08/02/2024
PERSEBARAN BAHASA-BAHASA DI NUSA TENGGARA TIMUR DAN TIMOR LESTE.
akademisi dan praktisi di bidang pendidikan sejarah asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
fokus penelitiannya pada integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran sejarah. Menekankan peran pendidikan sebagai agen pengubah dunia dan pentingnya kearifan lokal
08/02/2024
PERSEBARAN BAHASA-BAHASA DI NUSA TENGGARA TIMUR DAN TIMOR LESTE.
26/09/2021
Ya. Bahwa, Nama Gereja Menggelama diambil dari nama sebuah dusun yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Pelabuhan Laut Baa, Ibukota Kabupaten Rote Ndao. Adanya Gereja Menggelama menurut Soh & Maria (2008;55), adalah karena andil seorang warna Belanda bernama Jackstein yang memindahkan sekolah dan rumah penduduk ke dusun menggelama. Selanjutnya, Jackstein digantikan oleh seorang pendeta pengganti P.Y. Penning yang berkedudukan di Ba’a; karena sakit Penning kembali ke Belanda dan digantikan oleh Van Malsen. Van Malsenlah yang kemudian membangun Gereja.
Gereja Menggelama didirikan selama 13 tahun yaitu pada kurun waktu 1880 sampai dengan tahun 1893. Namun, peletakkan batu pertama sebagai dasar untuk mendirikan sebuah gedung gereja yang pertama dibuat dari batu (tembok) (bisa dikatakan bahwa sudah ada gereja di Rote namun belum terbuat dari batu (tembok) namun kemungkinan besar gereja yang ada masih dalam bentuk seperti rumah penduduk lokal yang umumnya terbuat dari kayu ) justru barulah dilakukan pada tahun 1882 sehingga dapat dikatakan bahwa gereja menggelama yang merupakan gereja pertama bertembok sebenarnya dibangun dalam kurun waktu 11 tahun dan diresmikan pada tanggal 31 Oktober 1893. Gereja Menggelama dipugar untuk pertama kalinya pada tahun 1896 atau 3 tahun setelah gereja ini dibangun.
Saat ini Gereja Menggelama telah menjadi c***r budaya yang mendapat perhatian dari Pemerintah dan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)
Terima kasih. 😇
15/08/2021
Diskusi Hangat Terkait Pesona Alam Jawa era-1990an
26/06/2021
Radjah Joel Simon Kedoh van Roti (1928-1948)
met zijn prinses Regina Amalo rond 1930, voor
zijn moderne, in art-nouveau stijl gebouwde,
paleis te Baa op Roti
University Leiden Libraries
Raja Rote, Joel Simon Kedoh (1928-1948) dan
permaisuri Regina Amalo di depan istana
modern mereka yang bergaya art-nouveau di
Baa, Rote NTT, sekitar tahun 1930
25/06/2021
"Massa-aksi adalah aksinya massa. Massa artinja: Rakyat Marhaen yang bermilyun-milyun itu. Massa-aksi adalah dus: aksinya rakyat Marhaen yang bermilyun-milyun itu. Dan oleh karena aksi berarti perbuatan, perÂgerakan, perjoangan, maka massa-aksi adalah dus berarti: perbuatannya, pergerakannya, perjoangannya rakyat Marhaen yang bermilyun-milyun itu. Dan perbuatan itu, pergerakan itu, perjoangan itu bukanlah suatu hal yang hanya nanti akan terjadi; perbuatan, pergerakan, perjoangan itu adalah hal yang sudah berjalan sekarang. Apa yang sekarang kita kerÂjakan, apa jang sekarang kita perbuat, apa sahaja kita punya tindakan ini hari yang berupa menyusun-nyusun perhimpunan, menulis artikel-artikel dalam majalah dan surat-kabar, mengadakan kursus-kursus, mengadakan rapat-rapat umum, mengadakan demonstrasi-demonstrasi, itu semua sudahlah termasuk dalam perbuatan, pergerakan, perjoangan rakyat Marhaen yang bermilyun-milyun situ, itu semua sudahlah termasuk dalam massa-aksi itu adanya..." (Soekarno, 1933)
Filsafat adalah upaya manusia untuk memahami apa itu realitas.
Filsafat, demikian dipahami, mengajukan serangkaian pertanyaan penting tentang keberadaan kita dan dunia pada umumnya. Sebagai contoh:
• Mengapa kita ada?
• Untuk apa kita ada?
• Apa arti hidup?
• Dari mana datangnya alam semesta?
Filsafat memiliki dua karakteristik dasar: itu adalah HOLISTIK dan KRITIS.
Bahwa Filsafat itu HOLISTIK, berarti bahwa melakukan filsafat mempertanyakan pengertian realitas TOTAL.
Yaitu, filsuf mencoba memahami dunia sebagai TOTALITAS, dan oleh karena itu berusaha MEMAHAMI bagaimana semua fenomena BERUBAH.
Bagi Filsafat tidak ada yang dapat dipahami secara terpisah.
Pada saat yang sama, Filsafat bersifat KRITIS. Artinya, Filsafat tidak bisa menerima begitu saja. Ide apa pun bisa dipertanyakan dan dikritik.
Sang filsuf mencari kebenaran, oleh karena itu ia mempertanyakan ide apa pun yang mungkin dipertanyakan, untuk menemukan apa itu KEBENARAN.