12/01/2021
BTQ ( Bustan Tsamrotun Qolbin Salim ) Bibit Taqwa ...
Apabila dilihat secara mata dhohir seseorang yang menjadi guru di BTQ ( Guru mengaji ), secara pandangan mata memang seperti derajat yang rendah, tugas yang kelihatannya sepele, kecil, gak sebanding dengan ilmu yang dimiliki, ( hanya guru ngaji dengan di beri barokahan kecil, mungkin hanya ucapan terima kasih/syukur ), yang setiap harinya hanya bertemu anak2 kecil, seolah - olah sang pengajar hanya memiliki ilmu kecil, tidak keren, tidak hebat, tidak terhormat dan anggapan - anggapan yang lain ... ππ
Jika anda memiliki anggapan seperti itu, sungguh sedih melihatnya, "APAKAH HANYA KEHORMATAN YANG ANDA CARI" Bukan manfaat dari perbuatan ...
Apabila progam BTQ itu dilihat dari pandangan hikmah, maka akan tampak kebesaran tugas yang di laksanakannya, di antaranya :
Jika dilihat dari namanya BTQ itu memiliki arti taman atau kebun yang menghasilkan buah hati yang selamat, maka tugas besar yang di laksanakannya adalah mendidik agar putra dan putri Indonesia memiliki hati yang selamat, sebagaimana firman Tuhan bahwa tidak akan diterima diri seseorang itu oleh Tuhan apabila ia tidak memiliki hati yang selamat ...
Memiliki Tugas besar menyelamatkan generasi penerus bangsa Indonesia atau mungkin generasi seluruh dunia / anak - anak yang masih kecil, masih suci, karena melihat generasi yang sekarang ( banyaknya anak - anak yang terjerumus ke jalan yang salah ) ...
Memiliki Tugas besar memunculkan potensi - potensi Taqwa yang ada pada diri manusia, yang Taqwa itu adalah sebaik - baik bekal manusia untuk menghadap kepada yang Maha Kuasa ....
Kalau kalian ingat, bahwa benteng terkuat di Indonesia itu ada 3 macam, Pertama adalah adanya Pesantren, Kedua adalah adanya Thoriqoh, dan yang ketiga adalah adanya guru - guru mengaji yang mau mendidik di plosok - plosok daerah, dan ketiga benteng NKRI itu di praktekan dengan nyata oleh Beliau Mursyid dengan progam - progam pembangunan pesantren, pelestarian Thoriqoh Shiddiqiyyah