01/04/2023
Segera Hubungi Kami Untuk Solusi Yang Lebih Tepat, hehehe
Mengemban Misi Merindukan Nabi
01/04/2023
Segera Hubungi Kami Untuk Solusi Yang Lebih Tepat, hehehe
12/07/2020
اللهم صل على المصطفى حبيبنا محمد عليه السلام
Mari kita kuatkan rindu dengan senantiasa membaca Sholawat kepada baginda Nabi agung Muhammad Saw. Semoga firus ini cepat diangkat oleh Allah Swt.
Silahkan tulis sholawat anda di kolom komentar agar lebih banyak lagi yg membaca sholawat.
صلوا على النبي محمد !!!
05/04/2020
Bagaimana kabar engkau sekarang wahai Sang Kekasih Muhammad Saw ?
10/11/2019
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد الدر اﻷزهر والياقوت اﻷحمر والنور اﻷظهر وسر الله اﻷكبر
Dibaca sebelum tidur 15x
Tidur menghadap kiblat seperti jenazah dan dalam keadan suci
28/12/2017
SHOLAWAT UMMI
Imam Ghozali berkata dalam kitab Ihya’, “ Rasulullah Saw bersabda,
“Siapa yang bersholawat kepada ku pada hari Jum’at 80 kali, akan diampuni dosanya selama 80 tahun.”.
Dikatakan, “Bagaimana –cara- sholawat atas mu?”.
Nabi Saw menjawab,“Dengan kamu membaca اللّهمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ”.”.
Dinukil dari beberapa ulama’ ahli makrifat termasuk Imam al-Arif al-Mursi bahwa barang siapa yang melanggengkan sholawat ini setiap hari 500 kali, maka ia tidak akan mati kecuali berkumpul dengan Nabi Muhammad Saw dalam keadaan terjaga (nyata).
Imam al-Yafi’i dalam kitabnya Bustanul Fuqoro’ menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,
“Siapa yang bersholawat atas ku pada hari jum’at seribu kali dengan sholawat ini, yaitu اللّهمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ, ia akan bermimpi Tuhannya, atau Nabinya, atau kedudukannya di surga. Jika tidak bermimpi maka lakukanlah lagi di dua jum’at, atau tiga, atau lima.”. Dalam riwayat lain ada tambahan وعلى آله وصحبه وسلم.
Dalam kitab karya Syekh Abdul Qodir Jailani, dari al-A’roj dari Abi Hurairoh Ra berkata, “Rasulullah Saw bersabda,
“Siapa yang sholat pada malam jum’at dua roka’at, disetiap roka’at membaca al-Fatihah dan ayat kursi satu kali, dan lima belas Qul huwallahu ahad (al-Ikhlas 15x). Di akhir sholatnya membaca sebanyak seribu kali اللهم صل على محمد النبي الأمي, maka ia akan melihat ku dalam mimpi. Dan tidak menyempurnakan baginya jum’at yang lain, kecuali ia telah melihat ku. Barang siapa melihat ku, maka baginya surga dan diampuni dosa-dosa yang telah lewat maupun yang akan datang.”.”.
اللّهمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ
(Fadloilus Sholawat S:66)
27/12/2017
SHOLAWAT IBROHIMIYAH
Sholawat ini adalah paling sempurnanya shighot sholawat atas Nabi Muhammad Saw sesuai hadits shohih yang telah diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab Muwatho’, Imam Bukhori, Imam Muslim dalam kedua kitab shohihnya, Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi dan Imam Nasa’i. Berkata al-Hafidz al-Iroqi dan al-Hafidz as-Sakhowi dalam kitab Dala’il al-Khoirot, “Hadits ini muttafaq ‘alaih.”.
Adapun dalam lafadz shighot sholawatnya ada banyak riwayat yang berbeda-beda. Dan ini adalah riwayatnya Imam al-Baihaqi dan beberapa ulama’ lain yang tertulis dalam syarah kitab Dalail. Dalam hadits tersebut tidak ada lafadz siyadah (sayyidina) akan tetapi menurut Imam as-Syams ar-Ramli dalam syarah kitab Minhaj menuturkan bahwa memberi kata sayyidina lebih diutamakan.
