Anak Usia Dini dan ilmu Parenting

Anak Usia Dini dan ilmu Parenting

Share

Halaman ini dibuat untuk sharing tentang dunia anak, parenting dan edukasi edukasi yang berhubungan

Photos 31/07/2022

Yok ayo yok daftar gais buat nambah pengalaman, asik bet sih pembelajaran berbasic STEM ini.. Kurang A aja biar lebih lengkapan hehe

, saksikan Pelaksanaan KIHAJAR STEM BASIC Tahun 2022

Setiap tim dari seluruh jenjang pendidikan yang berasal dari seluruh Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri akan berkompetisi menjawab soal-soal berbasis STEM.

🗓️ Minggu, 31 Juli 2022
⏰ Pukul 12.15 WIB

Para peserta diundang untuk bergabung ke zoom:
▪️Jenjang SD dan SMP (kapasitas: 1000 participant)
Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/99492302825

Meeting ID: 994 9230 2825
Passcode: stem2022

▪️Jenjang SMA dan SMK (kapasitas: 1000 participant)
Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/98588240642

Meeting ID: 985 8824 0642
Passcode: kihajar

Disiarkan secara langsung melalui:
YouTube
- Televisi Edukasi
- Rumah Belajar Kemdikbud

Streaming:
TV Edukasi
Https://tve.kemdikbud.go.id

Radio Suara Edukasi
https://suaraedukasi.kemdikbud.go.di

Mari "Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar".

KIHAJAR
Kita Harus Belajar

Photos from Anak Usia Dini dan ilmu Parenting's post 19/04/2022

FORMALITAS SEJAK DINI, YANG MENDARAH DAGING

Hi para pembaca😉 kalo mau baca setatus ini siapin cemilannya karena agak panjang tapi bermakna dan berpotensi membuat Anda semua tersindir😎 cuman yang pasti status ini dibuat karena keresahan penulis pribadi, merujuk dari judul di atas pasti akan terbaca kemana arah tulisan ini akan bermuara, mari kita langsung pada pembahasan. Disadari atau tidak kenyataan membuktikan kita sudah terbiasa melakukan apapun berlandaskan formalitas belaka, maka tidak heran jika bibit yang ditanam untuk "formalitas saja" Hasil buah yang tumbuh menjadi buah yang begitulah kualitasnya (tumbuh dan melakukan apapun hanya untuk formalitas tanpa ada esensi yang berbobot). Maka tidak heran jika kebanyakan anak yang dulu diberikan kegiatan, aktivitas, atau maybe makanan, sekolah, dan banyak hal yang krusial lain diberikan oleh pendahulunya secara formalitas saja hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban sebagai orang tua, pendidik, penyelenggara kegiatan, dan mereka yang terkait.

Kemudian apa hubungan formalitas itu dengan keadaan sekarang? Tentunya sangat berhubungan, misal saja anak anak yang sudah seneng banget mau berangkat sekolah idealnya pendidik memberikan pengajaran yang maksimal dan semestinya diberikan sesuai hak dan kewajiban anak anakanak agar ada timbal balik yang seimbang dan adil. tidak boleh kemudian diberikan secara asal-asalan dan ya, yang kita sebut dengan formalitas belaka, tanpa kita sadari hal itu akan sangat berakibat pada tumbuh kembang, pengetahuan, dan tentunya juga ilmu yang diserap anak tidak sampai di hati, karena ngajarnya ga pake hati tapi pake formalitas yang akhirnya berhenti pada telinga kanan dan keluar pada lubang sebelahnya, bagaimana bisa begitu? Ya karena ilmu yang disampaikan tidak totalitas, hanya untuk menggugurkan kewajiban mengajar, tidak mendidik tapi hanya berhenti pada batas mengajar di depan kelas, dan melengkapi instrumen pengajaran atau administrasi sekolah saja (bahkan lebih dari itu instrumen instrumen itupun akan dilengkapi dan akan dibuat maksimal jika akan ada pemeriksaan saja, lagi lagi dibuat untuk formalitas pemeriksaan🥺) maka tidak heran p**a banyak anak yang kemudian tumbuh tanpa sopan santun dan kurang beradab.

