Pondok Pesantren Darul Ulum Medali

Pondok Pesantren Darul Ulum Medali

Share

Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum Medali adalah lembaga terbesar di wilayah selatan Kabupaten Lamongan. Lembaga pendidikan di yayasanan ini terdiri dari:
A.

Lembaga ini memiliki unit Pendidikan Pondok Pesantren dan Pendidikan Formal (KB, TK, MI, MTS, SMA Darul Ulum, dan SMPN 3 Sugio). Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum Medali berada di lingkungan sejuk, tenang, dan nyaman karena di kelilingi hutan jati, bambu, dan persawahan, sehingga sangat sehat untuk tempat belajar siswa. Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren:
1. Madrasah Diniyah Awwaliyah
2. Madras

07/07/2026

đź•‹ Panggilan Allah adalah anugerah. Persiapkan diri dengan manasik yang tepat.

Perjalanan menuju Baitullah bukan hanya tentang berangkat, tetapi juga tentang memahami setiap ibadah agar semakin khusyuk dan bermakna.

✨ KBIHU Darul Ulum membuka Penerimaan Peserta Bimbingan Manasik Haji & Umrah Tahun 2027 M / 1448 H.

Dengan pembimbing yang profesional dan berpengalaman, insyaAllah Anda akan mendapatkan:
🤝 Pendampingan manasik secara menyeluruh
đź“– Buku tuntunan manasik & doa
đź‘• Seragam peserta
🕌 Pendampingan ibadah di Madinah dan Makkah

📍 Pendaftaran dibuka Senin–Sabtu, pukul 07.00–13.00 WIB di Kantor KBIHU Darul Ulum, Pondok Pesantren Darul Ulum Medali.

🌿 Karena ibadah yang benar berawal dari ilmu yang benar.

📞 Informasi & Pendaftaran:
📱 Mbak Ika: 0878-7134-8906
📱 Mas Deval: 0813-5785-0141

Kuota terbatas. Daftarkan diri dan keluarga mulai sekarang. Semoga Allah memudahkan langkah menuju Baitullah. Aamiin. 🤲

24/01/2026

Membanggakan! Dea Angelia Kamil, Alumni Ponpes Darul Ulum Medali, Wisudawati Doktoral Terbaik di UGM

Kado indah untuk Haul Ponpes Darul Ulum Medali Sugio Lamongan yang akan dilaksanakan pada hari Ahad 1 Pebruari 2026 besok. Salah satu alumninya bisa menjadi lulusan program doktoral termuda di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. UGM adalah kampus peringatan ke-1 di Indonesia dan ke-224 di dunia. Ini menurut QS World University Rankings (WUR) 2026. Peringkat tertinggi ini menunjukkan kualitas kampus yang diakui di dalam negeri dan luar negeri.

Di kampus terbaik inilah Dr. Dea Angelia Kamil, S.Si, alumni Ponpes Darul Ulum Medali tahun 2014, dapat menunjukkan prestasi tertingginya sebagai doktor termuda, yaitu 26 tahun 11 bulan dengan IPK sempurna 4.0.

Yang lebih mengagumkan adalah program studi yang diambil adalah Ilmu Komputer dan Artificial Inteligence. Program studi yang sedang ngetrend di dunia dan belum banyak dikuasai oleh para doktor di Indonesia.

Dea adalah putri dari Bu Chusnatin Handayani dan Pak Subakri, guru SMPN 3 Sugio. Meskipun rumahnya dekat dengan pondok, selama belajar di SMPN 3 Sugio, ia rela tinggal di asrama pesantren.

Pengalaman tinggal di pesantren inilah yang menempa dirinya menjadi pribadi yang tangguh karena harus bangun lebih pagi dan tidur lebih larut, berfikir dengan cepat karena tugas-tugas di sekolah dan tugas di pesantren harus cepat diselesaikan, dan percaya diri karena banyak mengikuti berbagai lomba di pesantren dan sekolah.

Setelah lulus SMP, ia melanjutkan sekolah di MA Unggulan Amanatul Ummah Pacet yang hanya ditempuh dalam dua tahun karena ikut kelas akselerasi. Saat di MA ini, ia mengikuti program pertukaran pelajar ke Hawaii Amerika Serikat tahun 2016. Program pertukaran yang dikoordinir oleh Pak Chusnu Yuli Setyo ternyata berlanjut ke Hiroshima dan Tokyo Jepang pada tahun 2017.

Setelah lulus aliyah, ia kuliah di jurusan matematika Universitas Airlangga Surabaya. Kemudian ia mendapat beasiswa PMDSU S2 dan S3 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, program doktoral komputer sains dan Artificial Inteligence.

Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) adalah program beasiswa Kemendikbudristek untuk mempercepat lulusan S1 (fresh graduate) meraih gelar Doktor (S3) dalam waktu 4 tahun (terintegrasi S2-S3) di bawah bimbingan promotor handal.

Program ini ditujukan untuk calon dosen/peneliti muda dengan fasilitas pembiayaan penuh, termasuk biaya hidup dan penelitian.

Saat masih kuliah di UGM ia menikah dengan teman kuliah S3. Ia berprinsip tidak mau berpacaran selama sekolah dan kuliah. Begitu ada yang ta'aruf, ia langsung memintanya untuk bertemu dengan orang tuanya dan melamarnya. Ia pun menikah. Belum lama menikah, mereka berdua mendapat beasiswa penelitian ke luar negeri selama 6 bula. Dea kuliah di Ulsan University Korea Selatan dan suaminya, Mohammad Amir Jamilludin kuliah di Fukuoka University Jepang.

Akhirnya mereka berdua lulus bersama. Dea menjadi lulusan terbaik di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan dan Amir menjadi lulusan terbaik di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam. Keduanya sukses meraih IPK 4.0.

Tidak itu saja, setelah lulus UGM ini, ia rela tidak menjadi dosen di UGM meskipun sudah lulus seleksi terakhir. Dea dan Amir lebih memilih kuliah lagi program posdoktoral di Inggris. Dea melanjutkan di Middlesex University London dan Amir melanjutkan di Imperial College London. Tahu tidak kalau Imperial College London itu kampus terbaik no 2 di dunia? Bayangkan UGM itu peringkat no 224 dan Imperial College peringkat no 2 dunia. Sebuah kesempatan emas yang sangat disayangkan kalau tidak diambil.

Insyaallah mereka berdua akan berangkat pada awal bulan Pebruari 2026 ini. Doakan semoga urusan visanya segera keluar sehingga mereka berdua beserta anaknya yang masih belum berusia 1 tahun bisa segera berangkat ke London Inggris.

Semoga santri, alumni, dan putra-putri alumni dimudahkan Allah swt untuk mendapatkan kesuksesan dalam kuliah di dalam dan luar negeri seperti Dr. Dea Angelia Kamil, S.Si dan Dr. M. Amir Jamilludin, S.Si. Aamiin.




berat

Photos from Pondok Pesantren Darul Ulum Medali's post 10/01/2026
Want your school to be the top-listed School/college?

Opening Hours

Monday 06:00 - 21:00
Tuesday 06:00 - 21:00