07/04/2023
REFLEKSI CINTA ANTAR DIMENSI
Mereka ini anak kelas 3 setara kelas IX/9 SLTP, yang menurut ahli psikologi dikategorikan sebagai anak-anak dalam masa pubertas atau 'daurul murohaqoh' dalam Bahasa Arab.
Masa tersebut merupakan masa dimana sedang mulai tinggi-tingginya ego dan hasrat seorang anak. Hal itu mengakibatkan mereka mempunyai keingin-tahuan yang tinggi, daya juang tinggi terhadap hal yang dihadapi, penasaran menggebu-gebu akan hal baru yang mereka lihat, dan terkadang cara belajar mereka pun cenderung ke arah apa yang mereka s**a saja. Setiap anak bisa berbeda keadaannya, namun pada umumnya, begitulah mereka saat ini.
Adapun khususnya bagi Bidang Pengasuhan Santri Pondok Pesantren Pembangunan dan umumnya semua asatidz yang ada, mereka ini selalu menjadi sorotan karena kondisi kejiwaan dan mentalitas mereka saat ini. Dikategorikan manja mereka itu tidak manja karena usia mereka, dikategorikan tidak manja mereka itu manja akan hal-hal yang terkadang di luar nalar. Seperti mulai ingin dikenal oleh lawan jenis, mulai ingin tidak banyak instruksi dari yang lebih tua, bahkan beropini dan mengekspresikan diri yang terkadang terlihat konyol bagi kakak kelas mereka ataupun asatidz.
Ya, inilah masa-masa penentuan, masa pencarian jati diri, masa krisis identitas awal yang merubah banyak perspektif akan banyak hal dalam diri mereka, pergeseran ini bisa juga merubah cita-cita mereka, dan tidak sedikit p**a merubah kesan orang tua mereka terhadap mereka; suara mereka mulai ngebass, jakun mereka mulai tumbuh bagi yang laki-laki dan segudang perubahan lain dalam anggota tubuh mereka.
Meski begitu, kami di Pondok Pesantren Pembangunan tidak pernah lelah memperhatikan, memberi nasihat, menunjukkan dan mengarahkan kepada kesadaran atas apa yang sedang mereka alami, memberi masukkan terhadap hal-hal baik yeng belum tentu benar, kepada hal-hal benar yang bel tentu baik, tujuannya untuk memahamkan mereka, mengarahkan mereka pada hal yang fundamental dalam kehidupan, apa yang wajib mereka pegang sebagai bekal kehidupan, dan berusaha sekuat mungkin agar mereka tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma agama dan sosial di kehidupan mereka.
Kami pun di Pondok Pesantren berharap kepada semua orang tua/wali santri untuk sama-sama memahami kondisi anak-anak ini. Paling tidak sama-sama berusaha memberikan motivasi-motivasi, nasihat-nasihat yang baik yang selaras dengan apa yang menjadi tujuan bersama selama mereka ada di Pondok Pesantren. Hal itu bisa lewat obrolan ringan di WhatsApp atau menyempatkan bertatap-muka dengan kami di Pondok Pesantren, bisa dengan wali kelas, asatidz yang lain atau utamanya dengan Bidang Pengasuhan Santri. Bahkan bukan saja terkonserntrasi untuk anak kls 3 ini, melainkan semua tingkatan, jika itu diperlukan. Kami akan dengan senang hati mendengarkan cerita tentang anak-anak versi orang tua/wali santri dari rumah.
Pada akhirnya, kami hanya bisa mendo'akan agar anak-anak santri Pondok Pesantren Pembangunan khususnya dan umumnya yang ada di semua lembaga pendidikan, agar generasi muslim ini menjadi anak yang soleh-solehah dan dibanggakan di dunia dan akhirat.
Teringat sebuah pesan pendidikan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib (Karromallahu Wajhah). Biasa disebut rumus 7/3, yang kurang-lebih isinya seperti ini: "Anak usia 1 - 7 tahun, perlakukanlah mereka bak seorang raja, boleh memberikan apapun yang mereka inginkan selama itu ada kita yang bertanggung-jawab. Anak usia 8 - 14 tahun, perlakukanlah mereka bak seorang tahanan, artinya kita mulai mengatur apa yang mereka inginkan dan lakukan. Kita bebaskan tapi dengan adanya aturan dan larangan; ada hak ada kewajiban. Selanjutnya anak usia 15 - 21 tahun, perlakukanlah mereka bak sahabat atau kawan. Jadi kita ajak mereka bicara layaknya sahabat atau kawan, dengarkan keinginan mereka, cerita mereka, lalu kita berikan mereka tanggapan dan nasihat layaknya cara seseorang berbincang-bincang dengan sahabat atau kawannya. "
Demikian, terima kasih sudah membaca dan mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.
Salam hormat,
Penulis