Mari kita pindah pada hal lain, kegiatan seremonial PHBI, PHBN or PH PH yang lain kali ya, idealnya kegiatan yang tidak terjadi setiap hari dipersiapkan sedemikian rupa d**g ya, namun realitanya tidak sesuai dengan ekspektasi yang difikirkan banyak orang, kegiatan yang diadakan hanya untuk menggugurkan kewajiban (meskipun ga wajib wajib amat) , akhirnya kegiatan yang terlaksana juga kegiatan yang formalitas saja tidak disiapkan dengan maksimal, dengan mengerahkan segala tenaga, upaya dan pikiran sehingga tercapai goals yang maksimal, banyak dari kita memiliki pola pikir demikian, sehingga ya begitu tidak ada hasil dari kegiatan yang diadakan alias sia sia saja, buang buang dana, tenaga, waktunya bahkan suara kali ya😅. Namun berbeda jika kegiatan kegiatan itu dilaksanakan dengan segala persiapan, dengan upaya, tenaga dan dana yang maksimal tentunya hasilnya juga pasti beda toh ya? Coba deh dipikirkan sendiri.

Ada lagi, datang ke majlis ta'lim, yah karena dateng hanya sebagai formalitas menggugurkan kewajiban memenuhi undangan, atau karena gaenak dengan masyarakat merasa diri menjadi tokoh, akhirnya juga di tempat ga malah mendengarkan, mencari ilmu yaa akhirnya malah ghibah sana sini, ngobrol sama tetangga sebelah dan banyak hal lain, gamalah menggugurkan dosa malah berdosa adanya, ya karena dateng hanya sebagai formalitas akhirnya serba pekewuh, mau p**ang malu (takut dibilang ga menghargai, takut dibilang ini itu, takut diomongin tetangga karena merasa dirinya yang someone banget gitu, dan yang tidak disadari adalah ketakutannya karena dia sering ngomongin orang lain alias ketakutan yang tidak beralasan wkwkw) gak p**ang kok ngantuk, gadapet apa apa, capek, yaaa begitulah kira kira kalau melakukan karena formalitas (celakanya lagi mereka tanpa sadar dijadikan contoh namun agak kurang layak dijadikan rolemodel yang baik, duh menyedihkan😞)

Akibat lain karena formalitas adalah, generasi yang kemudian menjadikan apa apa hanya untuk sekedar penggugur kewajiban, yaa tidak heran lagi lawong diajarinnya kek gitu, jadi ya kalau next time ada pemimpin, terus DPR, kepala desa atau kepala kepala lain yang sudah menghabiskan banyak dana masyarakat lah kok ga menjalankan sesuai tupoksinya jebuleee rapat sekedar dateng numpang tidur, jadi inget ini Untukmu yang duduk sambil diskusi. Untukmu yang biasa bersafari. Di sana, di gedung DPR. Di hati dan lidahmu kami berharap. Suara kami tolong dengar lalu sampaikan. Jangan ragu jangan takut karang menghadang. Bicaralah yang lantang jangan hanya diam. Wakil rakyat seharusnya merakyat. Jangan tidur waktu sidang soal rakyat. Wakil rakyat bukan paduan suara. Hanya tahu nyanyian lagu "setuju......" (Pasti bacanya sambil dilaguin hihi😅) atau ngelakuin apa apa formalitas biar ndak dituntut rakyat, yang tambah ngeri jangan jangan mengambil kebijakan tidak berdasarkan kebutuhan tapi lagi lagi ya gugurin kewajiban karena dah terlanjur janji waktu kampanye wkwkw apes dunia ini, kalo dah gini sapa yang mau disalahin bundaaaa???? ya jangan disalahin si dianya, bisa jadi manusia manusia itu hadir karena formalitas sejak dini itu ada.

DAN MASIH BANYAK LAGI KALO MAU DIBAHAS🤣 intinya kebiasaan formalitas itu tanpa sadar merugikan banyak sektor kehidupan.
Tulisan ini ditulis tidak untuk menggurui namun untuk dijadikan bahan koreksi bersama agar tercipta masyarakat yang lebih baik🥰 jadilah netijen yang bijak gaissss

03/10/2021

Pada dasarnya anak pintar itu ada masanya kelak pada usia usia tertentu. Karena hakikatnya Anak Usia Dini (AUD) Yang berkembang pertama adalah pusat perasaannya, maka idealnya AUD harus menjadi anak yang bahagia bukan menjadi anak yang pintar.