Imam Bukhori dalam kitab shohihnya meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,
“Barang siapa membaca sholawat ini, aku akan bersaksi pada hari kiamat untuknya dengan kesaksian dan akan aku beri dia syafaat.”. Sebagian ulama’ juga menuturkan bahwa membaca sholawat ibrohimiyah seribu kali mewajibkan –bagi pembacanya- untuk bermimpi Nabi Muhammad Saw. Barang siapa yang bernadzar mengucapkan sholawat yang paling utama, maka hendaknya ia membaca sholawat ini, demikian menurut Imam Nawawi, karena sholawat ini adalah paling utama-utamanya cara bersholawat kepada Rasulullah Saw.
اللّهمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَباَرِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
(Fadloilus Sholawat S:58)
26/12/2017
Imam as-Sya’roni berkata: Rasulullah Saw bersabda,
“Barang siapa yang mengucapkan (sholawat) dengan cara ini, maka ia akan melihat ku di dalam mimpinya. Dan siapa yang melihat ku dalam mimpinya, maka ia akan melihat ku di hari kiamat. Dan siapa yang melihat ku di hari kiamat, akan aku beri syafa’at untuknya. Dan siapa yang memperoleh syafaat ku, ia akan minum telaga ku dan Allah mengharamkan jasadnya atas neraka.”.
Saya (mushonnif) berkata,
“Saya telah mencoba (membaca) sholawat ini sebelum akan tidur sampai saya tertidur. Saya melihat wajah mulia Rasulullah Saw di dalam rembulan dan saya pun berucap kepada beliau sehingga kemudian hilang wajah beliau dalam rembulan. Dan saya berharap kepada Allah dengan keagungan Nabi Muhammad Saw agar hasil kepada ku segala nikmat yang telah beliau janjikan dalam hadits mulia ini.”.
Ini shighot sholawatnya:
اللَّهمَّ صَلِّ عَلَى رُوْحِ مُحَمَّدٍ فِيْ الْأَرْوَاحِ وَعَلَى جَسَدِهِ فِيْ الأَجْسَادِ وَعَلَى قَبْرِهِ فِيْ الْقُبُوْرِ
Allahumma sholli ala ruhi Muhammad fil arwah wa ala jasadihi fil ajsad wa ala qobrihi fil qubur
(Fadloilus Sholawat, S:62)
25/12/2017
CERITA HABIB MUHAMMAD BIN ALWI ALKAFF
Ada seorang shohabiyah (sahabat perempuan) dikatakan oleh shohabiyah yang lain bahwa dirinya tidak mencintai nabi Muhammad Saw. Ia pun marah dan berkata,
“Demi Allah, aku mencintai Rasulullah Saw!”.
Saat itu mereka sedang berada di suatu tempat umum, tentu ada banyak sahabat laki-laki. Para shohabiyah pun menantangnya dengan berkata,
“Apa buktinya bahwa kau mencintai Nabi Muhammad Saw?”,
“Mau bukti yang bagaimana?”, jawabnya,
“Beranikah kau membuka cadar mu sebagai bukti?”
Dengan spontan ia menarik cadarnya keatas dan segera ia turunkan lagi. Menyesal wajahnya telah dilihat orang yang bukan mahram, lantas ia kemudian p**ang dan mengadu pada suaminya.
Setelah suaminya mendengarkan cerita istrinya tadi, segera ia menemui Rasulullah Saw. dan menceritakan kejadian yang dialami oleh sang istri. Mendengar pengaduannya, Nabi Saw. berkata,
“Carilah kayu besar yang banyak, letakkanlah di belakang rumah mu”
Tanpa bertanya-tanya, ia menjawab dengan nada kepatuhan,
“Marhaban Ya Rasulallah”
Setelah kayu terkumpul dan diletakkan di belakang rumahnya, ia bergegas menemui Nabi Saw dan Nabi Saw pun berkata,
“Bakar kayu tersebut, letakkan panci besar, isi panci itu dengan air dan bakar sampai mendidih kemudian tutuplah”
“Marhaban Ya Rasulallah”.
