22/07/2023
Masa Adaptasi, Masa Kritis yang Harus Dipahami
Melihat kebijakan telpon di pondok lain minimal 11 pekan, maksimal 16 pekan. Dan jika melihat zaman dulu, di masa sebelum ada smatrphone ataupun handphone, bahkan tidak ada kebijakan itu.
Ini bisa dimengerti.
Ini merupakan kebijakan yang mengandung unsur edukasi yang tepat untuk santri dan juga ayah bunda.
Berikut edukasi yang terjadi :
1. Santri dan ayah bunda harus mampu menahan dan mengelola gejolak rindu sebagai manifestasi ghorizah nau (naluri meneruskan keturunan).
2. Ayah bunda harus merelakan sepenuhnya ananda di pondok.
3. Ayah bunda harus terus mendekatkan diri kepada-Nya dalam rangka menititpkan ananda dengan terus melantunkan do'a, melaksanakan amalan-amalan sholeh berupa memperbanyak sunnah (shalat tahajud, shaum senin kamis). Ayah bunda terus berharap pada-Nya agar ananda betul-betul berada di tangan yang tepat.
4. Ananda sudah mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, seperti: belajar mandiri,
pendewasaan (mengelola emosi),
mulai dituntut bisa dalam menyelesaikan masalah (menundukkan dan mengelola semua naluri, yaitu naluri baqo, naluri nau, dan naluri tadayunnya), dalam kepemimpinan berfikirnya, dan dalam nafsiyahnya.
Dengan semua itu diharapkan ayah bunda dan ananda menjadi tangguh bersama, menjadi tim yang siap mengarungi kehidupan sebagai tim yang tangguh. Tim yang bisa memimpin kehidupan..
Masa adaptasi adalah masa kritis. Masa yang sangat membutuhkan perjuangan dan pengorbanan dari ayah bunda dan ananda.
Masa adptasi akan dipakai ananda yang sejatinya belum siap berpisah dari ayah bunda, belum siap dengan pola harian pondok yang sarat edukasi, terikat, tidak ada kebebasan.
Apalagi ananda adalah generasi z akhir, yaitu generasi yang sangat bergantung pada hp, generasi strowberi yaitu generasi indah di luar tapi lembek di dalam, akan dipakai oleh ananda untuk terus merajuk pada ayah bunda dengan menghadirkan berbagai alasan (diantaranya sakit, gak betah, mencela pondok, mencela para ustadz/h, dll) agar ayah bunda luluh kemudian menjemput ananda.
Ayah bunda yang belum sepenuhnya merelakan ananda jauh, bahkan ada yang memiliki perasaan bersalah karena berpikir telah menjauhkan ananda dari ayah bunda akan terganggu perasaannya, akan muncul interpretasi liar, dan akhirnya mudah luluh.
Akhirnya target edukasi terhadap ayah bunda dan ananda tidak akan berhasil.
Untuk telpon hari ini, diharapkan ayah bunda berangkat dari semua pemahaman diatas. Semoga ayah bunda dan ananda bisa melewati masa krisis ini.
Aamiin.
Mudhirah