"Dadio bocah seng ngerti cek ngerteni, ojo dadi wong pinter tambah minteri". Istilah Jawa (jadilah anak yang ngerti agar pengertian jangan jadi manusia pintar takutnya jadi yang sok pintar alias menipu)

Mungkin istilah itu sangat benar adanya ya bund, mengingat anak yang ngerti itu sudah pasti paham dan bisa menerapkan namun jika hanya sekedar pinter kayaknya belum sampai ke taraf menerapkan🥰🥰 semangat jadi orang tua yang terus belajar ayah bunda sekalian

30/12/2020

tari ini merupakan tari tradisional dengan mengangkat gerakan gerakan hewan unggas yaitu bebek dengan gerakan yang mudah dipahami dan dihafal untuk anak usia dini.

terima kritik dan saran hehe, dalam tahap belajar.

selamat menikmati :)

24/12/2020

Albert Einstein mengatakan bahwa setiap anak terlahir istimewa, akan tetapi ketika engkau memaksa seekor ikan untuk memanjat pohon, maka sama halnya engkau telah mamaksanya untuk menghabiskan seluruh hidupnya, hanya untuk menyadari bahwa ia sebenarnya bodoh.

Maka sebenarnya tidak ada pengecualian akan hal tersebut, termasuk juga yang terjadi pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

seringkali kita luput untuk memahami bahwa meski tergolong beda dengan anak lainnya secara umum, akan tetapi ABK bukan lantas menjadi seseorang anak yang terlahir tanpa potensi dan nilai kebaikan.

Penanganan yang tepat serta pemberian asupan nilai pendidikan dalam berbagai bagian, akan membuat anak anak yang terlahir secara istimewa tersebut, kemudian memunculkan potensi terpendamnya.

Penerimaan akan kehadiran mereka di tengah kehidupan bermasyarakat pun harus disikapi dengan baik. Sosialisasi yang baik dengan mereka, akan menumbuhkan suatu sikap mental yang baik juga bagi mereka dalam perkembangannya.

Dengan menggunakan beberapa referensi terkait, termasuk diantaranya apa yang ditulis Muhammad Awwad dalam jurnal Al Tazkiah, Vol.7, No. 1, Juni 2015, dengan judul 'Konseling bagi anak berkebutuhan khusus', juga apa yang ditulis Supangat Rohani, dalam jurnal Nadwa, Vol. 6, No. 1, Mei 2012, dengan judul
'Optimalisasi pendidikan karakter untuk menumbuh kembangkan kemandirian anak berkebutuhan khusus'. Disini kami mencoba menghadirkan pandangan ilmiah terkait ABK, kemudian kami sajikan dalam bentuk praktis dan mudah dicerna oleh berbagai kalangan.

Setidaknya hal ini dapat menjadi pijakan awal untuk lebih memahami tentang dunia ABK, yang pada tahap selanjutnya dapat memberi pemahaman yang lebih apik dan komprehensif bagi semuanya.

Salah satu contoh semisal tentang bagaimana sebaiknya ABK menempuh pendidikan, apakah pada sekolah formal sebagaimana anak yang lain ataukah pada sekolah Luar Biasa yang khusus bagi mereka?

Setidaknya kita dapat memberikan perspektif, bahwa bukan tentang dimana menempuh pendidikannya, akan tetapi nilai kebaikan yang lebih adalah pada ukuran seberapa bisa lembaga pendidikan yang ada, dalam mengakomodir kebutuhan dari ABK itu sendiri.

⏩next kolom komentar ye🌹

23/12/2020

Mengenalkan Nabi Muhammad beserta para keluarganya yang mulia, menjadi suatu tanggung jawab orang tua dan pendidik kepada anak-anak. akan tetapi untuk mengenalkan tersebut membutuhkan metode yang tepat, diantaranya adalah dengan menggunakan lagu dengan nada yang telah dikenal oleh anak anak. maka dengan membawakannya dalam bentuk lagu, semoga anak anak lebih antusias dan dapat dengan mudah merekam dalam ingatannya.
selamat menyaksikan.

31/07/2020

Sejak lama Lilis sudah berencana buat akun khusus untuk dunia anak-anak dan semua yang berhubungan dengannya, parenting, permainan, dan tetek bengeknya, semoga segera terlaksana juga senantiasa istiqamah dalam kebermanfaatan.

Setelah banyak hal yang terjadi sejak lama kok gemes juga yaa, tentang semua hal yang disambung-sambungkan tanpa bisa memberi solusi hanya mengkritisi. Bukan sok tau atau gimana dengan sadar Lilis juga sangat kurang ilmu, tapi dengan siap belajar tentang semua itu apalagi dengan ilmu agama (yang memang wajib hukumnya untuk belajar) " ya sadarlah siapa Lilis😆 dengan siap dan semangat 45 toh, sadar diri awam pangerti, tapi sok ngerti hehe😆" apalah daya Lilis mah jebolan pondok yang tinggal mimpi belaka, oh iya lupa jebolan pondok ramadhan ahaha itu aja setahun sekali🤭 jadi ya harap maklum, yang pasti semua itu tidak menyurutkan semangat untuk senantiasa menimba ilmu agama in syaa Allah.

