15/02/2016
Teroris...
Satu menit saja, bacalah tulisan ini baik-baik. Terkait terorisme, ada lima pertanyaan:
- Berapa juta orang yang dibunuh oleh Hi**er dan Mussolini? Berapa juta orang yang dibunuh oleh Lenin dan Stallin? Berapa juta orang yang dibunuh oleh Pol Pot? Berapa juta orang Iraq tewas karena invansi Amerika? Berapa ratus ribu orang Iraq tewas karena keputusan embargo dari Amerika?
Terus, jawablah lima pertanyaan ini:
- Belasan juta orang tewas karena Perang Dunia I, siapa penyebabnya? Puluhan juta orang tewas karena Perang Dunia II, siapa penyebabnya? Jutaan orang Vietnam tewas dalam Perang Vietnam, siapa penyebabnya? Ratusan ribu orang Nagasaki dan Hiroshima tewas karena bom atom, siapa penyebabnya?
- Ketika ratusan ribu orang Aborigin dibantai, ketika ratusan ribu orang Indian dibantai, ketika ratusan ribu orang Bosnia dibantai, ketika ratusan ribu orang Palestina dibantai, ketika ribuan orang Afganistan dibantai, ketika ribuan orang Rohingya dibantai, siapa penanggungjawabnya?
Pernahkah media Barat menyebut mereka sebagai teroris? Tidak pernah. Adakah dari mereka itu yang muslim? Tidak ada. Maka, berhentilah mengait-ngaitkan terorisme dengan muslim. Bahkan menurut FBI dan Global Research, hanya 6% oknum muslim yang menjadi teroris. Klik non-muslims-carried-out-more-than-90-of-all-terrorist-attacks
Dan sering terjadi, kalau muslim yang anarkis, maka kata muslim atau Islam yang dijadikan headline. Tetapi kalau muslim yang dizalimi, maka si penzalim cuma disebut 'sekelompok orang'. Bahkan headline pun bisa diganti.

Muslim, jadilah rahmat semesta alam
Yang sebenarnya, Islam berasal dari ‘selamat’ atau ‘damai’. Muslim pun diperintahkan untuk menjadi rahmat atau kebaikan terhadap semesta alam. Bukan hanya kepada manusia, namun juga pada hewan, tumbuhan, dan semua. Entah itu di rumah, kantor, atau di mana saja.
Di satu sisi, saya menjadi salah satu muslim yang turut mendoakan kerukunan di dan di mana saja. Di sisi lain, saya berharap pemerintah menindak tegas pelaku kerusakan, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi pada rumah ibadah manapun. Apa pendapat teman-teman?