25/12/2017
CERITA HABIB MUHAMMAD BIN ALWI ALKAFF
Ada seorang shohabiyah (sahabat perempuan) dikatakan oleh shohabiyah yang lain bahwa dirinya tidak mencintai nabi Muhammad Saw. Ia pun marah dan berkata,
“Demi Allah, aku mencintai Rasulullah Saw!”.
Saat itu mereka sedang berada di suatu tempat umum, tentu ada banyak sahabat laki-laki. Para shohabiyah pun menantangnya dengan berkata,
“Apa buktinya bahwa kau mencintai Nabi Muhammad Saw?”,
“Mau bukti yang bagaimana?”, jawabnya,
“Beranikah kau membuka cadar mu sebagai bukti?”
Dengan spontan ia menarik cadarnya keatas dan segera ia turunkan lagi. Menyesal wajahnya telah dilihat orang yang bukan mahram, lantas ia kemudian p**ang dan mengadu pada suaminya.
Setelah suaminya mendengarkan cerita istrinya tadi, segera ia menemui Rasulullah Saw. dan menceritakan kejadian yang dialami oleh sang istri. Mendengar pengaduannya, Nabi Saw. berkata,
“Carilah kayu besar yang banyak, letakkanlah di belakang rumah mu”
Tanpa bertanya-tanya, ia menjawab dengan nada kepatuhan,
“Marhaban Ya Rasulallah”
Setelah kayu terkumpul dan diletakkan di belakang rumahnya, ia bergegas menemui Nabi Saw dan Nabi Saw pun berkata,
“Bakar kayu tersebut, letakkan panci besar, isi panci itu dengan air dan bakar sampai mendidih kemudian tutuplah”
“Marhaban Ya Rasulallah”.
Air telah mendidih, Nabi Saw Berkata,
“Katakan pada istrimu untuk masuk ke dalamnya dan tutuplah”
“Marhaban ya rasulallah”.
Tanpa berpikir panjang ia memerintahkan istrinya untuk segera masuk ke dalam panci yang telah mendidih itu. Masuklah sang istri dan ditutuplah panci tersebut oleh sang suami.
Setelah itu ia datang kepada Rasulullah Saw. Beliau berkata kepada sang suami,
“Lihatlah dan bukalah segera”
Ia pun segera membuka panci mendidih itu dan ia melihat istrinya bermain-main air seperti anak kecil tanpa merasakan panas. Ia beranjak menemui Rasulullah Saw. dan menceritakannya kepada beliau. Berkata Nabi Muhammad Saw,
“orang yang benar-benar mencintai ku tidak akan dibakar panasnya api neraka”.