Nah, dengan demikian Lilis mencoba belajar semuanya, dari sana Lilis menemukan banyak hal dan yang pasti "all about music and child", mohon maaf Lilis menggunakan musik dengan tujuan untuk pendidikan dan pengajaran, bukan untuk hiburan yang nanti mengarah kepada kemadharatan dan kemaksiatan, dan hal ini Lilis rasa sah sah saja, bahkan kapan hari Lilis melihat video ketika Habib Ali al Jufri ditanya seseorang yang menyatakan bahwa menurut kesepakatan ulama musik adalah haram. Pernyataan orang tersebut langsung di cut oleh Habib Ali bahwa tidak benar bahwa ulama bersepakat akan keharaman musik, bahkan ulama kredibel lintas zaman membolehkan penggunaan musik dan biasa saja, tidak menjadi persoalan yang serius.

Okelah kalau kasusnya di indonesia biar lebih kontekstual, generasi milenial pasti tahu dengan ustadz Adi Hidayat, ustadz keren dengan sumber yang jelas dan hafalan yang luar biasa Maa Syaa Allah, beliau menimba ilmu di negerinya Khadafi, Libya. *MAAFKEUN SUARA LILIS, FOKUS LIRIK DAN CAPTION *NEXT, KOLOM KOMENTAR⬇️⬇️⬇️ SEMOGA SENANTIASA BERMANFAAT DAN BERKAH SELALU💕💕💕

31/07/2020

cek Youtubeeee yaa jangan lupa di youtubenya IPM JATIM (https://youtu.be/XGikLKqBhXw)

semua serba dadakan, video ini juga dibuat di luar rencana, bahkan pemberitahuan kalau disuruh nari juga dadakan, semua serba tidak terencana tapi keren memang, dengan hasil yang diluar logika keren🔜

temen temen media JATIM, pembuat Lirik dan seterusnya keren banget😍😍 kalian semua keren. jangan lupa cek youtube ya rek, lagu penyemangat ber-IPM pengobat rindu😁

15/06/2020

MOHON MAAF LILIS MENGGUNAKAN MUSIK

Sejak lama Lilis sudah berencana buat akun khusus untuk dunia anak-anak dan semua yang berhubungan dengannya, parenting, permainan, dan tetek bengeknya, semoga segera terlaksana juga senantiasa istiqamah dalam kebermanfaatan.

Setelah banyak hal yang terjadi sejak lama kok gemes juga yaa, tentang semua hal yang disambung-sambungkan tanpa bisa memberi solusi hanya mengkritisi. Bukan sok tau atau gimana dengan sadar Lilis juga sangat kurang ilmu, tapi dengan siap belajar tentang semua itu apalagi dengan ilmu agama (yang memang wajib hukumnya untuk belajar) " ya sadarlah siapa Lilis😆 dengan siap dan semangat 45 toh, sadar diri awam pangerti, tapi sok ngerti hehe😆" apalah daya Lilis mah jebolan pondok yang tinggal mimpi belaka, oh iya lupa jebolan pondok ramadhan ahaha itu aja setahun sekali🤭 jadi ya harap maklum, yang pasti semua itu tidak menyurutkan semangat untuk senantiasa menimba ilmu agama in syaa Allah.

Nah, dengan demikian Lilis mencoba belajar semuanya, dari sana Lilis menemukan banyak hal dan yang pasti "all about music and child", mohon maaf Lilis menggunakan musik dengan tujuan untuk pendidikan dan pengajaran, bukan untuk hiburan yang nanti mengarah kepada kemadharatan dan kemaksiatan, dan hal ini Lilis rasa sah sah saja, bahkan kapan hari Lilis melihat video ketika Habib Ali al Jufri ditanya seseorang yang menyatakan bahwa menurut kesepakatan ulama musik adalah haram. Pernyataan orang tersebut langsung di cut oleh Habib Ali bahwa tidak benar bahwa ulama bersepakat akan keharaman musik, bahkan ulama kredibel lintas zaman membolehkan penggunaan musik dan biasa saja, tidak menjadi persoalan yang serius.

Okelah kalau kasusnya di indonesia biar lebih kontekstual, generasi milenial pasti tahu dengan ustadz Adi Hidayat, ustadz keren dengan sumber yang jelas dan hafalan yang luar biasa Maa Syaa Allah, beliau menimba ilmu di negerinya Khadafi, Libya.

*maafkeun suara cempreng lanjut kolom komentar yaa⬇️⬇️⬇️

Want your school to be the top-listed School/college in Lamongan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Brengkok RT/RW 03/04 Brond**g
Lamongan
62263