahkanlah kepada kami husnul khatimah.

Doa ini adalah permohonan agar diberikan akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah), dengan pengingat bahwa dunia ini sementara dan kematian pasti datang. Semoga kita semua mendapatkan akhir hidup yang penuh rahmat dari Allah.

Address

Payaman, Solokuro
Lamongan

Telephone

+6285607752045

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when POJOK Pesantren Salaf posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to POJOK Pesantren Salaf:

Shortcuts

Share

Category