Air telah mendidih, Nabi Saw Berkata,
“Katakan pada istrimu untuk masuk ke dalamnya dan tutuplah”
“Marhaban ya rasulallah”.
Tanpa berpikir panjang ia memerintahkan istrinya untuk segera masuk ke dalam panci yang telah mendidih itu. Masuklah sang istri dan ditutuplah panci tersebut oleh sang suami.
Setelah itu ia datang kepada Rasulullah Saw. Beliau berkata kepada sang suami,
“Lihatlah dan bukalah segera”
Ia pun segera membuka panci mendidih itu dan ia melihat istrinya bermain-main air seperti anak kecil tanpa merasakan panas. Ia beranjak menemui Rasulullah Saw. dan menceritakannya kepada beliau. Berkata Nabi Muhammad Saw,
“orang yang benar-benar mencintai ku tidak akan dibakar panasnya api neraka”.
24/12/2017
RINDUNYA SANG PELAYAN RASULULLAH SAW
Pada suatu hari salah seorang sahabat yang bernama Tsauban Ra. datang menghadap Rasulullah Saw. Dia datang dengan raut muka yang kusut, tubuh yang kurus dan terlihat sekali kesedihan di wajahnya.
Melihat perubahan pada diri pelayannya itu, Rasulullah Saw. bertanya kepadanya,
“Wahai Tsauban, apa yang terjadi pada dirimu?”
Tsauban pun menjawab,
“Wahai Rasulullah, sebenarnya aku tidak menderita penyakit apapun. Hanya saja, jika aku tidak melihat mu maka aku sangat merindukan mu dan merasakan kesepian tiada tara yang tidak ada obatnya selain pertemuan dengan mu. Ketika teringat kehidupan akhirat, aku hawatir tidak bisa melihat mu di sana. Sebab aku tahu, seandainya masuk surge pun, tempat ku pasti berbeda jauh dengan tempat mu. Dan jika aku tidak masuk surge maka untuk selama-lamanya aku tidak dapat memandang wajah mu.”.
Sesaat setelah sahabat yang bernama Tsauban ini menyampaikan keluh kesahnya, Allah Swt. menurunkan wahyu kepada Rasulullah Saw. Allah mewahyukan:
وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَالرّسُوْلَ فَأُولئِكَ مَعَ الّذِيْنَ أَنْعَمَ اللهُ عَليْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُولئِك رَفِيْقاً
Dan siapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersam-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS An-Nisaa, 4:69)
23/12/2017
MALAIKAT DAN BACAAN SHOLAWAT
Rasulullah Saw. telah bersabda bahwa :
“Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail telah berkata kepadaku"
Berkata Jibril As:
“Wahai Rasulullah, barang siapa yang
membaca sholawat ke atas mu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi shirot seperti kilat menyambar”.
Berkata p**a Mikail:
“Mereka yang bersholawat ke atas mu akan ku beri mereka itu minum dari telaga mu”.
Berkata p**a Isrofil:
“Mereka yang bersholawat kepada mu, aku akan sujud kepada Allah Swt. dan aku tidak akan mengangkat
kepalaku sehingga Allah Swt. mengampuni orang itu
(yang bershalawat)”.
Malaikat Izrail p**a berkata:
“Bagi mereka yang bersholawat keatasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi”.
Setiap hari hanya sepuluh kali -dalam riwayat lain seratus kali- para malaikat sudah memberikan jaminan masing-masing untuk
orang-orang yang bersholawat ke atas Rasulullah Saw. Bagaimana dengan orang-orang yang merindu kepada beliau dan kerinduannya diungkapkan dengan bacaan sholawat yang tak terhingga?. Beruntunglah kalian yang diberi taufiq untuk memperbanyak membaca sholawat setiap hari.
(Kutipan ceramah Ust. Imam Fadlil Fadhli Pon. Pes. Langitan)